Complicated Love

KrisHo

Boy x Boy, crackpair, ancur aneh, gak jelas, typo bertebaran de el el hahaha

.

All Cast Belong to God

.

.

.

.

.

.

.

Kris sekarang sudah berada di parkiran cafe tempat biasa ia bertemu dengan Suho. Belum juga masuk, Kris sudah bisa melihat Suho sedang melambai-lambaikan tangannya dari kaca transparan di cafe tersebut. Bisa Kris lihat jelas kalau Suho sedang tersenyum sangat manis sekarang.

Kenapa bisa Suho yang sampai duluan di cafe? Padahal tadi Kris berpikir kalau ia yang akan sampai duluan, karena memang tadi ia sengaja berangkat lebih cepat. Inginnya duluan tapi malah keduluan. Hah~ sepertinya Suho sangat bersemangat bertemu dengan Kris.

"Kau sudah lama menunggu?" Tanya Kris saat ia sudah duduk tepat di hadapan Suho

"Kurasa tidak juga." Jawab Suho sambil menggeleng lucu. Kris pun tersenyum kecil melihat itu tapi setelah itu Kris memasang wajah datar lalu tatapannya kosong. Suho menjadi khawatir melihat tingkah aneh Kris tersebut.

"Kris hyung, kau kenapa? Apa ada masalah? Kalau ada ceritakan saja padaku." Tanya Suho cerewet

"Aku baik-baik saja. Ya, aku punya masalah tapi aku rasa bukan masalah besar" setelah menjawab itu Kris pun sedikit tersenyum. Suho ini perhatian sekali, pikir Kris.

"Meskipun begitu, tak ada salahnya kan kalau kau bercerita hyung" mendengar ucapan Suho, Kris tau betul kalau sekarang Suho sangat ingin tau keadaannya yang sebenarnya. Akhirnya Kris pun berniat menceritakan bagaimana hari-harinya yang sepi karena memiliki kekasih seperti Tao.

Belum sempat Kris mengeluarkan sepatah kata, ia tak jadi bercerita karena ia baru sadar kalau ada keganjilan yang terlihat di wajah Suho. Terlihat beberapa noda kebiru-biruan di wajah Suho walaupun sedikit terlihat samar. Dan di sudut bibir Suho pun terlihat ada luka kecil.

"Kau habis berkelahi?" Tanya Kris seraya menyentuh pipi kanan Suho, yang terdapat memar di sana. Bukannya menjawab Suho malah diam saja.

"Suho, jawab aku!" Ucap Kris sedikit memerintah tapi malah terdengar seperti membentak. Suho yang tadinya diam saja kini menundukan kepalanya dan setelah itu bahu Suho tampak bergetar, Kris bisa menebak kalau Suho sekarang pasti menangis. Tanpa pikir panjang Kris pun langsung berdiri dan mengambil tempat duduk tepat disamping Suho. Dengan perlahan Kris pun membawa tubuh Suho dalam rengkuhannya bermaksud membuat namja manis itu tenang.

.

"Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan siapa yang melakukannya?" Tanya Kris karena ia merasa Suho sudah berenti menangis.

"Kai" jawab Suho singkat

"Maksudmu namjachingumu itu yang melakukannya?"

"Iya, memang Kai yang memukuliku."

"Brengsek sekali dia. Kapan ia melakukannya?"

"Dua hari yang lalu"

"Bagaimana mungkin ia tega memukuli kekasihnya seperti ini. Apa perlu si brengsek itu kuhajar?!" Suho menggeleng kecil

"Tidak perlu hyung. Lagi pula sekarang aku bukan namjachingunya lagi, kami sudah putus." Kris pun diam lalu menatap Suho minta penjelasan. Seolah mengerti akhirnya Suho pun menceritakan semuanya

.

flashback

.

.

.

"Kai apa kau benar mencintai ku?" Tanya Suho pada Kai yang kini sedang merebahkan kepalanya nyaman di pahanya. Saat ini mereka ada di apartemen Suho.

"Apa yang kau bicarakan hyung? Tentu saja aku mencintaimu" jawab Kai biasa saja, tapi jawaban yang keluar dari mulut Kai tersebut membuat Suho tanpa sadar tersenyum kecil

"Kalau memang begitu... bisakah kau tak usah bersikap seperti sekarang" kali ini Suho berucap dengan hati-hati. Sementara itu Kai langsung duduk lalu menatap Suho lekat

"Maksudmu apa hyung?" Suho bisa lihat ada kilatan marah di mata Kai sekarang.

"Aku tak nyaman dengan sikapmu yang terlalu mengekangku Kai." Kai terdiam, Suho pun melanjutkan mengeluarkan isi hatinya selama ini

"Aku lelah Kai. Saat kau tau aku mempunyai teman, kau memukuliku. Di saat kau cemburu, kau malah memperlakukanku seperti pemuas napsumu. Aku lelah Kai... aku lelah. kadang aku berpikir kau tak mencintaiku, tapi kau hanya mencintai tubuhku. Aku sakit Kai, sakit." Suho mencoba tak menangis saat mengatakan itu semua. Walaupun begitu nada bicaranya lama kelamaan terdengar sedikit bergetar karena sepertinya ia mencoba bertahan untuk tidak mengeluarkan air mata saat itu juga.

"Hyung! Apakah kau tak mengerti kalau aku bersikap seperti itu karena aku terlalu mencintaimu?!"

"Tapi Kai ak-"

"Kenapa kau seperti ini hyung? Apakah kau mempunyai kekasih lain selain aku?!" Suho hendak menjawab, tapi belum sempat ia mengeluarkan sepatah kata ia malah di beri Kai tamparan yang sangat kuat. Dan tamparan itu sukses membuat sobekan kecil di sudut bibir Suho.

"Kau sialan hyung! Aku sudah mencintaimu, tapi kau malah meragukan cintaku" setelah mengatakan itu Kai bukan hanya menampar Suho tapi ia dengan sadis memukuli Suho tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.

Saat Kai merasa Suho sangat lemas barulah ia menghentikan aksi memukulinya.

"Aku rasa hubungan kita berakhir sampai di disini hyung" setelah mengatakan itu, Kai pun pergi meninggalkan Suho yang sepertinya sekarang dalam keadaan setengah sadar.

"Kai" lirih Suho lalu jatuh pingsan.

.

flashback end

.

.

.

"Aku pikir aku sedang bermimpi saat itu. Tapi saat aku terbangun aku tetap dalam keadaan mengenaskan. Hah... tapi yasudah lah, setidaknya sekarang aku sedikit merasa tenang karena tak terikat hubungan lagi dengan Kai yang memiliki cara mencintai seseorang dengan begitu mengerikan." Setelah mengucapkan itu Suho pun memaksakan untuk tersenyum.

"Jadi apakah kau masih mencintainya?"

"Aku rasa... aku sudah tidak mencintainya lagi hyung. Karena sepertinya aku jatuh cinta pada orang lain." Dan Suho pun kini tersenyum, senyuman yang ini terlihat sangat memukau dimata Kris beda sekali dengan senyum sebelumnya yang terlihat dipaksakan. Benar juga kata orang sesuatu yang di lakukan secara terpaksa itu tak akan berjalan dengan lancar. Seperti halnya senyum Suho yang sebelumnya terlihat begitu aneh karena sangat jelas terlihat Suho tersenyum dengan terpaksa.

"Jadi Suho, sekarang... siapa orang beruntung yang kau cintai itu?" Bukannya menjawab Suho malah menatap Kris penuh arti. Dan entah mengapa melihat tatapan Suho saat itu membuat detak jantungnya sangat sangat menggila. Siapa sebenarnya orang yang membuat Suho jatuh cinta?

"Haruskah aku menjawabnya hyung?" Kris hanya menatap Suho

"Bagaimana, kalau aku jatuh cinta pada orang yang bersamaku sekarang" Kris menautkan alisnya bingung, sementara itu Suho tersenyum penuh arti

"Aku jatuh cinta pada Wu Yifan, kau tau dia kan hyung?" Setelah mengatakan itu Suho pun tertawa kecil, aneh saja rasanya saat mengatakan itu

"Kau serius jatuh cinta padaku?" Kris bertanya mencoba meyakinkan lagi kalau apa yang di katakan Suho tadi memang benar dan Suho pun balas mengangguk yakin.

"Tapi, aku masih punya Tao dan-"

"Aku tau hyung. Lagi pula, aku hanya ingin mengatakannya saja kok. Aku mengerti kalau Kri-" belum lagi Suho menyelesaikan kata-katanya, tapi Kris malah memotongnya

"Kurasa kita bisa mencobanya"

"Maksudmu hyung?" Tanya Suho sambil menatap Kris dengan tatapan polos

"Kalau kau mau, kita bisa menjalin hubungan yang lebih." Suho membulatkan matanya kaget karena tak menyangka Kris akan mengatakan hal seperti itu

"Jadi kau berniat selingkuh hyung?"

"Menurutmu?" tanya Kris sedikit cuek

"Tapi, bagaimana dengan Tao?"

"Selama Tao tidak tau, semua pasti baik-baik saja." Mendengar itu, perlahan bibir Suho pun mengembangkan sebuah senyuman yang terlihat sangat sangat manis. Kris pun tanpa sadar ikut mengembangkan senyum juga.

'Semoga ini berjalan dengan baik' ucap Kris dalam hati.

.

.

.

.

.

.

te be ce

.

udahan dulu ya muahaha ngemeng ngemeng maaf kalau chap ini pendek lagi u,u

Hmm makasih banyak aja buat yang review dichap sebelumnya :3

Buat chap ini...

Reviewnya lagi, boleh? ._.