Review chapter 2

Sehun melihat sesosok namja yang tak asing baginya menuju barisan tempat duduknya dan ternyata...

"APA?! AKU DUDUK DENGAN JONGIN?!"

ㅡo00oㅡ

©byuncrackers

Warning! Typo(s), plot pasaran, gajelas, aneh, berantakan, gembel, blablabla.

Berani baca, berani review!

.

.

Chapter 3

[Kai POV]

Langkahku berhenti saat melihat rambut pelangi dengan tekstur berantakan. Dan aku tau namja itu.

Apa?! Aku duduk dengan Sehun? Tidak. Aku sama sekali belum siap dengan rencana nista Chanyeol gara-gara Suho. Ah terkutuklah pria itu.

Suho duduk dengan Tao. Kenapa aku harus duduk dengan Sehun? Kenapa tak dengan... Ehm... Kyungsoo? Ah apa boleh buat.

"Pagi Sehun." Ucapku pelan. Dia menoleh.

"Eum?" Matanya yang besar mendelik kearahku. Apa dia lupa dengan rencana yang dia buat sendiri? Dasar namja pelupa.

Dengan sangat terpaksa, aku duduk disebelah nya. Sekali lagi aku ulang, DENGAN SANGAT TERPAKSA.

Waktu sekolah dasar dulu, aku pernah duduk dengannya. Disitu kami belum kenal. Kami saling mengenal karena ada insiden menjijikan yang terjadi karena Hayoung dan kekasihnya, Daehyun. Pasangan menyebalkan.

[Kai POV End]

"Hey. Aku pinjam pulpen mu boleh? Aku lupa membawa tempat pensil."

Sehun mengutuk dirinya sendiri. Fakta kedua yang dikarenakan dengan mimpinya semalam, ia lupa memasukan kotak pensil. Untung dia tidak lupa membawa PR.

Kai mengambil pulpen dikotak pensilnya lalu memberikannya ke Sehun. "Terimakasih."

Kai tetap diam sambil menulis catatan sejarah yang di berikan Leeteuk Seosaengnim.

"Nah, habis kalian mencatat ini, aku minta kalian mengerjakan pelatihan ulangan di buku yang sudah diberikan kemarin. Kerjakan di buku tugas. Kalian juga boleh kerja sama dengan teman sebangku. Kalian tau kan berapa minggu lagi ulangan kenaikan kelas? Besok kalian bertemu saya lagi untuk pelatihan sejarah, masuk buku nilai. Semua jawabannya ada di catatan. Belajarlah yang benar." Ucap Leeteuk saem panjang lebar. Semua murid hanya mengangguk.

Sehun mengeluarkan buku yang kemarin dikasih untuk pelatihan ulangan kenaikan kelas.

"Hun, buku nya berdua ya? Kerjainnya di buku tugas kan? Aku lupa membawanya."

Namja itu menaruh bukunya ditengah-tengah antara mejanya dengan Kai.

Semua mengerjakannya dengan berisik karena pasti mereka kerja sama. Kecuali bangku ke dua dari belakang barisan ketiga. Ya, bangku Kai dan Sehun. Mereka berfikir mengerjakan sendiri-sendiri akan lebih gampang, atau karena malu dan masih dalam aura kebencian masing-masing? Entahlah, author juga tidak tahu.

Tiba-tiba Kai menyerahkan lipatan kertas pada Sehun. Pria itu menoleh dengan tatapan bingung.

"Buka saja."

Kai kembali mengerjakan soal sejarahnya yang lumayan mudah.

Sehun membuka kertas lipatan itu. Kayak anak kecil saja surat-suratan. Batin Sehun kesal.

' Hey! Chanyeol bilang, kau kena dare. Gimana kau akan pura-pura mendekatiku kalau kau saja cuek begini. Aku akan berusaha ramah demi menyelesaikan dare mu, lalu jangan ganggu aku lagi. Oke? '

Sehun mendengus kesal. Benar-benar tidak respect. Batin Sehun sebal. Apalagi saat dibawahnya ada jawaban soal yang belum Sehun isi. Dikira Sehun tak bisa mengerjakannya? Sehun memang tak bisa tapi ia tak ingin dikasih contekan, apalagi dari namja menyebalkan seperti Kai.

' Istirahat nanti kau pura-pura pergi lalu aku akan memanggilmu. Kita ke kantin bareng. Feelingku, Suho dan Tao akan ngikutin aku, lebih tepatnya kita. '

Sehun kembali melipat kertasnya dan menyelipkannya pada tangan Kai.

Selama surat-suratan, Leeteuk saem hanya tersenyum melihat mereka yang 'bekerja sama' secara diam-diam. Tidak seperti yang lain yang berisik. Padahal, surat itu sama sekali tak menyangkut pelajaran sejarah.

Bel istirahat berbunyi. Sehun langsung menutup bukunya tanpa memedulikan Kai yang masih mengerjakan 2 soal terakhir dengan serius.

"KAU! Pinjamkan bukunya padaku. Nanti aku kembalikan please. Dua soal lagi, Hun."

"Pinjam pada yang lain."

Kai memelototi Sehun yang tak peka pada permohonannya demi perjalanan menjalankan dare.

"Kumohon."

"Oke." Sehun kembali membuka bukunya dan memberikannya pada Kai. Kai tersenyum.

"Aku mau ke kantin. Cepat kau selesaikan itu!"

"Aish ne ne. Cerewet sekali."

Sehun kembali menghela nafas kasar. Masih pusing dengan mimpi nistanya itu.

"Sudah selesai. Ayo!"

.

.

Chanyeol terkekeh melihat Kai dan Sehun menjalankan Dare 100% tidak sempurna. Lihatlah, Kai tetap bertengkar dengan Sehun, lalu diam, cuek-cuekan, adu mulut, benar-benar tak romantis.

"Hhhhh baiklah baiklah, aku yang salah. Aku minta maaf. Sudah cepat selesaikan makanmu. Waktu istirahat tinggal 5 menit. Dan kau Chanyeol! Jangan tertawa!" Kesal Sehun. Sehun mengusap wajahnya lalu menghela nafas kasar.

"Kau ini harusnya bersikap baik padanya. Kau tak lihat Suho dan Tao diujung sana? Mereka memperhatikanmu." Kata Chanyeol.

"Tau nih. Pokoknya minggu depan kau harus pergi dari kehidupanku. Mengerti?"

"Okey.."

Sehun menghela nafas berat. "Lalu setelah pulang sekolah kau mau ngajak Sehun kemana?"

"Eum, restoran ramen mungkin. Aku ingin melihat seberapa noraknya Sehun memakai sumpit." Ucap Kai dengan tampang tanpa dosa. Sentak Sehun melempar garpu dan tepat mengenai kepala Kai.

"Kalau ngomong tuh dijaga." Kata Sehun pendek. Kai dan Chanyeol tertawa.

"Kau juga harus ikut Chanyeol! Aku akan mengajakㅡ"

"Jangan Daehyun ataupun adikmu itu! Ajak Kyungsoo saja." Potong Kai cepat. Ia tau, Sehun akan mengajak Daehyun atau Hayoung.

"Jangan ajak Kyungsoo! Itu sih keenakan dia, bisa ngobrol sama Kyungsoo! Yang ada kita dikacangin, Hun."

"Hhhh yasudah-yasudah aku tidak mengajak siapa-siapa kalau begitu." Ucap Sehun lembut.

Chanyeol menelan ludahnya kencang saat mendengar suara Sehun yang sangat lembut. Begitu juga dengan Kai. Sehun masih berkutat dengan pikirannya.

Yaa, Sehun masih memikirkan mimpi nistanya itu. Benar-benar mimpi yang menyebalkan.

ㅡo00oㅡ

"Nilai tertinggi ulangan bahasa mandarin ke empat jatuh pada Sehun. Eum, Kai, mengapa kau kalah dengan Sehun? Biasanya kau mendapat nilai paling tinggi." Kata Victoria Seonsaengnim. Kai tersenyum.

"Ulangan bahasa mandarin yang ke empat saya ulangan susulan, lagipula keadaan saya disitu sedang sakit." Jawab Kai.

"Oh, baiklah. Ulangan besok kau harus lebih tinggi dari Sehun, ne?"

"Semoga saja."

Kai kembali melihat Sehun yang meletakkan kepalanya di meja. Dia tertidur dari awal pelajaran matematika hingga pelajaran bahasa mandarin. Guru matematikaㅡHyorin saem memang sangat baik. Hyorin saem membiarkan pria bersurai pelangi tertidur selama pelajarannya.

"Eum, Kai, apa Sehunnie disebelahmu itu tertidur?" Tanya Qian saem. Kai mengangguk.

"Dia sakit, tapi gak mau dibawa ke uks." Jawab Kai asal. Sekali lagi dia menjawabnya dengan asal.

"Oke, biarkan dia tertidur. Mari lanjutkan pelajaran."

Kai kembali melirik Sehun lalu mengelus pelan rambut namja satu ini. "Pelajaran Qian saem hanya satu jam. Habis ini pelajaran Hangeng saem, matilah kau Oh Sehun." Ucap Kai sambil terkikik pelan.

.

.

Dan benar saja. Sekarang Sehun mengangkat satu kaki sambil memegang kupingnya didekat lapangan. Hangeng saem berteriak saat melihat Sehun masih tertidur dengan pulasnya. Dalam masalah tidur, memang Sehun jagonya. Tapi sebelumnya, Sehun tidak pernah tidur dalam jam pelajaran. Hanya saja tadi ia benar-benar mengantuk dan ketiduran.

"Terkutuk kau Hangeng saem. Aish."

Namja manis itu sesekali melirik jam tangannya. Pelajaran Hangeng saem baru dimulai setengah jam yang lalu, sedangkan waktu pelajaran Hangeng saem selama satu setengah jam. Ia mempoutkan bibirnya. Bosan, kesal, dan lelah ia rasakan sekarang.

Tiba-tiba mata Sehun menangkap Hangeng saem turun dari lantai dua, dan membawa... membawa sesosok Kim Jongin.

KIM JONGIN YANG TERKENAL PATUH PADA PERATURAN KHUSUSNYA PERATURAN SEKOLAH TERNYATA BISA DIHUKUM HANGENG SAEM.

Sehun melongo melihat Hangeng saem membawa Kai. Sekali lagi, Kai adalah sesosok yang patuh pada peraturan, khususnya peraturan sekolah.

Kai berlari kearah lapangan lalu melakukan hal yang sama seperti Sehun, mengangkat sebelah kakinya dan menjewer kupingnya sendiri.

"Kenapa bisa dihukum?"

"Sengaja berisik."

"Maksudnya?"

"Iya, aku sengaja berisik biar dihukum. Seru kan kalo kita berdua dihukum?" Kai berbicara tepat di telinga Sehun dengan suara yang meremehkan. Sehun mendengus.

"Pabo. Nilaimu pada pelajaran Hangeng saem bisa dipotong kau tahu?!"

"Aku tahu."

Lalu, Kai berdiri seperti biasa, dan langsung menarik Sehun yang masih berdiri dengan satu kaki. "Hey kau tak lihat aku masih menjalankan hukuman?"

"Kau kira aku tak punya mata? Ikut aku saja, kau ini. Cerewet sekali." Ucap Kai sambil memegang tangan Sehun. Namja itu mendengus kesal pada Kai yang seenaknya saja. Lalu, Kai membawa Sehun kesebuah tempat.

.

.

"Aku baru tau disekolah ada ruangan seperti ini." Gumam Sehun.

"Ini ruangan ku bersama Chanyeol. Guru-guru pun tak ada yang tahu. Kau juga punya ruangan rahasia bukan?" Tanya Kai. Sehun hanya mengangguk.

"Kalau ini ruangan mu dengan Chanyeol, kenapa kau membawaku kesini?"

"Daripada aku kesini dan meninggalkanmu sendiri disana?"

Sehun lagi-lagi mendengus kesal. Kai memang tak mau kalah, selalu membalik perkataan orang.

"Kalau masih ngantuk tidur saja." Sambung Kai. Sehun mengangguk lalu duduk dikarpet yang ada disana, menyenderkan kepalanya ditembok, dan tak lama, ia tertidur sambil duduk.

Kai masih sibuk dengan ponselnya. Terbesit di otaknya sebuah ide yang tidak terlalu penting, sebenarnya.

' Kalau sudah pulang temui aku diruangan biasa, tapi jangan lupa bawa tasku dan tas Sehun diruangan A. Aku dan Sehun duduk bersebelahan. '

Setelah mengirim pesan itu pada Chanyeol, Kai duduk disebelah Sehun dan menutup matanya, sesekali ia tersenyum. Tangannya terulur untuk menaruh kepala Sehun dipundak kirinya, lalu mengelus rambut Sehun lembut.

Dan tak lama, ia tertidur.

.

.

Chanyeol asik memotret pemandangan didepannya. Lihatlah, sepasang 'mantan' kekasih tidur berdua dengan pose yang romantis.

Sejujurnya, tadi Chanyeol agak shock melihat pemandangan tersebut, tapi lama-kelamaan ia malah tertawa lalu mengambil ponselnya. Memotret mereka berpuluh-puluh kali walaupun hasilnya sama.

"Berhenti memotretku." Kai berbicara masih dengan memejamkan mata. Tapi kepalanya mulai terangkat. Chanyeol menghiraukannya dan terus memotret Kai dan Sehun.

"Aku bilang berhenti bodoh, aku sedang tidak mengigau."

Chanyeol langsung terdiam. "Bagaimana kau bisa sadar kalau aku memotret dirimu? Suaranya kan sudah dimatikan"

"Flash light nya, bodoh."

Bodohnya, Chanyeol lupa akan hal itu. Chanyeol mengusap tengkuknya sambil nyengir kuda. "Yang penting aku sudah mendapatkan gambarnya."

Kai dengan hati-hati menaruh kepala Sehun dikarpet lalu bangkit dari duduknya. Ia meregangkan otot-ototnya sebentar sambil berjalan ketempat Chanyeol berdiri.

"Tapi janji jangan sebar gambarnya ke siapapun. Atau aibmu akan kusebar kepenjuru sekolah." Ancam Kai. Chanyeol agak kaget, namun ia langsung memasang smirk yang menurut Kai itu, menjijikan.

"Tumben kau tak merebutnya dan menghapus gambarnya. Aku ingat dulu saat aku memotret gambarmu bersama Krystal saat mengerjakan PR bareng, kau langsung menghapusnya." Goda Chanyeol. Kai hanya mengangkat bahu, lalu duduk dikursi yang ada.

"Ngh."

Sehun membuka matanya, mengusap wajahnya lalu melihat sekeliling ruangan itu. "Aku dimana?" Tanyanya masih ngelantur.

Dan matanya menemukan sesosok Sehun dan Chanyeol.

"WAAA KAIII! CHANYEEOLL! APA YANG KAU LAKUㅡAWW!"

"Kau itu tertidur diruangan ku dan Chanyeol pabo. Jangan berteriak atau kita akan ketahuan." Ucap Kai pelan.

"Jangan memukulku dengan Tas juga. Dikira gak sakit apa?"

Perdebatan Sehun-Kai pun mulai terjadi.

"Ini sudah jam 2, sampai kapan kalian tetap bertengkar seperti itu? Katanya mau ke restoran. Hm."

"Yayayaya aku mengaku salah. Maaf." Kata Kai cepat lalu beranjak dari tempatnya.

.

.

Kai melirik Sehun yang tengah menyuapkan mi ramen kemulutnya menggunakan sumpit. Ternyata Sehun pintar juga makan dengan sumpit. Batin Kai.

"Kenapa? Kaget aku bisa menggunakan sumpit dengan lancar, eoh?" Tanya Sehun dengan nada yang agak meremehkan yang membuat Kai membuang mukanya pada mi ramennya.

"Kalian tuh mbok ya yang romantis dikit gitu. Biar si Suho itu percaya kalo kau mengerjakan darenya dengan serius." Kata Chanyeol. Sehun dan Kai menghela nafas sambil mengangguk.

Setelah itu, suasana langsung canggung. Tak ada yang berbicara sama sekali. Hanya suara dentingan kecil antara sendok atau sumpit pada piring yang terdengar saat ini. Satu hal yang diketahui sekarang. Sehun dan Kai memang tak cocok.

Sebetulnya, Sehun bisa saja mengambil hati Kris. Tapi ia belum pernah berkomunikasi dengan baik padanya. Hanya sesekali kalau saat pagi baru mereka berdua yang datang.

"Habis ini kemana?" Ucap Chanyeol memecahkan keheningan disitu. Sehun melihat jam tangannya, jam tiga lewat lima belas menit.

"Taman bermain saja."

.

.

TBC

Owooo! Gantung yy? '-'

Hahaha xD sabar yaa. Moment kaihunnya emang belom kentel banget disini. Tp aku bakal bikin Kai menderita/? Oke gaje -_-

Tunggu aja nee kelanjutannya 'o'

Oiya, byun juga mengucapkan terimakasih sebesar2nya untuk yang nge review dan ngikutin alur ceritanya dengan sabar/? Oke, mungkin beberapa review bilang cara nulis aku terlalu-tidak-baku alias gak-nyambung haha-_- enjoy aja ya, yg penting kan momentnya/?

Oke sudah dulu yapz! Mind to review? ;)