Pagi ini, mata Sehun terlihat sembab. Memang, kemarin itu, dari ia sampai rumah, ia hanya menangis didalam kamarnya hingga terlelap. Ia betul-betul capek, sakit hati, dan kesal oleh Kai karena sifatnya yang acuh. Betul-betul pribadi yang menyebalkan, sok cool, dan blablabla. Sehun kesal! Sehun malas.

Hari ini, Sehun lebih memilih untuk izin. Setidaknya tidak bertemu Kai hari ini akan memperbaik moodnya.

Lagi-dan-lagi, ia pusing. Menjalankan dare dari Suho memang hal terlaknat yang pernah ia jalankan. Sehun mati-matian memikirkan cara untuk menyelesaikan dare ini. Hey! Ia sebetulnya bisa saja kabur dari dare, hanya saja, hukuman timbalnya sangat sangat berat sehingga Sehun lebih memilih untuk menjalankan dare dengan tabah.

Ia kembali merenung. Memikirkan bagaimana menyelesaikan dare nista dari seorang Suho. Ia bingung, pusing. Rasanya ia ingin menangis. Ia sungguh capek. Masalah nilai yang tak kunjung meningkat, masalah tugas nya yang tak kelar-kelar, masalah dengan guru BK, ditambah lagi dengan dare bejat. Masalah apa lagi yang akan diterimanya kali ini?

Ia memikirkan semuanya. Ia belum membahagiakan orang tuanya juga. Ia sungguh pusing akan kehidupannya.

"Sehunnie, makan dulu~" ucap eommanya. Sehun mengusap wajahnya dan tersenyum tipis.

"Ne eomma~"

.

.

Esoknya, Sehun berjalan malas disekitar koridor. Ia terkadang menabrak orang disekitarnya dan sesekali bergumam maaf. Pikirannya kacau tentang seorang Kim Jongin. Kapan Kim Jongin pergi dari pikirannya? Ini semua karena seorang Kim Junmyeon!

"Sehunna!"

Bukan suara itu yang diharapkan Sehun. Itu suara berat. Park Chanyeol. Pasti.

"Apalagi Park Chanㅡ"

Glek.

"Sehunna~ ada apa? Wajahmu murung sekali?"

"Eh, anu, enh, eng, em..." Sehun gelagapan. Ia tidak menyadari bahwa suara baritone milik si idiot Park Chanyeol ternyata juga dimiliki oleh the most popular student, Wuyifan! Atau biasa dipanggil Kris. Namja yang menyangkut masalah dare nistanya.

"Apa?"

"Eh, tidak apa-apa. Tumben kau mau turun. Mau ke kantin?" Gurau Sehun.

"Ya, aku memang ingin kekantin. Tapi aku mencarimu dulu. Entahlah, aku hanya ingin bersamamu."

"What the..."

Sehun tak salah dengar, 'kan? Apa Kris benar-benar ingin bersamanya? Sehun, mungkin kau harus belajar menetralisir detakan jantungmu itu uh.

"Ya. Apa ada masalah? Kau akhir-akhir ini aneh, Sehun."

"Tidak kok! Aku hanya memikirkan PR sejarah. Ya, ya, PR sejarah." Ujar Sehun gelagapan. Kris tertawa kecil.

"Kantin yuk sekarang. Lapar."

Kris lalu menggenggam tangan Sehun lembut, menariknya menuju kantin. Sehun tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya dengan tatapan tidak suka, atau bisa dibilang,,,, cemburu? Eum, entahlah.

Seperti biasa, Sehun membeli cupcake cream dengan bubble tea. Ia tidak terlalu lapar, hanya saja ia tidak enak jika tidak mengemil, menemani Kris yang memesan pasta.

"Eum, bagaimana diruangan A? Asik, bukan?" Kris memulai pembicaraan sambil mengunyah pastanya pelan.

"Eum-Yeah~ begitulah. Kau sendiri diruangan apa?"

"D. Aku tidak menyangka masuk ruangan D."

Kris tertawa garing. Bibirnya belepotan saus bolognese dari pasta tersebut. Sehun tersenyum tipis. Kris tampan juga, pikirnya.

"Oh Sehun!"

Dan kali ini Sehun yakin sekali bahwa ini suara milikk Park Chanyeol.

"Apaa!"

"Kai!"

Deg! Raut wajah Sehun berubah khawatir mendengar Chanyeol menyebutkan nama namja yang paling ia kesali tersebut. Pasalnya, wajah Chanyeol benar-benar terlihat idiot, seperti menahan buang air besar. Dan tak lupa keringat dingin yang mengalir dekat telinganya.

"Kai? Kenapa?" Ucap Sehun dengan nada setenang mungkin.

"Bertengkar! Dengan Tao!"

"What the hell!"

Sehun beranjak pergi dari tempatnya, dan tak lupa membawa bubble tea-nya. Tapi, langkahnya terhenti saat merasakan genggaman tangan kasar nan dingin.

"Mau kemana?"

"Maaf aku ada urusan." Ucap Sehun dengan terburu-buru lalu menepis tangan Kris.

Kris menatap nanar punggung Sehun yang tengah berlari bersama Park Chanyeol.

'Dari dulu aku memang menyukaimu, Sehun bodoh.' Gumam Kris lalu menyelesaikan makannya.

Wuyifan. Namja yang menyukai Sehun itu memiliki peluang banyak untuk bersama Sehun karena ia dengar dari beberapa yeoja tukang gosip. Katanya Sehun kena dare ngambil hati Kai atau Kris. Kris menyeringai saat mendengar itu. Hey, tanpa dare-pun, hati Kris sudah diambil oleh Sehun. 75%-nya sih. Sisanya masih diambil oleh gadis keturunan China itu. Victoria.

.

.

Sehun berdiri takut. Ia gemetaran. Ia memiliki feel yang buruk saat melihat segerombolan akan sedang menonton adegan ditengahnya. Dan Sehun yakin sekali bahwa diantara gerombolan tersebut, Huang Zi Tao dan Kim Jongin tengah adu tinju, mengingat mereka sama-sama jago bela diri.

Sehun menggigit bibir. Apa ia harus menerobos kedalam sana? Lantas, siapa yang harus di belanya? Hey! Tao itu sahabatnya! Jongin? Ah, Jongin itu dipertanyakan. Lalu bagaimana?

Dengan memberanikan diri, ia menyusup diantara gerombolan anak disana. Dan benar saja, keduanya tetap bertahan bertinju.

"Tao berhenti, Jongin berhenti."

Buagh! Duakh!

"Jongin,, Tao, berhentilah.. Apakalian ingin masuk ruang BK?"

BUAGH!

"BERHENTI KIM JONGIN! HUANG ZI TAO!"

Mereka masih melanjutkan perkelahian sengit mereka. Walauu wajah sudah lebam, kaki sudah agak lelah, tidak ada yang mau menyerah.

"Erggh!"

Dengan berani, Sehun mengambil tangan Jongin yang tengah meluncur untuk menonjok pipi Tao dan segera menariknya. Orang-orang sekitar langsung mencemooh, ia tidak peduli. Ia hanya ingin Tao ataupun Kai berdamai.

Sehun menarik tangan Jongin menuju gudang milik Jongin dan Chanyeol.

"Kau! Kenapa kau bertengkar dengan Tao, eoh?"

Kai tidak menjawab, ia hanya menatap dingin Sehun. Sehun tak habis pikir. Dari dulu, Jongin memang keras kepala, dan menyebalkan.

"Jongin jawab aku."

Tiba-tiba Jongin berdiri, berjalan mendekati Sehun. Sehun yang merasakan hawa mengerikan segera diam. Membungkam mulutnya dan mundur beberapa langkah, sampai akhirnya ia terpojok.

"Kau kenapa ikut campur?"

"Aku hanya mencegah supaya kau dan Tao tidak masuk ruang BK."

"Bukan urusanmu bodoh."

"Siapa bilang ini urusanku? Ini urusanmu. Aku hanya membantu."

"Ck. Bodoh."

Sehun mendecih, membuang wajahnya kearah samping. Namun ia tersentak kaget, merasakan sebuah bibir hangat menyapu belakang lehernya, berjalan menuju pipi lalu bibir. Bibir Kim Jongin, menyentuh bibir Sehun dengan lembut. Mengulumnya pelan dan mulai menghisap bibir bawahnya. Sehun menahan nafas. Shock? Tentu saja! Hey mereka baru saja adu mulut! Dan sekarang malah adu bibir. Terkesan idiot.

Cklek.

Itu Park Chanyeol. Sehun sudah mendorong Jongin sekuat mungkin agar melepas ciumannya. Tapi, Jongin malah mengunci tangan Sehun dengan cara memeluknya. Tangannya ia telusupkan ke rambut halus milik Oh Sehun dan menekannya.

Sehun lama-lama sebal. Ia pun mulai menghisap-hisap lidah Kai. Yes, battle tongue. Mereka berdua saling mendominasi, tidak ada yang mau mengalah. Jongin egois.

Chanyeol menelan ludahnya saat melihat pemandangan didepannya.

"Berhenti, Jongin."

Jongin masih mencium Sehun dengan nyaman. Menyalurkan perasaan kesalnya pada Tao sekaligus sayangnya pada Sehun. Bunyi kecapan sesekali terdengar, mengambil nafas untuk keduanya.

"Jongin, berhenti!"

"..."

"JONGIN BERHENTI!"

Pada akhirnya, Jongin melepaskan tautan bibir mereka dengan sangat terpaksa. Menurut Jongin, bibir Sehun sungguh seperti permen. Rasanya sungguh manis.

Sehun mengusap kasar salivanya yang sudah tercampur dengan saliva Jongin. Ciuman keduanya.

"Kalian kenapaㅡblablablablablabla"

Jongin menutup telinganya sendiri sekaligus menutup telinga Sehun agar tidak mendengar ocehan tijel dari Chanyeol.

"Berhenti tuan jerapah. Aku harus bicara dengan Jongin. Serius."

Chanyeol akhirnya berhenti.

.

.

"Kau kenapa berkelahi dengan Tao?"

"Kau sendiri kenapa berduaan dengan Wuyifan?"

"Jawab pertanyaanku dulu bodoh." Dengus Sehun sambil menjilat bibirnya. Kebiasaan.

"Aku berkelahi dengan Tao, karena Tao menjudge kau curang dalam menjalankan dare. Aku membantumu supaya kau terbebas dari hukuman Suho alay itu."

Sehun kaget. Shock. Bagaimana Tao mengetahui kecurangannya? Apa ada penguntit yang menguntiti Sehun? Tidak mungkin. Tapi, ia cukup senang karena Jongin membelanya. Hingga merelakan lebam biru berbekas di beberapa bagian wajahnya.

"Aw sakit!"

Sehun menyengir. "Mianhae Jongin." Jawabnya sambil terus mengompres lebam biru Jongin. "Dan kenapa kau tadi berduaan dengan Kris?"

Sehun diam. Bingung memikirkan jawabannya. "Jawab aku Sehun."

"Ah, sebenarnya tadi aku hanya melamun, tiba-tiba Kris datang dan mentraktirku bubble tea~" jawab Sehun dengan sedikit melebih-lebihkan. Hey, Sehun tidak ditraktir!

"Oh. Baiklah ikut aku sekarang!"

Jongin menarik tangan Sehun menuju sebuah tempat yang Sehun tidak tahu.

.

.

5 cup bubble tea terderet rapih dihadapannya. Sehun tersenyum senang. Bubble tea gratis. Pikirnya. Semuanya rasa kesukaannya. 2 rasa Cokelat, original, vanilla, dan satu lagi rasa choco taro.

"Terimakasih Kim Jongin!"

Sehun langsung menyeruput yang rasa original. Kai tersenyum manis dan terkesan tulus. Ia mendapati rasa senang, bisa membuat Sehun tersenyum. Ia juga tidak mengerti. Hanya saja ia merasa bahwa Sehun sudah menjadi lebih baik. Ia bertekad, tidak ingin membuat Sehun lelah lagi akan sikapnya.

"Sehun, apa kau senang?" Tanya Jongin sambil memperhatikan mata Sehun yang selalu sipit.

"Ah! Tentu saja! Aku senang sekali~"

"Senang karena siapa?"

Wajah tersenyum Sehun sedikit memudar, ia kemudian terkekeh kecil. "Entahlah. Aku benar-benar capek selalu berurusan denganmu Jongin. Tapi kali ini aku senang karenamu."

Jongin bangga. Sungguh bangga. Akhirnya ia dapat membuat Sehun senang. Ia lalu mengecup puncak kepala Sehun.

"Aku cemburu saat kau dekat dengan Kris." Jujurnya. Sehun yang awalnya terkejut oleh skinship yang Jongin berikan, langsung terkekeh.

"Emang enak."

"Sialan"

Tawa Sehun meledak. Sungguh, Jongin ternyata walaupun menyebalkan, ia memiliki aura humor yang tinggi.

"Jongin, sekarang."

"What?"

"Darenya bodoh."

"Eh? Ckckck"

Sehun merengut sebal sambil kembali membuka bubble tea vanilla nya.

"Saranghae Oh Sehun."

"Mwoyaa! Kim Jongin!"

Jongin tertawa kecil. "Tanpa dare pun aku mencintaimu."

Sehun memiringkan kepalanya, bingung. "Kau pasti bercanda. Dare ini hanya berjalan 3 hari."

"Ya aku mencintaimu dari dulu. Walau aku sebal padamu."

Sehun tertawa lalu memeluk Jongin. "Nado Saranghae."

.

.

"CUT! Good Job, Oh Sehun & Kim Jongin! Acting kalian betul-betul bagus!" Ujar sutradara. Jongin tersenyum malu, begitu juga Sehun.

"Sekarang kalian boleh istirahat." Lanjutnya lalu meninggalkan Sehun dan Jongin di latar kejadian. Tao, Chanyeol, dan Suho menghampiri Kai dan Sehun.

"Jadi kena cintalokasi nih? Eciye~"

"Ah hyung!" Kesal Sehun pada Suho yang menggodanya.

Ya, jadi adegan dare yang indah hanyalah sebuah FTV, diperankan oleh Kai Sehun dan beberapa kawannya. Dan ternyata, selama shooting, Kai dan Sehun benar-benar dilanda cinta lokasi.

"So, would you'll be mine, Oh Sehun?" Ucap Jongin langsung. Sehun membulatkan matanya.

"Eh..."

"Cieee! Udah terima aja."

"Terimaaa!"

"Terima aja hunn~"

Sehun tersipu. "Yes, I would."

Dan Jongin pun kembali memberikan Sehun sebuah kecupan sayang.

"Saranghae!"

-END-

DUH MAAF BANGET YAA KARENA CHAPT TERAKHIR JELEK BANGET KAYAK MUKAKU OWOWOOWOWO

Dan saya minta maaf sekali untuk ketypoan dan eyd yang tidak jelas, semoga anda-anda semua bisa mengerti u,u

Btw, big thanks to reviewers;

utsukushii02; indaah-cqupp; Cho Ai-Lyn; nin nina; Yoshikyu; GLuxx99; Oh Dhan Mi; miszshanty05; bbuingbbuingaegyo; xxx; Ayupadma28; KaiHunnieEXO; aegyosehunnie; asdindas; RanHwa19; SehunBubbleTea1294; ayanesakura chan; sehunnoona; unnamed Exostand; hanbin; askasufa; nicerindi; jisaid; oelfha100194; and other silent riders! ^^ especially, saya bener2 makasih buat Nadisha;Asta yang selalu ngedukung saya buat bikin fanfic.

Sudah ya,,, saya pamit doloe~ kritik saran masukin kotak review saja~ moah:*