IT'S CHENMIN FANFICTION! BXB! BOYXBOY! DON'T LIKE DON'T BASH JUST GO!! HOMOPHOBIC MENJAUH, JIKA TIDAK MAKA DIAM DAN NIKMATI SAJA HEUHEU
AUTHOR NEWBIE, TYPO SEBAGIAN DARI IMAN MWEHEHE, JANGAN LUPA ABIS BACA REVIEW YA, BIKOS INI CERITA BARU HEHEHE
HAPPY READING READERS-DEUL MWAH!
I Still Love you, but... - 05
.
.
.
.
.
.
.
"Aku merindukan Jongdae.."
Gerakan membuka botol Jongdae terhenti. Dan dia benar-benar berhenti bernafas ketika Minseok melingkarkan tangannya di pinggangnya.
"Min?"
"Aku tak bisa, Jong.. aku tak bisa mencoba mencintai Chanyeol seperti apa yang diperintahkan oleh Luhan. Aku memang menyayanginya, tapi rasa sayang itu sama seperti rasa sayangku pada Luhan. Sebatas itu." Minseok menenggelamkan wajahnya di dada Jongdae.
"Minum ini dulu ya. Setelah itu tidur, kau butuh istirahat Minseok." Jongdae menyodorkan botol pereda mabuk. Minseok menurut, dia meminumnya sampai habis dan menyerahkan botol kosong pada Jongdae.
"Ugh.."
Jongdae yang baru saja akan membuang botol kosong tadi segera berbalik. "Wae?" Tanya-nya panik. "Aku mau muntah." Jawab Minseok sambil berjalan ke WC. Jongdae mengekor dibelakangnya.
"Huekkk.." Minseok langsung mengeluarkan Soju yang belum sempat tercerna oleh lambungnya. Jongdae membantunya dengan memijat tengkuk lehernya.
"Keluarkan semuanya." Ujar Jongdae.
5 menit kemudian,
"Sudah?" Dengan tulus, Jongdae mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap mulut Minseok. "Kepalaku sakiittt.." rengek Minseok. Jongdae membantunya berdiri dan kembali menidurkan Minseok di ranjang.
"Besok pagi kau hubungi Mino-sunbae ya, Hyung. Aku mau pulang." Kata Jongdae sambil memakai jaketnya.
Sret
Minseok menahan tangan Jongdae. "Aku tidak mau sendirian. Kalau kau pulang, bawa aku pulang juga."
Jongdae memutar otak. Sial. Dia bisa dihabisi oleh Joonmyeon jika membawa Minseok dengan keadaan mabuk seperti ini. Dan Jongin akan berpihak pada Joonmyeon, lalu Baekhyun akan salah paham dengan semua ini.
"Baiklah. Kutemani kau untuk malam ini ya." Jongdae melepas jaketnya lagi dan segera berbaring di samping Minseok.
Minseok tersenyum tipis. "Gomawo, Jongdae-ya."
I Still Love you, but... - 05
"Joonmyeon-hyung!!!" Teriakan Jongin membuat pintu gerbang Joonmyeon terbuka kasar.
Brak!
"Berisik!! Kenapa?!" Teriak Joonmyeon. "Apa Jongdae-hyung menginap di rumahmu?" Jongin bertanya.
Joonmyeon diam. Menginap? Tadi malam dia langsung tidur, dan tidak mengunci pintu karena dia berpikir Minseok akan pulang.
"Ikut aku." Kata Joonmyeon sambil menarik Jongin ke dalam rumah. Mereka mencari-cari Jongdae disana.
"Sebentar.. kenapa Minseok-hyung juga tidak ada?" Joonmyeon panik. "Jongdae-hyung juga tidak ada! Astaga!" Jongin ikut panik.
Tapi sedetik kemudian mereka bertatapan. "Jangan bilang.." Joonmyeon berhenti.
"Mereka tidur bersama di suatu tempat?" Lanjut Jongin.
"TIDAK BISA BEGITUUU!!" teriak mereka bersamaan.
Kemudian keduanya memutuskan naik mobil Joonmyeon dan berniat berkeliling ke rumah teman-teman mereka—kecuali Baekhyun—untuk bertanya.
I Still Love you, but... - 05
"Mmm.." Tidur Minseok terganggu karena cahaya matahari yang mengusiknya. Dia membuka matanya perlahan dan terkejut setengah mati ketika melihat Jongdae sedang tertidur pulas di sampingnya dengan posisi memeluknya.
Apa yang terjadi semalam?! Batinnya berteriak takut. Apa Jongdae melakukan sesuatu padanya? Tapi bajunya masih utuh!
Minseok mengalihkan pandangannya ke arah meja nakas. Ada botol pereda mabuk dan jaket Jongdae disana.
"Minseok?" Suara hangat itu menyapanya.
"Kau sudah bangun?" Jongdae perlahan membuka matanya. Matanya menjelajah memperhatikan Minseok. Kemudian dia menarik tangannya cepat dari pinggang Minseok.
"Ah, mian!" Serunya. Minseok hanya diam, mukanya memerah. Jongdae langsung bangkit dari ranjang dan merapihkan rambutnya yang sedikit kacau.
"Jong.." Minseok memecah keheningan.
"Iya?" Jongdae menatapnya. "Apa.. Apa aku mengatakan sesuatu semalam?" Tanya Minseok gugup.
Jongdae mengulang scene tadi malam di otaknya. Dia ingat Minseok berkata tentang ia tak bisa mencintai Chanyeol dan lain-lain. Tapi Jongdae memutuskan untuk berbohong.
"Tidak. Kau hanya meracau dan mengutuk dosen yang belum menerima skripsi mu." Jawabnya asal. Minseok terlihat lega, dan itu membuat Jongdae menyunggingkan senyumnya.
Brak!
Seseorang membuka pintu dengan kasar membuat kedua nya terkejut.
Buak!
Jongdae jatuh terjerembab dan membuat Minseok segera mendekatinya.
"Apa yang kau perbuat pada Minseok?" Suara bass Chanyeol terdengar. Joonmyeon menghubunginya kalau Minseok belum pulang. Dan saat Chanyeol bertanya pada Mino, dia mengatakan kalau Jongdae ada bersama Minseok di kamar hotel.
Jongdae belum sanggup menjawab. Tendangan Chanyeol pada perutnya sangat menyakitkan. Dia hanya bisa meringis. "Apa yang kau lakukan, Yeol?" Minseok kesal. "Harusnya aku yang bertanya begitu! Kenapa Hyung tidak pulang tadi malam?!" Balas Chanyeol.
"Aku mabuk berat. Mino mengantarku kemari dan Jongdae membantuku! Dia tidak melakukan hal apapun!" Teriak Minseok. Chanyeol mendesah lelah. Dia menarik Jongdae kasar.
"Yak!" Minseok hendak menahan tapi Jongdae menghalaunya.
"Aku yakin kau melakukan sesuatu tadi malam. Katakan padaku!" Chanyeol mengancamnya. "Aku memberinya obat pereda mabuk, dia muntah, aku membantunya. Lalu dia memintaku menemaninya. Hanya itu. Aku bersumpah." Jawab Jongdae.
"Ck!" Chanyeol membanting Jongdae keras. Minseok segera merangkul Jongdae. "Kau tak apa?" Tanya-nya panik. "Tenang saja. Ini resiko aku tidur bersamamu tadi malam." Jawab Jongdae.
"Ayo pulang." Chanyeol menarik Minseok. "Tidak! Aku akan pulang bersama Jongdae!" Minseok melepaskan tangannya. Jongdae yang melihat itu langsung menarik tangan Minseok.
"Kau dengar? Dia memilih pulang bersama ku." Jongdae berujar. Chanyeol akhirnya menyerah. "Kau dalam pengawasanku, Kim Jongdae." Lalu dia pergi.
Bersamaan dengan itu, Jongdae ambruk. Nafasnya terengah-engah. "Sialan. Hyung, kau tidak tahu betapa takutnya aku menghadapi si caplang." Jongdae mengacak rambutnya. Minseok tertawa mendengarnya. "Kukira kau biasa saja tadi."
"Yah.. sudah terlanjur, ayo pulang. Sehabis ini aku akan beradu mulut dengan adikmu."
"Semoga berhasil, kkk.."
I Still Love you, but... - 05
Joonmyeon menatap Jongdae nyalang, membuat si empu bergidik karenanya.
"Masih utuh. Tidak lecet." Joonmyeon memperhatikan Hyung-nya. "Jangan bilang kalian main lembut hingga tak ada bekas?"
Bletak!
"Yak! Hentikan pikiran mesum mu, Kim Joonmyeon!" Bentak Minseok setelah memukul kepala adiknya. Joonmyeon mengaduh, "Hyung, appo!"
"Salah sendiri!" Minseok mendengus. Jongdae tertawa pelan. Dia kemudian izin pamit dan memberikan Minseok beberapa pil yang memang dianjurkan oleh Mino untuk menghentikan sakit kepala habis mabuk, semacam pain killer.
"Yak, Kim Jongdae."
Jongdae berbalik ketika Joonmyeon memanggil. "Nde? Ada apa, Hyung?" Tanya-nya sopan. Mau bagaimanapun, Joonmyeon lebih tua setahun darinya.
"Gomawo." Satu kata tulus itu keluar lancar dari mulut somplak Joonmyeon.
Jongdae sedikit terkejut, jujur. Tak biasanya Joonmyeon begini. Tapi, ya masa bodo lah. Daripada dia dimarahin habis-habisan kan.
"Ya, sama-sama."
Joonmyeon tersenyum tipis ketika Jongdae masuk ke pekarangan rumahnya sendiri dan disambut Jongin.
"Dia masih sama. Apa yang menyebabkannya menyetujui perjodohan dengan Baekhyun?" Gumam Joonmyeon.
"Hm? Kau berbicara sesuatu?" Tanya Minseok. Joonmyeon menggeleng. "Ani.. ayo masuk, Hyung. Kau pasti lelah semalam."
I Still Love you, but... - 05
"Appa.. um.. bisa kita bicara dulu?" Jongdae langsung meminta izin ketika Appa nya baru pulang dari kantor.
"Nanti saja ngobrolnya, Appa-mu belum makan malam, sayang. Eomma sudah menyiapkan makan malam untuk kalian. Makanlah dulu, baru ngobrol."
"Nde.." Jongdae mengalah, dia segera merapikan meja dan duduk di kursi. Jongin mengekor dan duduk di sebelahnya.
Suasana hangat tercipta begitu 4 anggota keluarga Kim ini makan dengan tenang.
"Jadi.. kau mau bicara apa, Jongdae-ya?" Appa-nya membuka percakapan ketika makanan utama sudah disantap habis.
"Kau yakin mau membicarakan itu?" Bisik Jongin. Jongdae mengangguk.
"Um.. bisakah Appa membatalkan perjodohanku dengan Baekhyun?"
Suasana senyap seketika. Jongin yang merasa ada atmosfir aneh keluar dari tubuh Appa-nya, berniat pergi ke kamar, tak mau ikut campur, tapi mengingat saudara kembarnya sedang berjuang, dia memutuskan duduk kembali.
Trek
Suara besi dari sendok dan garpu yang di taruh ke piring oleh Appa Kim membuat suasana makin tegang.
"Tolong ulangi lagi, Kim Jongdae?"
Jongdae menelan ludah. "Begini Appa.. aku bukan bermaksud menolak, hanya saja, aku merasa aku dan Baekhyun tidak cocok, Appa. Aku mencintai Minseok dan Baekhyun mencintai Chanyeol. Jadi kurasa—"
"Apa cinta sebegitu pentingnya untukmu?"
Jongdae bungkam. Dia menundukkan pandangannya. "B.. Bukan masalah itu. Yah, kau mungkin tidak mengerti Appa, tapi perjodohan yang tidak dilandasi cinta tidak bisa membawa ke keharmonisan rumah tangga dan pasangan bukan?"
"Cinta datang karena terbiasa. Kau saja jarang menghabiskan waktu bersama Baekhyun. Minseok, Minseok, dan Minseok saja yang ada terus dipikiran mu! Sampai kapan kau akan begini, Jongdae?" Suara Appa Kim meninggi.
"Aku tidak mencintai Baekhyun!"
PLAK
Jongin membulatkan matanya takut ketika Appa mereka menampar Jongdae dengan telak.
"Yeobo." Eomma Kim mencoba menghentikan, tapi Jongin menggelengkan kepalanya tanda agar sang Eomma tidak ikut campur.
"Appa, jebal.. kau tidak mengerti rasanya berada di posisi ku. Kau tiba-tiba menjodohkan ku dengan Baekhyun. Padahal aku sedang menjalin hubungan dengan Minseok. Aku kehilangan Minseok, aku juga kehilangan Chanyeol, sahabatku, karena aku merebut Baekhyun secara tiba-tiba.. dan aku.. aku juga menyakiti Baekhyun karena dia harus mengorbankan perasaannya pada Chanyeol hanya demi aku!!" Jongdae berteriak.
PLAK
Satu tamparan lagi lolos. "Appa.." Jongdae menatap Appa-nya penuh harap.
"Jebal.." Dia mulai menggigit bibirnya takut.
"Apa hebatnya seorang Kim Minseok sampai membuatmu memohon seperti ini padaku?" Tanya Appa Kim mendadak.
Jongdae mengerjap, kemudian dia tersenyum lebar.
"Dia sangat hebat karena bisa menaklukkan hati seorang Kim Jongdae."
I Still Love you, but... - To Be Continued
.
.
.
.
.
Annyeong! hahaha, maaf ya aku update cerita nya yang ini dulu heuheu. bikos cerita lain masih stuck beberapa chapter dan aku rombak ulang terus berulang kali padahal jalan cerita sudah kubuat berbulan-bulan yang lalu.
maafkan.
ada yang masih stay?? you da ril emfipi. lapyu!
