Dalam kemegahan dunia yang terangkum pada status sosial, dengan dingin kau mengabaikan mereka; para wanita, yang berkompetisi untuk memenangkan hatimu. Namun kau terlampau jenius, untuk tidak terjerumus pada mereka yang berakal bulus.

Lalu, ketimbang mengotori mata dengan wanita-wanita berpenampilan kain minus, lain hal untuk seseorang bersurai biru, dengan mata teduh bagai angin yang berhembus.

Sosok itu terlalu memikat, hingga terlupa akan sesuatu yang mengikat.

Sebelah lengan Seijūrō digamit, "Kau mau kemana tampan? Kita belum selesai bersenang-senang." Seteguk wine kembali ditawarkan, dan kuncian itu tumbuh menjadi sebuah dekapan sepihak. Mencoba menggoda dengan fisik paling menonjol yang wanita jalang itu miliki.

Sayang, usaha itu justru dihargai murah; oleh sesuatu yang bahkan lebih tak berharga dari sebuah kotoran.

"Get lost."

Tanpa pengulangan yang perlu, wanita itu segera membebaskannya. Karena bagaimanapun, semurah apapun harga diri sang wanita, nyawa masih sesuatu yang mahal baginya. Jelas, wanita itu tidak ingin mati sekarang. Terlebih mengakhirinya di tangan si Tuan muda berkepribadian majemuk.

Meskipun night club ini dibanjiri manusia-manusia menawan, tetapi iris rubi tuan nyatanya telah tertawan.

Sempoyongan kau mencoba berjalan; mendekati sosok incaran.

Seolah dewi fortuna menyapa, pemuda manis itu mendekat padamu sesaat sebelum tubuhmu terjatuh.

"Apa Anda butuh kamar?" tawar pemilik suara berparas datar.

"Ya, kalau bisa beserta dirimu di dalamnya."

.

.

Please wrap your drunken arms around me

And I'll let you call me yours tonight

Cause slightly broken's just what I need

And if you give me what I want

Then I'll give you what you like

.

.


Disclaimmer

Kuroko no Basuke/黒子のバスケ© Fujimaki Tadatoshi

PLAYLIST © Kina

Now playing:: Give You What You Like - Avril Lavigne

Request from Sayaka Minamoto

ATTENTION : This story are purely fictitious. All characters appearing in this story are Fujimaki Tadatoshi (where some places and incidents either are products of the author's imagination or are used fictitious). Any resemblance to real persons, living or dead, is purely coincidental.


Alarm pada handphone membangunkan indera pendengaran Tetsuya. Disusul dengan sisa-sisa spektrum putih mentari yang menembus jendela kamar yang setengah tertutup korden. Ia mulai membuka mata.

Faktanya, mimpi itulah yang membuatnya terbangun pagi ini. Sebuah mimpi tentang pertemuan pertama dengan seseorang yang merubah hatinya yang selama ini kering.

Sehelai kemeja dirasa cukup untuk ia kenakan, tanpa perlu kain lain untuk menutupi bagian tubuh bawahnya; privasi.

"Oh kau sudah bangun." ujar pria tampan yang menatapnya dari balkon.

Tetsuya menghampirinya tepat saat pria itu hendak menusuk ujung rokoknya pada asbak di meja.

Jari lentik mencapit rampasannya dengan sangat cantik. Dihisap lalu dihembuskan dengan seduktif.

Tubuh Tetsuya kembali diraih, ciuman pagi lantas ditagih. Dan bagi Seijūrō bibir Tetsuya jauh lebih adiktif dari apapun di dunia ini.

"Tetsuya." Mengangkat tangannya untuk mengelus pipi mulus, Seijūrō menyapukan pandangannya ke seluruh wajah manis pemudanya, mencari sebuah jaminan. "Berapa lama aku bisa seperti ini bersamamu?"

Tetsuya terdiam. Ia hanya menunduk untuk mencari jawaban, ketika justru sebuah kenyataan pahit menampar telak untuk dirinya; 'sadar diri'.

Seijūrō mengikuti arah pandang Tetsuya, dan itu mengarah pada ponselnya yang berkedip-kedip meminta atensi.

"Maaf, kurasa ini yang terakhir."

Tetsuya berjinjit demi satu kecupan terakhir pada pipi Seijūrō, seraya berbisik di telinganya, "Sampaikan maaf ku juga pada tunanganmu, Akashi-kun."

.

I'll give you one last chance to hold me

If you give me one last cigarette

By now it's only in the morning

Now that I gave you what you want

All I want is to forget

.

.

.

Next play:: When You Say Nothing At All – Ronan Keating


[Tangerang, 15/4/18]

a/n : It was unbelievable i got so many 'atensi' #deeply touched :")

saya akan (mencoba) konsisten untuk membuat drabble song fic ini; berurut sesuai dengan review (request) yang masuk.

Untuk nona Sayaka (or.. should i call 'Siv') semoga suka ya ;)

.

(btw, buat author/reader dari Tangerang, yg suka melipir ke Aeon BSD di akhir pekan, jika melihat bocah autis dg sketchbook di foodcourt dekat 'Takoyaki' coba panggil aja dg 'Kin', tp klo ga nengok2 abaikan saja, wkwk)

.

Happy Akakuro day :D

-Kin