Rasa Manis dan Pahit ini

.

.

.

.

Disclaimer : Vocaloid © Yamaha Corption, , Crypton Future Media, Inc.

Halo semua para readers tercintah, bagaimana kabar kalian baikkah?

Oke sebagai pembukaan, selamat datang di fanfic chapter dua. ( Singkat amat... )

Ehm kelihatannya akan ada sedikit perubahan sedikit tapi tidak terlalu mempengaruhi jalan cerita kok, cuman mungkin ada tambahan tokoh doang hihihihi

Baiklah semuanya sudah berkumpul, siap dengan kuota masing masing, oke langsung discroll dibawah...

.

.

( Peringatan : TYPO, Cerita Karakter Gaje, Salah Kata, OOC, Salah EYD, tiba tiba Nousebled, pingsan, jantungan, senyum senyum kayak kera, dsb )

.

.

GOOD READING

.

.


.

.

Hari ini suasana sekolah seperti biasa, murid murid ke sekolah menerima pelajaran lalu diselingi istirahat dua kali mereka ke kantin mengisi perut mereka dengan berbagai macam makanan yang disediakan di kantin sekolah. Seperti diriku yang sekarang mengisi perutku sehabis pelajaran dengan membeli roti isi dan susu vanilla agar aku tumbuh tinggi.

Setiap hari aku selalu minum susu, entah merek apapun tapi entah kenapa tinggiku nggak naik naik juga. Sampai beberapa kali diceramahi harus minum susu padahal aku sudah banyak minum susu dibanding yang lainnya.

Tidak seperti beberapa hari sebelumnya, keberadaanku tidak dianggap oleh teman temanku karena keberadaan mahluk pink itu. Tapi sekarang mereka lumayan bisa menerimaku bersanding dengan Yuuma setelah aku dipanggil saat upacara penerimaan penghargaan menyanyi, aku menjadi pusat perhatian dan aku akhirnya mendapat penggemarku kembali.

Namun, hari ini aku tidak makan bersama penggemarku, aku akan makan siang bersama teman masa kecilku sejak SD. Dia orangnya pemalu lebih suka berada di perpustakan, suka membaca buku, dan baik hati karena saat yang lain menjauhiku ia satu satunya yang mau menemaniku. Kali ini aku ingin mengajaknya makan bersama di kantin, ya sekaligus balas budi karena mau menemaniku di saat stressku dulu.

Aku duduk di bangku agak jauh dari keramaian agar kami bisa tenang mengobrol berdua dan apalagi dia orangnya pemalu. Saat aku mau membuka bungkus makananku, dia datang menyapaku sambil membawa bekal makanannya.

"Halo Piko-kun, maaf telah membuatmu menunggu lama..." sapanya lalu duduk di bangku bersebrangan denganku. Ia datang juga..

"Tidak apa apa Miki, Ayo duduk" jawabku sambil tersenyum padanya, rambut merahnya terurai halus, wajah yang halus, juga ada kacamata yang ia pakai menunjukkan betapa imutnya temanku yang satu ini.

"Eh.., Piko, terima kasih ya mau mengajakku kemari" ucap Miki santai sambil membuka bekal makanannya.

"Tentu saja, Miki, ini juga sebagai ucapan terima kasihku" kataku lalu aku memakan roti isi milikku, Mikipun juga memakan telur dadar di bekalnya tersebut.

"Benarkah, kurasa kau harus membayarku lebih untuk ucapanmu itu" canda Miki disela sela makannya

"Hehehehe, tenang saja, kau boleh makan apa yang kau mau, aku yang tratir" ucapku loyal, aku senang sekali bisa mentraktirnya karena aku jarang mengajaknya sebab dia sering menolaknya ditambah aku sangat sibuk saat saat ini.

Kemudian kami mengobrol, Miki enak diajak mengobrol maupun bercanda, saat ia bersamaku sifat pemalunya hilang dan keluarlah sifat periang dan manisnya. Membuatku semakin gemas dengannya sekaligus menyukainya...

Oh ya aku hampir lupa, sebetulnya aku menyukai Miki mulai saat kelas SMP tapi sampai sekarang aku masih tidak berani mengungkapkan perasaanku padanya. Apalagi kami sudah berjanji untuk fokus belajar meraih cita cita kami oleh sebab itu aku tidak mau mengganggu cita cita Miki untuk menjadi penulis.

Karena dirinya aku termotivasi juga untuk meraih cita citaku menjadi penyanyi agar Miki dapat menuliskan lirik lagu buatannya untukku nyanyikan di lagu baru esok.

Sebetulnya tidak hanya aku dan Miki saja yang berjanji, ada satu anak lagi saat itu yang juga ikut berjanji tapi aku lupa wajah dan namanya siapa. Aku penasaran siapa anak itu tapi aku tidak terlalu memperdulikannya, yang jelas aku masih bisa bersama Miki.

.

.


.

.

Beberapa minggu lagi sebelum konser dimulai, aku berlatih keras menyanyikan sekitar tiga lagu yang semuanya lagu baru kudengar. Jadi sebelum aku pergi ke studio, aku memutuskan berlatih sendirian di dekat gudang peralatan olahraga kebetulan sepi disana.

Gara gara konser ini, membuatku tidak sempat melihat ekskul basket bermain dan yang semakin membuatku tidak mood adalah mahluk pink itu sekarang bergabung dengan ekskul basket membuatku semakin muak melihatnya beraksi sok keren disana.

Oh ya soal mahluk pink itu, aku benci dengannya yang kini hanya datang ke studio di beberapa kesempatan saja dengan berbagai alasan katanya ia dapat latihan sendiri namun saat sekali ia masuk ia malah dipuji puji bagus oleh Sachiko-sensei daripada aku yang sering masuk latihan. Sakit rasanya.

"Wah, ada mahluk cebol ngomel ngomel sendirian nih" ejek seseorang dari belakang, aku langsung melihat asal suara, sudah kuduga siapa lagi selain Yuuma, mahkluk pink menyebalkan. Kini ia mengenakan baju basket tanpa lengan terlihat ia berkeringat banyak.

"Apa-apaan kau disini mahluk pink?" kagetku mau memukul Yuuma tapi tidak sampai

"Gak nyapa nyapain cuman disuruh ngembalikin bola bola ini ke gudang" jawab Yuuma santai sambil membuka pintu gudang. Setelah ia keluar, ia memandangiku.

"Lalu, apa yang kau lakukan disini?" tanyanya melihat ke arahku

"Bukan urusanmu, tukang bolos" jawabku ketus lalu aku melanjutkan menyanyiku

"Jelas jelas kau sedang latihan menyanyi goblok" teriaknya di depan muka mulusku

"APAA, kau sebut aku apa, aku ini senpaimu, beraninya kau berkata seperti itu di depan mukaku lagi" aku emosi sudah dia merebut popularitasku dan perhatian Sachiko-sensei, ia sekarang tambah tidak sopan denganku.

"Senpai hah, itu hanya sebutan di studio kalau disini kau bahkan tidak pantas kupanggil seperti itu, ehm kurasa lebih pantas aku memanggilmu adik kelas" ejeknya lalu mulai pergi meninggalkanku yang sudah ngomel ngomel di belakangnya.

Dia membuat jengkel setengah mati, ia mahluk hidup yang pernah kutemui paling menjengkelkan, rasanya ingin menghajarnya tapi sayangnya aku kalah tinggi dengannya. Tapi sekarang aku sudah tahu, bahwa sifatnya memang berbeda di sekolah dan di studio.

Kusimpulankan ia baik padaku dan menghormatiku di studio namun di sekolah ia mulai menyebalkan bahkan berani mengejekku. Aku tidak tahu alasannya tapi aku tidak boleh kalah dengannya, aku harus berusaha, hanya di bidang bernyanyi ini satu satunya cara.

Lalu aku latihan bernyanyi lagi sampai langit berubah menjadi petang setelah itu aku pergi latihan lagi di studio, aku berharap ia datang ke studio dan aku akan menghajarnya disana karena sifatnya sudah berbeda.

.

.


.

.

Di tempat lain, Yuuma hari ini tidak ikut latihan di studio, ia malah tiduran di tempat tidurnya. Ia memandang fotonya di tangannya, fotonya ia bersama dua teman masa kecilnya. Namun, salah satu bagian kepalanya temannya tersebut terlihat kabur dan tidak bisa dilihat sedangkan satunya foto seorang gadis berambut merah pendek sedang tersenyum ceria.

Yuuma lupa nama kedua temannya ini, tapi yang jelas ia sangat merindukannya dan mengingat dua janji bersama mereka. Janji pertama kita akan meraih cita cita bersama dan yang kedua Yuuma akan bernyanyi bersama dengan salah satu dengan mereka.

Ia tidak tahu siapa salah satu dari mereka yang sudah berjanji akan bernyanyi bersama dengannya tapi Yuuma berharap ia dapat bertemu dengan siapa yang pernah berjanji padanya tersebut dan dapat duet bersama di panggung. Oleh sebab itu Yuuma berusaha untuk menjadi penyanyi terkenal agar ia dapat menemukan dengan temannya tersebut.

"Huh, dimana sih kalian berada, aku ingin segera bernyanyi bersama denganmu" kesal Yuuma lalu ia menutup matanya dan tertidur istirahat sehabis latihan berat basket melupakan Piko yang sudah kesal di studio karena akhirnya Yuuma tidak hadir di studio.

.

.

.

(Bersambung Nak)

.

.

Pendek juga nih fanfic, lha idenya Yuka-chan baru mentok sampe sini hehehehe.

Ehm enak juga buat fanfic sambil mendengarkan meskipun kata katanya kadang salah ketik lirik lagu yang kudengar wkwwkwk

Jadi disini sudah dijelaskan mengapa mereka si cebol dan mahluk pink ngotot ingin menjadi penyanyi. Dan ada tokoh baru yaitu Miki, disini ia juga akan berpengaruh dalam cerita ini seiring berjalanannya fanfic.

Oke itu saja salam penutup hari ini, jangan lupa follow, favorite, dan review nih fanfic yak, Arigatou minna...