IT'S CHENMIN FANFICTION! BXB! BOYXBOY! DON'T LIKE DON'T BASH JUST GO!! HOMOPHOBIC MENJAUH, JIKA TIDAK MAKA DIAM DAN NIKMATI SAJA HEUHEU....AUTHOR NEWBIE, TYPO SEBAGIAN DARI IMAN MWEHEHE, JANGAN LUPA ABIS BACA REVIEW YA, BIKOS INI CERITA BARU HEHEHE....HAPPY READING READERS-DEUL MWAH!...Cast :Kim MinseokKim JongdaeKim Joonmyeon (Minseok's little bro)Kim Jongin (Jongdae's little bro)Byun BaekhyunPark ChanyeolXi LuhanOh Sehun(cameo)Zhang Yixing (cameo)Do Kyungsoo (cameo)Kris Wu (cameo)Huang Zitao (cameo)And other cast....

I Still Love you, but... - 02

"Aku butuh kau."

Jongdae mendekat lalu mencium Minseok tepat di bibir.

"Jong—mmmhh"

Jongdae mulai melumat bibir Minseok. Dia juga menarik tengkuk Minseok.

"Hhhahh.. Jongdae berhenti." Minseok mendorong Jongdae yang matanya sudah berkabut nafsu.

Jongdae tidak peduli, dia mendorong Minseok dan mengukungnya lalu menciumnya lebih dalam. Mau tak mau, Minseok menerimanya, dia mulai mengalungkan tangannya di leher Jongdae dan membalas ciumannya.

Ciuman Jongdae mulai turun ke leher Minseok. "Jongghh." Minseok tak kuat. Tapi ia mendapat kesadarannya secara mendadak.

"JONGDAE, HENTIKAN!"

Jongdae kembali ke dunia nya. Dia melepas bibirnya yang masih menempel di leher Minseok.

"Astaga, aku pasti sudah gila." Jongdae meremat rambutnya. "Minseok, maafkan a—" perkataannya terhenti ketika melihat mata Minseok berkaca-kaca.

"Tak apa." Minseok menyeka air matanya.

"Min—"

"Aku tahu kau butuh pelampiasan sepertiku, tidak apa, aku mengerti."

"Hey, aku tidak bermak—"

"Anggap saja tidak ada yang terjadi tadi. Aku pergi dulu." Minseok melepaskan diri dan berlari kembali ke arah kelasnya.

Jongdae ikut berlari menyusul. "Minseok-ah!" Panggilnya.

Sret

Sebuah tangan menghalaunya mengejar Minseok. "Ck! Mengganggu sa—"

"Mau apa kau dengan Hyungku?" Suara Joonmyeon memotong. Jongdae seketika sadar kalau yang menghalanginya adalah adik Minseok sendiri.

"Apa-apaan penampilan berantakanmu ini, hah? Lalu.. kau tidak sadar posisi mu sekarang, Kim Jongdae? Apa perlu aku tegaskan sekarang?" Joonmyeon tersenyum miring.

"Jangan ganggu Hyung ku lagi. Kau hanya bagian dari masa lalunya." Lanjut Joonmyeon dengan penuh penekanan.

Jongdae geram. Joonmyeon yang melihatnya tertawa remeh. "Apa? Kau mau marah padaku? Kau mau marah pada kenyataan?"

Joonmyeon mendorong bahu Jongdae kasar. "Aku tak mengizinkanmu menyentuhnya lagi, Dae-ah. Dulu kau menyakitinya dan sekarang kau berharap dia kembali padamu? Dia tidak 'serendah' yang kau pikirkan."

Joonmyeon berbalik, hendak pergi. Tapi dia kembali menghadap Jongdae.

"Oh, satu hal lagi. Apa-apaan perjodohan mu dengan Byun Baekhyun? Secara tak langsung, kau menyakiti dua orang sekaligus, ah tidak, tiga orang, bahkan Baekhyun juga tersakiti karena harus merelakan cintanya pada Chanyeol hanya untukmu, Kim Jongdae. Jika kau melukai Baekhyun seperti kau melukai Minseok-hyung, aku tak segan-segan membunuhmu, dia juga keluargaku."

Kali ini Joonmyeon benar-benar pergi setelah melesakkan kata-kata menyakitkan hati pada Jongdae.

'Kau tidak tahu Joonmyeon-hyung, disini aku lebih tersakiti dari ketiga orang itu.'

I Still Love you, but... - 02

Luhan yang baru saja kembali dari kantin terkejut melihat Minseok menangis dalam diam di kursi nya.

Dia mendekati Minseok. "Kau bisa menceritakannya padaku. Jika tidak mau, lain kali saja." Ujar Luhan.

Bayangan tatapan Jongdae tadi kembali terputar di benak Minseok. Dia menggeleng. "Aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja." Minseok terus mengulang kalimat itu.

"Luhannie.."

"Mwo?"

"Kenapa kau tidak memberitahuku soal Jongdae dan Baekhyun?"

Luhan menelan ludahnya gugup. "Aku.. tidak mau melihat kau terluka karena hal itu."

"Justru aku terluka karena aku orang paling terakhir yang mengetahuinya."

Kata-kata Minseok kembali membuat Luhan terdiam. "Dimana Yixing?" Minseok mengubah topik, dia tak mau membuat Luhan tenggelam dalam rasa bersalahnya.

"Biasa. Tadi dia membeli makanan bersamaku, tapi berpisah dengan alasan ingin makan dengan adikmu." Jawab Luhan. Minseok menarik senyumnya. "Aigoo.. Yixing dan Joonmyeon ku makin dewasa.."

"Min, cepatlah cari pacar." Luhan memberikan saran. Minseok menatapnya. "Ide bagus." Dia tersenyum tipis.

'Lupakan lelaki brengsek yang menyakitimu itu, kumohon.' Luhan melanjutkan kata-katanya dalam hati.

"Tapi.. siapa?" Minseok memiringkan kepalanya lucu.

Luhan ikut berpikir. "Kau kenal dengan Byun Hyunmin?"

"Yak! Itu adik Baekhyun dan dia sepupuku juga sialan!"

Luhan terkekeh. "Kwon.."

"Hah?"

"Kwon Jiyong, bagaimana?"

Minseok diam kali ini. "Tidak jadi deh, Luhannie. Aku mau jomblo saja."

"Mwo? Kau mau meratapi tanganmu yang sebentar lagi akan dihiasi sarang laba-laba karena tidak ada yang menggandeng?"

"Aku masih mencintai Jongdae." Minseok tersenyum tipis.

Luhan memandang sahabatnya iba. "Min.."

"Ya, aku tahu. Cepat atau lambat aku harus menghilangkan perasaan ini. Tenang saja, aku sedang dalam proses melupakannya." Minseok mengacungkan jempol.

'Walau aku tau semakin aku berusaha melupakannya, maka semakin aku akan mengingatnya.' batin Minseok meraung.

Brak

Pintu kelas sastra terbuka.

"Minseok-hyung!" Jongdae memunculkan wajahnya. Luhan yang terkejut segera berdiri di depan Minseok dan mencoba menjauhi si bangsat Jongdae dari sahabat tercintanya.

"Lu, biarkan dia." Minseok menggeser Luhan ke pinggir dan dihadiahi tatapan bertanya.

"Kau butuh apalagi, Tuan Kim?" Minseok menatap Jongdae santai. "Ikut aku." Tanpa berbasa-basi, Jongdae menarik tangan Minseok menuju atap gedung perguruan tinggi. "Yak! Jangan membawa Minseok-ku!" Luhan menahan tangan Jongdae.

Jongdae mengenyahkan tangan Luhan kasar. "Hey, aku hanya mengajaknya berbicara. Kau tidak percaya padaku, huh? Kalau iya, mengapa kau bisa mempercayai Sehun padahal dia adalah sahabatku?"

Akhirnya Luhan mengalah. Dalam hati dia berdoa agar Minseok tidak apa-apa dan tidak tersakiti lagi.

Terutama hati nya.

I Still Love you, but... - 02

Di atap...

"Tolong katakan dengan cepat." Pinta Minseok.

Jongdae menghela nafas. "Sebegitu bencinya kau padaku ya? Sampai seperti ini?" Tanya-nya. Minseok hanya menatapnya tanpa menjawab dua pertanyaan yang di lontarkan oleh Jongdae tadi.

"Untuk kejadian tadi, aku minta ma—"

"Kejadian apa? Ah, aku lupa. Seingatku aku hanya diam di kolam air mancur karena aku membolos satu mata kuliah menyebalkan tadi." Potong Minseok datar. Jongdae mendadak diam.

"Sudah?" Tanya Minseok.

"Aku ingin menjelaskan sesuatu.. umm.. tentang hubungan kita 2 tahun yang lalu."

Deg

Dada Minseok mendadak nyeri. Ia tak mau mengingatnya. Sama saja seperti membuka luka lama yang sudah berusaha ia obati mati-matian. "Apa yang perlu kau jelaskan? Soal berita kau pacaran dengan Baekhyun setelah kau memutuskanku hari itu? Aku sudah mengetahuinya, jadi biarkan aku pergi sekarang, Kim Jongdae."

Jongdae menahan tangan Minseok. "Dengarkan aku dulu, kumohon." Pintanya. Minseok menepis tangan Jongdae kasar. "Lepas! Dulu kau sendiri yang mengatakan kalau aku harus melupakan semuanya. Sekarang apa? Mengapa kau malah kembali dan mencoba membuatku jatuh kembali padamu? Apa yang kau rencanakan sejak dulu, Jongdae? Aku tidak sudi kau menyakiti Baekhyun kali ini."

"Minseok, aku masih mencintaimu. aku tidak mencintai Baekhyun. Sama sekali. Tidak ada kata 'cinta' didalam hubungan kami, aku hanya dijodohkan oleh Appa dengannya. Dan aku tidak bisa melakukan apapun kecuali menyetujui—"

Brak

Jongdae dan Minseok menoleh bersamaan ketika suara pintu terdengar, seperti ada orang yang menguping mereka. Melihat dari style pakaian, Jongdae tahu itu Baekhyun.

"Baekhyun-ah!" Dia hendak mengejar Baekhyun tapi langkahnya terhenti mengingat ada Minseok disini. "Apa yang kau tunggu? Kejar dia. Jelaskan semuanya. Dan aku mohon, cobalah membuka hati untuknya, karena aku tidak mencintaimu lagi." Minseok mendorong Jongdae dengan sejuta harapan yang retak didasar hatinya.

Jongdae terdiam sesaat. "Minseok. Kalau itu memang keinginanmu, akan kulakukan." Dia akhirnya pergi mengejar Baekhyun dengan secepat kilat.

"Ugh.. kenapa rasanya sakit sekali disini?" Minseok memukul dadanya berulang kali.

"Jongdae-ya.. neomu saranghae.."

I Still Love you, but... - 02

"Baekhyun!" Jongdae berhasil menyusul dan menahan tangan Baekhyun.

Jongdae merasa hatinya terbelah ketika melihat Baekhyun menangis. "Lepas, Dae-ie. Maaf, seharusnya aku menolak perjodohan konyol yang dibuat oleh orangtua kita!"

"Tetap saja kau tak bisa melakukan apapun walau menolaknya!"

Nada Jongdae yang di penuhi emosi membuat Baekhyun menciut. "Dae-ya, selama ini aku mengorbankan perasaan ku dan mencoba membuka hatiku untukmu, disaat aku sudah jatuh cinta, inikah balasanmu?" Tanya Baekhyun pelan.

Jongdae mengerjap. Jadi.. Baekhyun sudah mencintainya?

"Kukira.. kau masih mencintai Yeol."

Baekhyun menggeleng pelan, matanya tidak menunjukkan kalau dia berbohong. Dan Jongdae merasa bersalah sepenuhnya, benar kata Joonmyeon, dia juga menyakiti Baekhyun.

Tanpa pikir panjang, Jongdae memeluk Baekhyun erat. "Maafkan aku.." ujarnya sambil mengelus kepala Baekhyun sayang. Baekhyun balas memeluk Jongdae dan mengusakkan kepalanya ke dada Jongdae yang notabene nya lebih tinggi darinya.

Jongdae melepas pelukannya. Dia menangkup kedua pipi Baekhyun, lalu menghapus jejak air mata nya. "Jangan menangis lagi, nde?"

Baekhyun mengangguk pelan. "Aku akan berusaha mencintaimu.."

Jongdae memajukan wajahnya. Spontan, Baekhyun menutup matanya perlahan karena deru nafas Jongdae yang semakin dekat.

Chup

Bibir Jongdae sukses mendarat di atas bibir Baekhyun. Dia melumatnya penuh cinta. Hingga dirasa Baekhyun kehabisan nafas, dia melepasnya perlahan.

Wajah Baekhyun merona, nafasnya terengah, dan tangannya masih setia memegang bahu Jongdae.

'Manis..' batin Jongdae.

Mereka tak sadar kalau disisi lain, Minseok memperhatikan semuanya dan menahan sakitnya mati-matian.

Tluk

"Kkamjag—hmph!" Minseok terkejut karena ada yang menyentuh bahunya, tapi seseorang menutup mulutnya agar teriakannya tak terdengar Jongdae dan Baekhyun.

"Ssstt.. apa yang kau lakukan disini, bakpau?"

"Ya!" Minseok memukul bahu Chanyeol pelan. Chanyeol terkekeh. "Kau masih betah diam disini dan menyakiti dirimu sendiri, hm?" Tanya-nya.

Minseok diam. "Entah, Yeol.. disatu sisi aku bahagia melihat mereka, tapi, disisi lain.."

Chanyeol meletakkan telunjuknya di bibir Minseok. "Tidak perlu dibahas, Hyung. Kau ada acara hari ini? Mari kita pergi ke Lotte World untuk bermain dan melupakan sejenak masalahmu. Setuju?"

Minseok tersenyum lebar. "Setuju!"

"Yak, jangan berteriak." Chanyeol membekap mulut Minseok lagi dan menariknya keluar gedung.

"Hhhh.." Minseok menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan pikirannya sejenak.

"Ya, Park Chanyeol." Panggilnya.

"Hm?"

Minseok berbalik dan menghadap si tiang tampan itu. "Terimakasih." Ujar Minseok tulus. "Terimakasih? Untuk apa, Hyung?" Chanyeol memandangnya bingung.

"Kalau tidak ada kau, aku tak tahu apa yang akan terjadi pada diriku."

Chanyeol tertawa. "Tidak masalah. Posisi kita sama, kok. Aku senang membantumu."

"Sama?"

"Kau kehilangan Jongdae dan aku kehilangan Baekhyun. Mereka saling jatuh cinta dan kita tak bisa membantah skenario Tuhan." Chanyeol memandang langit gusar, seolah bertanya dimana letak keadilan yang diberikan Tuhan padanya dan Minseok.

"Yeol,"

"Iya?"

"Apa 2 tahun yang lalu kau sempat bertengkar dengan Baek?"

Chanyeol berpikir. "Hmm.. tidak. Kami tidak pernah bertengkar, lagipula hubunganku baru berjalan beberapa bulan waktu itu, dan tidak sampai setengah tahun, bagaimana denganmu?"

"Aku juga tidak. Semua baik-baik saja hingga saat aku wisuda, dia memutuskanku secara sepihak tanpa alasan yang jelas."

Chanyeol menghela nafas. "Minseok-hyung."

"Apa?"

"Tidakkah kau penasaran dengan apa yang terjadi?" Chanyeol mulai serius. "Maksudmu?" Minseok menatapnya balik.

"Antara Jongdae dan Baekhyun.. pasti terjadi sesuatu. Mungkin hanya mereka yang tahu, dan mereka menyembunyikannya dari kita."

I Still Love you, but... - TBC

hehehehehellaw ay em bek hehehehe

masih ada yg baca? betewe ini lanjut apa udh aja hapus?