Nan Mollayo
Chapter 3. The Boy...
Author : Si k3cEh Ayane_Chan plakkk...
Cast : Sehun = suami saya?._.
Genre : YAOI, Comedy Romance, Friendship and Family.
Rating : T aka PG-15
Length : Chaptered
Warning : Typo bertebaran layaknya cinta saya pada Thehun... *Kibath poni... ˘˛˘
Talk2kan : Terimakasih, Arigatou, Xie~Xie, Matur Nuwun, untuk yang sudah review... maaf ya, kalau tidak bisa balas satu-satu.
Nah... sekarang saya galau, sama permintaan readers. Ada yang minta dibanyakin KaiHun nya, ChenLay nya atau mungkin SeLay nya*selay olay, plaked. Tapi sebenarnya udah tau kan ya, kalau center fic ini itu KaiHun. Nah kalau readers kecewa(?) mungkin kapan-kapan saya akan buatkan FF ChenLay, KrisHo atau ChanSoo yang pair utamanya itu mereka, Ok? Dan lagi... kapan papih saya keluar*ditaboked sama mamih soo~ aduh papih keluar di next chappy, suer dah! Ok... selamat membaca!
Saat ini jam menunjukan pukul tujuh pagi. Ini adalah hari minggu yang damai, komplek perumahan keluarga Wu pun nampak masih sunyi. Well, padahal biasanya akan ada suara gonggongan Baek... eh... gonggongan anjing Baekhyun yang akan selalu tp-tp, atau tebar pesona kepada para yeoja atau uke seksi yang kebetulan sedang berjonging di area itu. Dan untuk lebih jelasnya, anjing itu berjenis Chi-hua-hua,
Kalau kalian ingin tahu.
Tapi jangan meremehkan Park Cha Bul(?) – nama anjing Baekhyun – meskipun dia kecil, tapi makannya banyak, sama seperti pemilik... eh, maksudnya meskipun dia kecil, imut dan lain sebagiannya –yang negative-negative – suara gonggongannya terdengar cukup keras.
Belum lagi suara triplet di kediaman keluarga Choi – yang tertetak selisih tiga rumah dari sebelah kanan kediaman Wu - yang memang benar-benar mempunyai tiga bayi kembar! Jangan lupakan Uncle Kim yang setiap hari selalu menyiram pohon mapple di depan rumahnya – dia terlalu rajin.
Yang terakhir... kediaman Wu yang akan selalu menjadi pusat polusi suara(?) di komplek itu. Well, komplek perumahan yang isinya makhluk absurd semua sebenarnya.
"SEHUUUUUUUUUUUUUUUN! BANGUN! BANGUN!"teriak Joo Myeon sambil terus menggedor-gedor pintu kamar Sehun. Entah sudah berapa lama namja itu melakukan hal tersebut, namun nampaknya sudah sangat lama. Buktinya kini Yixing yang kamarnya tepat berada di samping kamar Sehun itu, justru terbangun karena kegaduhan yang dibuat mamanya.
"Uh... dasar pemalas!"gumam Yixing lalu menyenderkan tubuhnya pada daun pintu kamarnya. Dia masih enggan untuk mandi atau melakukan hal lain, mengingat akan ada hal seru yang harus disaksikannya sebentar lagi.
"SEHUUUUN!"teriak Joo Myeon lagi, entah untuk yang keberapa kalinya kali ini. Mukanya sudah sangat merah seperti udang goreng(?) itu tandanya mama dari Sehun dan Yixing itu sedang sangat amat marah!
'Ceklek...' dan pintu berspandukan 'selain orang manis dilarang masuk' itu terbuka. Menampilkan sesosok Sehun yang masih setengah sadar. Setengah sadar karena dia akhirnya bangun setelah mamanya menggedor pintunya sangat lama, dan setengah tidak sadar karena dia hanya mengenakan kaos kebesaran nya yang hanya menutupi bagian yang saya tidak tau namanya itu(?)
"Ada apa Ma?"tanya Sehun sambil mengucek-ngucek matanya. Nampaknya dia memang masih sangat ngantuk, mata sipitnya saja bahkan belum terbuka sama sekali.
"Kau dengar tidak si, apa yang mama bilang kemarin?"Joo Myeon berkacak pinggang dan Yixing mulai memakan snack yang disiapkannya di saku pajama nya. Tontonan gratis yang seru!
"Apa? mama tidak menyuruhku melakukan apapun,"jawab Sehun santai. Joo Myeon menggertakan giginya kesal lalu mencubit pipi Sehun sangat keras.
"AAAAHHH... MAMA... ADA APA?"teriak Sehun kesakitan, Yixing mulai memposisikan dirinya duduk di depan pintu kamarnya. Papanya yang entah dari mana asalnya itu menghampirinya lalu duduk di sebelah Yixing.
"Kau lupa membayar rekening listrik kan?"tanya Joo Myeon sedikit membentak. Seketika mata Sehun membulat. Aduh... dia lupa! Jadi ingat kejadian kemarin...
'Sehun, kau membawa ATM mamamu?'tanya Kyungsoo saat mereka berdua sedang berada di dalam toko alat tulis. Sehun hanya menaik turunkan kedua alisnya secara berulang sebagai jawaban. Cuih... pamer sekali!
'Wah... kau hebat!'puji Kyungsoo lalu menepuk-nepuk punggung Sehun, tanda salut padanya. Tunggu dulu... apa yang harus disaluti dari seorang Oh Sehun? Dia itu menerima ATM mamanya karena dia disuruh membayar tagihan listrik. Well perbankan mamanya sedang ada masalah, jadi keluarganya harus membayar bills secara manual (?)
"Wah... sudah semua nih,"kata Kyungsoo senang. Kini kedua tangannya dan kedua tanganSehun sudah penuh dengan belanjaan kebutuhan sekolah.
"Sehun, kau tidak ada yang terlupakan kan?"tanya Kyungsoo berusaha mengingatkan. Well, Soo sudah tahu kalau sahabatnya ini memang sangat pelupa.
"Tidak dong! Sudah ayo cepat pulang,"dan Sehun melupakan tugasnya untuk membayar tagihan listrik.
"Aduh... iya, aku lupa ma,"kata Sehun jujur. Untung saja masih mau jujur. Joo Myeon menghela nafasya kasar, lalu melepaskan cubitannya pada pipi Sehun yang kini memerah itu.
"Kau tau? Karena kelalaianmu itu, sekarang listrik di rumah kita mati! Dan itu tandanya kita tidak bisa melakukan apapun! Sebagai hukumannya..."Joo Myeon melotot sadis pada Sehun. "Kau!"
'Gulp...'
"Papa dan Yixing!"Joo Myeon memutar badannya dan menunjuk dua orang bodoh yang nampaknya terlalu asik memakan snack kentang di tangan si namja yang lebih pendek sehingga tidak menyadari suasana saat ini.
"KALIAN SEMUA HARUS MEMBANTU MAMA MEMBERSIHKAN RUMAH SECARA GOTONG-ROYONG(?) DAN SUKARELA!"perintah Joo Myun layaknya Hitler saat menyerukan NAZI di seluruh dunia.
"HEH? KENAPA KAMI?"protes Wufan dan Yixing secara bersamaan. Tapi akhirnya mereka menurut juga setelah melihat wajah garang Joo Myeon yang sangat menyeramkan.
"Sehun-ah... tugasmu, membersihkan seluruh taman depan dan belakang! Papa membersihkan loteng, gudang dan garasi! Yixing me-laundry baju dan sisanya biar mama yang bereskan. Listrik baru akan nyala kembali pada jam dua pm nanti. Kalian mengerti?"
...
...
...
"Apa sih maunya si Sehun itu? Dasar bodoh! Kenapa malah melupakan hal sepenting membayar listrik!"gerutu Yixing sambil terus mengucek satu persatu pakaian yang ada di dalam sebuah ember yang sangat besar. Bibir nya semenjak tadi sudah sangat manyun dan wajah cantiknya sudah berubah menjadi lesu layaknya tenaga kerja yang tidak digaji selama lima tahun.
"Ahhh... bagaimana cara menghilangkan noda ini? Kenapa tidak hilang-hilang sih!"gerutu Yixing sekali lagi. Kini sebuah noda berwarna coklat di bajunya tidak juga hilang meski dia sudah mencuci baju itu berulang kali.
"Ge, ada selang tidak? Selang yang di taman kurang panjang,"
"Tidak ada!"jawab Yixing ketus. Sehun mendecih dibuatnya, kemudian kaena masih tau diri(?) dia akhirnya minta maaf pada gegenya ter... sa... yang itu.
"Maaf ya ge... karena aku lupa membayar tagihan kau jadi harus mencuci kaos kaki busuk milik papa,"terdengar nada bersalah yang amat dalam disana. Membuat Yixing yang tadinya berniat untuk memusuhi Sehun seharian penuh itu, kini menatap adiknya dengan sayang.
"Sehunnie... tidap papa kok. Hanya, sebagai pemintaan maafmu, kau mau tidak mencucikan baju gege yang ini. Gege tidak bisa menghilangkan nodanya,"pinta Yixing sambil mengulurkan sebuah baju kepada Sehun. Sehun mengangguk setuju lalu menerima baju itu.
"Aish..."
"Eh?"
"Heh? kenapa tidak hilang-hilang?"teriak Sehun frustasi. Dia sudah mengeluarkan tenaga kuda...
poni nya untuk mengucek sebuah noda kecoklatan di baju gegenya, tapi kenapa nodanya tidak hilang juga?
"Ge... kenapa tidak bisa hilang?"
"Benarkan, kau saja yang lebih besar dariku tidak bisa(?) ya sudah... aku tanya mama dulu, bagaimana cara menghilangkannya,"Yixing segera bangkit dan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Sehun yang kini tengah mencurahkan segenap kekuatan dan memeras seluru kemampuan otaknya – jika saja dia punya kemampuan itu – untuk menghilangkan noda sialan itu.
"Ugh... mungkin dengan sedikit pemutih pakaian?"dan dengan pintarnya(?) Sehun menuangkan satu tutup botol pemutih pakaian di atas noda itu, dengan diiringi cengiran bodohnya dia meletakan baju itu dan duduk sebentar di atas mesin cuci.
"Ah... tunggu sampai beberapa menit."
1 menit berikutnya...
"Sud... Eh?"
"HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH?"
"ADUH! ADUH, BAGIMANA INI shg*gvd#... AHHH!"
"Iya ma, nodanya tidak mau..."
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAH!"
"SEHUN-AH!"Yixing menarik paksa baju couple nya yang berwarna biru muda dari tangan Sehun.
"APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA BAJUKU MENJADI PUTIH SEPERTI INI?"teriak Yixing histeris. Hancur sudah, hadiah seratus harian jadiannya dengan Jongdae, karena tingkah bodoh yang dilakukan oleh adiknya.
"Gege... maaf, aku tidak tahu!"
"Aduh... apa yang kau lakukan?"tanya Joo Myeon pelan sambil memijat keningnya untuk menghilangkan rasa pusingnya yang semakin menjadi-jadi. Aduh... anak bungsunya ini memang...
"Huweee... aku menuangkan pemutih pakaian untuk menghilangkan nodanya, tapi malah pakaiannya yang berubah warna! Makanya jangan beli yang murahan!"Sehun berusaha membela diri, meskipun seharusnya saat ini dia harus minta maaf pada gegenya.
"INI BUKAN BERUBAH WARNA! TAPI KAU YANG MENGUBAHNYA KARENA KEBODOHANMU, AKU TIDAK MAU TAHU, POKOKNYA HUTANGMU BERTAMBAH SEPULUH RIBU WON KEPADAKU!"
"HEH? AKU KAN TIDAK SENGAJA!"
"SENGAJA ATAU TIDAK BAJUKU SUDAH MENJADI PUTIH!"
"AKU SUDAH MINTA MAAF!"
"KALAU MAAF DITERIMA TIDAK AKAN ADA POLISI!"
"KENAPA JUGA KAU MENYURUHKU?"
"KARENA ITU SEBAGAI BAYARAN MINTA MAAF MU YANG SEBELUMNYA, DAN KAU SEKARANG SEHARUSNYA TAHU BAHWA MINTA MAAFMU SUDAH BERKUADRAT!"
"STOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOP!"
"MAMA TIDAK USAH IKUT-IKUTAN!"teriak Yixing dan Sehun hampir bersamaan.
Joo Myeon tidak menghiraukan seruan kedua anaknya itu, dia justru merebut baju yang ada di tangan Yixing dengan paksa, kemudian menelaah bagian putih yang kini sudah melebar hampir ke separuh warna biru.
"Mana nodanya?"tanya Joo Myeon pada keduanya.
"Ini!"tunjuk keduanya pada sebuah bulatan kecil yang berada di pojok depan kanan baju. Joo Myeon mengamatinya sebentar lalu menarik kedua pipi anaknya itu dengan sangat keras.
"Huh... dasar bodoh. Ini bukan noda, ini adalah motif bajumu. Ini namanya sablon bodoh!"
"HEEEEEEEEEE?"
...
...
...
Hari ini, hari senin...
Krik...
Hey! Hari senin ini harus bersemangat seperti Oh Sehun! Seharusnya warga Seoul bisa mencontoh semangat yang dituangkan oleh Oh Sehun dalam hal ini. Mau tau hal apa?
'Sreeeeet...'
"TUNGGU PAK!"
'Slip...'untung saja tubuhnya ramping.
"Hosh... hosh... terimakasih ya Pak..."
'Wink~'
"Anak zaman sekarang..."
Biar dijelaskan sebentar, jadi karena kebiasaan libur panjangnya terbawa sampai hari ini, Sehun jadi bangun kesiangan. Saat libur panjang dia sengaja memusiumkan(?) jam alarm nya sehingga benda bulat, kecil, dan bergambar doraemon itu tidak mengganggu mimpi indahnya yang tidak mungkin bisa menjadi kenyataan, salahkan imajinasinya yang terlalu tinggi dan memimpikan dia mendapat seorang kekasih yang setampan Tom Cruise, sekaya Sam Walton, sedermawan... baiklah tidak usah diteruskan.
Kini namja itu sedang marathon menuju kelas barunya, kelas khusus seni tari. Dan dia masuk kelas sepuluh tari tiga. Meskipun kakinya panjang, tetap saja karena waktunya sudah sangat limit dia akhirnya telat juga. Saat dia sudah masuk ke dalam kelas ternyata teman-temannya sudah duduk di bangku mereka masing-masing, saat itu juga Sehun berpikir tentang 'anak SMA yang diantar oleh mamanya di hari pertama dan memilih tempat duduk' iuh... otak bodohnya kembali bekerja tidak beres.
"Boleh duduk disini tidak?"tanya Sehun tiba-tiba pada seorang namja ekhm... tampan yang kini sudah duduk dengan tenangnya di sebuah kursi barisan ketiga. Aduh... di dunia ini benar-benar banyak orang tampan yah?
"Terserah,"jawab namja itu. Sehun menaikan bibirnya sebelah, ekspresi yang selalu dikeluarkannya saat melihat namja tampan tapi sombong seperti namja di hadapannya ini.
'Bruk...'bokong yang menurut dirinya sendiri itu seksi, kini didaratkan di atas kursi yang masih kosong itu. Dan sekarang Sehun bingung. Apa yang harus dilakukan?
"Sehun?"seorang namja dengan senyuman yang sangat menawan menghampirinya, Sehun terlonjak kaget namun beberapa saat nampak sangat kegirangan saat dia mengingat wajah yang sangat familiar di hadapannya ini.
"Minwoo?"tebak Sehun.
"Iya!"jawab namja itu antusias.
"Akkkkhhh..."dan dua namja itu berpelukan layaknya dora dan boots yang berhasil menyelesaikan misi mereka membeli pasta gigi di toko sebelah(?)
"Wah... senangnya bisa sekelas denganmu. Untung saja kau masih mengingatku. Oh ya... Kyungsoo sekolah disini juga tidak?"Minwoo bertanya antusias. Sehun menganggukan kepalanya cepat kemudian tersenyum. Namja sombong disampingnya tadi nampak melirik Sehun sekilas.
"Iya, iya. Dia ada di kelas khusus musik!"jawab Sehun.
"Baguslah... oh iya, sebenarnya tadi aku ingin menyampaikan, bahwa sekarang juga kau harus pergi ke ruang BK,"jelas Minwoo begitu mengingat tujuan awalnya memanggil seseorang bernama Oh Sehun dari wali kelasnya.
"Hah? Kenapa?"tanya Sehun bodoh.
"Karena kau tidak ikut upacara pembukaan,"jawab sebuah suara asing di belakang Sehun, namja sobong tadi.
"Akhhhh!"
...
...
...
"Sehun-ah fighting... Sehun-ah fighting..."
'Pluk...'Sehun melempar kain pel yang sedari tadi dipegangnya ke arah Kyungsoo yang kini berdiri di ambang pintu toilet. Untung saja kain nista itu tidak mengenai wajah imutnya yang kemarin baru saja menerima perawatan di salon khusus!
"Soo... tau tidak? Kalau kau hanya menyemangatiku seperti itu, pekerjaanku tidak akan selesai. Lebih baik kau membantuku!"kesal Sehun lalu melanjutkan aksinya mengepel lantai. Kali ini dengan tongkat pel. Well karena dia tidak mengikuti upacara pembukaan, sekarang dia harus dihukum di hari pertamanya masuk, ugh... menyebalkan.
"Eh... bukannya aku tidak mau membantu ya Sehunnie. Kau tau sendirikan kalau aku sudah langsung terdaftar dalam ex-school masak, dan kalau aku membantumu mengepel lantai itu berarti aku bisa saja mengotori tanganku, dan bila itu terjadi maka..."dan seua itu dikatakan oleh anak yang bahkan tempat favoritenya adalah kamar mandi!
"Ugh... ya sudah. Sudah... doakan saja agar semua kotoran ini bisa menghilang dengan sendirinya..."gumam Sehun kesal.
"YA TUHAN SEMOGA SAJA KOTORAN INI HILANG DENGAN SENDIRINYA!"
"KYUNGSOOOO!"
...
...
...
"Ah... enak juga ya membawa bekal, jadi tidak usah beli jajan,"kata Sehun sambil menyumpit sebuah egg roll di kotak bekalnya. Kyungsoo mengangguk setuju dan dia masih melahap selada dan timunnya serta tomat dan sedikit mayonnaise. Dan jika mereka tidak mengenal Kyungsoo, mungkin mereka akan berpikir bahwa, di kehidupan sebelumnya Kyungsoo pasti seekor kambing.
"Kau mau egg roll?"tawar Sehun pada Kyungsoo. Kyungsoo menggelengkan kepalanya cepat, dan membuka mulutnya lebar-lebar, hendak berpidato lagi nampaknya. Namun seseorang yang pastinya bukan Sehun mengintrupsinya.
"Permisi... boleh aku saya duduk disini?"tanya seseorang itu. Sehun membulatkan matanya, suara ini?
"Hehhhh? Kim Jong In!"pekik Sehun terkejut.
"Sehun? Kyungsoo?"Jongin juga sama terkejutnya nampaknya.
"Wah... ternyata kau sekolah disini?"Kyungsoo angkat bicara setelah menelan tomat cherry nya bulat-bulat.
"Iya. Kalian ada dikelas mana?"tanya Jongin. Kini anak itu sudah duduk tepat diantara Sehun dan Kyungsoo.
"Aku masuk khusus tari, dan Kyungsoo khusus musik!"jawab Sehun.
"Aku masuk kelas regular fisika,"jelas Jongin. Sehun dan Kyungsoo mendadak tersedak.
"JANGAN BILANG KAU MASUK KELAS REGULAR-SPECIAL!"teriak keduanya bersamaan. Jongin mendadak bingung, dua orang yang mengapit dirinya itu kini nampak sangat mengerikan. Kyungsoo dengan mata bulatnya dan selada yang masih menggantung di mulutnya, dan Sehun dengan remah telur yang berceceran di sekitar bibirnya.
"Itu yang akan kukatakan,"kata Jongin enteng. Kyungsoo hampir membuat catatan di notenya tentang, AKHIRNYA AKU MEMPUNYAI TEMAN YANG LEBIH PINTAR DARIPADA SEHUN! Dan Sehun, "YA AMPUN, YA AMPUN... KIM JONGIN ENGKAU BEGITU TANPA CACAT CELA!(?)
"Beneran nih?"Sehun berusaha meyakinkan. Jangan-jangan Jongin bohong!
"Iya, memangnya kenapa? Ada yang salah dengan kelasku?"iya... tentu saja ada yang salah. Kelas regular-special fisika hanya ditempati oleh sepuluh anak, dan kebanyakan dari mereka itu adalah anak-anak beasiswa dari luar negeri, IQ mereka bisa lebih dari 160! Dan dan dan dan... KIM JONGIN bisa menjadi salah satunya?
"Kau ikut akselerasi sebelumnya?"tanya Kyungsoo penasaran. Makanan kambingnya dia singkirkan terlebih dahulu.
"Tidak. Dulu aku masuk SMP biasa. SMP ku bahkan di desa,"
"HEH? TIDAK MUNGKIN! MANA BISA BEGITU!"Sehun berusaha menyela, Jongin tersenyum kali ini.
"Iya kok. Aku tidak bohong, aku mendapat undangan masuk sekolah ini, makanya aku pindah ke Seoul,"jawab Jongin jujur. Kyungsoo dan Sehun nampak sangat shock... Ugh... mereka kalah dengan anak desa?
"Jadi itu alasan mengapa kau tinggal di apartement sendirian?"tanya Sehun penasaran.
"Eum... eomma dan appaku tinggal di desa, keluargaku punya pertanian anggur disana. Disini aku hanya mempunyai saudara sepupu sebenarnya,"jelas Jongin. Sehun dan Kyungsoo mengangguk paham.
"Begitu ya, apa tidak papa tinggal sendirian?"tanya Kyungsoo lagi.
"Tentu tidak papa."
"Wah... Jongin hebat sekali..."
...
...
...
"Berarti sudah diputuskan bahwa yang menjadi ketua kelas adalah Park Hanni, wakilnya Lee Yong Gun. Dan nanti kalian bisa mengambil jadwal yang ada di menja ini. Untuk ex-schoo, maaf sekali kelas khusus hanya diperbolehkan mengambil ex-school anak regular,"jelas Yoona sonsaenim yang membuat semua anak mendesah kecewa.
"Memangnya kenapa sonsaenim?"seseorang bertanya.
"Karena kalian hanya akan mendapatkan pelajaran seni dan sedikit sekali pelajaran umum maka kalian harus menggantinya di ex-school non- seni,"jelas Yoona sonsaenim. Semuanya mengangguk pasrah, meski sebenarnya mereka masih kecewa.
"Baik, setelah ini kalian bisa langsung melihat informasi ruangan ex-school di papan pengumuman. Anyeong..."
"Sehun-ah... kau masuk ex-school apa?"Minwoo, anak yang duduk di depan Sehun membalikan badannya dan langsung bertanya pada Sehun.
"Tidak tahu. Huweee... aku kan tidak punya keahlian apa-apa!"jujur Sehun meratapi nasibnya.
"Bagaimana dengan taekwondo?"usul Minwoo. Sehun terkejut, ugh... nanti badannya pasti sakit-semua.
"Tidak mau."
"Bagaimana dengan pecinta alam?"Minwoo mengusulkan lagi. Dan nampaknya Sehun tertarik.
"Itu terdeng..."
"Memangnya kalian mau memakan serangga hidup?"anak menyebalkan yang duduk di sebelah Sehun engintrupsi. Dia menutup komik yang sedari tadi dibacanya kemudian menatap dua namja manis dihandapannya secara bergantian. Melirik kearah kanan-kiri sebentar sebelum akhirnya berbisik... "Atau yang lebih parah, kalian disuruh makan cacing hidup-hidup..."
"Uekkk..."
"Hoeeeeeeeeeeeek!"
"Hem... masih mau mengikuti ex-school pecinta alam?"tanya anak itu lagi setengah tertawa mengejek.
"Tidaaaaak... ikut yang lain saja!"teriak Minwoo tidak jelas, dan akhirnya namja itu malah beranjak dari tempat duduknya dan langsung berlari menuju papan pengumuman untuk mencari informasi lebih lanjut.
"Heh, sebenarnya namamu siapa sih?"Sehun setengah kesal saat menanyakannya. Ugh... dari tadi namja ini terus bertingkah menyebalkan dan mengganggunya!
"Aku... Choi Jon Hong, calon ketua ex-school pecinta alam!"jawab namja itu dengan penuh percaya diri.
"Hehhh? Jangan-jangan..."
"Kau menakuti kami suapaya kami tidak ikut ex-school yang sama denganmu yah!"tuduh Sehun tiba-tiba. Tumben otaknya berjalan.
"Tidak, aku kan hanya memberimu pengetahuan. Huh, bukannya berterimakasih malah menuduh yang tidak-tidak!"Jon Hong berkata dengan santanya, Sehun mendecih dibuatnnya.
"Sudah, mengaku saja! Untuk apa berbohong!"Sehun tidak mau kalah kali ini.
"Iya, iya... aku mengaku. Aku memang melakukannya agar kalian tidak ikut ex-school pecinta alam. Dan... kau pikir, apa yang akan terjadi jika ex-school sekeren itu dimasuki oleh dua orang uke berisik dan manja seperti kalian!"
"Aku memang berisik tapi aku tidak manja!"tapi bohong.
"Huh... pokoknya kau harus mencari ex-school yang lain!"
...
...
...
Karya Ilmiah Remaja? Tidak buruk juga. Terdengar keren dan mengasyikan. Tapi kenapa baru sekarang ex-school itu terdengar keren di telinga Sehun? Kenapa semenjak di SMP tidak?
Well, jawabannya adalah...
Karena Jongin adalah calon ketua baru, ex-school tersebut!
TBC.
Tebakan, apa jadinya kalau uke rempong kayak Sehun masuk KIR? Ahahaha... apakah Sehun terkena gas meledak? Atau tabung reaksinya pecah? Atau tidak sengaja meminum zat kimia? Jaa... mata...! untuk chappy depan siap-siap dengan KaiHun momment ya! Oh ya, Jon Hong itu Zello B. A. P... aduh maknae yang sama unyunya dengan Sehun. Gimana kalau saya nyipper ZeHun(?)?
