My Bestfriend's Brother (SEQUEL)
Main Pair: WonKyu
Other pairs: YunJae, KangTeuk
GenderSwitches, Hurt/Comfort, Younger!Siwon
Summary:
Tidak bisakah kau melepaskannya, Kyu? Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadapmu jika kau terus bersama dengan adikku. Dia adalah porselenku, Kyu. Aku tak bisa menyerahkannya padamu jika hanya untuk kau pecahkan. Dia terlalu berharga.
o
o
o
Kyuhyun terdiam memandang kearah pintu mansion Choi yang masih tertutup. Haruskah dia pulang? Itu tidak mungkin, dia sudah melangkah sejauh ini. Dia akan menjadi orang yang sangat pengecut jika mengurungkan niatnya untuk menemui Jaejoong hari ini. Kyuhyun menggenggam stirnya dengan kuat sambil berdoa dalam hati. Dia hanya ingin meminta kekuatan yang lebih untuk menghadapi Siwon dan berharap tidak ada yang berubah dari sikap Siwon padanya. Meskipun hal itu tidak mungkin terjadi. Berharap saja tentu masih boleh, kan?
Kyuhyun membuka pintu mobilnya lalu berjalan menuju pintu dan keraguan menyerangnya lagi saat jarinya akan menyentuh bel. Tapi Kyuhyun tidak bisa berlari dari kenyataan terus menerus. Dia harus memperbaiki hubungannya dengan Siwon. Kembali ke hubungan mereka yang seharusnya. Kyuhyun harus menghadapinya sekarang atau tidak sama sekali.
Kyuhyun menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan sebelum memencet bel. Kyuhyun meremas tangannya. Apa yang akan terjadi padanya saat melihat Siwon lagi? Apa yang harus dia katakan?
Kyuhyun mengangkat kepalanya saat mendengar sura pintu terbuka dan dia menemukan orang sedang dia pikirkan berdiri dihadapannya dengan pakaian santainya. Saat Kyuhyun memandang wajahnya, ada sesuatu yang baru disana. Stubble. Itu memberikan kesan yang lebih dewasa pada Siwon. And the most important part is he looks so damn sexy. Kyuhyun menganga tidak tahu harus berkata apa. Masih pantaskah Kyuhyun untuk terpesona pada pria yang telah dia sakiti?
Mereka hanya berdiri berhadapan saling mengamati satu sama lain tanpa terganggu sedikit pun untuk mengeluarkan suara. Perasaan Siwon pun sedang campur aduk antara perasaan senang dan perasaan tidak senang. Kyuhyun. Kyuhyun yang dia rindukan berada dihadapannya saat ini. Kyuhyun yang dia cintai.
Kyuhyun yang tersadar lebih dulu berdehem, berusaha mengeluarkan kata yang tepat untuk dia ucapkan. Tapi dia tidak menemukannya. Terlalu banyak yang ingin dia katakan tapi itu tidak akan mungkin dia ucapkan. Kyuhyun ingin berteriak jika dia sangat merindukan Siwon dan ingin menghempaskan tubuhnya kedalam pelukan hangat Siwon. Seluruh tubuhnya berteriak ingin menyentuh Siwon, mencium bibirnya, menggenggam tangannya dan tidak akan melepasnya lagi. Tapi itu tidak akan mungkin.
"Hai." Hanya itulah yang keluar dari mulut Kyuhyun lengkap dengan senyum kecutnya.
"Hai." Setelah membalas dengan ucapan itu Siwon hanya berlalu dan meninggalkan Kyuhyun yang sedikit terhenyak dengan sikap Siwon terhadapnya. Dingin.
Suara itu, suara yang dia rindukan. Suara dari orang telah mengacaukan hidupnya selam tiga minggu ini. yang terus menghantuinya. Yang hanya akan membuatnya mengeluarkan air mata hanya dengan mengingat nama orang itu. Tapi bukan dia yang telah mengacaukan semuanya. Kekacauan ini Kyuhyunlah yang menciptakannya.
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, berusaha menguatkan dirinya. Kyuhyun masuk kedalam dan berjalan menuju ruang makan, karena Kyuhyun dapat mendengar suara orang mengobrol dari sana. Kyuhyun memang sudah terbiasa berada dirumah ini. Kyuhyun menyukai rumah ini. Dan parahnya Kyuhyun mencintai salah satu penghuni rumah ini.
"Kyuuuuuu!" Kyuhyun langsung dipeluk erat oleh Jaejoong saat dia memasuki ruang makan.
"Oh hai juga, aku merindukanmu ." Kyuhyun terkekeh sambil membalas pelukan sahabatnya itu. Mendengar kata Jung, Jaejoong menjadi tersipu malu.
Untuk sejenak Jaejoong dapat mengalihkan pikirannya dari Siwon meskipun tidak sepenuhnya teralih karena Kyuhyun dapat memandang Siwon yang sedang menikmati sarapannya dalam diam.
"Apa kabar, Immoe? Lama tak bertemu." Kyuhyun membungkukkan badan sebelum ikut duduk disamping Jaejoong.
"Baik, sayang. Kau sendiri apa kabar? Sepertinya kau sangat sibuk ya. Ayo kita sarapan bersama. Aku yakin kau belum makan." Ujar Leeteuk sambil tersenyum manis.
Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi tawaran Leeteuk.
"Umma aku sudah selesai. Aku akan pergi ke kantor sebentar." Siwon beranjak dari tempat duduknya lalu mencium pipi Leeteuk sekilas.
"Jangan lupa bercukur, sayang." Bisik Leeteuk saat Siwon menciumnya, Siwon tidak terlalu meperdulikan hal itu karena dia cukup nyaman dengan keberadaan rambut-rambut kecil disekitar rahangnya itu.
"Hyung, aku juga sudah selesai." Minho berlari mengejar Siwon yang sudah berdiri di dekat tangga.
Sebelum menaiki tangga Siwon melirik Kyuhyun sekilas, pandangan mereka bertemu. Andai Kyuhyun tahu bahwa saat ini Siwon sangat ingin memeluk Kyuhyun dan menghujani wajahnya dengan ciumannya. Tapi Siwon tidak bisa berada dekat dengan Kyuhyun lebih lama lagi. Ini tidak akan memperbaiki suasana hatinya. Hanya akan memperburuk keadaan jika dia sampai kehilangan kontrol dirinya.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Siwon. Pandangan itu hanya akan menyadarkan Kyuhyun bahwa dia telah menyakiti Siwon. Dan menyadarkannya jika dia mencintai pria itu dengan sepenuh hatinya.
xxx
"Choi Jaejoong, kita sudah berada disini lebih dari empat jam dan kau masih saja belum menentukan pilihanmu. Oh Tuhanku!" Kyuhyun berteriak kesal.
Jaejoong hanya bernyanyi pelan sambil terus memilih wedding dress yang dia inginkan. Jaejoong ingin memilih yang terbaik diantara yang terbaik karena dia hanya akan mengenakannya satu kali dalam hidupnya, hanya dengan Yunho berada disampingnya.
"Kyu, tolong sabarlah sedikit. Bukankah dress-mu juga belum kita dapatkan? Aku butuh pendapat Yunnie. Dia akan datang sebentar lagi, Siwon sedang menjemputnya." Ucap Jaejoong berusaha menenangkan sahabatnya yang mulai kalang kabut.
Deg!
"Bagaimana aku bisa memilih gaun untukku jika gaunmu saja belum kita temukan Choi Jaejoong?!"
'Siwon? Oh Tuhan, bagaimana ini? acara memilih gaun ini sudah cukup menguras tenagaku dan sekarang aku juga harus menguras hatiku dengan kehadiran Siwon disini." Kyuhyun menarik rambutnya dan menghempaskan tubuhnya disofa yang disediakan. Dia benar-benar lelah dan frustasi.
"Kyu, lihat ini ba—"
"Hai sayang. Apa sudah memutuskan gaun mana yang akan kau ambil?" Ucapan Yunho di samping telinga Jaejoong menghentikan ucapannya tadi.
"Yunnie, akhirnya kau datang. Kau duduklah disana aku akan memakainya satu persatu dan memperlihatkannya padamu." Jaejoong mendorong tubuh Yunho kearah sofa dan mengedipkan sebelah matanya.
"Bagaimana jika aku membantumu untuk memakai gaun itu?" Yunho mencuri satu kecupan dibibir Jaejoong yang sekarang telah berlari dari tempat itu.
"Get a room, please." Gerutu Kyuhyun sambil memutar matanya.
"Oh hai, Kyu. Apa kabarmu?" Yunho mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun yang sudah terlihat kacau dan tak bertenaga.
"Buruk. And thank's to your fiance. Dia telah menghabiskan waktu selama lebih dari empat jam disini dan yang mengherankan adalah tenaganya masih sangat menggebu-gebu tanpa keluhan sedikitpun. Aku mohon padamu jangan buat hariku menjadi sia-sia hanya dengan memandangi gaun-gaun putih ini." celoteh Kyuhyun.
Yunho tertawa. Sementara Kyuhyun memandangi sekeliling ruangan mencari seseorang. Yunho yang melihat tingkah Kyuhyun pun hanya tersenyum.
"Siwon? Dia sedang memesan restoran untuk kita. Dia duluan karena dia harus menemui seseoramg dulu disana. Jadi sekalian saja."
"Ohh." Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya, entah kenapa dia merasa kecewa karena tidak bisa melihat wajah Siwon disini.
"Aku berjanji ini tidak akan lama. Beri aku waktu tiga puluh menit untuk menyelesaikan masalah kita dengan si gaun putih. Bagaimana?"
"Dua puluh menit." Ucap Kyuhyun mantap.
"Deal. Dua puluh menit."
xxx
"Bagaimana kabarmu?"
"Cukup baik. Bagaimana denganmu?"
"Seperti yang kau lihat semua bagian tubuhku masih lengkap dan aku baru saja pulang dari bulan maduku." Kibum tersenyum kearah Siwon.
Siwon membalas senyuman itu dengan tulus. Siwon merindukan wanita ini. Kibum yang sangat peduli padanya. Kibum meneleponnya saat dia masih dikantor dan megajak untuk bertemu disini. Tentu saja Siwon menyanggupi karena Siwon merindukannya. Bukan sebagai kekasih atau mantan kekasih tapi sebagai sahabat yang saling peduli satu sama lain.
"Aku senang melihatmu bahagia seperti ini, Kim Kibum."
"Ya, dia sangat mencintaiku. Tapi dia belum cukup beruntung untuk mendapatkan cintaku. Karena masih terus kuberikan pada seseorang." Ucap Kibum sambil memandang lurus kearah mata Siwon.
"Aku yakin dia akan menjadi lebih beruntung daripada pria yang kau cintai saat ini. karena dia mencintaimu dan menghargaimu sebagai pendamping hidupnya. belajarlah untuk mencintainya." Siwon meraih tangan Kibum dan membelainya lembut.
Kibum tersenyum mendengar ucapan Siwon, lalu mengecek jam yang melingkar anggun di pergelangan tangan kirinya. "Aku harus pergi, Siwon. Senang bisa bertemu denganmu lagi." Kibum menghampiri Siwon dan memeluknya
"My pleasure, princess." Siwon membalas pelukan Kibum.
"Berbahagialah Siwon. Aku ingin kau benar-benar merasakan kebahagiaan seperti yang aku rasakan saat ini."
xxx
"Kyu.. Kau lihat kan gaun yang kita pilih tadi. Oh Tuhan itu benar-benar indah dan sangat pas untuk bentuk tubuhku. Seharusnya aku mengajak Yunho dari tadi. Jadi kita tidak akan menghabiskan waktu empat jam kita dengan sia-sia."
"Ya itu benar. Dan lihatlah wajahku sekarang, pasti terlihat sepuluh tahun lebih tua dari yang seharusnya." Jaejoong terkekeh saat mendengar ucapan sahabatnya.
Langkah kaki Jaejoong seketika terhenti saat melihat sosok Siwon sedang berpelukan dengan seorang wanita. Kyuhyun yang berjalan dibelakang Jaejoong menabrak punggung Jaejoong. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya kearah pandangan Jaejoong. Matanya menangkap sosok pria yang sangat dia cintai sedang berpelukan dengan mesra dengan seorang wanita cantik. Kyuhyun terpaku ditempatnya berdiri. Bahkan dia tidak memiliki kekuatan untuk melanjutkan langkah kakinya. Mata Kyuhyun terasa sangat panas. Hatinya terasa sakit. Kyuhyun benar-benar akan berakhir menangis disini jika dia tidak segera pergi dari tempat ini.
"Jae, nanti aku menyusulmu. Aku harus ke toilet sebentar." Jajeoong hanya mengangguk dan bergegas menuju meja yang telah dipesan Siwon.
Kyuhyun berjalan dengan terburu-buru ke toilet. Kyuhyun menangis sejadi-jadinya disana. Ini yang Kyuhyun belum tahu. Kyuhyun baru tahu hari ini bahwa melihat Siwon bersama wanita lain akan jadi sesakit ini. Kyuhyun ingin membatalkan acara makan malam ini saja. Dia ingin pulang dan bergelung dibawah selimut hangatnya. Tapi jika dia pulang Jaejoong tentu saja akan curiga. Dan Kyuhyun tidak ingin dianggap lemah oleh Siwon hanya karena melihat Siwon memeluk orang lain, Kyuhyun melarikan diri. Bukanlah pilihan yang seharusnya dipilih oleh seorang wanita dewasa seperti Kyuhyun.
Dan Kyuhyun sama sekali tidak memiliki hak untuk cemburu atau pun marah saat Siwon memutuskan untuk bersama orang lain bukan? Siwon pantas untuk bahagia, meskipun itu berarti Siwon tidak bersamanya lagi. Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan berusaha melegakan dadanya yang terasa sesak.
Setelah memperbaiki riasan dan mengurangi kesan 'baru saja menangis'-nya, Kyuhyun kembali ke tempat yang telah Siwon pesan. Kyuhyun berusaha menjaga raut wajahnya sewajar mungkin. Kyuhyun bisa melihat Yunho juga telah bergabung disana. Kyuhyun duduk di kursi yang berseberangan dengan Siwon. Kyuhyun dapat merasakan tatapan Siwon yang memperhatikannya sejak dia berjalan menuju meja mereka, tapi Kyuhyun berusaha keras mengabaikan hal itu.
"Kenapa lama sekali, Kyu?" Tanya Jaejoong saat Kyuhyun meletakkan tasnya diatas meja.
"Oh, tadi aku mengantri. Banyak yang ingin menggunakan toilet." Kyuhyun berbohong, di bumi bagian mana yang akan mengantri menggunakan toilet saat kita sedang berada di restorang yang berkelas seperti ini.
Jaejoong hanya mengangguk lalu kembali mengobrol dengan Yunho yang duduk dihadapannya.
"Noona, kau mau memesan apa?" Deg! Hati Kyuhyun langsung tak karuan saat dia mendengar Siwon mengajaknya bicara. Dan hal yang sedikit (banyak) membuatnya kecewa adalah Siwon kembali memanggilnya noona.
Kyuhyun mengangkat kepalanya dan bertemu pandang dengan Siwon yang terlihat sedang menunggu jawaban darinya. Terlihat tampan seperti biasanya. "Aku memesan apa yang Jaejoong pesan saja." Dengan susah payah Kyuhyun mengeluarkan suaranya.
Siwon mengangguk dan berbicara pada pelayan yang sedari tadi menunggu pesanan mereka. Sementara Kyuhyun mencoba bergabung ke dalam obrolan Jaejoong dan Yunho yang sedang berdebat tentang tempat yang akan mereka datangi saat berbulan madu. Namun niat Kyuhyun untuk mengalihkan perhatiannya dari Siwon sama sekali jauh dari kata berhasil. Karena Siwon menatap lurus kearahnya dengan tangan terlipat didepan dada. Pandangan mereka bertemu.
Tidak ada yang berniat untuk menyapa terlebih dahulu. Hanya tatapan yang sarat akan kerinduan yang tak tersampaikan. Siwon tenggelam dalam iris cokelat karamel Kyuhyun yang mampu membuatnya terpaku dan beku. Siwon seakan berusaha mencari sesuatu yang dia inginkan. Berusaha mengerti jalan pemikiran Kyuhyun. Berusaha mencari jawaban yang tepat atas semua keputusan Kyuhyun yang begitu sepihak.
"Siwon, kau tadi berpelukan dengan siapa?" Suara dan pertanyaan Jaejoong mengharuskan mereka mengalihkan pandangan mereka.
"Kibum."
"Kibum? Ah. Pasti dia wanita yang meneleponmu waktu itu ya? Dia pacarmu?" Jaejoong langsung menginterogasi Siwon dengan sangat antusias.
"Bukan. Dia sudah menikah dan baru saja pulang dari bulan madu." Siwon menghela nafas.
"Tapi dia terlihat sangat dekat denganmu. Tidak mungkin kalian tidak ada hubungan apa-apa." Gumam Jaejoong.
Kyuhyun menoleh kearah Siwon yang terlihat kurang nyaman dengan topik pembicaraan itu. Benarkah? Semudah itukah Siwon melupakannya? Tapi Kyuhyun cukup jelas mendengar Siwon mengatakan bahwa wanita itu sudah menikah.
"Sudahlah, sayang. Bukankah tadi Siwon mengatakan bahwa wanita itu sudah menikah. Aku yakin jika Siwon memang sedang berhubungan dengan seseorang, dia pasti memperkenalkannya pada kita. Bukankah begitu Siwon?" Yunho menengahi pembicaraan antara kakak dan adik itu.
"Ya tentu saja akan melakukannya. Tapi bagaimana aku harus memperkenalkan wanita-kupada kalian saat dia sudah memutuskan untuk pergi?" Ucap Siwon sambil memandang lurus kearah Kyuhyun yang menunduk dihadapannya.
"Kau sedang membicarakan apa, Siwon? Aku tidak mengerti." Jaejoong mengerutkan keningnya bingung.
"Lupakan saja. Aku hanya sedikit terbawa suasana." Siwon terkekeh sambil memegang belakang kepalanya.
Yunho ikut tertawa saat melihat suasana yang sedikit canggung.
"Ngomong-ngomong Siwon, sejak kapan kau menumbuhkan rambut-rambut kecil di sekitar rahang dan dagumu itu?" Tanya Yunho.
"Oh iya benar. Kau tahu baby bro, kau benar-benar terlihat aneh. Aku tidak menyukainya. Ya kan, Kyu?" Jaejoong menggamit lengan Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam saja.
"Huh? Y-ya.. kau benar Jae. Aku lebih menyukai Siwon tanpa bulu-bulu itu." Jawab Kyuhyun sambil memaksakan senyum pada Jaeoong.
"Ya.. Sepertinya kali harus membelikan Siwon alat pencukur agar dia tidak terlihat terlalu dewasa dari umurnya yang seharusnya." Celetuk Yunho.
Siwon menyandarkan punggungnya di kursi sambil membelai bibir bawahnya. Dia terlihat seperti sedang berpikir keras sebelum menjawab. "Aku rasa aku akan mempertahankan rambut atau bulu terserah apa kalian menyebutnya. Bukankah dengan begini orang-orang akan menganggap kalian sedang bersama pria yang seumuran dengan kalian. Bukan seorang pria yang berumur dua puluh dua tahun."
Ucapan Siwon cukup membuat hati Kyuhyun berdenyut. Bukan Kyuhyun tidak tahu jika kata-kata itu ditujukan kepadanya. Kyuhyun bahkan tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatap Siwon.
"Kau benar-benar aneh hari ini. Menyebalkan. Eh, Kyu.. kenapa kau jadi sangat pendiam? Apa kau ada masalah?" Jaejoong menoleh kearah Kyuhyun begitu jarang mengeluarkan suaranya.
Jaejoong memang sedikit bingung dengan kelakuan sahabatnya ini. tidak biasanya Kyuhyun begitu pendiam. Biasanya dia akan ikut kedalam obrolan mereka apapun itu topiknya. Tapi malam ini, dia terlihat berbeda. Terlihat tidak nyaman dan terintimidasi. Kyuhyun hanya menundukkan kepala dan hanya mengeluarkan suara saat dimintai pendapat.
"Aku baik-baik saja Jae. Mungkin aku hanya sedikit lelah." Kyuhyun tersenyum kearah Jaejoong yang tengah menatapnya dengan penuh kekhawatiran.
Sementara Siwon yang hanya mendengarkan percakapan mereka, tersenyum kecut. Dia tahu Kyuhyun tidak baik-baik saja. Begitu juga dengan dirinya. Tidak tahukah Jaejoong bahwa dialah yang menyebabkan semuanya menjadi tidak baik-baik saja? Tapi Siwon pun tidak berhak untuk menyalahkan kakaknya itu. Dia bahkan tidak mengetahui apapun tentang hubungan mereka. Seandainya Kyuhyun bersedia untuk berjuang sedikit lebih lama. Seandainya Kyuhyun tidak menye—.. Pikiran itu terputus dengan sendirinya, tidak ingin memperdalam luka hatinya.
Siwon ingin sekali berteriak tepat disamping telinga Jaejoong bahwa dia mencintai Kyuhyun. Siwon ingin Jaejoong tahu bahwa Kyuhyun dan Siwon saling mencintai. Siwon bahkan sangat bingung bagaimana bisa kakaknya itu begitu buta dan tidak menangkap semua tanda-tanda yang ada disekitarnya. Menggosok wajahnya dengan kasar, Siwon berdiri dari tempat duduknya.
"Kalian makan saja duluan. Aku harus melakukan sesuatu dulu."
"Kau payah, Siwon." Gerutu Jaejoong saat Siwon beranjak pergi dari tempat duduknya.
xxx
Apakah mereka sudah benar-benar berakhir dan tidak memiliki harapan lagi?
Siwon memandang wajahnya di pantulan cermin. Siwon benci melihat wajahnya yang sama sekali tidak memperlihatkan emosinya yang sebenarnya. Siwon ingin seperti orang-orang yang dapat mengekspresikan rasa sedinya dengan baik. Dapat berbagi kesedihan dan kecewa kepada orang-orang terdekat. Siwon tidak tahu harus menyalahkan siapa dalam hal ini.
Siwon tertawa hambar. Mungkin inilah saatnya Siwon benar-benar melepaskan Kyuhyun. Merelakan semua perasaannya untuk Kyuhyun yang telah dia pendam selama kurang lebih delapan tahun ini. Membebaskan dirinya dari bayangan cinta pertamanya. Bayang-bayang orang yang telah menyakitinya berulang kali, namun tak juga menyurutkan perasaannya untuk orang itu. Cinta tulus yang dulu tak pernah dia harapkan untuk berbalas.
xxx
"Kyu, kau benar tidak apa-apa? Tidak biasanya kau diam saja."
"Iya Jae, tenang saja. Mungkin aku hanya terlalu lelah." Jawab Kyuhyun sambil menggenggam tangan Jaejoong yang masih memandangnya dengan khawatir.
Pembicaraan mereka tidak berlanjut, saat makanan yang mereka pesan datang. Mereka memulai makan malam tanpa Siwon. Sebenarnya ini atas usul Yunho, karena Jaejoong berniat menunggu Siwon kembali. Namun Yunho meyakinkan Jaejoong jika Siwon mungkin belum akan kembali dalam waktu yang cepat. Terpaksalah Jaejoong menuruti kata-kata calon Suaminya itu.
Kyuhyun makan dalam diam. Otaknya sudah terlalu lelah untuk berpikir. Tapi bayangan Siwon dan kata-katanya tadi masih menganggu pikirannya. Seandainya dia tidak jatuh cinta dan menolak Siwon berulang kali. Seandainya Siwon bukan adik seorang Choi Jaejoong. Kata orang Cinta tidak ada logika dan gila. Tapi kenapa Kyuhyun masih berpikir tentang logika saat dia benar-benar telah jatuh cinta pada adik sahabatnya? Kenapa dia masih sangat peduli tentang pendapat orang-orang jika dia dan Siwon terlibat dalam hubungan yang serius?
"Jae, bukankah itu Siwon?" Suara Yunho membuyarkan lamunan Kyuhyun.
Kyuhyun dan Jaejoong menoleh ke arah panggung kecil yang tak jauh dari meja mereka secara bersamaan. Kaget. Ya, Yunho tidak salah lihat. Itu adalah Choi Siwon. Dia duduk dengan gitar dipelukannya dan mic yang berdiri dihadapannya.
"A-apa yang dia lakukan?" gumam Jaejoong seolah bertanya kepada dirinya sendiri.
"Entahlah, sepertinya dia akan menyanyi." Yunho memandang kearah Siwon sambil tersenyum simpul. Entah kenapa Yunho merasa Siwon akan melakukan sesuatu yang menarik malam ini.
"Bukankah dia sangat romantis, Kyu?" Yunho menyeringai sambil memandang kearah Kyuhyun yang tak melepaskan matanya dari Siwon yang berada diatas panggung.
"Dia.. aku..." belum sempat Kyuhyun menyusun kata-katanya menjadi kalimat yang benar alunan merdu gitar Siwon mulai terdengar.
First Love (Juniel)
When the warm and scented wind passes by my cheeks
I think of your face that i used to love
Oh, when the wild, unknown flowers bloom hidden on the streets
I think of you, whom i hide away in my memories
My baby illa illa illa, baby illa illa illa, baby illa illa illa
Never forget love
"Kyuhyun, Aku mencintaimu."
"Siwon kamu masih terlalu kecil untuk mencintai seseorang."
Kilasan memori itu. Masih sangat jelas diingatan Siwon. Siwon menatap kearah meja dimana Kyuhyun duduk. Dia tidak mempedulikan keberadaan kakak dan calon kakak iparnya disana. Hanya terfokus pada satu orang. Cho Kyuhyun. Cinta pertamanya. Orang yang dicintainya.
Because first love is beautiful, a first love is a flower
Blooming widely when spring comes – dazzling like a flower
Like a young child, a first love is inexperienced
Because you can't unconditionally give and take love
Illa illa illa, illa illa illa, illa illa illa,
My love, good-bye
Kyuhyun mendengarkan suara Siwon yang mengalun menyayikan lagu itu. Lagu itu seolah diciptakan memang untuk mereka. Apa lagi yang bisa Kyuhyun lakukan sekarang? Kata 'goodbye'telah terucap dari mulut Siwon. Kyuhyun tidak bisa membayangkan bagaimana masa depannya tanpa Siwon. Apakah dia mampu benar-benar melepaskan Siwon?
When the stars drawn out on the night sky bring up your memories,
I take you out of my old diaries
My baby illa illa illa, baby illa illa illa, baby illa illa illa
Never forget love
Because first love is beautiful, a first love is a flower
Blooming widely when spring comes – dazzling like a flower
Like a young child, a first love is inexperienced
Because you can't unconditionally give and take love
I was young back then, i didn't know any better
Now i think i will know
I call out to you as i draw you out
Illa illa illa illa, illa illa illa
Illa illa illa illa, never forget love
"Kiss me."
"Please, stop!"
"Ini kesalahan Siwon."
"Aku juga mencintaimu, Choi Siwon."
Siwon menatap tajam kearah Kyuhyun, tidak ada perubahan dari ekspresi wanita itu. Terlihat begitu tenang dan datar. Hanya memandang lurus kearah Siwon. Siwon tidak pernah mengharapkan kata maaf dari Kyuhyun tapi entahlah apa yang dia cari dari apa yang telah dia lakukan ini.
Seeing as a first love is painful, a first love is like a fever
Because after you are mindlessly sick, you become an adult
Because a first love can never be, a first love is lingering attachment
Because you can't have it since you loved too much
Illa illa illa, illa illa illa, illa illa illa, my love, good-bye
Illa illa illa, illa illa illa, illa illa illa, my love, good-bye
"Us. it will never work, Babo."
"Hubungan ini, apapun itu namanya, ini tidak... akan berhasil Siwon."
Siwon mengakhiri lagu yang dia nyanyikan dengan memejamkan mata. Berusaha meresapi segala perasaan yang menghinggapi hatinya saat ini. Hanya ini hal terakhir yang dapat Siwon berikan untuk Kyuhyun. Siwon membuka matanya saat mendengar orang-orang yang ada di restoran itu bertepuk tangan untuknya. Bahkan ada beberapa orang yang berdiri termasuk kakak dan calon kakak iparnya yang tersenyum bangga memandang kerahnya.
Siwon lalu membungkukkan badannya. Setelah memandang sekilas kearah Kyuhyun yang hanya diam dan menatap kearanya. Siwon sadar, inilah akhirnya. Akhir kisah cinta pertamanya. Siwon cukup tahu diri, dia memang tidak pantas untuk bersanding dengan wanita dewasa sukses seperti Kyuhyun. Dia pantas mendapatkan pria yang lebih baik dari Siwon.
Setelah melayangkan senyuman kearah Jaejoong. Siwon tidak kembali ke meja mereka, dia bergegas keluar dari restoran. Dia harus pergi dari sini. Harus.
xxx
Kyuhyun memandang kosong kearah Siwon yang bergegas keluar dari restoran. Kyuhyun benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Semua perkataan Siwon malam itu terngiang kembali di telinganya. Kalimat-kalimat yang seharusnya membuat Kyuhyun menjadi lebih berani dan optimis tentang hubungan mereka.
"Ya, aku cukup tahu diri. Aku memang bukanlah pria yang pantas untuk kau cin..."
"Look at me, Kyu. Pandang aku, tapi aku mohon satu hal pandang aku sebagai Choi Siwon, adik dari Choi Jaejoong dan jangan pandang aku sebagai pria yang memiliki selisih umur delapan tahun lebih muda darimu. Tapi pandanglah aku sebagai pria yang mencintaimu dengan sepenuh hati dan rela melakukan apapun untukmu tanpa peduli berapapun jarak umur yang memisahkan kita. Aku mencintaimu bukan karena umurmu Kyu. Umur hanyalah angka. Aku mencintaimu karena apa adanya dirimu."
"Kau belum yakin? Butuh waktu untuk meyakinkan perasaanmu padaku? Baik. Kau pikirkanlah itu baik-baik, ambil waktumu selama yang kau inginkan. At least, fight for a little."
"Kau sudah menyerah bahkan disaat perang belum kita mulai."
Tapi malam itu Kyuhyun terlalu kalut. Dia terlalu memikirkan anggapan orang. Dia terlalu mempedulikan image-nya di depan orang-orang. Tapi dia sama sekali tidak memikirkan tentang cintanya. Tentang Siwon yang akan selalu ada untuknya jika dia sedikit lebih berani untuk melawan semua anggapan orang tentang mereka. Tapi sekarang semuanya telah terlambat. Atau belum? Kyuhyun bangun dari tempat duduknya, dia berlari kearah mana Siwon tadi pergi.
Kyuhyun tidak peduli pada Jaejoong yang memanggil namanya. Dia tidak peduli dengan kakinya yang memakai high heels. Rasa sakit di tumitnya tidak akan pernah sebanding dengan rasa sakit yang akan dia rasakan jika dia benar-benar kehilangan Siwon.
xxx
"SIWON!" Kyuhyun memanggil Siwon yang telah membuka pintu mobilnya.
"Tunggu dulu!" lanjut Kyuhyun dengan bafas yang terengah-engah, akhirnya dia berdiri tidak terlalu jauh dari Siwon.
Siwon membalikkan badannya sambil menutup pintu mobil yang tadi dia buka. Siwon menjaga raut wajahnya agar terlihat tetap datar dihadapan Kyuhyun. Jika Siwon bisa jujur dia ingin sekali memeluk wanita yang sudah ada dihadapannya ini. Tapi luka hatinya tidak membiarkan hal itu terjadi. Wanita yang sangat pintar dalam hal menarik ulur perasaan dan cinta Siwon. Somehow, Siwon merasa telah dipermainkan oleh Kyuhyun.
"Ada apa?" Suara Siwon terdengar sangat tenang dan dingin di telinga Kyuhyun.
"Kita harus bicara."
"Aku rasa tidak ada lagi hal yang perlu kita bicarakan. Semuanya sudah sangat jelas, Kyu."
Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu menatap Siwon. Nafas Kyuhyun belum teratur. Belum lagi luapan emosi yang tak terbendung lagi kini membuat Kyuhyun mulai berurai air mata. Begitu banyak hal yang ingi dia katakan. Tapi mulutnya tak bisa digerakkan. Hanya air mata yang mewakili segala perasaan Kyuhyun saat ini. perasaan takut kehilangan.
"Aku.. kita.."
Siwon menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sedikit lebih lembut. Siwon benci saat melihat Kyuhyun mengeluarkan air matanya yang berharga.
Kyuhyun menghapus air matanya dengan punggung tangannya. Setelah menghela nafas Kyuhyun menatap Siwon. "Aku tidak ingin kita berpisah dengan cara ini. tidak dengan kau yang berpikiran bahwa aku orang yang pengecut dan mudah menyerah dalam hubungan kita. Aku tahu bahwa aku memang lebih tua darimu, Wonnie. Tapi kau jauh lebih optimis dan berani daripada aku."
"..."
"Diatas semua masalah kita, kekacauan yang telah aku buat selama ini. Aku hanya ingin kau memaafkanku, Siwon. Maafkan aku karena tidak bisa jadi seoptimis dan seberani dirimu. Maafkan aku yang terlalu pengecut dan terlalu mudah menyerah. Maafkan aku yang tidak bisa mengimbangimu dalam hubungan ini. Tapi tolong ingat satu hal, Aku mencintaimu. I really am."
"..."
"Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dari pada aku, Siwon." Dengan berusaha tegar, Kyuhyun beranjak untuk pergi dari tempat itu.
"Benarkah? Lalu bagaimana aku menemukan wanita yang lebih baik itu, Kyu?" Bisikan Siwon sangat pelan namun berhasil menghentikan gerakan kaki Kyuhyun.
"BERITAHU AKU, KYU! Bagaimana caranya agar aku menemukan orang itu? Disaat segala yang aku butuhkan dalam hidupku adalah kau. Hanya seorang Cho Kyuhyun. tidak ada yang lain lagi. Sesulit itukah untuk kau mengerti, Kyu?"
"Siwon, Ak—" Sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya,Siwon mengangkat tangannya tanda dia belum selesai bicara.
"Katakan Kyu. Kenapa kau begitu piawai mempermainkan perasaanku? Kau telah menolakku berulang kali. Tanpa aku tahu apa sebenarnya alasanmu." Siwon menggigit bibir bawahnya.
"A—aku sama sekali tidak pernah memiliki niat untuk menolakmu Siwon. Perasaan kita mutual. Tapi..." Kyuhyun tidak yakin apakah Siwon akan menerima alasannya ini.
Siwon mengerutkan keningnya, menunggu kata-kata yang akan keluar dari mulut Kyuhyun selanjutnya.
"Tapi aku terlalu sibuk memikirkan tentang kenyataan jika Choi Siwon adalah adik dari sahabatku. Tentang keyataan jika umur kita terpaut jauh. Dan aku terlalu takut mengetahui pandangan orang tentang hubungan kita nantinya. Aku terlalu sibuk memikirkan sehingga aku tidak menyadari betapa aku sangat mencintai seorang Choi Siwon. Bukan sebagai adik dari Choi Jaejoong, tapi sebagai seorang pria."
"K—kyu.." Siwon cukup kaget dengan pernyataan terakhir Kyuhyun.
Kalimat itu seperti obat mujarab untuk menyembuhkan luka hatinya yang telah meradang. Hanya dengan dua kalimat itu.
"Jika kau bertanya apa hal yang paling aku inginkan di dunia saat ini, maka aku akan menjawabnya tanpa keraguan. Aku ingin bersama Choi Siwon. Aku ingin belajar mencintaimu sebagai seorang pria yang juga mencintaiku. Bukan sebagai pria yang lebih muda ataupun adik sahabatku. Tapi pria yang akan mendampingiku selama sisa hidupku. Aku mencin—mmphh."
Perkataan Kyuhyun terputus saat bibir Siwon telah menemukan bibirnya dalam kecepatan cahaya. Kini bibir Siwon mulai bergerak diatas bibirnya. Sangat cepat, sampai Kyuhyun tidak dapat memikirkan apapun lagi. Butuh sepersekian detik untuk Kyuhyun membalas lumatan Siwon. Lumatan Siwon yang begitu keras dan kasar kini berubah lebih lembut dan mengimbangi permainan lidah Kyuhyun. tidak ada yang ingin melepaskan pagutan bibir mereka. Seakan tidak pernah cukup dengan itu. Mereka terus berciuman tanpa peduli dimana mereka sedang berada.
Siwon dan Kyuhyun tidak menyadari ada dua pasang mata yang memandang kearah mereka. Sepasang mata membulat sepurna karena shock. Sementara sepasang lainnya hanya menatap pasangan itu sambil tersenyum.
Pagutan bibir Siwon dan Kyuhyun harus terhenti saat mereka medengar suara orang yang sangat mereka kenal.
"Kalian.. apa.. WHAT THE HELL ARE YOU DOING?"
xxx
Hubungan Kyuhyun dan Siwon sudah kembali seperti semula, tapi masalah mereka belum sepenuhnya selesai. Hal yang paling Kyuhyun takutkan benar-benar terjadi. Choi Jaejoong murka. Setelah kejadian ditempat parkir malam itu, belum satu kalipun Jaejoong mengangkat telepon dari Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar takut hal ini akan mempengaruhi proses persiapan pernikahan Jaejoong dan Yunho. Kyuhyun tidak masalah jika Jaejoong marah dan tidak mau berbicara dengannya tapi pernikahan Jaejoong dan Yunho tinggal satu bulan lagi, Kyuhyun benar-benar berharap pernikahan mereka akan berjalan lancar dengan atau tanpa dirinya.
Kyuhyun yang baru saja selesai mandi dan berpakaian, mulai memoleskan riasan di wajahnya yang tak bercacat. Hanya make up sederhana. Mata Kyuhyun menangkap pantulan kalung dengan liontin hati yang kini melingkar di lehernya. Mau tidak mau Kyuhyun tersenyum. Dia benar-benar seperti orang gila sekarang. Disatu sisi dia cemas dan taku tentang masalah Jaejoong. Tapi disisi lain, Kyuhyun benar-benar merasa bahagia dengan hidupnya sekarang. Dia benar-benar bersyukur. Dia berlari mengejar Siwon malam itu. Jika dia tidak melakukan hal itu, Kyuhyun benar-benar tidak berani membayangkan akan jadi seperti apa dia hari ini.
"Sedang memikirkan aku, ya?" Bisikan Siwon terdengar dari belakang, dia bisa merasakan nafas Siwon di lehernya.
Kyuhyun tidak sadar jika Siwon sudah berada dibelakangnya. "Dalam mimpimu." Gumam Kyuhyun sambil tertawa tertahan.
Siwon mencium leher Kyuhyun, namun tiba-tiba Kyuhyun mengingat sesuatu yang mengharuskannya berdiri dan membalikkan badannya.
"Hei, ada apa?" Siwon mengernyitkan keningnya, bingung.
"Kau.. kau sudah berbicara dengan Jaejoong? Bagaimana?" Tanya Kyuhyun sambil memegang lengan Siwon.
Siwon menghela napas panjang. Lalu membelai pipi Kyuhyun dengan lembut. Dia tahu tentang kekhawatiran kekasihnya ini. Tapi Siwon benar-benar belum memiliki kesempatan untuk berbicara serius dengan Jaejoong.
"Belum, sayang. Tapi hari ini aku benar-benar akan bicara dengannya. Aku janji." Ucap Siwon lembut sebelum mendaratkan bibirnya di kening Kyuhyun.
Kyuhyun memejamkan matanya. Menikmati kecupan panjang yang diberikan Siwon. Ada Siwon disampingnya, memberikan kenyamanan dan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Ciuman Siwon turun ke kedua kelopak mata Kyuhyun yang tertutup. Lalu hidung. Lalu kedua pipi yang kini mulai menampilkan semburat merah. Lalu dagu. Lalu Siwon mengecup bibir Kyuhyun. Hanya kecupan singkat. Saat Siwon melepaskan bibir Kyuhyun dan mulai bergerak menjauh, Kyuhyun memindahkan tangannya ke belakang kepala Siwon. Menarik kepala Siwon untuk kembali mendekat dan mempertemukan kembali bibir mereka.
Kyuhyun mencium Siwon dengan dalam dan bergairah. Menekan bagian belakang kepala Siwon agar memperdalam ciuman mereka. Desahan Kyuhyun benar-benar membangkitkan gairah Siwon. Siwon menggigit bibir bawah Kyuhyun dengan lembut, lalu memasukkan lidahnya kedalam mulut Kyuhyun. membelai setiap bagian dari mulut Kyuhyun tanpa ada satu sudutpun yang terlewatkan. Siwon benar-benar tahu cara memanjakan Kyuhyun dengan lidahnya. Kyuhyun melepaskan pagutan mereka untuk bernafas sejenak sebelum akhirnya Siwon kembali menyerang bibirnya dan mencium Kyuhyun dengan gairah yang sudah mencapai ambang batas.
Sementara tangan Kyuhyun mulai bekerja dengan jas dan kancing kemeja yang siwon kenakan. Tangan Kyuhyun mulai bergerak semakin kebawah sementara bibirnya tetap berusaha membalas lumatan demi lumata yang Siwon lakukan. Mereka memiliki kebutuhan yang mendesak. Siwon dengan mudah membebaskan Kyuhyun dari gaunnya. Sementara tangan Kyuhyun mulai bekerja dengan ikat pinggang dan celana Siwon. Sebelum akhirnya Siwon benar-benar terbebas dari segala hal yang dia pakai hari ini. Kyuhyun pun tidak berbeda dengan Siwon.
Siwon memeluk Kyuhyun berusaha menemukan friksi diantara mereka. Lalu bergerak kearah ranjang Kyuhyun. Siwon menggingit telinga Kyuhyun. Desahan berhasil lolos dari bibir Kyuhyun yang menyibukkan tangannya dengan mengeksplorasi tubuh sempurna Siwon.
Setelah membaringkan Kyuhyun, Siwon mengecup bibir Kyuhyun singkat. "Kau sangat cantik, Kyu. Aku mencintaimu."
"W—wonnie.. make me yours. I need you." Bisikan Kyuhyun terdengar begitu seksi dan seduktif di telinga Siwon.
Siwon hanya tersenyum menanggapi ucapan Kyuhyun. Tanpa diminta pun dia akan dengan senang hati menjadikan Kyuhyun seutuhnya miliknya. Membawa Kyuhyun ke surga mereka. Hanya milik mereka.
xxx
Kyuhyun bergerak-gerak tidak nyaman ditempat duduknya dengan tatapan tajam Jaejoong di hadapannya. Tadi pagi Jaejoong meneleponnya mengatakan ingin bertemu dengannya. Disinilah mereka sekarang, di kafe tempat mereka biasa bertemu. Kyuhyun tahu dia adalah pihak yang bersalah disini. Jadi dia tak berhak mengeluarkan suaranya sebelum Jaejoong yang melakukannya terlebih dahulu.
"Kyu.."
Kyuhyun mengangkat kepalanya menemukan Jaejoong memandang kearah jendela besar disamping mereka.
"Kita sudah bersahabat selama delapan belas tahun ini, kau tentu tahu bahwa Siwon sangat berarti untukku."
Kyuhyun mengangguk samar, tidak tahu kearah mana Jaejoong akan membawa pembicaraan mereka.
"Kenapa harus Siwon, Kyu? Dia adikku dan kau sahabatku. Tidak bisakah kau hanya menganggapnya sebagai adik dari sahabatmu. Pandanglah dia sebagai adik Choi Jaejoong."
Kyuhyun terhenyak mendengar ucapan Jaejoong. Tentu situasi seperti ini sudah Kyuhyun perkirakan. Jika Kyuhyun berada di posisi Jaejoong mungkin Kyuhyun tidak akan bertindak selembut ini. Kyuhyun akan langsung memaki-maki orang itu. Tidak akan bisa setenang Jaejoong.
"Maafkan aku Jae." Bisik Kyuhyun sambil menatap sendu kearah sahabatnya yang tidak juga memandang wajahnya.
"Tidak bisakah kau melepaskannya, Kyu? Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadapmu jika kau terus bersama dengan adikku. Dia adalah porselenku, Kyu. Aku tak bisa menyerahkannya padamu jika hanya untuk kau pecahkan. Dia terlalu berharga."
Jaejoong berdiri tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun. tapi Jaejoong menghentikan langkahnya saat dia berada tepat disamping Kyuhyun.
"Pikirkanlah baik-baik. Aku benar-benar memohon padamu, Kyu. Bukan sebagai seorang sahabat tapi sebagai seorang kakak untuk adiknya." Lalu Jaejoong melanjutkan langkahnya.
Namun belum genap lima langkah Jaejoong menjauhi Kyuhyun, Jaejoong dapat mendengar suara lirih Kyuhyun.
"Maafkan aku Jae. Aku benar-benar tidak bisa."
xxx
Jaejoong benar-benar merasa lelah sekarang, tapi dia belum ingin kembali kerumah. Setelah percakapannya denga Kyuhyun yang benar-benar menguras tenaga dan pikirannya, Jaejoong menghentikan mobilnya ditaman terdekat. Disinilah dia, duduk dibawah pohon rindang, menikmati tiupan semilir angin menerpa wajahnya. Berharap semua beban yang kini menghantui hatinya akan ikut pergi bersama angin. Tapi itu tidak mungkin. Kini semuanya sudah sangat jelas. Setiap keanehan yang dilakukan adiknya dan sahabatnya itu. Semuanya jadi masuk akal untuk Jaejoong.
"Bagus, kau tunggu di lobby apartemenmu. Siwon dan aku akan segera sampai."
"APA?!"
"Huh? Sangat cantik."
"Aku rasa aku akan mempertahankan rambut atau bulu terserah apa kalian menyebutnya. Bukankah dengan begini orang-orang akan menganggap kalian sedang bersama pria yang seumuran dengan kalian. Bukan seorang pria yang berumur dua puluh dua tahun."
Kilasan memori itu sudah cukup untuk menjawab semua keanehan-keanehan lain yang ditimbulkan oleh adik dan sahabatnya itu. Terlalu banyak informasi yang Jaejoong dapatkan akhir-akhir ini. dan informasi-informasi itu, terlalu sulit untuk Jaejoong percaya. Adiknya. Sahabatnya. Bagaimana bisa mereka mereahasiakan semuanya darinya? Dia merasa sangat bodoh. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari hal yang sudah jelas-jelas ada di depan matanya?
Jaejoong menghela nafas panjang. Tiba-tiba sebuah kecupan mendarat di pipi kirinya.
"Hai, sayang. Feeling better?" Yunho duduk di samping Jaejoong lalu menarik Jaejoong kedalam dekapannya.
Saat berada dalam dekapan Yunho entah kenapa ada sebuah dorongan yang memaksa air matanya mengalir di pipinya. Jaejoong sangat membenci keadaan yang mengharuskannya menangis seperti ini. Dia terlihat sangat lemah saat dia menangis.
"Sshh.. It's okay. Everything is gonna be alright."
Tangis Jaejoong bertambah kencang saat dia mendengar kata-kata itu dari mulut Yunho.
"Bagaimana mungkin mereka merahasiakan hal seperti itu dariku? Bagaimana mungkin aku tidak tahu tentang mereka? Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya Jaejoong disela-sela tangisnya.
"Hei, tenanglah. Bukankah mereka pasangan yang serasi? Umur bukanlah masalah. Siwon sudah sejak lama mencintai Kyuhyun. Dan bukankah ini hal yang baik jika Kyuhyun membalas cinta Siwon? Kau hanya terkejut, sayang." Bisik Yunho sambil mengelus punggung Jaejoong.
Jaejoong melepaskan pelukan Yunho lalu menatap mata Yunho dalam-dalam. "K-kau.. Kau mengetahuinya? Sejak kapan?"
"Sejak lama. Seharusnya kau memperhatikan cara Siwon memandang Kyuhyun. Pandangan itu sama dengan caraku memandangmu. Aku bukanlah orang yang berhak untuk memberitahumu. Merekalah yang lebih berhak untuk memberitahumu." Yunho kembali menarik Jaejoong kedalam pelukannya.
Jaejoong meronta dan memukul dada Yunho. "Kau mengetahuinya. Kau jahat. Seharusnya kau memberitahuku. Kalau sudah begini apa yang harus aku lakukan Jung Yunho?"
"Restui mereka. Tidak ada salahnya. Selama mereka bahagia dan saling mencintai. Umur hanyalah angka bukanlah masalah yang besar. Kebahagiaan Siwon adalah Kyuhyun, Jae. Pahamilah mereka dengan hatimu. Jangan dengan logikamu." Bisik Yunho sambil mengecup puncak kepala Jaejoong yang sudah berhenti meronta.
xxx
Sudah tiga hari sejak pertemuan Jaejoong dan Kyuhyun. Jaejoong ingin berbicara dengan Siwon tapi dia tidak tahu apa yang sebenarnya harus dia bicarakan dengan adiknya itu. Siwon masih sangat muda. Terlalu muda. Tapi apakah itu masalah yang sebenarnya?
Jaejoong keluar dari kamarnya, saat menuruni tangga, Jaejoong bisa mendengar suara Siwon, Minho dang kedua orang tuanya yang sedang mengobrol. Jaejoong berjalan kearah ruang TV tempat semua orang berkumpul. Lalu duduk di sofa yang kosong berseberangan dengan Siwon yang sedang terlibat pembicaraan serius denga sang Appa.
"Oh, kau sudah bangun. Kau mau Umma buatkan jus juga? Tunggu ya."
"Tidak usah, Umma." Ucap Jaejoong sambil tersenyum.
Siwon menoleh kearah kakak perempuannya yang memberikan tatapan 'aku ingin bicara denganmu' lalu menoleh kearah sang Appa yang sepertinya sudah digamit oleh Leeteuk untuk pergi dari sana. Sementara Minho telah menghilang entah kemana.
"Yah! Yeobbo. Ada apa ini? aku masih punya beberapa urusan penting dengan Siwon." Teriak Kangin saat Leeteuk menarik lengannya kearah taman belakang.
"Kau ikut aku. Kau sudah lama tidak membantuku menyiram tanaman di taman belakang. Ayo." Ujar Leeteuk tanpa peduli teriakan Kangin.
Sementara Siwon hanya terkekeh melihat kelakuan kedua orang tuanya.
xxx
"Jae.. Aku.. Eh..." Siwon mempermainkan jari-jari tangannya yang mulai berkeringat.
"Kau mencintainya?" Jaejoong hanya menatap datar kerah adiknya.
"Huh?"
"Kau mencintainya? Kyuhyun." Tanya Jaejoong lagi.
Siwon menatap Jaejoong bingung. Tapi dia tahu apa yang harus dia jawab. "Aku mencintainya, Jae."
Jaejoong menghela nafas panjang.
"Kenapa harus dia, Siwon? Kenapa harus sahabatku?" Bisikan Jaejoong hanya menambah kadar rasa bersalah Siwon pada kakaknya itu.
Siwon berdiri dan menghampiri Jaejoong. Siwon memeluk Jaejoong. Salah satu wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. orang yang selalu menjaganya selama ini. Siwon benar-benar bersyukur memiliki kakak perempuan seperti Jaejoong.
"Karena dia adalah Cho Kyuhyun. Jika dia bukan Cho Kyuhyun maka aku tidak akan jatuh cinta pada sahabatmu. Simply, because she is Cho Kyuhyun."
Jaejoong tidak menjawab. Dia mengeratkan pelukan Siwon. Dan mulai terisak dibahu adiknya itu.
"Mencintai orang yang lebih tua bukanlah sebuah kesalahan, Jae. Cinta tidak pernah memandang umur. Saat dia memilih untuk mengikat benang takdir dua orang maka itu tidak dapat dihindari. Kami saling mencintai. Itulah kenyataanya."
Jaejoong meremas bagian belakang kaos yang Siwon pakai.
"Dasar anak nakal." Gumam Jaejoong dibahu Siwon sambil memukul punggung Siwon.
Siwon hanya tersenyum. Siwon yakin sesuatu yang baik akan terjadi cepat atau lambat.
xxx
Jaejoong telah memikirkannya dengan matang. Dan muncullah satu keputusan dibenaknya. Dia telah mengirimkan pesan pada Kyuhyun dan Siwon bahwa dia ingin bertemu dengan mereka setelah dia pulang dari kantor. Yunho dengan setia menemani calon istrinya itu. Yunho sudah dapat bernafas lega melihat Jaejoong yang sudah kembali seperti biasa. Yunho memandang Jaejoong yang duduk di sebelahnya. Jauh lebih baik dari beberapa hari yang lalu.
Yunho mencium pipi Jaejoong dengan cepat lalu tersenyum bodoh memandang kedepan. Jaejoong menoleh dan mencubit pipi Yunho.
"Perhatikan jalanmu. Jangan seenaknya mencium pipi orang. Kalu kita menabrak sesuatu, bagaimana?" Teriak Jaejoong mengabaikan Yunho yang meringis kesakitan.
"Orang? Aku mencium calon istriku sendiri." Celetuk Yunho sambil mengelus pipinya yang sedikit memerah.
"Perhatikan saja jalannya, Jung Yunho. Berhentilah bersikap seperti anak kecil."
xxx
"APA TUNANGAN?" teriakan Siwon dan Kyuhyun memonopoli kafe yang mereka datangi.
Siwon membungkukkan badannya meminta maaf saat menyadari teriakan mereka tadi telah mengganggu pelanggan yang lain. Siwon kembali menatap kakaknya yang bersikap seolah tidak terjadi apa. Dia malah asyik suap-suapan es krim dengan si calon suami yang sama anehnya.
Siwon menggamit lengan Kyuhyun yang terlihat kebingungan.
"Jae, kau hanya bercanda, kan?" Tanya Kyuhyun sambil memandang panik kearah Siwon.
"Tidak. Kalian ingin restuku, kan? Maka kalian harus bertunangan tepat di hari pernikahanku." Jawab Jaejoong enteng sementara Yunho hanya cekikikan.
Kyuhyun mengirimkan pandangan membunuhnya pada Yunho yang langsung diam seketika.
"Tapi Jae, Siwon masih terlalu muda."
"Kalau begitu kalian bisa putus sekarang."
"NO!" Siwon dan Kyuhyun langsung menggenggam tangan Jaejoong masing-masing kiri dan kanan.
"Jadi bagaimana?" tanya Jaejoong sambil tersenyum semanis mungkin melihat sahabat dan adiknya terlihat seperti kucing yang tersesat.
Siwon dan Kyuhyun saling pandang sebelum menghela nafas bersamaan. Tidak perlu mereka jawab pun, Jaejoong sudah tahu jawaban mereka dengan pasti. Jaejoong menyeringai lebar lalu mencium pipi Yunho yang hanya menjadi penonton.
"Aku akan pulang sekarang untuk memberitahu Appa dan Umma tentang rencana kalian." Jaejoong menarik tangan Yunho.
"Itu rencanamu, Choi Jaejoong!" Teriak Kyuhyun.
Jaejoong hanya terkekeh meninggalkan Siwon dan Kyuhyun yang masih dalam keadaan shock.
xxx
Kyuhyun memandang kearah Siwon yang kini memejamkan matanya. Kyuhyun tidak akan pernah merasa cukup bila itu tentang Siwon. Kyuhyun meletakkan kepalanya di dada telanjang Siwon. Aroma Siwon benar-benar membuatnya mabuk. Kyuhyun mengecup dada Siwon dengan lembut lalu menyamankan posisinya.
"Berhentilah menggodaku, baby. Kau masih lelah jadi beristirahatlah. Kau membutuhkan energi yang ekstra untuk besok." Siwon mengelus surai coklat Kyuhyun dengan lembut. Sementara tangannya yang lain menepuk-nepuk lembut punggung Kyuhyun.
"Siwon.."
"Eumh.."
"Aku mencintaimu."
"Aku tahu."
"Kau tahu?"
"Ya. Karena aku juga mencintaimu." Bisik Siwon.
"Apa kau mau aku tunjukkan seberapa besar cintaku untukmu?"
"Sebelum itu, aku ingin kau tahu sebesar apa cintaku untukmu, baby. Kenapa kau begitu nakal malam ini?"
Siwon menggulingkan tubuh Kyuhyun hingga berada dibawahnya. Lalu mencium bibir Kyuhyun dengan penuh gairah. Mencium dengan lembut dan memberikan sensasi geli diperut Kyuhyun. Kyuhyun membalas ciuman Siwon dan membiarkan Siwon mendominasi ciuman mereka. Karena Kyuhyun menyukainya saat Siwon mendominasi bibirnya.
"Show me, babo. I'm all yours."
xxx
I love you without knowing how, or when, or from where. I love you simply, without problems or pride. The only thing we never get enough of is love; and the only thing we never give enough of is love. (Pablo Neruda dan Henry Miller)
xxx
The End
ooo
Silahkan tinggalkan jejak ^^
Menerima kritik dan saran dengan senang hati.
Thank you Readers..
Happy Very Belated Wonkyu Day
Love from Wonkyu
