Kyuhyun POV
"Nama saya Sara dan saya hanya mau dipanggil seperti itu. Tidak ada noona, eonnie atau Sara-ssi. Hanya Sara." dan hanya itu yang dia katakan. Tidak ada 'selamat pagi' atau 'halo semuanya' seperti bagaimana orang biasanya memperkenalkan diri.
"Ta..tapi, itu kan tidak sopan." Seorang trainee tanpa sadar berkomentar dengan suara yang terlalu keras. Namun dia langsung menekap mulutnya saat melihat pandangan mata Sara yang tajam terarah padanya. "Ma…maaf." Tambah trainee itu dengan kepala menunduk.
Bisikan terdengar di sana-sini; bahkan Krystal dan Jessica yang duduk dengan band mereka masing-masing sekarang berkomunikasi dengan bahasa tubuh yang aneh dan memancing tawa orang-orang di sekitarnya. Satu dehaman keras dari Soo Man sendiri mengakhiri semuanya.
"Sara-ssi akan menjadi manager media Indonesia di dalam managemen kita. Mari bekerja sama untuk mengatasi problem kita sekarang ini." Kata Soo Man sambil mengangguk sekilas ke arah Sara yang hanya dibalas dengan senyuman kecil.
"Tadi katanya tidak ada panggilan Sara-ssi?" trainee yang tadi tanpa sadar berkomentar lagi dengan suara keras. Anak ini memang terkenal dengan mulutnya yang sering kelepasan bicara. "Eh, maaf." Tambahnya saat lagi-lagi dipandang oleh Sara dengan tatapan tajamnya.
Semua orang kaget ketika kemudian Sara melempar senyum ke arah trainee tersebut. "Itu hanya untuk kalian, idol dan calon idol." Kemudian dia membungkuk 90 derajat ke arah kami, talent , manager dan staff SME. Posisinya sekarang ini memang berada di atas panggung yang lebih tinggi dari tempat kami duduk lesehan di lantai hall. Tapi tetap saja, membungkuk 90 derajat? Wow.
Dia lalu menghadap ke arah Soo Man dan para direktur SME berdiri berjajar di sampingnya. Mereka semua, para direktur dan Soo Man membungkuk 90 derajat kepadanya dan betapa kagetnya kami, -talent, manager dan staff- ketika Sara hanya menundukkan kepalanya untuk membalas mereka. Membungkuk 90 derajat pada kami dan hanya menundukkan kepala kepada mereka? Padahal mereka membungkuk 90 derajat kepadanya. Wow. Dua kali wow kalau perlu.
Bisa dilihat satu dua direktur ekspresinya berubah menjadi tegang saat melihat sikap Sara. Muka Soo Man sendiri sudah memerah, tetapi terlihat jelas bahwa mereka semua menahan diri. Ada apa ini? Kenapa para direktur dan CEO yang berkuasa itu sekarang jadi seperti anak anjing yang tidak berdaya di depan si manager baru?
Baru juga mulut kami terbuka untuk saling berkomentar, seorang direktur berseru menyuruh kami membubarkan diri dan kembali ke kegiatan masing-masing.
Well, Sara, mari kita lihat bagaimana cara kerjamu nantinya. Kalau sekarang kamu sudah seberkuasa itu atas para direktur dan CEO managemen ini, seharusnya kamu lebih berkuasa lagi pada masalah kami.
"Aku suka dia." Komentar pertama Heechul begitu kami memasuki dorm. "Kalian lihat bagaimana cara dia memandang trainee bego itu? Belum lagi ekspresinya ketika Soo Man dan yang lain membungkuk kepadanya. So precious."
Di antara semua talent yang dimiliki SME, memang hanya Heechul lah yang berani menghadapi Soo Man dan para direktur. Kami yang lain biasanya memilih diam atau pergi menghindar ketika bertemu mereka di pesta atau acara apapun tetapi Heechul tidak. Dia selalu menyapa para atasan itu seolah menyapa teman-temannya sendiri; bahkan satu kali dia pernah terang-terangan mengkritik strategi managemen dalam membuat drama, tidak lama setelah dia selesai menjalankan wajib militernya. Tapi seberani apapun Heechul, jelas Sara ini jauh, jauh dan jauh lebih berani darinya.
"Hati-hati saja, jangan cari perkara dengan dia atau kamu bisa dihabisi. Tahu sendiri semua masalah ini awalnya dari fans kita. Dia mungkin sudah punya perasaan sebal terhadap kita." Leeteuk memperingatkan Heechul karena jelas terbaca di wajah Diva kami itu bahwa dia punya rencana jahil terhadap Sara.
"Ya, Teuk. Santailah. Kamu ini sudah tua masih saja gampang panik." Jawab Heechul santai yang dibalas dengan lemparan sepatu oleh Leeteuk.
"Brengsek." Umpat Leeteuk keras. Kami semua hanya tertawa melihat dua orang tua itu bertengkar seperti dulu lagi. Dua tahun lebih kami tidak melihat itu semua karena mereka masuk wajib militer berturut-turut dalam dua tahun terakhir.
"Sudahlah hyung. Kita makan saja." Ryeowook berusaha menengahi mereka.
"YAY! MAKAN!" Ini aku, siapa lagi yang akan seantusias itu ketika mendengar kata makan kalau bukan aku.
"Brat, kamu harusnya diet. Badanmu itu sudah melembung mengerikan tahu." Sambar Heechul dengan tampang yang dibuat sepolos mungkin.
"Chul noona, mau bertengkar denganku juga ha?" aku pura-pura marah, tapi gagal. Bagaimana tidak gagal, Heechul yang kupanggil noona bukannya marah malah mengedip-ngedipkan bulu matanya dengan genit dan bertingkah seperti banci.
Member lainnya hanya bisa tertawa. Huh mereka ini, tertawa saja adanya.
"Hyung, Kyuhyun, ke mari. Makanannya sedang kuhangatkan. Tolong bantu aku menyiapkan piring dan lainnya." Terdengar seruan Ryeowook dari dapur.
"MAKAAAAAAAN!" Kami semua berseru senang dan bergegas ke dapur.
Ah, mudah-mudahan saja Sara bisa menyelesaikan permasalahan kami. Aku belum siap kalau Super Junior sampai harus bubar. Hampir delapan tahun aku bersama mereka dan aku terlalu nyaman dengan mereka sebagai keluarga keduaku.
Well, Sara, aku berharap banyak dengan pekerjaanmu.
Halo, ini Danka. Sebenarnya, cerita ini pairing-nya Kyuhyun x Sara dan Wonkyu-ya itu hanya bromance. Jadi, kalau ada di antara kalian yang sudah terlanjur berekspektasi Wonkyu sebagai lover, maaf ya
Karena saya nggak tahu caranya jawab review, saya jawab di sini sekalian ya. Maaf (/.\) Ada yg mau ngajarin saya mungkin?
Cupcake: iya, kalo di sini aku post fic yg ditulis pake bahasa Indonesia, kalo yg bahasa inggris di aff.. kalo di tumblr biasanya drabble aja… makasih ya sudah mau baca ff-ku :D
ErnaClouds: Makasih 3 Iya ini udah ditambahin dua chapter lagi kan :p
Lemontea: kyuhyunnya berubah jadi gemuk sekarang, kebanyakan makan… hehehe… nanti tunggu di update-an depan ya lemon (?) kok nggak enak banget ya kesannya dipanggil lemon :p maaaaaaaf :')
Vira: nah itu dia aku juga suka kesel sendiri, makanya bikin cerita ini hehehe…
