IT'S CHENMIN FANFICTION! BXB! BOYXBOY! DON'T LIKE DON'T BASH JUST GO!! HOMOPHOBIC MENJAUH, JIKA TIDAK MAKA DIAM DAN NIKMATI SAJA HEUHEU

AUTHOR NEWBIE, TYPO SEBAGIAN DARI IMAN MWEHEHE, JANGAN LUPA ABIS BACA REVIEW YA, BIKOS INI CERITA BARU HEHEHE

HAPPY READING READERS-DEUL MWAH!

I Still Love you, but... - 07 [END]

"Kenapa? Ada yang ingin kau katakan, Byun?" Chanyeol—namja tiang tampan—menatap Baekhyun—namja cantik—yang berdiri di depannya.

"A.. Aku.. membatalkan perjodohan ku dengan Jongdae, dan.. mm.. kurasa, aku.. aku masih mencin—"

"Bagaimana jika aku sudah jatuh cinta pada sepupumu itu, hm?" Potong Chanyeol sarkas.

Baekhyun membulatkan matanya. Chanyeol menyunggingkan senyum mengejeknya.

"Kau tahu? Kau dengan santainya pergi meninggalkanku dan beralih mendadak pada Jongdae. Dan sekarang? See? Kau malah kembali padaku. Kenapa? Kenapa kau melakukannya? Kau takut tidak dicintai Jongdae? Makanya kau kembali padaku dan mengharapkan cintaku lagi?"

Perkataan Chanyeol menohok hati Baekhyun. "Bu.. Bukan begitu, Yeol.. aku.. aku hanya menuruti keinginan Appa.. aku bisa saja menolak waktu itu, tapi, tapi—"

"Tapi kau tertarik pada Jongdae makanya kau tidak menolak."

Baekhyun bungkam. Perkataan Chanyeol memang ada benarnya, karena saking seringnya dia bermain di rumah Minseok dan Joonmyeon saat SMA dulu, membuatnya tak sengaja mengenal Jongdae, si anak bersuara emas yang ternyata satu sekolah bahkan satu angkatan dengannya! Dia tidak menyadari karena kelasnya berseberangan dengan kelas Jongdae.

Dan saat acara 'Menembak Minseok' dilakukan oleh Jongdae, Baekhyun sedikit kecewa sebenarnya. Kenapa? Jongdae selalu bersikap baik pada siapapun, bahkan kelewat baik, makanya dia sedikit menaruh harapan dengan berpikir bahwa Jongdae baik padanya karena Jongdae mencintainya.

Kenyataannya? Jongdae mencintai Minseok. Sangat, malah. Dan Baekhyun dengan mantap memutuskan bahwa dia akan mencari seseorang yang bisa membuatnya menjadi dirinya sendiri, layaknya Jongdae dulu.

"Yeol.. kau benar. Aku memang tertarik padanya, tapi, semenjak kau datang, aku mulai melupakannya secara perlahan.."

Chanyeol menghela nafas. "Itu hanya bertahan beberapa bulan kan? Karena setelah acara wisuda Minseok-hyung, kau memutuskanku dan kembali pada Jongdae."

"Jika dihitung, kau lebih lama menghabiskan waktu dengan Jongdae. Kalian sudah lama saling mengenal satu sama lain dibandingkan denganku. Dan juga, saat hubungan kita sedang berjalan, kau memilih kembali pada Jongdae dengan alasan perjodohan konyol yang bahkan baru kuketahui sekarang. Positif, Baekhyun. Kau positif mencintai Jongdae, bukan diriku."

Baekhyun yang awalnya menunduk menatap lantai dengan gusar segera mengangkat wajahnya menatap Chanyeol yang memasang muka datar. Sakit. Jantung Baekhyun serasa dicengkeram erat dan membuatnya sulit bernafas.

"A.. Aku—"

"Hey, jangan gugup begitu. Aku mengerti kok, dan aku tidak menyalahkanmu atas hal ini. Karena ini hakmu, hakmu untuk mencintai seseorang. Dan Jongdae adalah orang yang pantas menerima cinta tulusmu, Byun Baekhyun." Chanyeol memasang senyum tipis.

Hening. Tak ada suara apapun, sampai akhirnya—

"Hiks.."

—Baekhyun terisak pelan. Membuat Chanyeol mati-matian menahan diri untuk tidak merangkul badan kecil itu kedalam pelukannya.

"Aku.. hiks, aku mencintaimu, Park Chanyeol bodoh! Kau bisa membuatku melupakan Jongdae dalam sekejap! Jadi, kumohon.."

Bruk

Baekhyun jatuh terduduk. Dia masih terisak. "Buat aku jatuh kembali padamu, buat aku memimpikan kembali masa depan bersamamu, buat aku tidak berpaling darimu! Jongdae berhak bahagia dengan Minseok, dan kau.. kau berhak bahagia bersamaku."

Chanyeol masih diam. Dia berjongkok menyamakan dirinya dengan posisi Baekhyun yang terduduk di lantai dengan pasrah, lalu pada akhirnya, Chanyeol merengkuhnya. Merengkuh Baekhyun kedalam pelukan menenangkan.

"Kau tahu, Baekkie, apa yang paling kutakutkan saat ini?" Suara bass Chanyeol menyapa telinga Baekhyun.

"Aku hanya takut menjadi satu-satunya orang yang terjatuh."

"Maksudmu?"

Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun. "Nyatanya tidak. Bukan hanya aku yang terjatuh, ternyata kau juga jatuh padaku. Ketakutan ku hilang sekarang."

Baekhyun ikut tersenyum, dia mulai mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Chanyeol. Tangannya bergerak untuk membalas pelukan Chanyeol, dan Baekhyun mulai menenggelamkan kepalanya di dada bidang namja tiang kesayangannya.

"Ya. Mari jatuh bersama-sama untuk selamanya, Yeol. Aku mencintaimu."

"Aku lebih."

Percakapan itu berakhir ketika bibir mereka saling bertaut dan menyalurkan rasa rindu yang mereka tahan selama ini.

I Still Love you, but... - 07 [END]

"Yak, bebek kampung! Kembalikan headset ku! Aku membutuhkannya untuk tidur di kelas!" Minseok—si baozi menggemaskan—berlari susah payah mengejar Jongdae yang tertawa jahil sambil menjulurkan lidahnya karena berhasil merebut headset kesayangan Minseok.

"Tidak mau! Aku meminjamnya hari ini saja!" Balas Jongdae—dengan angkuhnya—sambil berlari dengan badan menghadap Minseok.

"Jong, awas!"

"A-Apa?"

Brak!

Minseok mengernyit ketika Jongdae dengan telak menabrak seorang dosen killer di fakultasnya! Yoo-seonsaengnim! Kalian ingat kan? Dosen killer yang melempar Minseok dengan penghapus di prolog?!

"Jongdae!" Minseok buru-buru mendekat dan membantu kekasihnya—ups, kekasih? Ya. Mereka kembali menjalin hubungan setelah Jongdae benar-benar membatalkan perjodohan konyol itu.

"Astaga, kepalaku." Jongdae berusaha menetralkan pandangannya yang masih kabur.

"KIM. MIN. SEOK."

Minseok menelan ludah dan mengalihkan atensinya pada sumber suara. Super siaaalll! Dosen Yoo terlihat sangat berantakan! Jus mangga yang tadi dia bawa berlumuran di jas nya!

"Minseok-ssi. Dan kau, entah siapa, bersihkan seluruh toilet dan gudang di Gedung ini!"

Dan ucapan itu bersifat mutlak. Tidak bisa diganggu gugat, jika iya, maka nilai Minseok terancam.

"Arraseo. Maafkan kami." Minseok mengalah. Tapi tidak dengan Jongdae. Dia bangkit dan mendorong bahu dosen Yoo dengan angkuh.

"Memang siapa kau berani begitu pada Minseok, huh? Aku kan tidak sengaja, lagipula kau seharusnya menghindar bukan? Atau kau sengaja menunggu aku menabrakmu agar kau bisa menghukum Minseok?" Jongdae—si anak hukum—mulai melancarkan perdebatan.

Minseok memutar bola matanya, dia lupa kalau Jongdae keras kepala.

"Hm, kau anak hukum ya? Kalau begitu, aku laporkan pada Kyung-seonsangnim bahwa kau tidak mau bertanggungjawab atas perbuatanmu ini."

Jongdae membulatkan matanya.

"Mianhae, mianhae! Akan kulakukan!" Jongdae segera berlari sambil menarik tangan Minseok.

Di atap,

"Hhhh.. astaga, kau ini apa-apaan sih?" Tanya Minseok kesal. Jongdae terkekeh. "Kyung-seonsangnim itu dosen killer di fakultas ku. Habis saja aku jika dilaporkan,"

Minseok tertawa, ternyata Jongdae tidak sebatu yang ia pikirkan. "Ah, aku mau bolos saja." Kata Minseok sambil mencari posisi tidur yang nyaman di rooftop. Jongdae mengekor. Setelah mereka menemukan tempat nyaman, mereka segera berbaring disana sambil menatap langit tak berawan.

"Min.."

"Hm?"

Jongdae melirik Minseok, lalu dia menggenggam tangan si baozi, membuat empunya sedikit terkejut.

"Aku mencintaimu." Ucap Jongdae.

Minseok merasa mukanya memanas, padahal Jongdae sering mengatakan hal itu dulu, sebelum perjodohan konyol terjadi.

"Cppkk.. mmhhh.."

Suasana romantis itu mendadak hancur ketika keduanya mendengar suara desahan tertahan.

Keduanya melirik ke arah belakang mereka, itu Chanyeol dan Baekhyun yang sedang berciuman panas! Dengan posisi Baekhyun tertahan di tembok.

"Apa yang—"

"Kau mau juga?" Jongdae mengerling jahil.

"Yak!" Minseok segera memukul bahu Jongdae karena malu.

Jongdae tertawa, reaksi Minseok sangat menggemaskan. Apalagi jika pipinya memerah seperti saat ini.

"Benar tidak mau?" Jongdae masih menggoda Minseok.

Minseok diam dengan muka memerah. "Memangnya Jongdae mau?"

Jongdae sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. "Yah.. kalau ditanya sih, jawabanku pasti—"

"Mau, kan?"

Chu

Jongdae membulatkan matanya ketika Minseok menciumnya duluan dengan posisi Jongdae duduk sambil bersandar di tembok dan Minseok di tengah-tengah kakinya yang terbuka lebar. Sial! Posisinya sangat intim!

Jongdae menarik Minseok dan balas menciumnya. Mereka melakukannya dengan lembut, tidak seperti pasangan Chanbaek dibelakang mereka.

Ciuman itu terputus oleh Minseok. Membuat Jongdae melayangkan tatapan bertanya.

Minseok langsung memeluk Jongdae dan menenggelamkan kepalanya. Jongdae yang merasakan keanehan langsung mengecup pucuk kepala Minseok dengan sayang.

"Hey.. ada apa?" Tanya-nya lembut. Minseok hanya menggelengkan kepalanya di dada Jongdae tanpa mengalihkan pandangannya.

Jongdae bungkam ketika dia merasakan kemejanya basah di bagian depan, oh, Minseok menangis rupanya. Itu membuat Jongdae sedikit khawatir, disisi lain dia bingung kenapa Minseok seperti ini.

Jika sudah seperti ini, Jongdae memilih tidak bertanya lagi dan membiarkan Minseok mengeluarkan apa yang ingin ia keluarkan. Jongdae hanya mengelus punggung Minseok dan terus menciumi pucuk kepala Minseok.

"Ssstt, uljima.. ada aku disini." Jongdae memeluk Minseok erat.

"Aku masih takut, Dae.."

"Kenapa, hm?" Tanya Jongdae sabar.

"Aku takut kau pergi lagi, sama seperti saat itu. Lalu menemukan orang baru yang lebih baik dariku, dan—"

"Tidak." Potong Jongdae singkat. Yang akhirnya membuat Minseok menengadahkan kepalanya menatap Jongdae.

"Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya."

"Kalau begitu, mencintaiku bukan kesalahan?" Tanya Minseok polos.

Jongdae tersenyum.

"Jelas bukan. Kalaupun itu sebuah kesalahan, aku tidak akan menyesal untuk selalu jatuh pada pesonamu lagi dan lagi."

Buk

"Dasar cheesy." Cibir Minseok dengan muka memerah.

Jongdae tertawa. Hal itu membuat Minseok semakin malu.

Chu

Sebuah kecupan berhasil dicuri oleh Jongdae. "Yaaa! Kau selalu seenaknya begitu!" Minseok merenggut kesal, inner aegyo nya aktif mendadak.

"Kita kencan saja, ya? Lama-lama disini membuatku merasa tak nyaman," Jongdae memberikan usulan karena aksi panas Chanbaek belum juga selesai dibelakang sana.

"Katakan saja kalau kau juga menginginkannya." Cibir Minseok. "Enak saja. Aku tak akan menginginkan hal tersebut disini! Sudah, kita kebawah!" Jongdae menarik Minseok dari rooftop.

I Still Love you, but... - 07 [END]

"Kita mau kemana?" Minseok bertanya. Jongdae menghentikan langkahnya, kemudian ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum meringis.

"Aku tidak tahu." Jawabnya polos.

"Ck." Minseok berdecak, "Kau ini kebiasaan. Selalu begitu, menyeret ku kesana kemari tanpa tujuan yang jelas." Lanjutnya sambil menggembungkan pipinya lucu.

"Hei, enak saja, aku punya tujuan untuk kita, kok!" Jongdae tak mau disalahkan.

Minseok menatap Jongdae. "Apa? Kedai es krim langganan kita?" Tanya-nya sarkas.

Jongdae tersenyum. Dia mengacak rambut Minseok kemudian mengecup bibir nya dengan lembut.

"Ke pelaminan, bagaimana?"

Psssshhhh

"Dasar kerdus!"

Plak

"Aku mencintaimu, Minseokkie."

I Still Love you, but... - 07 [END]

.

.

.

.

Akhirnya yorobun, selesai sudah hehehehe.

terimakasih yang masih stay, kuusahakan upload cerita lain!