Rasa Manis dan Pahit ini
.
.
.
.
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha Corption, , Crypton Future Media, Inc.
Siang siang habis mandi sueger banget, hehehehehe (*dirotan ama emak gara gara bangun kesiangan )
Gomen gomen kebiasaan Yuka-chan bangun kesiangan yang karena kalo nggak menonton anime/film ya buat Fanfic untuk para readers tercinta
Akhirnya kita sudah sampai di chapter 3 nih fanfic, aku berharap para readers tercinta menikmati cerita ini dan tidak putus di tengah jalan saat membaca cerita ini. Karena hal itu membuat Yuka-chan terluka huhuhuhu
Maaf awal fanfic ini terlalu gaje, jadi langsung saja para readers scroll kebawah. Jangan lupa siapkan tiket kuota oke...
.
.
( Peringatan : TYPO, Cerita Karakter Gaje, Salah Kata, OOC, Salah EYD, tiba tiba Nousebled, pingsan, jantungan, senyum senyum kayak kera, dsb )
.
.
GOOD READING
.
.
"Akhirnya selesai juga tugas ini, Aah sialan..., aku terlambat ke studio" kesalku setelah melihat jam dinding berdetak di kelasku. Tadi Kyo-sensei menyuruhku untuk membantunya mendata resensi murid murid di kelasku karena kebetulan Kyo-sensei menangkapku sedang latihan menyanyi sendirian di kelas dan karena tidak ada murid di kelas ini selain aku. Dan begitulah aku tidak bisa pulang karena ini juga tidak kusangka aku sampai mengerjakannya sampai sore karena begitu banyak data.
"Enak ya jadi guru bisa enak nyuruh-nyuruh muridnya, sedangkan dirinya mungkin sedang bersenang-senang sekarang." Umpatku berlari di koridor sekolah menuju gerbang pagar. *dikutuk jadi pendek ama Kyo-sensei* ( Piko : Ampun Pak udah pendek malah dikutuk jadi pendek lagi )
Ada alasan kenapa aku sangat kuatir telat ke studio, bukan karena aku anak rajin yang sekali telat malu setengah mati atau mencari perhatian guruku. Itu karena Sachiko-sensei menyuruhku dan patherku datang ke studio untuk rapat soal posisi panggung dan kami tidak boleh terlambat, jika terlambat aku akan dicekik pake kabel mic.
Aku tidak mau, tidak mau, aku tidak mau mati muda. Meskipun jarak studio dan sekolahnya hanya 500 meter tapi jarak itu akan terasa jauh bagi orang sepertiku yang harus datang tepat waktu sekitar lima menit lagi
Dengan langkah cepat, tidak peduli seragamku berantakan, aku tetap berlari, berlari, berlari, seperti aku dikejar anjing saja. Tapi aku lebih memilih dikejar anjing daripada dimarahi Sachiko-sensei. Pengalaman dulu dan pernah membuatku agak trauma.
"Aaah...aaah... sampai juga akhirnya" senangku sampai di depan pintu masuk studio. Akupun masuk kedalam, disini aku melihat mahkluk pink kayak tiang listrik karena tingginya menjulang sedang enak enakkan tiduran di sofa sambil mendengarkan musik. Aku menatapnya syok sampai aku jatuh. Sumpah aku kira saat ini Sachiko-sensei sudah mulai rapat dan membayangkan ia akan mengusirku nanti saat aku masuk.
Namun, mahkluk pink ini yang salah satu anggota rapat malah enak enakkan tidur disini, apa dia tidak takut Sachiko-sensei marah nanti. Karena kesal diam diam aku menyelinap kebelakang sofanya lalu aku menendang sofanya yang ditiduri Yuuma dengan keras sampai tiang listrik pink itu terjatuh sempurna mencium lantai.
"Apa-apaan ini siapa membuatku terjatuh, aku akan menghajarnya" umpat Yuuma berdiri dan mencari siapa yang membuatnya terjatuh. Ia tidak menemukan siapapun kecuali diriku yang menatapnya penuh dengan emosi. Segera Yuuma langsung berdiri dan bersujud di depanku
"Piko-senpai, maaf maaf, apa aku melakukan sesuatu padamu'kah" ucap Yuuma yang berubah 180 derajat menjadi lemah seperti adik kelas yang melakukan kesalahan di depan kakak kelasnya. Aku sudah menduga Yuuma akan berubah baik padaku di studio dan masih memanggilku senpai. Beda di sekolah yang meremehkanku dan selalu mengejekku.
Biasanya aku menggunakan kesempatan ini untuk gantian membentaknya atau menyuruhnya membelikan sesuatu saat Sachiko-sensei sedang pergi.
"Aku kecewa sebagai seniormu, karena kau melupakan rapat penting hari ini dan malahan tidur tiduran disini, apa kau tidak menghargai perjuanganku menuju kemari hah?" marahku dengan gaya keren di depannya yang masih bersujud.
"Rapat? Ehm tadi Sachiko-sensei SMS aku rapat hari ini ditunda dulu karena katanya dia ada pertemuan dengan pihak penyelenggara konser disana. Jadi ia menyuruh kita latihan sendiri" jelas Yuuma duduk
Mendengarnya tentu saja aku langsung sweetdrop di tempat ditemani angin AC dingin. Aku sempoyongan dan merebahkan bokongku di atas sofa dengan muka cengo, "Apa-apaan Sachiko-sensei, dia menyuruhku untuk tidak terlambat rapat hari ini sampai aku lari lari pontang-panting di jalan, sekarang ia malah menundanya" kesalku memukul kedua pahaku.
Setelah itu kami berdua, berjalan ke dalam ruang latihan. Kata Sachiko-sensei menyuruh kami latihan sendiri sendiri. Ya kurasa ini waktu yang bagus untuk meningkatkan vocalku dengan beberapa fasilitas disini.
.
.
.
.
"Piko-senpai, ini ada lagu baru ya" tanya mahkluk pink itu memegang kertas lirik lagu di atas meja. Sambil menunggu jam latihan selesai dan jemputan mobil, setelah latihan berat tadi bersama, aku istirahat dengan tiduran diatas sofa.
"Iya, Sachiko-sensei bilang lagu itu request dari anak pemimpin penyelenggara konser tersebut dan juga katanya lirik itu buatan anaknya jadi kita disuruh untuk membuat lagu sesuai dengan lirik itu" jelasku masih menutup mataku, aku tidak cukup tidur kemarin gara gara aku nge-chat sama Miki semalaman ( Biasalah kalo chat sama doi, bisa lupa dunia dan waktu )
"Oh begitu, lha musiknya bagaimana, aku belum tahu nadanya?" kuatir Yuuma sampai ia tidak sengaja menjatuhkan kertas lirik lagu tersebut. Makhluk pink itu segera merapikan kertas kertas di lantai.
"Makanya, kamu sering sering latihan, jangan bolos terus, udah tahu konsernya tinggal dua minggu lagi, bersyukurlah Sachiko-sensei baik sekali denganmu" marahku, ini bukan karena aku peduli dengannya itu karena aku sebagai panther menyanyinya akan malu jika ia salah lirik nantinya.
"Baiklah, aku akan sering latihan, Piko-senpai" ucap Yuuma semangat. Namun, aku tidak terlalu memperdulikannya dan melanjutkan tidurku menuju alam mimpi.
"Piko-senpai, aku boleh bertanya sesuatu?" tanya mahhluk pink itu duduk di salah satu bangku. Ia membuatku yang hampir mau menuju alam mimpi harus meladeni pertanyaannya, "Ada apa?" ucapku memegang keningku. Aku merasakan pusing itu karena jika aku di situasi membingungkan atau stress aku biasanya sakit.
Oleh sebab itu, mumpung tidak ada Sachiko-sensei, jadi aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk berisitrahat di ruangan latihan ber-AC ini. Ya meskipun ada mahluk tiang listrik pink ini disini tapi kurasa jika sifatnya baik dan tidak menyebalkan seperti di sekolah mungkin tidak masalah.
"Begini, mengapa Piko-senpai berambisi ingin menjadi penyanyi bahkan tanpa berusahapun kau bisa menjadi penyanyi apalagi Piko-senpai berasal dari golongan kaya?" aku bisa melihat mukanya penuh dengan tanda tanya. Kurasa dia ingin sekali menanyakan pertanyaan ini. Dan itu pertanyaan wajar untuk anak muda seusia kami yang pasti ditanyakan tujuan dan impian kami menjadi seorang penyanyi.
"Tapi memang benar, aku tanpa berusahapun bisa langsung menjadi penyanyi tenar di negara ini. Namun, tanpa berusaha mungkin aku akan cepat dilupakan dan siapun nanti tidak akan tahu atau mengingat perjuanganku" jawabku bersender di kursi
Ehm untuk alasan apa yang harus kujawab selanjutnya ya, sebetulnya alasannya sederhana dan hanya janji masa kecil dengan sahabatku terutama Miki, gadis yang kusukai dan satu orang yang tidak kuketahui namanya. Ya kurasa aku harus jawab seadanya lagipula toh ia mungkin tidak akan peduli.
"Dan alasan aku menjadi penyanyi karena ingin menepati janjiku dulu dan juga untuk membantu salah satu sahabatku untuk mewujudkan cita citanya" jawabku, meskipun Miki sudah tidak disebut sahabatku lagi tapi sekarang aku menganggapnya sebagai dambaan hatiku. Aku ingin mewujudkan impian Miki menjadi penulis dan bisa menulis lirik lagu untukku.
"Piko-senpai kok alasannya seperti alasan anak anak saja di anime, mainstrem banget kak" ujar Yuuma menyebalkan apalagi ditambah dengan wajah faceclamnya
"APA sini kau, makhluk bermuka dua" tanpa aba aba aku langsung mengomel ngomel di depannya tidak lupa dengan pukulan dan tendangan. Setelah itu karena aku kecapekaan, selesai menghajarnya aku langsung tidur di sofa meninggalkan Yuuma yang sudah babak belur
.
.
.
.
Tidak kusangka, setelah terbangun aku menemukan diriku yang tampan masih terbaring di sofa dengan selimut diatasku. Aku tidak tahu siapa yang memberikanku selimut akan tetapi yang jelas setelah aku memandang jam dinding ruangan, ternyata aku sudah tertidur selama dua jam.
Aku bangkit berdiri sambil memegang kepalaku yang pusing. Aku memutuskan untuk pulang setelah aku tidak melihat tiang listrik pink itu tidak ada di ruang latihan mungkin dia sudah pulang. Oh ya aku hampir lupa hari ini aku ada janjian dengan Miki. Ya bukan semacam kencan, aku hanya menemaninya membeli buku di toko buku meskipun aku berharap ini kencan.
Miki bilang kita akan bertemu di depan sekolah dulu sebelum pergi bersama ke toko buku naik kereta karena jaraknya cukup jauh. Ketemuan di sekolah jam setengah tujuh, aah sialan sudah jam setengah tujuh aku harus cepat cepat pergi ke sekolah.
Keluar dari studio aku berlari lagi, aku tidak ingin mengecewakan gadis yang kusukai. Kali ini aku benar benar takut terlambat meskipun apalagi Miki orangnya manis namun bisa cerewet jika dia kesal.
Di perjalanan aku merasakan getar ponselku di saku celanaku, aku tidak mempedulikannya namun karena getar ponselnya tidak berhenti membuatku geli. Terpaksa aku berhenti sebentar di troatoar mengecek ponselku, siapa sih yang mengirimiku pesan beruntung sampai membuat pahaku kegelian.
Jemariku membuka aplikasi chat Lime. Mataku terbelalak kaget dan mulutku menganga lebar melihat makhluk pink itu mengirimi foto foto wajahku dicoreti bolpoint dan spidol saat aku sedang tidur di sofa tidak lupa wajah Yuuma didalam foto yang seakan mengejekku.
"Haaah, sialan kau Yuuma, eh..., tunggu jika aku dicoreti pas tertidur berarti sekarang mukaku masih kotor ya" jariku langsung mencari aplikasi kamera, kemudian mencari tombol selfie aku mengarahkan kamera depan ke wajahku.
"Haaaaa, ternyata benar wajahku masih banyak coretan, dasar tiang listrik pink, mengerjaiku saat aku tertidur" aku harus segera membersihkan wajahku sebelum bertemu dengan Miki, aku tidak mau melihat pujaan hati memandang wajahku seperti ini. Sial, dengan waktu yang sangat mepet ini kemana lagi aku harus pergi mencari tempat cuci muka. Sumpah aku akan balas dendam pada mahluk pink itu suatu saat nanti.
.
.
.
.
Di tempat lain, Yuuma sedang menunggu bis di halte bisa sambil bermain ponselnya. Ia memandang foto foto Piko yang ia ambil. Senyum licik terpancar di wajahnya tidak lupa gelak tawanya memandang foto Piko yang sedang tertidur keluar ilernya.
Diantara foto foto aib Piko, ada salah satunya yang menarik perhatian Yuuma yaitu saat muka Piko belum dicoreti spidol, mukanya masih bersih suci tidak lupa wajah imut saat mahkluk shota itu masih tertidur.
Yuuma terdiam memandangnya, ia terus memandang foto itu. Ia tidak sengaja juga memikirkan jawaban Piko tadi, soal Piko ingin menepati janji temannya. Hal ini tentu membuat Yuuma penasaran dengan alasan Piko yang sama dengan dirinya. Ia bingung apakah memang ada kaitan antara dirinya dan mahkluk cebol itu.
Sampai bis pramek datang menjemputnya. Cepat cepat Yuuma langsung mengambil tas sekolahnya dan naik ke bis. Saat ia naik ke dalam seorang gadis cantik berambut merah tergerai lewat disamping mengalihkan pemandangan Yuuma. Cowok tinggi itu berbalik ke belakang mencari gadis itu, namun gadis itu sudah menghilang ditelan kerumunan orang.
Ia menggeleng gelengkan kepalanya, di bangku penumpang. Yuuma merasa gadis yang lewat disamping tadi mengingatkannya pada teman masa kecil dulu karena rambut merahnya tersebut. Ia menghela nafas dan berusaha menenangkan dirinya dan berpikir ia hanya salah liat saja.
.
.
.
(Bersambung Nak)
.
.
Wah tidak seperti chapter sebelumnya ( Kependekan ) entah kenapa karena harus mengikuti alur cerita jadi panjang deh buatnya hehehehe
Ehm , karena Yuka-chan bingung harus menjelaskan darimana karena banyak, jadi kalian pikir sendiri yak. Wkwkwkw
Apalagi Yuka-chan capek habis bantuin pindahan rumah, disuruh ini itu sama mama saya. Jadi maaf jika lama update fanficnya. Huhuhuhu
Itu saja yang dapat Yuka-chan sampaikan, jangan lupa follow, favorite, dan review nih fanfic. Tunggu chapter 4 yak. Arigatou minna.
