IT'S CHENMIN FANFICTION! BXB! BOYXBOY! DON'T LIKE DON'T BASH JUST GO!! HOMOPHOBIC MENJAUH, JIKA TIDAK MAKA DIAM DAN NIKMATI SAJA HEUHEU

AUTHOR NEWBIE, TYPO SEBAGIAN DARI IMAN MWEHEHE, JANGAN LUPA ABIS BACA REVIEW YA, BIKOS INI CERITA BARU HEHEHE

HAPPY READING READERS-DEUL MWAH!

I Still Love you, but... - 04

"Tak apa, lagipula tinggi badanmu itu kurang dariku, jadi aku tidak akan jatuh hanya karena kesengajaanmu."

Jongdae melotot. "Sialan Park Chanyeol!"

Buak!

Minseok melotot melihat adegan tadi.

"Yak hentikan! Kenapa kau mengganggu begitu?! Selamat, kau merusak moodku pagi ini, Kim Jongdae!" Minseok mendorong Jongdae hingga terjatuh.

"Ayo Yeol, aku tidak ingin kau terluka lebih banyak." Ujar Minseok sambil menarik tangan Chanyeol dan pergi.

Orang-orang melihat kejadian tadi dengan takut. Mereka sudah tahu kalau Jongdae anak berandalan yang memegang prinsip "senggol dikit bacok". Padahal suaranya bagus, visualnya mengagumkan, tapi orang-orang menyayangkan kelakuan dan sifatnya.

Jongdae bangkit dan membersihkan tanah kotor yang mengotori bajunya. Dia kembali jalan dengan santai.

I Still Love you, but... - 04

"Hey Minseok, hari ini ada karaoke loh, adikmu juga ikut, kau mau?" Tanya Luhan. "Aku ikut kalau begitu, dirumah pasti membosankan tanpa Myeonnie." Jawab Minseok. Yixing yang mendengarnya tertawa.

"Yak, kau yang selalu mencuri Joonmyeon ku hingga aku ketakutan sendirian dirumah." Cibir Minseok pada Yixing. "Hey enak saja, Joonmyeon yang selalu menarikku tanpa persetujuan ku." Elak Yixing.

"Tapi pada akhirnya kau setuju." Minseok memutar bola matanya. Luhan tertawa melihat tingkah keduanya yang sangat kekanak-kanakan.

"Sudah, sudah. Ayo kita karaoke." Luhan menarik si kambing dan kucing yang masih bertengkar.

I Still Love you, but... - 04

DOEEENG!

Minseok serasa dihantam baja ketika melihat teman-temannya datang ke karaoke bersama pasangannya.

Ada Luhan-Sehun, Yixing-Joonmyeon, Jongin-Kyungsoo, Kris-Tao. Dan dia? Sendirian! Astaga, ingin lenyap saja rasanya.

"Luhan, kau sengaja ya?" Minseok merengek. "Yak, jangan merengek, aku sebagai adikmu merasa malu!" Seru Joonmyeon. Yang lain tertawa.

"Tapi Minseok-sunbae terlihat lebih pantas menjadi adikmu," celetuk Kyungsoo polos, membuat Jongin mencubit pipinya gemas. "Oh, kau pintar ya baby ku." Ujar Jongin.

"Astaga mataku. Lebih baik aku pulang!" Minseok memutar badannya tapi lagi-lagi dia menabrak seseorang.

Brak!

"Seperti deja vu." Kata Jongin.

Minseok terpental ke belakang, saat bokongnya menyentuh lantai tidak elite, dia mengaduh. "Sialan siapa sih yang—"

Minseok berhenti mengoceh. Di hadapannya ada Baekhyun, sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Canggung melanda Minseok, terakhir ia bertemu dengan sepupunya ketika Jongdae menariknya ke atap. Dan itu pertemuan yang bisa dikatakan tidak baik.

Minseok berdiri. Dia mencoba tersenyum. "Mian, aku menabrakmu. Aku izin pamit," ujarnya.

Brak

"Ya, Baekhyun-ah, sebenarnya mengapa kau terburu-buru? Kau mau bertemu dengan Chan—"

Jongdae berhenti dan melihat sekeliling.

"—Omo. Kukira ada Chanyeol." Dia melanjutkan kata-katanya. Minseok membungkuk. Kemudian dia menatap Luhan dan kawan-kawan.

"Aku pulang dulu."

Hup

Seseorang merangkulnya. "Hey hyung~ kau bahkan belum menghabiskan waktu denganku hari ini. Tinggal lah sebentar, kau tidak sendirian, ada aku." Chanyeol memberi senyuman khasnya.

Minseok melirik Baekhyun takut-takut.

"Geurae. Kau temani Minseok kami disini kalau begitu, Chanyeol-ah." Luhan segera mengatasi suasana aneh tadi.

Akhirnya 12 orang itu menikmati waktu mereka bersama-sama disini. Ah, seperti nostalgia saja rasanya. Jongdae, Baekhyun, Luhan, Kyungsoo, dan Joonmyeon bernyanyi, Jongin Sehun dan Yixing menari, Kris dan Tao melengkapi dengan Rap mereka.

Apa yang dilakukan Minseok dan Chanyeol? Mereka hanya duduk di sofa sambil menatap teman-teman mereka menikmati waktu berharga ini.

"Ah.. aku rindu suasana ini." Gumam Chanyeol.

"Tidak kah kau merindukannya, Hyung? Biasanya kau bernyanyi bersama Jongdae, lalu Baekhyun belajar Rap denganku. Dan sekarang? Hhhh.. masa depan memang diluar perkiraan ya."

Minseok tersenyum tipis. "Yeol?"

"Hm?"

"Tolong pesankan aku Soju."

Chanyeol terperanjat. "Hey Hyung! Aku baru 19, mana bisa aku memesannya!"

"Beri kartu namaku yang ini. Mereka akan melayani keinginanku. Kalau kau mau menyicip dikit, aku tak melarang." Minseok tertawa. "Tapi.. kenapa? Kau sedang stress?" Tanya Chanyeol. Minseok menggeleng. "Hanya ingin saja. Cepat pesankan, Yoda."

"Nde, arraseo." Chanyeol langsung berlari membawa kartu nama Minseok.

15 menit kemudian...

"Ah, Hyunmin menjemputku diluar. Semuanya, aku pamit ya! Ada rapat penting perusahaan. Bye!" Baekhyun mengambil mantel nya dan berlari keluar. "Wah, Daebak. Anak pemilik perusahaan begitu ya." Timpal Yixing.

"Heol, kau sangat beruntung Jongdae." Kyungsoo ikut menimpali. Minseok menatap Jongdae yang hanya tersenyum menanggapi Kyungsoo dan Yixing.

'Lalu.. jika aku masih milikmu, Appa ku yang sudah meninggal dan Eomma ku yang hanya bekerja sebagai ketua divisi di perusahaan milik Appa Baekhyun, apa kau akan merasa bangga seperti ini juga?' batin Minseok menjerit.

Minseok tiba-tiba teringat sesuatu. "Yaaak! Park Chanyeol sialan itu tidak kembali! Jangan bilang dia memakai kartu nama ku untuk hal tidak-tidak!" Dia merengek dan keluar dari ruangan. Membuat semuanya tertawa.

"Lihat kelakuan Hyung-mu. Atau.. bolehkah kusebut itu sebagai kelakuan adikmu? Hahaha" Luhan tertawa. "Jinjja, dasar Minseok." Joonmyeon hanya tersenyum maklum.

I Still Love you, but... - 04

Minseok mendapati Chanyeol sedang duduk di kursi bar yang terdapat di lantai 5 gedung karaoke tersebut. Ada 4 botol Soju disana. Dan isinya penuh.

Chanyeol yang merasakan kehadiran Minseok, langsung melemparkan senyumnya. "Aku tidak meminumnya, Hyung. Tenang saja. Aku pulang dulu ya? Ada Joonmyeon-hyung kan? Maaf Hyung, aku ada urusan mendadak."

"Tak apa.. hati-hati Chanyeol-ah." Minseok menepuk bahu Chanyeol. "Nde, jangan terlalu mabuk, kasihan adik malaikatmu itu, repot."

"Iya, iya. Dasar bawel! Cepat pergi sana!"

Chanyeol tersenyum dan langsung menuju lift. Minseok membawa 4 botol Soju itu ke meja di pojok dekat jendela, dengan begini, Joonmyeon tidak akan memergoki kelakuan menyimpangnya.

Minseok membuka botol pertama. Dia menuangkan isinya ke gelas kecil dan langsung menenggaknya habis.

"Hhaahhh.." Dia menyenderkan tubuh lelahnya di sofa. Lalu kembali bangkit untuk tenggakan Soju selanjutnya. Begitu terus hingga 4 botol habis sekaligus.

Kesadarannya masih penuh, dia type orang dengan tingkat toleransi alkohol yang tinggi. Kalau ada acara minum-minum para senior di kampus, dia akan memenangkannya.

"Hey, aku pesan 5 botol lagi."

Heol, kau mau membunuh dirimu Kim Minseok?!

Setelah pesanannya datang, Minseok kembali menikmatinya hingga 9 botol sudah dia habiskan.

"Pelayan.. hik... a.. aku hik.. pesan 3 botol lagi." Pintanya dengan wajah yang mulai sayu. "Hey, kau yakin Minseok?" Tanya seorang bartender yang menganggur disana. "Ah, palli!" Teriak Minseok. Akhirnya pelayan melayani pesanannya.

Dan seperti biasa, 3 botol itu serasa hilang dalam sekejap. Minseok mabuk total. Ah sial, padahal niat awalnya adalah melupakan masalahnya dengan Jongdae, tapi kenapa ia menjadi ketagihan hingga menghabiskan 12 botol dan berimbas mabuk total?

"Jongdae.. hahaha. Dasar tolol! Orang sinting yang tak punya perasaan— hik!" Minseok meracau di mejanya.

Bartender yang tadi mengajaknya berbicara—Song Mino—mengenalnya sejak lama, dia senior Minseok, dan dia hanya punya satu nomor untuk dihubungi jika Minseok sedang mabuk kepayang seperti ini. Nomor nya Jongdae.

I Still Love you, but... - 04

Ini sudah jam 10 malam. Acara karaoke sudah berakhir. Joonmyeon sedikit khawatir karena Chanyeol dan Minseok tidak kembali ke ruangan mereka lagi.

"Pulang saja. Aku yakin Minseok baik-baik saja jika itu dengan Chanyeol." Sehun berkata. Joonmyeon menatap Jongin dan dibalas anggukan. Chanyeol bukan namja bejad, kok. Dia sangat baik hati, tampangnya saja yang tampang preman.

"Baiklah. Aku akan mengantar Yixing. Kalian hati-hati di jalan." Joonmyeon melajukan motornya cepat.

Satu persatu dari mereka mulai pulang. "Hyung, kau bawa kunci cadangan kan? Aku mau mengantar Kyungsoo. Aku duluan." Jongin yang terakhir pergi.

Jongdae hanya berdecih. Dia mengeratkan jaketnya dan mengambil helmnya. Aksinya terhenti ketika sebuah panggilan masuk. Mino-sunbae.

Mino? Si bartender menyebalkan itu? Jongdae awalnya ingin me-reject. Tapi mengingat Mino jarang menghubunginya bahkan tidak pernah, dia jadi berpikir..

Jangan-jangan..

Minseok?

I Still Love you, but... - 04

Jongdae berlari tak karuan setelah dirinya sampai di lantai 10 dengan menggunakan lift. Mino mengatakan kalau dia memakai sebuah kamar di lantai 10 agar Minseok tak meracau aneh dan mengganggu pelanggan lainnya.

Heol, pikirkan! Berduaan dengan seorang Song Mino? Di kamar? Lantai 10? Jongdae tak rela rasanya!

Brak!

"Song Mino, mati kau!"

Hening. Loh? Tidak ada siapa-siapa di kamar itu? Apa Mino memakai kamar lain? Seingatnya, Mino hanya memakai kamar ini untuk pelanggan mabuk yang ia kenal baik.

"Kau mencariku apa mencari Minseok?" Sebuah suara menginterupsi. Jongdae menoleh, dia segera mengambil alih Minseok dari pangkuan Mino.

"Terimakasih." Kata Jongdae tulus.

"Tak masalah. Pakai saja dulu kamarnya, aku yang bayar. Disitu ada minuman pereda mabuk, tolong ya. Dia teman ku." Mino segera berlalu.

Jongdae membantu Minseok dan menidurkannya di ranjang. "Aish.. kebiasaanmu tidak berubah," ujarnya. Dulu saat SMP, Minseok pernah kesini, dia meminta alkohol. Heol Daebak, dan dia memalsukan umurnya. Awalnya bartender tidak sadar, setelah datang Mino, dia mengenal Minseok, dan segera menghubungi Jongdae.

"Hyung.. bangun." Jongdae menepuk pipi Minseok.

"Hmm.." Minseok membuka matanya perlahan. "Jongdae.." panggilnya.

"Ne? Kau butuh sesuatu?"

Minseok tertawa. "Hahaha! Mana mungkin kau Jongdae. Jongdae-ku sudah pergi jauh seperti angin, syuuu~" Minseok meracau lagi.

"Aish.. kau menghabiskan berapa botol sekarang?" Jongdae bertanya lembut. "12 botol! Rekor ku yang baru!" Jawab Minseok lugas.

Jongdae terbelalak. Astaga.. 12? Pantas saja Minseok sudah seperti orang gila!

"Hey~ aku mau pulang. Aku tidak nyaman melihatmu. Kau mirip sekali dengan Jongdae. Aku tak mau melihat wajahnya." Minseok memohon. "Memangnya.. ada apa dengan Jongdae?"

Minseok terlihat berpikir. "Jongdae sangat tampan. Aku mencintainya. Dia orang yang baik, bahkan dia rela melakukan apapun untuk ku. Tapi.." Minseok menjeda.

"Suatu hari, dia pergi. Menghilang jauh dan takkan pernah kembali. Si idiot itu meninggalkan ku begitu saja tanpa alasan yang jelas! Hiks." Minseok terisak. Jongdae menghela nafas. Dia mendudukkan Minseok di kasur.

"Kau minum pereda mabuknya dulu ya." Jongdae meraih sebuah botol dan berusaha membukanya.

"Aku merindukan Jongdae.."

I Still Love you, but... - 04

huhuhu aku juga rindu mantan, eh.