IT'S CHENMIN FANFICTION! BXB! BOYXBOY! DON'T LIKE DON'T BASH JUST GO!! HOMOPHOBIC MENJAUH, JIKA TIDAK MAKA DIAM DAN NIKMATI SAJA HEUHEU

AUTHOR NEWBIE, TYPO SEBAGIAN DARI IMAN MWEHEHE, JANGAN LUPA ABIS BACA REVIEW YA, BIKOS INI CERITA BARU HEHEHE

HAPPY READING READERS-DEUL MWAH!

I Still Love you, but... - 03

"Antara Jongdae dan Baekhyun.. pasti terjadi sesuatu. Mungkin hanya mereka yang tahu, dan mereka menyembunyikannya dari kita."

Kata-kata Chanyeol membuat otak Minseok berjalan kembali. Dia ingat Jongdae mengatakan sesuatu ketika di atap, namun dia lupa karena hatinya mendadak tersakiti. "Sesuatu? Seperti apa misalnya?"

"Kau tadi tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan?" Chanyeol menatapnya. Minseok menggeleng. "Aku baru sampai ketika Jongdae bilang dia akan berusaha mencintai Baekhyun,"

"Aish, aku juga sampai ketika melihatmu berdiri mematung dengan adegan tak senonoh yang mereka lakukan di pojok gedung itu."

"Kalau aku sampai duluan, apa mungkin mereka membicarakan hal yang kita ingin ketahui?" Tanya Minseok. Chanyeol mengangguk. "Kalau kutebak sih, mungkin mereka terlibat perjodohan."

Boom! Sebuah tebakan yang sangat akurat sekali, Park Chanyeol!

Minseok membulatkan matanya. Dia buru-buru menyalakan ponselnya dan mencari kontak Hyunmin, adik kandung Baekhyun yang masih kelas 2 SMA.

"Yeoboseyo?"

I Still Love you, but... - 03

Di SM Senior High school,

"Uwa, Minseok-oppa menelepon." Hyunmin, gadis manis dengan tinggi 165 itu mengangkat telepon dari kakak sepupunya.

"Yeoboseyo?"

"Ne? Ada yang kau perlukan, oppa?"

"Kau kenal Kim Jongdae, sayang?" Minseok melembutkan suaranya.

"Ah, iya.. memangnya kenapa oppa? Dia kekasih Baekhyun-oppa, kan? Apa oppa ku melakukan sesuatu padanya?"

"Aku hanya perlu data untuk mengerjai oppa mu, berani-beraninya dia tidak mengatakan padaku kalau dia memiliki kekasih, ahaha"

Hyunmin tertawa. "Mereka dijodohkan oleh Appa.. um.. kurasa itu terjadi 4 tahun lalu? Ketika aku kelas 2 SMP, oppa.."

"Perjodohan? Dapat darimana si Baekhyun itu?"

"Kalau tidak salah, Appa-nya Jongdae-oppa memberikan Jongdae-oppa pada Baekhyun-oppa untuk ucapan terimakasih, entah, aku tak mengerti oppa.."

"Tak apa, itu sudah cukup. Terimakasih, Hyunmin-ah! Kau pulang kapan? Nanti kuberikan oleh-oleh ya~ Annyeong~"

Tut

Hyunmin memajukan bibirnya. "Memang kenapa dengan Jongdae-oppa? Apa Seokkie-oppa juga menyukainya?"

I Still Love you, but... - 03

Chanyeol mengerutkan keningnya karena percakapan tadi di loud speaker oleh Minseok.

"Ucapan terimakasih apa? Memangnya Byun Company melakukan sesuatu untuk Appa nya Jongdae?" Tanya Chanyeol. Minseok mengendikkan bahunya.

"Yang jelas, tebakanmu seratus persen akurat."

Chanyeol tersenyum bangga. "Tentu saja! Anak tuan Park tidak mungkin mengecewakan!"

"Yeol.."

"Apa?"

"Kita bolos saja yuk, aku tidak mau belajar, aku tidak mood aigoo~" Minseok melancarkan aegyonya, membuat Chanyeol kelimpungan dengan muka menggemaskan itu.

"Astaga, aegyo mu" Chanyeol menutup matanya agar dia tidak tergoda.

"Channie~ Lotte World sekarang~"

"Aish, baiklah baiklah. Kau tidak berbeda dengan Baekhyun, astaga. Aegyo nya sialan." Chanyeol menarik Minseok yang sudah merekahkan senyumnya.

Dari lantai 4 kelas sastra, Luhan menatap keduanya sambil tersenyum. "Bertukar jodoh? Jongdae Baekhyun dan Minseok Chanyeol? Tak masalah, menarik juga, hehehe.." Dia tertawa.

"Semoga kau bisa mencoba mencintai Chanyeol, Min.."

I Still Love you, but... - 03

"Uwaaahhh~" Minseok membuka matanya lebar ketika dia dan Chanyeol baru saja masuk ke Lotte World.

"Kau mau nai—"

"Aku mau bando telinga kucing itu!" Minseok berlari langsung ke toko souvenir. Chanyeol menahan tawanya. "Umurnya 21 tahun kan? Kenapa aku yang masih berumur 19 serasa seperti om-om pedofil?"

Minseok mengambil sebuah bando telinga kucing berwarna hitam dan memakainya. Lalu dia bertingkah seperti kucing di hadapan Chanyeol. "Lihat, lihat~ apa aku menggemaskan seperti kucing?" Minseok tersenyum lebar.

Chanyeol mengusak rambut depan Minseok. "Iya, kau imut. Beli saja, aku yang bayar."

Pssshhh

Tak disangka, wajah Minseok memerah!

Mereka akhirnya keluar dari toko. "Yeol, naik kora-kora dulu ya?"

"Kau tidak takut?" Tanya Chanyeol takjub. Minseok menggeleng. "Hahaha, Daebak! Jongdae beruntung sekali pernah memilikimu, kalau kau lihat Baekhyun, dia sangat penakut. Sampai-sampai menangis memohon agar tidak naik wahana menyeramkan."

Minseok tersenyum. Ternyata dibalik wajah preman Chanyeol, dia adalah orang tulus yang hatinya sangat baik. "Geurae.. kita habiskan waktu untuk berbahagia sekarang."

I Still Love you, but... - 03

Ini sudah jam 9 malam, Chanyeol dan Minseok baru saja menyelesaikan wahana terakhir mereka, kincir raksasa. Mereka bisa menikmati pemandangan indah disertai angin lembut yang menyapu wajah lelah mereka di atas sana.

"Mm.. kau kuantar saja ya, Hyung?" Chanyeol menatap Minseok. "Tidak perlu, Yeol.. ini sudah jam 9, rumahku jauh darisini, dan arah nya juga berbeda darimu, nanti kau bolak-balik." Tolak Minseok halus.

"Kau pikir aku Jongdae yang akan menyerah ketika kau menolak? Tidak. Aku tak terima penolakan, naik ke mobilku sekarang." Chanyeol menarik Minseok sambil tersenyum. "Ish, dasar." Balas Minseok yang akhirnya pasrah.

Setelah setengah jam mereka habiskan mengobrol dan bercanda di mobil, akhirnya mereka sampai di rumah Minseok.

"Terimakasih untuk hari ini." Minseok memberi senyum terbaiknya, karena dia memang benar-benar bahagia hari ini.

Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena gugup. "Bukan masalah, aku juga butuh refreshing tadi. Kapan-kapan kalau kau ingin pergi, hubungi aku, aku akan menemanimu kemanapun kau mau, Hyung."

"Bagaimana jika aku menolak?" Minseok sedikit menggoda Chanyeol. "Hm, tidak mungkin sih, kau menolak. Karena nyatanya kau akan bahagia jika bersamaku, haha."

"Dasar happy virus." Minseok memukul bahu Chanyeol pelan. "Cepatlah masuk, mungkin Eomma mu sudah menunggu. Titip salam untuk Joonmyeon-hyung." Kata Chanyeol. Minseok mengangguk. "Sampai jumpa besok, Yeol-ah." Dia menghilang di telan pintu.

'Wah.. aku baru sadar kalau Minseok-hyung ternyata sangat menggemaskan.' batin Chanyeol dengan jantung berdegup kencang.

"Kau buat drama baru, Park Chanyeol?" Sebuah suara menginterupsi moodnya.

Chanyeol sedikit terkejut dan menatap Jongdae di belakangnya. Dia berdiri di depan gerbang rumahnya. "Ah, aku lupa kalau si kunyuk tinggal di depan rumah Minseokkie."

Jongdae mengangkat sebelah alisnya. Dia tertawa. "Minseokkie? Panggilan apa itu? Berani sekali kau."

"Memang kenapa? Itu hak ku memanggilnya dengan sebutan apap—"

"Jauhi Minseok." Tatapan Jongdae berubah. Chanyeol tersenyum jahat. "Wae? Kenapa aku harus menjauhinya? Kau tidak berhak melarang ku, memangnya kau siapa!?" Suaranya meninggi.

"Aku memberimu peringatan, Chanyeol-ah." Jongdae membalas. "Peringatan macam apa itu? Kau sudah merebut Baekhyun ku dan sekarang kau mencoba merebut sesuatu yang belum sempat ku raih?"

Jongdae membulatkan matanya.

Chanyeol tertawa sarkatis. "Kenapa kau terlihat terkejut begitu? Seperti yang kau lihat, aku mungkin jatuh hati pada pesona seorang Kim Minseok. Dia anak yang menggemaskan, sayang sekali kau melepasnya seperti orang idiot, Jongdae."

"Dasar kau—" Baru saja Jongdae hendak mengumpat, Jongin menahannya dari belakang.

"Yak, Jongin-ah, jaga Hyungmu baik-baik. Ingatkan dia agar tidak serakah dengan keinginan merebut hak kepunyaan orang lain. Aku pulang dulu, sampai bertemu besok, Kim Jongdae, Kim Jongin."

Brrrmmmm

Mobil Chanyeol melesat cepat, meninggalkan Jongdae yang menahan emosinya, lebih tepatnya, di tahan emosinya oleh Jongin.

I Still Love you, but... - 03

"Hyungie!" Joonmyeon memanggil dari lantai 1.

"Wae?" Minseok mendatanginya.

"Kau membuat janji 'berangkat bersama' dengan si sialan itu?" Joonmyeon berdecak sebal. "Aish, mulutmu." Minseok mencubit bibir Dongsaengnya.

"Tunggu. Berangkat bersama apanya?" Minseok menyadari kejanggalan yang menimpanya pagi ini. "Dan siapa si 'sialan' yang kau maksud ini?" Dia memberi pertanyaan lagi.

Joonmyeon mengendikkan bahu. "Entah, terserahlah, aku tidak peduli lagi dengan yang terjadi pada kalian berdua. Aku muak mengurusnya." Ujar si bungsu kesal sambil naik ke kamarnya untuk mandi.

"Aish, jinjja. Kenapa dia jadi kesal begitu?" Minseok merapikan rambutnya sebentar dan membuka pintu.

"Selamat pagi."

"Kkamjagiya!" Minseok melompat kaget. Di hadapannya ada Jongdae yang tersenyum lebar. Sekelebat memori kejadian di atap kembali terulang di otak Minseok, berimbas pada jantungnya yang berdenyut nyeri.

"Kau terbentur apa tadi malam sehingga ada di depan rumahku pagi ini?" Suara Minseok berubah dingin. Jongdae memaksakan senyumnya. "Ayo berangkat bersama, agar si caplang Chanyeol tidak mengganggumu lagi nanti." Dia menarik tangan Minseok.

"Yak, lepas!" Minseok memberontak. "Apa katamu tadi? Chanyeol? Mengganggu ku? Tidak sama sekali. Justru kau yang mengganggu hidupku! Minggir! Aku mau lewat, sialan!" Minseok mendorong tubuh Jongdae kasar.

"Min—"

Brak!

Pintu rumah Minseok terbuka. Membuat Jongdae menoleh. "Kau dengar itu? Kau yang mengganggu nya, jadi jauhkan dirimu darinya atau ku laporkan pada Appa Baekhyun kalau kelakuanmu begini." Ancam Joonmyeon.

Jongdae awalnya ingin menghantam wajah tampan Joonmyeon, tapi mengingat si tampan itu adiknya Minseok, dia mengurungkan niatnya dan menyusul Minseok yang baru saja keluar dari gerbang.

Joonmyeon mendesah lelah. Dia lebih muda 1 tahun dibanding Minseok, tapi kelakuan Hyung-nya malah membuatnya terlihat lebih dewasa dari Minseok.

"Pagi-pagi sudah ribut. Ada apa Myeonnie sayang?" Eomma keluar dan mengelus kepala Joonmyeon penuh kasih.

"Oh, Eomma. Kau mengejutkanku." Kata Joonmyeon. Eomma nya tersenyum. "Mau berangkat?" Tanya Joonmyeon lagi. Tapi dia melihat Eomma nya membawa koper.

"Kau mau keluar negeri lagi? Kali ini kemana? Bukankah 2 hari yang lalu kau baru kembali dari Turkey?" Muka Joonmyeon terlihat khawatir. Eomma nya sudah memasuki kepala 5, tapi dia masih saja bekerja mati-matian demi menghidupi dua anaknya karena dia 'single parent'.

Apa? Single parent? Ya. Appa Minseok dan Joonmyeon meninggal saat menjalankan tugasnya sebagai tentara waktu Minseok masih SMP. Jadi mereka bergantung pada Eomma nya, walaupun ada uang pensiun yang terus mengalir sampai sekarang karena jasa Appa nya itu.

"Tenang saja. Eomma tidak apa-apa, titip Minseok ya. Akhir-akhir ini dia kelihatan murung, apa terjadi sesuatu?"

"Ah, aniya. Dia hanya pusing karena skripsi nya belum diterima." Jawab Joonmyeon. "Eomma mau kuantar ke bandara?" Joonmyeon mengalihkan pembicaraan, dia tak mau Eomma nya tahu kalau Minseok mencintai tunangan sepupunya sendiri.

"Tidak usah. Eomma bersama Eomma Baekhyun.. ah, itu dia. Eomma berangkat ya sayang," Eomma mencium kening Joonmyeon dan berlari kecil menuju mobil yang terparkir di depan gerbang.

Joonmyeon membawakan kopernya ke gerbang.

"Annyeonghaseyo Tante.." Joonmyeon memberikan senyum kelinci nya. "Ah, Joonnie, ini ada hadiah untukmu, bagi dua dengan Minseok ya.." Eomma Baekhyun memberikan amplop cokelat tebal pada Joonmyeon.

"Aih, tidak usah repot-repot begitu Unnie." Eomma Joonmyeon terlihat malu. "Tidak apa-apa, kami berangkat dulu ya sayang~"

"Ne, kamsahamnida." Joonmyeon membungkuk. Mobil itu melesat dan meninggalkan keheningan di sekeliling Joonmyeon. Dia membuka amplopnya.

"Woah. Dasar orang kaya." Ujarnya ketika melihat segepok uang didalamnya. "Nanti kubagi dua dengan Hyung." Dia masuk ke rumah, menyimpannya di kamar, lalu keluar untuk pergi kuliah.

I Still Love you, but... - 03

Minseok masih menekuk wajahnya kesal. Dan Jongdae masih setia mengikutinya dalam diam di belakang. "Minseokkie-hyung!" Suara bass terdengar dari kejauhan. Membuat langkah Minseok dan Jongdae berhenti.

Chanyeol berlari dan berdiri di samping Minseok. "Selamat pagi, baozi~" Dia tersenyum lebar.

Baozi? Itu panggilan sayang Jongdae pada Minseok dulu! Aish, Jongdae tidak terima. Tapi dia bisa apa selain memperhatikan?

"Pagi juga Yoda.."

Astaga! Jongdae makin kesal, itu seharusnya panggilan sayang Baekhyun pada Chanyeol dulu! Kenapa sekarang Minseok ikut memakainya?!

"Kau berangkat sendiri? Dengan jalan kaki?" Tanya Chanyeol sambil merangkul Minseok, membuat hati Jongdae memanas.

"Ya, sekalian olahraga dari rumah ke tempat kuliah, akhir-akhir ini aku jarang berolahraga."

"Hm.." Chanyeol mengangguk. "Bagaimana kalau hari Minggu ini kita jogging bersama di Taman besar komplekmu? Lumayan kan."

"Ide bagus, terimakasih sudah mengajakku!" Minseok antusias.

Chanyeol menyeringai senang. "Hyung besok ada jadwal kuliah?"

"Tidak ada. Kenapa?"

"Yah, aku ada. Siang untungnya, tapi mulai besok, kalau kau mau kuliah, hubungi aku ya. Aku tidak mau kau di ikuti stalker dari rumahmu, itu membahayakan dirimu." Sindir Chanyeol sambil sesekali melirik Jongdae di belakang mereka.

Minseok tertawa karena mengerti sindiran Chanyeol. "Aku tidak menolak kali ini. Aku juga merasa diikuti sejak di rumah, jadi aku sedikit takut." Dia ikut menyindir.

Jongdae berjalan lebih cepat, saat dia hendak menyusul Chanyeol Minseok, dia sengaja menyenggol Chanyeol.

"Ah, maaf. Aku sengaja." Jongdae tersenyum miring.

Minseok sedikit terkejut melihat adegan itu. Chanyeol hanya tersenyum.

"Tak apa, lagipula tinggi badanmu itu kurang dariku, jadi aku tidak akan jatuh hanya karena kesengajaanmu."

I Still Love you, but... - 03

annyeong! yaampun maaf ya jarang update, mana ff lain terbengkalai. tolong dimaklumi ya, daemin banyak urusan rl, mana hp juga dalam keadaan mengenaskan huhuhu.

ada yang masih stay? terimakasih banyak atas dukungan kalian, adders-nim!