Nan Mollayo
Chapter 2. Oh... la... la...
Author : Si k3cEh Ayane_Chan plakkk...
Cast : Sehun = suami saya?._.
Genre : YAOI, Comedy Romance, Friendship and Family.
Rating : T aka PG-15
Length : Chaptered
Warning : Typo bertebaran layaknya cinta saya pada Thehun... *Kibath poni... ˘˛˘
Talk2kan : Maaf updatenya lama... *nangis dulu ah... HUHUHU... saya sudah mengetik setengah dari chapter dua sebenarnya, tapi karena laptop mendadak error jadi datanya hilang. Nah baru sempet ngetik ulang... silahkan dibaca!
Sehun's POV...
Sial-sial, siaaaaaal! Karena kesalahanku membeli coffe... sekarang mama membuat ku harus bertahan selama dua bulan tanpa uang jajan! Ah... 100 dollar untuk membeli knife setnya untung saja masih diberikkan oleh mama setelah aku memohon-mohon seperti Cinderella kepada ibu tirinya. Uh... kalau ingat Cinderella, jadi ingat... Aku anak kandung bukan sih? Coba lihat kemungkinannya dulu(?)...
Pertama, papa itu mancung... eh aku kan juga mancung! Yi Xing gege tidak! Berarti dia yang bukan anak kandung! :p *dia punya dimple lagi. Nah memangnya itu didapatnya dari siapa?
Kedua... mama itu sangaaaat... putih, aku pun begitu. Sedangkan Yi Xing gege? Dia itu standar(?) tapi mungkin kulitnya itu campuran kulit putih mama dan kulit tan papa. ok... kali ini seri!
Ketiga... papa itu tinggi dan Yixing gege itu pendek! Aku tinggi! Eh, aku kan memang lebih banyak meniru papa, sedangkan Yixing gege meniru mama.
Jadi kesipulannya aku memang anak kandung. Tidak usah melakukan tes DNA segala untuk membuktikan. *Memangnya ini SINETRON?
"Sehun..."
"ASTAGA! YA AMPUN! GEGEEEEEEEEE! KAU MENGAGETKANKU TAU!"omelku saat kudapati Yixing gege sudah berdiri TEPAT DI SAMPING KANAN BED KU! DUH... DIA NAPAK TIDAK NIH?
"Oh... begitu ya?"iuh... apa sekarang dia mencoba memasang wajah bitch face papa di wajah bodohnya!
"Kau tidak lihat spanduk(?) terbaruku yang ada di luar?"tanyaku geram. Aku bahkan selalu mengganti peringatan di depan pintu setiap minggunya agar orang ini cepat mengerti bahwa... 'KETUK PINTU DULU SEBELUM MEMASUKI KAWASAN TERITORIAL ORANG(?)'
"Lihat. Tulisannya, selain orang manis dilarang masuk. Kau pikir siapa lagi yang lebih manis di dunia ini daripada aku? WU YI XING!"Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeell noooooooooooo! Sudah bodoh, menyebalkan, ke-PD an pula!
"Ih... sudahlah, mau apa kau datang?"tanyaku ketus. Dia masih bertahan dengan wajah datarnya yang menyebalkan.
"Kembalikan hutangmu."
"..."
"..."
HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH? HUTAAAAAAAAANG? ADUH, ADUH BAGAIMANA NIH? AKU KAN SUDAH TIDAK PUNYA UANG, SUDAH TIDAK ADA TABUNGAN SAMA SEKALI PULA!
"He... he... ge... bisa tidak mengembalikannya beberapa bulan lagi. Aku sedang tidak ada uang nih..."pintaku sambil menampakan wajah memelasku. Kok dia malah diam sih?
"Ok, mana ponsel mu?"haaaaaaaaaaah? ponsel? Aduh ponsel baruku bahkan tidak sepadan dengan uang yang kupinjam! Tidak bisa, tidak mau... enak saja. Jangan-jangan dia mau menjual ponsel ku ini untuk membayar hutang! Ugh... TAK AKAN KUBERIKAN!
"Ini..."-_-
'...'
"Ini?"eh? Yixing ge, tidak menjual poselku, maksudku. Dia mengembalikan ponselku setelah beberapa saat mengeceknya. Oh Tuhan... rasanya aku harus berhenti berburuk sangka pada Yixing gege!
"Sudah ya. Aku ada kencan dengan Jong Dae! Bye...!"
'BRAKKK...'
"AAAAAAAAAAAAAAAHHH... HP KU. MMMMUACCCCHHH!"aku menggosok-gosokan hpku ke pipi kananku. Aduh... wangi barunya bahkan masih tercium. Ya ampun, aku kira aku akan kehilangannya! Sepertinya aku harus berhenti berpikiran negative tentang Yixing gege...
"Ah... sms Kyungsoo dulu ah..."
"EH?"
"HEH?"
"YIXING GEGEEEEEEEEEEEEEEEEEEE? KENAPA KAU MEMPASSWORD PONSELKU?"
...
...
...
"Soo... sejak kapan mandi menjadi kegiatan menguras Samudera Hindia?"tanyaku sinis saat Kyungsoo sudah keluar dari kamar mandinya. Biar kuperjelas, aku sudah menunggunya sejak satu setengah jam yang lalu disini. Well, setelah kejadian Yixing gege mempassword ponselku tepatnya.
Sekarang Kyungsoo sudah siap dengan cardigan berwarna putih dan skinny jeans biru donker yang juga kupunyai di rumah.
Sama,
Persis. Soalnya kami membelinya bersama saat ada promosi discount untuk pembelian double! Eh... kenapa aku membongkarkan rahasiaku?
"Eh... he, he, he... maaf ya Sehunnie. Kau tahu sendiri kan kalau kamar mandi adalah tempat favorite ku? Disana aku bisa membersihkan diri, membuat badan jadi harum, dan melaksanakan tugas mulia, he, he, he..."jadi sebaiknya tugas mulia itu tidak usah ditransletkan ke dalam bahasa baku.
'Kruyuk...'
Eh?
'Kruyuk...'
"Eh? Sehunnie, kau lapar ya?"tanya Kyungsoo saat mendengar bunyi asing itu dari arah perut rampingku. Ugh... yang mirip SNSD sebenarnya._.
"Iya,"jawabku singkat sambil mengelus perutku yang ramping. Aduh, karena di rumah tadi keburu kesal, aku jadi lupa makan siang dulu sebelum kemari!
"Kalau begitu sebaiknya Sehunnie pulang ke rumah dulu dan makan siang terlebih dahulu!"katanya dengan nada perhatian(?). Duh... Kyungsoo beneran temanku bukan sih? Ada teman kelaparan bukannya ditawari makanan malah disuruh pulang!
Huh... dia harus segera mengurangi traits frugalnya! Dan... aku rasa semenjak aku adalah teman baiknya, maka aku akan melatihnya sedikit demi sedikit. Langkah pertama adalah...
MENUMPANG MAKAN DIRUMAHNYA!
"Ahem... Kyungsoo-ya, kau punya makan tidak di kulkas? Aku malas kalau harus pulang ke rumah,"tanyaku pelan. Kyungsoo nampak berpikir sejenak kemudian tersenyum. Aha! Pasti dia sudah mulai lunak nih...
"Sehunnie, bukannya apa ya... tapi di kulkas hanya tinggal wortel dan mentimun. Kau tau kan orangtuaku sedang bertugas di luar kota, jadi tadi padi aku hanya membuat sedikit sarapan. Juga... aku belum belanja bulanan karena Jongdae hyung bilang dia tidak menemaniku hari ini. Jongdae hyung pergi kencan dengan gegemu kan?"heh? ya ampuuun! Pelitnya sudah mendarah daging! Pelit memang penyakit bawaan sejak lahir!
...
...
...
Sekarang aku dan Kyungsoo, sudah sampai di lotte, kami sudah di lantai dua dan berniat untuk langsung menuju bagian kitchen stools. Tapi...
"Sehun! Kyungsoo!"Yixing gege? Jongdae hyung? Aduh... kenapa harus bertemu sekarang sih? Akh... dunia memang benar-benar sempit. Sesempit kamar tidurku yang hanya berukuran 4X5 meter itu...
"Sedang apa disini?"tanya Jongdae hyung yang kini sudah mulai nampak(?) di hadapanku. Dia masih tetap tampan, senyumannya juga masih sangat mempesona, dan... ekhem... nampaknya kantongnya juga masih tebal. Terbukti dari papper bag yang dipegangnya di kanan dan kiri tangannya. Aduh... Yixing gege pasti habis merampoknya!
"Gege..."aku mendekati Yixing gege lalu menariknya agak menjauh dari kakak-beradik Kim. Duh... punya gege seperti ini, memang sangat memalukan. *bukannya Yixing akan lebih malu punya adik seperti Sehun ya? 0_o"
"Kau habis merampok Jongdae hyung yah?"tanyaku penasaran. Eh, tidak penasaran juga sih... semuanya sudah terlalu jelas(?)
"Eh... tidak merampok. Tapi menagih maaf dengan cara minta dibelanjakan!"jawabnya layaknya uke sosialita yang sering kulihat di layar kaca. Iuh... realistis apanya? Itu namanya ,materialistis!
Seperti Aku... -_-
"Sehun-ah, Bunny... mau mampir dulu ke ?"tanya Jongdae hyung dari radius lima meter. Aku dan Yixing gege segera menoleh padanya dan tersenyum tidak jelas. Dengan langkah berlebihan dan sok manja, Yixing gege menghampirinya.
"Eum... aku lapar!"rengek Yixing gege manja. Iuh... rasanya ingin ku ratakan wajah menyebalkannya yang dibuat-buat!
"Arasso... ayo kita mampir ke !"
Dan aku mulai berjalan beriringan dengan Kyungsoo menuju . tepat di belakang couple teraneh, terabsurd, ter-crack, dan ter-ilusional(?) di dunia ini! Mana ada pangeran empat tampan lima kaya seperti Jongdae hyung mau dengan uke mean spirited seperti Yixing gege? Tapi nyatanya mereka saling mencintai sih...
...
...
...
"Kyungsoo ya, kenapa donatmu tidak di makan?"tanya Jongdae hyung pada Kyungsoo saat mendapati donat miliknya masih utuh. Aku jadi sedikit tersedak saat mendengarnya. Donat tidak makan donat kan? Hihihi...
"Tidak hyung, terimakasih... hyung tau sendiri kan kalau donat itu mengandung banyak lemak jahat yang dapat menimbulkan obesitas dan kolesterol! Lebih baik kita memakan makanan sehat seperti..."
"Ne... baikhlah,"potong Jongdae hyung cepat saat mendengar mulut Kyungsoo mulai berpidato(?) panjang lebar. Aku dan Yixing gege terkikik geli saat mendengar kedua orang itu.
"Kalau kau tidak mau biar kumakan milikmu saja ya?"tanyaku cepat, lalu mengambil alih blackforest donutnya yang ternyata masih utuh! Duh aku kan memang sangat kelaparan! Eh... kenapa sekarang Kyungsoo menatapku seakan aku ini mencuri donatnya? Aku sudah minta izin kan?
"Bunny, sebentar ya... aku harus menghubungi Chanyeol untuk menanyakan tugas kuliah,"Jongdae hyung kini sudah beranjak dari kursinya dan nampak menuju ke pojok caffe. Yixing gege nampak sedikit kesal dan mempoutkan bibirnya. Ugh... rasanya aku ingin segera mendatangi pot tanaman di pojok caffe ini dan memuntahkan isi perutku disana!
"Bunny, kau mau memesan lagi?"tanya Jongdae hyung setelah dia kembali ke tempat duduknya. Yixing gege makin mempoutkan dirinya, dan kali ini Jongdae hyung tersenyum.
Tersenyum...
Maaaaaaaaaaaanissss! Sekaaaliii! Aduh... kalau melihat senyumannya, rasanya jadi ingin berusia dua puluh tahun sekarang juga dan merebut status 'KEKASIH JONGDAE' dari tangan Yixing gege!
"Aku tidak mau makan donat!"rajuknya seperti anak balita yang minta dibelikan permen. Iuh... apa itu? Dia sudah menghabiskan donatnya, akhem... bahkan milik Jongdae hyung juga, dan... dia bilang dia tidak mau makan donat? Apa dia gila? –eh.. dia memang sudah gila dari dulu sih...
"Kalau begitu kau mau makan apa?"tanya Jongdae hyung lagi. Aduh... dia sabar sekali sih orangnya! Jadi bertambah rasa kagumku padanya...
"Tidak mau. Ayo kita pergi ke bioskop?"pintanya manja sambil mengayunkan tangan kanan Jongdae hyung ke kanan dan ke kiri. Duh... kalau melihat perilaku Yixing gege saat bersama Jongdae hyung, rasanya jadi ingat kekuatan cinta. The Power of Love! Bisa juga cinta membuat Yixing gege yang mulanya seperti singa hendak melahirkan berubah menjadi sesosok kelinci yang sedang terlelap. AH... JADI INGIN JATUH CINTA!
"Baiklah... eh, Sehunnie, kau mau membawa pulang satu atau dua paket untuk mama?"tanya Jongdae hyung padaku.
Rasanya ingin berteriak... "AKU MAU PUNYA KEKASIH SEPERTI JONGDAE HYUUUUNG!" W"
Dan dengan itu aku membawa dua paket di tanganku.
...
...
...
"Nah... Soo, sekarang kau boleh memilih warna yang kau sukai. Dan harganya... benar-benar tidak boleh lebih dari seratus dollar ya?"kataku pada Kyungsoo saat kami sudah berada di dalam area kitchen stools. Ah... daripada menunggui Kyungsoo memilih barang yang tidak kuminati, lebih baik sekarang pergi ke toko buku. Lagipula tokonya terletak di sebelah. Lumayan, aku bisa numpang membaca disana, he, he, he...
"Aduh... apa edisi ke dua puluh tiganya belum keluar yah?"well, sebemarnya bisa saja aku membeli komik terbaru yang sangat kufavorite kan itu secara online. Tapi kan sekarang aku sedang dalam masa krisis moneter! Mana bisa membeli komik! Ugh... lebih baik kan numpang baca saja!
Duh... dari tadi kenapa tidak ketemu-ketemu sih? Ini? Bukan! Ini? Bukan! Ini? Bukan! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...
"Agashi..."eh? suara ini? Sepertinya kenal!
"Ne?"hah? tidak salah nih? Aduh... benar kata mama, Tuhan itu memang adil. Buktinya setelah menerima dua kesialan, yaotu tragedi(?) ponsel yang dipassword oleh Yixing hyung dan kelaparan karena melewatkan makan siang, aku mendapatkan dua berkah(?) yang pertama dua paket dan sekarang...
Adddddddddduhhh!
NAMJA TAMPAN DI MINIMARKET TADI PAGI!
Ingat pepatah, "SATU KALI KEBETULAN, DUA KALI JODOH!"
"Eh, kau namja tamp... eh, ani! Namja yang menolongku tadi pagi kan?"ucapku girang. Tapi tidak seperti tante-tante girang ya?
"Eh, nuguseyo?"tanyanya nampak kebingungan. Jahatnya... apa dia melupakan wajah manis(?) di hadapannya ini begitu saja? Ah tidak-tidak, mungkin saja dia tidak mengira bahwa aku adalah namja yang ditolongnya tadi pagi. Well, tadi pagi kan aku belum mandi. JANGANKAN MANDI CUCI MUKA SAJA BELUM! UGH... bodohnya diriku!
"Aku, Wu Sehun, eh... maksudku... namja manis(?) yang kau bantu tadi pagi,"jelasku cepat. Dia masih nampak loading. Duh... kalau dari penampilannya sih seperti seorang genius... kok loadingnya lama?
"Itu... coffe!"
"Oh... ne, saya ingat. Ah, Kim Jong In imnida,"ahaha... sudah tau!
"Kau sedang apa disini? Dan... tolong jangan menggunakan bahasa formal, kurasa, mungkin kita seumuran,"kataku menunjukan sisi friendly ku. INGAT YA, FRIENDLY! BUKAN SOK AKRAB!
"Yang pertama, saya sedang mencari buku untuk dibeli(?), dan... yang kedua, baiklah aku akan mulai bicara informal. Oh ya, ngomong-ngomong tahun ini aku masuk SMA,"jelasnya. Duh... apa gaya bahasa dan sistematikanya terlalu runtut ya? Pasti anak eksak, bicaranya saja seperti rel kereta api express.
"Oh begitu... kalau begitu, mau membantuku tidak?"tanyaku memohon. INGAT YA, CUMA MINTA BANTUAN! BUKAN MODUS!
"Membantu apa?"tanyanya padaku. Aku tersenyum senang lalu menarik tangannya agar segera mengikutiku ke arah rak manga sebelah.
"Tolong bantu aku mencari manga 'Sweet Devil From Paradisse Land(?) edisi ke dua puluh tiga,"jelasku padaanya. Dia nampak sedikit shock saat mendengar judul manga itu. Memangnya kenapa? Apa ada yang salah? Kupikir itu judul paling keren(?) sepanjang masa!
"Eum... kau membaca hal seperti itu? Judulnya aneh sekali,"katanya 'terlalu' jujur. Ekhem, memangsih judulnya terdengar agak mengerikan atau well, bisa dibilang aneh. Tapi... plotnya itu keren! Apalagi banyak adegan kissing nya!
"Jadi bisa bantu atau tidak?"tanyaku sekali lagi. Kali ini agak kesal juga saat melihat wajah tampannya yang sekan-akan meremehkan seleraku terhadap bacaan.
"Baiklah... tapi, mengapa tidak bertanya langsung kepada pegawai toko ini?"kali ini dia mengeksekusiku. Duh... apa harus memberitahu yang sebenarnya? Tapi itu sangat memalukan!
"Itu..."
"Tidak usah diteruskan. Kau pasti hanya mau numpang membaca ya?"tepat sekali! Anda benar, seratus persen benar! Anda akan mendapatkan doll prize berupa...
KUTUKAN SEUMUR HIDUP KARENA TELAH MEMPERMALUKANKU!
"Iya, kau benar!"ucapku kesal. Tampan-tampan menyebalkan!
"Kenapa tidak membelinya saja?"tanyanya lagi. Duh... kenapa dia jadi menyebalkan begini sih?
"Ada masalah dengan keuanganku!"jawabku ketus. Dan kini dia malah tertawa... tidak tertawa juga sih, hanya HAMPIR!
"Kalau begitu biar kubelikan untukmu. Lagipula aku adalah member jadi mungkin akan mendapatan potongan harga..."APAAAAAAAAAAAAAH? DIA TIDAK JADI MENYEBALKAN! MALAH SEKARANG JADI SANGAT MENYENANGKAN! ADUH BAIKNYAAAAA! "Nah sekarang giliranku..."eh? maksudnya?
"Mau menemaniku tidak?"
...
...
...
Tau tidak? Sekarang aku dan Jongin sudah berada di bagian kitchen stools bersama Kyungsoo. Jadi tadi permintaan Jongin adalah, memintaku menemaninya mencari panci. Ya panci! Bingung? Awalnya sangat bingung. Tapi dia menjelaskan, "Aku mulai tinggal di apartemen sendiri, jadi harus membei banyak perlengkapan. Nah, aku justru melupakan hal terpenting untuk dapurku. Itu... sesuatu yang digunakan untuk memasak ramen,"katanya saat kami masih di bookstore. Ya ampun, panci saja dia tidak tau! Pasti ibunya bukan penggemar panci serbaguna seperti eommaku!
"Sehunnie... bagaimana dengan ini?"tanya Kyungsoo padaku. Loh? Kenapa dia bertanya kepadaku?
"Ne?"
"Jongin..."Kyungsoo mengarahkan matanya kepada sosok Jongin yang masih berjongkok di depan salah satu rak panci. Duh, membeli panci saja sampai seserius itu! "Dia bilang, aku harus menanyakan pendapatmu..."hehhh? pendapatku? Memangnya kenapa? Aku tidak sespecial itu kan?
"Aku tidak tahu, tapi... mungkin jangan yang ini. Ini tidak terlalu portable(?) untuk apartemen yang hanya di tempati oleh satu orang. Lebih baik membeli yang lebih kecil dan ringan, itu pasti sangat cocok!"Kyungsoo mengangguk-anggukan kepalanya. Duh... ternyata jadi anak seorang maniak panci, tidak buruk juga...
"Ah... ini saja. Aku pernah melihatnya di majalah, ini tidak terlalu mahal dan kualitasnya juga tidak terlalu buruk,"usulku pada Kyungsoo. Kyungsoo nampak berbinar. Baru kali ini dia seperti ini padaku...
"Jongin-ah..."Jongin mendatangi kami sambil membawa dua buah panci di tangannya.
"Ini saja, ini pasti akan sangat berguna..."kataku sambil menyerahkan sebuah panci pada Jongin. Jongin diam sejenak, mengamati panci yang kupegang dengan serius. Ya ampuuun ini tidak ada bomnya!
"Baik, aku akan membeli yang ini..."kata Jongin lalu tersenyum.
Aduhhh... dia tersenyum!
...
...
...
Ah... meski hari ini sudah mengeluarkan uang bulananku untuk membeli knife set untuk Kyungsoo, dan untuk dua bulan ke depan aku harus menderita batin(?) sebagai penyandang gelar remaja miskin(?) rasanya aku tidak terlalu perduli. Well, setelah tadi bertemu Jongin tepatnya, duh... namja itu tampan sekali... sudah begitu sangat baik... jadi ingat Jongdae hyung. Eh... apa Yixing gege sudah pulang ya?
Duh... kenapa juga harus memikirkan dia. Memangnya dia pernah memikirkan ku? Lagipula... rasanya sekarang ingin membayangkan masa depanku bersma Jongin(?) apa bisa bertemu dengan Jongin lagi ya? Apa aku memang berjodoh dengannya ya?
Huh... kalau memikirkannya... jadi bingung sendiri. Ah sudahlah, lebih baik aku membantu mama menyiapkan malam saja. Eh... tapi kan aku sudah memakan paket nya. Duh! Aku memakan semuanya, tidak diberikan pada mama! Ah... aku memang calon adik ipar yang buruk! Tidak menjalankan perintah Jongdae hyung! Apa ini juga ciri-ciri kelak aku akan jadi koruptor? Eh, kenapa jadi koruptor. Eh... tapi kan aku memakan! Benar-benar dalam denotasi memakan! Memakan hak mamah!
Minta maaf sajalah...
"Ma..."panggilku pelan saat aku sudah sampai di hadapan mama. Kini mama sedang sibuk dengan rajutannya sepertinya.
"Waeyo?"tanya mama. Mama mengalihkan perhatiannya pada rajutan itu dan kini memandangku.
"Aku telah memakan hak mama,"jawabku jujur. Mama nampak terkejut, aduh... jangan-jangan mama marah!
"Nde? Maksudnya?"tanyanya menyelidik. Aduh... harus diberitahu tidak ya?
"Aku sudah memakan donat dari Jongdae yang seharusnya untuk mama,"
"Ne?"eh, mama tidak marah nih karena aku sudah tidak jujur?
"Tidak papa. Tadi mama juga sudah mengahbiskan Jesslyn cake bagianmu."
"Ne?"
"NEEEEEEE? JESSLYN CAKE? YANG ADA LECY MOUSE NYA? AHHHHH... WAEEEEEEEEEEEEE! KENAPA MAMA CURANG SEKALI!"kesalku pada mama. Apa-apaan ini? Aku hanya memakan dan mama memakan Jesslyn! Ih... menyebalkan!
"Kau sendiri juga melakukannya kan? Kenapa mama tidak?"HUWEE... TIDAK BISA MEMAKAN JESSLYN!
"MAMA JAHATTTTTTTT!"
"KAU JUGA SAMA!"dan kini mama malah mehrong padaku! AHHHHHHHHHHHHHHH!
...
...
...
"Apa kau lihat-lihat?"tanya Yixing gege sinis. Ih... siapa juga yang melihatnya? Aku kan melihat Jesslyn di piringnya!
"Mau?"tanya Yoxing gege sambil menyodorkan piringnya padaku. Aku menganggukan kepalaku antusias. He... jarang-jarang orang ini baik padaku.
"Aaaa..."Yixing gege bahkan mau repot-repot menyuapiku. Aku membuka mulutku lebar-lebar, siap menerima blackforest darinya.
"Eits... bayar dulu hutangmu... uwe!"
"GEGEEEEEEEEEEEEE!"
"Heh, siapa juga yang sudi membaginya denganmu! Sudah sana pergi... shoo... shoo... hush!"
"Ih... dasar menyebalkan!"dan akupun melangkahkan kakiku menuju ruang keluarga. Saat ini papa sedang menonton channel berita nampaknya. Mama sih... tidak taulah, aku kan juga sedang kesal pada mama!
"Kau kenapa?"tanya papa saat menyadari aku sudah duduk di sampingnya.
"Aku tidak diberi Jesslyn!"ucapku kesal.
"Hah? Apa itu?"tanya papa penasaran. Duh... laki-laki tua ini(?) benar-benar tidak tau jesslyn? Padahal papa yang membelinya!
"Kue yang papa beli!"jawabku ketus. Eh.. kalau papa yang membeli tapi tidak tahu namanya, berarti...
"Hah? Papa tidak membeli kue!"jawab papa singkat.
Jadi...
"Akhahahaha... MAMA DAN YIXING TIDAK BISA MENIPUKU DENGAN KUE SISA ARISAN ITU!"
"AKH... PAPA BETRAYAL!"teriak mama dan Yixing gege dari arah ruang makan.
TBC.
