Complicated Love

KrisHo

Boy x Boy, crackpair, typo bertebaran, aneh, ancur de el el hahaha

.

All Cast Belong to God

.

.

.

.

.

.

.

Tak terasa Kris dan Suho sudah menjalin hubungan selama tiga bulan. Mereka pun sekarang sudah memiliki panggilan sayang. Suho memanggil Kris dengan Yifan, sedangkan Kris memanggil Suho dengan Joonie, Myunie, Joonmyunie atau apalah itu yang terdengar manis haha

Dan yah, sekarang Kris sudah tak ambil pusing lagi dengan hubungan yang sedang dia jalani bersama Suho sekarang. Tao juga tidak akan pernah tau, asalkan tidak ada yang memberi tau. Lagipula perasaan Kris terhadap Tao kini sedikit demi sedikit terasa menghilang entah kemana.

.

.

.

Hari ini Kris dan Suho pergi ke pantai. Bisa dibilang ini seperti menghabiskan waktu liburan bersama, sebelum Suho kembali masuk sekolah dan Kris kembali mengajar.

Kris sengaja mengajak Suho berlibur ke pantai yang agak jauh supaya mereka bisa menikmati waktu bersama yang banyak dengan keadaan aman aman saja. Sejujurnya ini adalah pertama kalinya Kris berlibur bersama seseorang, Kris tak pernah mengajak Tao berlibur karena Kris sadar kemungkinan Tao bisa sangat kecil.

.

Kini Kris dan Suho sedang dalam perjalanan. Kris dengan tenang mengemudikan mobilnya sementara itu Suho hanya diam dan sesekali melirik Kris.

"Yifa-" baru saja Suho mau membuka pembicaraan tapi ponsel Kris malah berdering menandakan ada yang menghubunginya

"Sebentar ya" ucap Kris lalu tersenyum kecil pada Suho dan segera mengambil ponselnya

"Tao?" Kris sedikit kaget karena tak menyangka Tao akan menelpon sekarang, Suho pun juga ikut terkejut karenanya.

Tao menelepon? Ahh kenapa Tao menelpon Kris disaat ada Suho seperti ini. Lama juga Kris dan Tao berbicara, dan selama itu pula Suho diam sambil memainkan kancing kancing bajunya atau sesekali melihat pemandangan sepanjang jalan dari balik jendela mobil. Suho jadi penasaran seperti apa Tao itu? Selama ini Suho hanya tau namanya saja, tapi belum tau Tao itu wajahnya seperti apa.

.

"Myunie... Joonmyunie"

"HAH?! Ehh... Ma-maaf"

"Kau melamun?" Pertanyaan dari Kris hanya dibalas Suho dengan tatapan bingung

"Kau kenapa sih?"

"Aku tidak apa-apa Yifan, aku hanya sedikit mengantuk" mendengar jawaban Suho, Kris pun tersenyum kecil lalu mengacak pelan rambutnya

"Kita sudah sampai" ucap Kris, mendengar itu Suho cepat cepat membuka pintu mobil dan segera keluar. Sepertinya Suho sangat bersemangat, tidak sabar untuk segera menginjakan kakinya ke pantai. Sekarang mereka sudah ada dipenginapan yang dekat pantai.

"Joonmyun kemari, kita ambil kunci dulu"

"Kunci? Kunci apa?"

"Kunci kamar kita" jawab Kris santai

"Kamar kita? Apakah itu berarti kita satu kamar?"

"Kalau iya, kenapa?" Raut wajah Suho berubah aneh saat mendengar ucapan Kris tersebut

"Yifan mesum!" Suho pun menatap Kris sebal lalu mengerucutkan bibirnya lucu. Melihat itu Kris pun tertawa kecil

"Jangan berpikir macam-macam. Aku tak berniat melakukan yang aneh aneh." Ungkap Kris lalu tersenyum.

.

.

.

Malamnya, karena Suho dan juga Kris merasa cukup lelah hari ini akhirnya mereka pun tak berniat untuk keluar kamar.

"Myunie, apa kau merasa lapar?" Tanya Kris sambil mengusap pipi Suho yang saat ini sedang menatap langit malam dari balik jendela kamar mereka.

"Tidak, kenapa? Apa kau lapar Yifan?"

"Aku juga tidak. Kau harus tau kalau aku ini hanya makan sekalii sehari."

"Benarkah?" Yifan mengangguk

"Hmmm... kalau begitu berarti saat kita menikah nanti biaya makan kita bisa jadi sangat hem-" Suho segera menghentikan kata-katanya saat ia menyadari kalau perkataannya sudah sangat berlebihan.

Menikah? Suho dan Kris? Yang benar saja, sepertinya itu tidak mungkin mengingat kalau dalam hubungan mereka saja, posisi Suho disini bisa dibilang hanya selingkuhan Kris.

Mendadak wajah Suho pun berubah sedih saat memikirkannya. Tak usah diberitahu Kris tau benar kenapa Suho menampakan wajah sedih seperti itu.

Kris tak enak hati. Tapi Kris juga tak ingin disalahkan saat ini. Karena dari awal Kris hanya memberi tawaran dan Suho dengan senang hati menerimanya. Kris sadar betul walaupun Suho selalu terlihat bahagia saat bersamanya, tapi Suho akan mendadak sedih saat mengingat kalau Kris bukan hanya miliknya saja.

"Ada apa?" Tanya Kris berpura-pura tak mengerti kenapa Suho tiba-tiba menghentikan kata-katanya tadi.

"Kurasa aku hanya lelah" jawab Suho lesu. Lalu Suho pun berbaring ditempat tidur diikuti Kris setelahnya. Suho berbaring menggunakan lengan Kris sebagai bantalan kepalanya.

"Yifan"

"Hmm..."

"Tao itu seperti apa?" bukannya menjawab Kris malah tekekeh mendengar pertanyaan Suho tersebut

"Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"

"Aku kan hanya ingin tau sainganku itu seperti apa" setelah mengatakan itu Suho pun cemberut

"Baiklah, aku akan memberitahumu bagaimana Tao itu"

"Tao itu elegan, anggun, pintar dan manis" Suho merapatkan bibirnya, mencoba menahan rasa iri saat Kris mengucapkan kata-kata yang seperti pujian itu terhadap sosok Tao.

"Kau tidak perlu iri dengannya, karena nyatanya Tao adalah seorang model. Jadi wajar sajakan dia seperti itu"

"Apa mo-model?" Suho memandang Kris tak percaya

"Tao? Model? Jangan-jangan Tao yang itu?!" Kris tak bisa menahan tawanya saat ini. Ekspresi Suho sekarang terlihat sangat lucu dan manis. Hanya Suho yang bisa membuat Kris tertawa seperti ini, Suho memang berbeda dengan Tao. Suho lebih hangat dan menyenangkan.

"Apa selama ini kekasihmu itu ZiTao si model terkenal itu?"

"Well, sepertinya kau sudah mengenalnya"

"Yifan, apa kau tidak tau kalau aku ini bisa dibilang penggemarnya" ungkap Suho ceria membuat Kris senang melihatnya.

"Yifan"

"Apa?" Suho tak menjawab tapi yang ada ia malah mengecup Kris tiba-tiba

"Kenapa kau menawarkanku untuk menjalin hubungan seperti ini?"

"Karena aku merasa nyaman saat bersamamu" ucap Kris lalu mengecup sayang pucuk kepala Suho

.

.

.

.

.

.

tbc

.

haha silahkan timpukin aku, udah update lama pendek pula lanjutanya muahahaha nyatanya aku Cuma bisa sampai sini doang, sempga kedepannya ini ff bisa tamat :_:

hah udalah, ripiunya boleh dong ya? ._.