Warning: boy x boy, gak jelas, typo bertebaran, ooc mungkin muahaha

.

All Cast Belong to God

.

.

.

.

.

.

"Yifan"

"Apa?" Suho tak menjawab tapi yang ada ia malah mengecup Kris tiba-tiba

"Kenapa kau menawarkanku untuk menjalin hubungan seperti ini?"

"Karena aku merasa nyaman saat bersamamu" ucap Kris lalu mengecup sayang pucuk kepala Suho.

.

.

.

"Errr... Yifan, sekarang bagaimana perasaanmu pada Tao?" Sumpah demi apapun, Kris selalu berharap Suho tak akan menanyakan ini. Karena pertanyaan yang seperti ini yang selalu ingin Kris hindari pasalnya dia tidak tau harus menjawab apa.

"Aku... aku tidak tau" jawab Kris seadanya karena saat ini ia memang bingung dengan perasaannya sendiri. Suho memandang Kris dengan tatapan yang sulit diartikan. Tak lama Suho pun mendongak lalu mencium bibir Kris lembut

"Apa?" Tanya Kris setelah Suho menciumnya

"Kenapa responmu seperti itu?" Suho pun cemberut

"Memang maunya seperti apa?"

"Ughh sudahlah lupakan, kau menyebalkan" Kris hanya terkekeh kecil lalu menarik Suho kedalam pelukan hangat. Akhirnya mereka pun menghabiskan malam dengan saling berpelukan.

.

.

Paginya Suho bangun lebih dulu daripada Kris. Suho pun melihat Kris yang masih betah memeluknya. Wajah Kris paling bagus saat masih tidur seperti ini walaupun sedikit berantakan dan rambut yang acak-acakan, tapi itu semua malah membuat Suho semakin jatuh dalam pesonanya Kris.

"Wu Yifan, andai saja kau cuma milikku" ucap Suho dengan wajah sendu. Selanjutnya Suho pun mencium Kris lembut, sepertinya ia berniat memberikan morning kiss yang manis pada Kris.

Tak lama Suho melepaskan ciumnya, Kris menunjukkan tanda tanda akan terbangun. Wow sebesar itu kah efek morning kiss yang Suho berikan sehingga dapat membuat Kris terbangun haha

Dengan perlahan Kris membuka matanya, lalu mengerjapkan matanya berkali-kali agar terbiasa dengan cahaya matahari yang menembus kaca kamar mereka.

"Pagi" ucap Suho dilengkapi dengan senyum manisnya. Kris ikut tersenyum lalu mencium bibir Suho kilat, dan hal itu sukses membuat Suho merona. Kris pun tertawa kecil melihat Suho yang sekarang sedang malu.

.

.

.

"Ayo kita kepantai" ajak Kris pada Suho. Sekarang Suho ingin sekali berteriak karena Kris terlihat sangat sangat sangaaaaaaat tampan.

Setelah bangun pagi tadi mereka merencanakan kalau hari ini akan menghabiskan sepanjang waktu dipantai. Dan sepertinya sekarang mereka terlihat sudah siap.

.

Pantai yang mereka kunjungi kini terlihat cukup ramai. Sepertinya lumayan banyak orang yang datang untuk menghabiskan waktu liburan mereka disini.

"Kris, kita kesana" ucap Suho senang sambil menyeret-nyeret Kris dengan semangat. Kris hanya mengikuti Suho saja.

"Kris bagaima-" ucapan Suho terhenti karena mendengar ponsel Kris berdering. Suho tak suka itu, ia yakin itu pasti Tao yang mencoba menghubungi Kris.

Tak ingin kegiatannya berdua dengan Kris diganggu. Akhirnya saat Kris baru mau mengangkat panggilan telepon tersebut, Suho dengan cepat merebut ponsel Kris lalu menyembunyikannya dibelakang punggungnya.

"Myunnie kembalikan ponselku" ucap Kris sambil berusaha mengambil ponselnya dari Suho

"Aku tidak mau" ucap Suho cemberut sambil melangkahkan kakinya mundur

"Jangan main-main Myunnie, mungkin itu panggilan penting" Kris tak habis pikir kenapa tiba-tiba Suho menjadi kekanak-kanakan seperti ini

"Bukan, aku tau benar itu panggilan dari Tao"

"Iya, makanya kembalikan ponselku"

"Kau jelek, kau pembohong Yifan" ucap Suho sambil terus melangkahkan mundur kakinya.

"Aku pembohong?" Oke, sekarang Kris sudah mulai khawatir karena langkah kaki Suho sudah mulai memasuki air

"Kau pernah bilang kalau Tao jarang menghubungimu, tapi kenapa akhir-akhir ini ia sering menelponmu. Kau jelas seorang pembohong Yifan!"

"Aku juga tak tau kenapa tiba-tiba Tao jadi sering menghubungiku. Sudahlah Myunnie berhenti bermain-main, kesini dan kembalikan ponselku"

"Tak bisakah saat berdua denganku kau matikan ponselmu Yifan! Kau menyebalkan" Suho tetap saja melangkahkan kakinya mundur, lihat saja sekarang air pantai sudah mencapai selutut Suho.

"Kim Joonmyun!" Akhirnya Kris pun menarik paksa Suho dari air, Kris tak suka situasi seperti ini. Kris paling anti dengan hal-hal yang menyebabkan pertengkaran seperti ini.

"Kau ini kenapa sih?!" Tanya Kris tanpa sadar malah membentak Suho. Bukannya menjawab Suho malah pergi meninggalkan Kris, setelah sebelumnya ia menyerahkan ponsel yang direbutnya secara paksa tadi kepada pemiliknya. Kris menatap Suho yang sekarang sudah tampak jauh, ia jadi sedikit bersalah pada namja manis itu.

.

Suho kesal, sekarang ia ada dibagian pantai yang sangat sepi tak ada pengunjung disana. Hanya ada Suho yang sedari tadi mengumpat kecil sambil menendang apa saja yang ada dihadapannya, entah itu kerikil atau apalah itu. Yang jelas ia kesal, dan sedaritadi ia mencoba menahan tangisnya namun akhirnya air matanya pun keluar juga.

"Kenapa aku tadi seperti itu? Harusnya aku sadar dengan posisiku, aku tak lebih dari selingkuhannya Yifan. Sudah sewajarnya kalau Yifan lebih menomor satukan Tao hiks"

"Unghh kau bodoh Kim Joonmyun, bodoh!" Umpat Suho pada dirinya sendiri. Entah siapa yang harus disalahkan dalam hubungan ini. Dirinya yang jatuh cinta pada orang yang sudah memiliki kekasih atau Yifan yang menawarkannya untuk menjalin hubungan perselingkuhan ini.

Andai saja ia tak menerima tawaran Yifan, andai saja ia tak jatuh cinta pada Yifan, andai saja... Arghhhh menyebalkan.

.

Hari sudah beranjak sore, sekarang Kris mulai khawatir karena setelah pertengkaran tadi Suho tak kunjung pulang juga.

Kriet

Dengan cepat Kris menoleh saat mendengar suara pintu dibuka, ia harap itu Joonmyunnya. Dan syukurlah itu memang Joonmyunnya.

Kris hendak memeluk Suho saat itu juga, tapi diurungkan niatnya saat melihat keadaan Suho saat itu. Matanya merah dan bengkak, wajahnya pun sangat kusut. Kris tau pasti kalau Suho menangis sangat lama tadi.

"Kau darimana saja?" Tanya Kris hati-hati

"Hanya jala-jalan saja" jawab Suho seadanya. tak ingin berlama-lama dengan Kris, Suho pun mamilih melangkahkan kakinya menuju kamar mandi berniat untuk menyegarkan diri.

Setelah beberapa lama akhirnya Suho pun keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap. Sekarang Suho sudah terlihat sedikit segar. Dengan langkah kecil Suho menuju balkon kamar tersebut tak diperdulikannya Kris yang berbaring sambil terus menatapnya dari ia keluar kamar mandi tadi.

Suho menatap langit yang kini sudah gelap dan dilengkapi dengan bintang-bintang yang sangat indah. Ia begitu menikmati pemandangan langit malam tersebut tanpa menyadari kini Kris sudah berdiri tepat dibelakangnya.

"Kau masih marah?" Tanya Kris hati-hati sambil mencoba memeluk Suho dari belakang. Suho sedikit terkejut tapi kalau boleh jujur pelukan Kris sekarang sangat nyaman dan hangat.

"Marah kenapa?"

"Soal yang tadi, aku minta maaf"

"Tidak Yifan, kau tidak salah kok"

"Tapi ak-"

"Nyatanya aku yang salah, aku tidak tau diri. Sudah jelas aku hanya selingkuhanmu, tapi aku malah bertingkah. Aku sungguh memalukan, harusnya aku sadar Tao itu unggul dalam segala hal termasuk unggul dalam hatimu. Biar bagaimana pun aku ini bukan apa-apa, aku hanya seseorang yang datangnya belakangan" setelah mengatakan itu Suho mendesah panjang, sementara itu Kris sukses terdiam. Entah mendengar kata-kata Suho, Kris jadi bingung harus merespon apa. Lama mereka terdiam sampai akhirnya Suho berbalik dan dengan tiba-tiba mengecup bibir Kris kilat

"Kris hyung" panggil Suho. Apa kenapa Suho memanggilnya seperti itu, kemana perginya panggilan sayang yang selalu diberikan Suho padanya. Tiba-tiba perasaan Kris tidak enak, Kris berharap kalau Suho tak mengatakan hal-hal yang aneh-aneh.

"Hyung, bagaimana kalau hubungan ini kita akh-" tidak Kris belum bisa menerima ini, ia tak ingin mengakhiri kisahnya dengan Suho sekarang. Terdengar egois bukan?

"Kau lelah, bagaimana kalau kita tidur sekarang saja"

"Hyung aku ingin kita mengak-"

"Sudahlah kita bisa membicarakan ini lain kali. Lagipula besok kita sudah akan pulang" Suho diam akhirnya dengan langkah malas Suho pun masuk dan membaringkan tubuhnya diranjang mereka. Kris pun menghembuskan napas lega, karena sekarang Suho masih miliknya.

.

.

.

Setelah liburan itu, Suho jadi sering menghindari Kris. Kris tak mengerti kenapa Suho menjadi seperti itu. Kemana perginya Suho yang selalu bisa membuat dirinya tersenyum?

.

Hari ini Suho sengaja membolos, ia terlalu lelah untuk sekolah ahh lebih tepatnya terlalu lelah menghindari Kris. Suho lelah dengan hubungan ini. Kalau dihitung-hitung mungkin Suho sudah tak bertemu dengan Kris selama seminggu. Sudah sepantasnya ia melepaskan diri dan membiarkan Kris hanya berhubungan dengan Tao. Suho menatap sedih kearah ponselnya yang sedaritadi terus bergetar. Ia tau itu pasti Kris yang sedang mencoba menghubunginya.

Setelah beberapa menit ponsel Suho terdiam, tak lama ponsel Suho kembali bergetar. Dengan malas Suho mengambil ponselnya dan melihat layarnya. Sedikit bingung karena yang menghubunginya sekarang adalah nomor tak dikenal. Dengan sedikit ragu Suho pun mengangkatnya

"Halo"

"..."

"Halo" ucap Suho sekali lagi

"A-ahh ya, apa ini Kim Joonmyun?" Tanya sang penelpon membuat Suho bingung, sebenarnya siapa?

"Iya benar, ada apa?"

"Perkenalkan aku Tao"

"Hah Tao?" Sumpah demi apa Suho sangat terkejut serasa seperti mendapat serangan jantung. Benarkah yang menghubunginya ini Tao, Tao namjachingunya Kris? Ahh mungkin saja bukan, mungkin ini Tao yang lain. Pikir Suho karena tak ingin memikirkan yang aneh-aneh

"Joonmyun-ssi bisakah aku minta tolong padamu?" Suara Tao terdengar bergetar seperti sedang menahan tangis sekarang

"Minta tolong apa?" Suho sedikit bingung sebenarnya kenapa tiba-tiba Tao menghubunginya sekarang

"Bisakah kau menjaga Kris?" Apa Kris?! Berarti yang menghubunginya sekarang memang Tao namjachingunya Kris itu. Unghh demi apa Suho sungguh sangat tidak mengerti apa yang sedang terjadi kini

"Maksudnya?"

"Kau tau kau sangat berbeda denganku. Kris bilang saat bersamaku ia tak pernah merasa senyaman saat bersamamu"

"A-aku tak mengerti maksudmu"

"Sudahlah, aku sudah tau semuanya kok. Semoga hari-hari kalian menyenangkan"

"Tapi kam-"

'tutt tut tutttt' hah sepertinya Tao sudah menutup sambungan teleponnya. Suho syok, dia sungguh tidak bisa menangkap apa pun dari pembicaraan dari Tao tadi. Sebenarnya apa maksudnya, apa Tao melepaskan Kris untuknya. Pemikiran-pemikiran itu membuat Suho sedikit pening.

'Tingtong'

Bunyi bel tersebut membuat Suho sadar dari pemikiran-pemikiran anehnya. Dengan cepat Suho pun berlari untuk membukakan pintu.

"Hyung" ucap Suho lirik saat mendapati Kris sudah berdiri didepannya. Suho menunduk tak berani menatap Kris saat ini.

"Myunie" setelah mengucapkan panggilan sayangnya pada Suho, Kris pun langsung memeluk Suho erat berusaha menyalurkan rasa rindunya yang berhari-hari tanpa sosok Kim Joonmyun disampingnya.

"Bagaimana kabarmu hari ini Myunie?" Tanya Kris sambil berusaha membawa Suho yang masih dalam pelukan eratnya masuk kedalam apartemen.

"Cukup baik, dan sekarang sangat baik. Terima kasih sudah datang padaku" jawab Suho lirih sambil membalas memeluk Kris erat

"Kau sendiri, bagaimana kabarmu Yifan?" Kris tersenyum ketika mendengar Suho yang memanggilnya dengan panggilan sayangnya, tidak seperti kemarin kemarin Suho yang memanggilnya dengan embel embel hyung -_- Kris tak suka mendengarnya.

"Sangat baik karena akhirnya aku bisa memelukmu lagi Myunie"

"Aku merindukanmu Myunie"

"Aku pun juga sangaaatt merindukanmu Yifan" Suho melepaskan pelukan mereka dan dengan cepat dikecupnya bibir Kris

"Hanya kecupan?"

"Memang kau mau apa?" Tanya Suho sambil menatap Kris nakal. Kris tak menjawab, ia malah mendekatkan wajahnya pada wajah Suho dan detik berikutnya Kris sudah melumat bibir Suho. Beberapa menit berlalu akhirnya mereka pun melepaskan tautan bibir mereka.

Wajah Suho terlihat memerah sekarang, Kris selalu senang menatap wajah Suho yang seperti itu.

.

"Myunie tentang hubungan kit-"

"Aku tau Yifan, tadi Tao menghubungiku dan-"

"Apa?! Tao menghubungimu" Suho mengangguk, Kris bingung kenapa bisa Tao menghubungi Suho. Apa saja yang sudah dikatakan Tao pada Suho. Kris harap tidak yang aneh-aneh.

Apa salah, Kris berkata jujur pada Tao kemarin? Kris mengakhiri hubungannya dengan Tao setelah sebelumnya ia menceritakan segala hal yang dilaluinya dengan Suho. Sedikit merasa bersalah memang karena membuat Tao menangis saat itu. Tapi mau bagaimana lagi, jika hubungannya dengan Tao tetap dilanjutkan Kris tak yakin akan mencapai kebahagiaannya dengan sempurna. Dan saat itu Tao terlihat ikhlas ikhlas saja melepaskan Kris.

Tapi, tapi Kris masih belum mengerti tadi Suho mengatakan kalau Tao menghubunginya. Untuk apa?

"Tao mengatakan apa saja?" Tanya Kris was was

"Tao bilang kalau aku harus menjagamu" setelah mengatakan itu Suho pun tersenyum lebar begitu juga dengan Kris dan selanjutnya mereka saling berbagi kehangatan dalam pelukan mereka.

Menjaga Kris? Menjaga diri sendiri saja Suho masih belum benar, apa lagi menjaga orang lain haha yang benar saja. Tapi, berdoa semoga saja hubungan mereka berjalan dengan baik.

.

"Jadi apakah sekarang aku sudah menjadi nomor satu untukmu, Yifan?"

"Tentu saja"

"Terima kasih sudah memilihku Yifan"

"Apa aku tak dapat hadiah darimu?"

"Hadiah apa?"

"Mungkin saja dengan menikmati dirimu malam ini, Myunie" Kris menyeringai setelah sebelumnya ia mengerling nakal kearah Suho. Sedangkan Suho hanya bisa membulatkan matanya karena mendengar kata-kata Kris yang sedikit menakutkan baginya.

.

.

.

.

.

.

END

.

Oke segini cukup ya, maaf kalau tamatnya gini banget haha mengecewakan dan gak jelas sangaaaaaat muahaha aku udah usaha semampuku buat nerusin ini, dan akhirnya cukup sampai disini ._. ahh maaf kalau banyak typo, aku terlalu malas untuk membaca ulang dan edit sana sini. jadi aku harap kalian bisa memakluminya :)

Dan makasih buat yang udah ripiu di chap chap sebelumnya :)

.

Hmm sudahlah

Buat yang terakhir, ripiunya boleh? Hahaha