Nan Mollayo
Chapter 4. Let's Talk About Love!
Author : Si k3cEh Ayane_Chan plakkk...
Cast : Sehun = suami saya?._.
Genre : YAOI, Comedy Romance, Friendship and Family.
Rating : T aka PG-15
Length : Chaptered
Warning : Typo bertebaran layaknya cinta saya pada Thehun... *Kibath poni... ˘˛˘
Talk2kan : Yuhuuu... akhirnya ada waktu buat update juga! Maaf ya kalau saya updatenya hanya bisa satu minggu sekali. Saya sibuk nih... beneran sibuk, nggak sok sibuk. Satu minggu full les terus... *nasib yang sudah kelas tiga... oh ya terimakasih yang sudah mengingatkan saya tentang nama. Saya memang pelupa banget kalau soal nama, di kehidupan sehari-hari aja sama...
Yasudah lah silahkan dinikmati...
...
...
...
"APAH? RUMUS LARUTAN GARAM SAJA KAU TIDAK TAHU DAN KAU MAU MASUK KIR?"teriak seorang namja manis kepada seorang namja berwajah bodoh di hadapannya, siapa lagi kalau bukan Oh Sehun(?)
Saat ini Sehun sedang menjalani sesi tanya-jawab dengan kakak kelasnya yang merupakan anggota KIR terdahulu, seseorang bernama Luhan. Sehun memanyunkan bibirnya kesal, ugh... mau bagaimana lagi, dia kan memang sangat membenci hal-hal seperti kimia semenjak SMP!
"Tapi aku kan mau belajar!"Sehun tetap kukuh pada pendiriannya ingin masuk ex-school tersebut.
"Aish! Tapi nanti kau akan tertinggal oleh yang lainnya!"bantah Luhan. Duh... sudah sepuluh menit lamanya mereka berdua saling cek-cok. Nampaknya sih, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka kini sedang menjadi pusat perhatian di gedung A-17.
"Xi- sunbae..."sebuah suara menginstrupsi aksi omel Luhan pada Sehun. Keduanya menatap sumber suara tadi dan saat itu juga keduanya tiba-tiba menjadi sangat gugup.
'Aduh... adik kelas yang sangat tampan! Jong In pujaan hati!'
'WAH! KENAPA DIA DATANG DISAAT YANG TIDAK TEPAT? JONGIN BISA MENGETAHUI KEBODOHANKU YANG SEBENARNYA! ARRRRRGH...'
"Ada masalah?"tanya Jongin sopan. Duh... sudah tampan, sopan pula. Seme idaman... berasa di surga...
"Sedikit. Anak ini ingin masuk KIR meski dia tahu sebenarnya, JANGANKAN MENDAFTAR... NIAT UNTUK MASUK KIR PUN DIA TIDAK PANTAS!"jawab Luhan yang berhasil membuat Sehun jadi sakit hati. Hell! Memangnya siapa Luhan? Memangnya papanya yang memiliki ex-school ini apah? Dan sayang sekali, tolong jangan beritahu Sehun kalau sebenarnya sekolah ini adalah yayasan keluarga Luhan.
"Tapi aku ingin belajar, aku tertarik!"Sehun meyakinkan Jongin, kali ini dengan efek-efek puppy eyes...
Yang matanya belekkan tapi. Iuh...
"Wah... jadi kau memang benar-benar ikut mendaftar,"Jongin pura-pura terkejut. Tadi, sewaktu di depan ruangan dia sempat bertemu dengan Sehun dan menanyakan perihal sebab Sehun ingin mengikuti KIR, dan namja itu menjawab... "KIR? Aku sudah ingin masuk sejak SMP, tapi tidak berani, baru berani sekarang,"celoteh Sehun saat itu. Jongin mendadak bingung, kenapa harus takut? "Memangnya kenapa?"tanyanya saat itu, Sehun diam sebentar kemudian menjawab, "KIR itu ex-school yang mencari katak untuk dimutilasi kan?"dan Jongin hampir saja meluapkan tawanya jika saja seseorang tidak segera memanggilnya dari ruangan sebelah. Sebelum beranjak dia mengangguk kepada Sehun sebagai jawaban, dan mengacak-acak rambut namja yang lebih pendek darinya itu sebentar. "Dia bodoh sekali..."
"Eum!"
"Luhan-sunbae, mungkin kita bisa menerimanya masuk. Dia mempunyai ambisi yang kuat untuk belajar!"seandainya Jongin tau apa ambisi Sehun masuk ex-school itu.
"Kalau bukan karena Jongin yang meminta, aku pasti tidak akan membiarkan anak sepertimu mencemari(?) KIR!"Luhan menghembuskan nafasnya kasar lalu menunjukan gestur mengusir.
"Shoo~ Shoo~..."
"Khamsahamnida sunbae!"seru Sehun histeris, dia sampai lupa kalau Jongin lah yang sebenarnya berjasa dalam hal ini.
...
...
...
'Ceklek...'
"AKU PULAAAANG!"
"Heh? Eh? Kenapa sepi sekali? Mama kemana? Apa gege ada kelas hari ini?"Sehun memutar kepalanya kekiri dan kanan waspada. Sekarang dia sudah layaknya maling di dalam rumahnya sendiri. Dia sekarang sedang bingung, karena begitu dia membukan pintu rumah, dia mendapati rumahnya kosong. Duh... mamanya tidak diculik alien dari mars kan? Atau... gegenya... tidak-tidak! Tidak ada seorangpun yang mau menculik orang seperti gegenya.
"Ma..."Sehun mulai melangkahkan kakinya perlahan, dan sekarang keadaan menjadi horor. What the... sekarang masih jam tiga P.M dan rumahnya terasa sangat horor. Belum cukup dengan suara langkah kakinya yang sampai terdengar begitu jelas, dan detik jarum jam yang terus berputar, seekor cicak kini mendarat di hadapan Sehun.
"ASTAGA! YA AMPUN!"Sehun mengelus-elus dadanya yang malang. Aduh... sekarang firasatnya jadi tambah buruk.
"Hiks... hiks... hiks..."eh...? beneran nih? Tidak bercanda kan? Ini bukan ulang tahunnya! Aduh jangan-jangan gege dan mamanya bersekongkol untuk mengerjainya!
"Gege... mama... jangan coba-coba menakutiku ya!"teriak Sehun keras, kali ini dia sudah mulai menaiki tangga rumahnya. Sebenarnya dia jadi deg-degan juga sih. Ugh... rumahnya yang hanya berukuran seratus lima puluh meter persegi itu kini jadi terasa sangat luas.
"Hiks... hiks..."dan suara tangisannya kini makin mendekat, bulu kuduk Sehun mulai berdiri. Lututnya mulai lemas, apa dia harus segera berlari keluar?
"Aduh mama... mana mungkin papa berbuat seperti itu!"dan saat itu juga Sehun menghela nafasnya legaa. Itu suara gegenya, kalau begitu yang menangis itu? Mamanya?
'Ceklek...'Sehun membuka pintu kamar mamanya, dan kini dia sangat shock. Mamanya sedang tengkurap di atas bed dan menangis tersedu-sedu sedangkan gegenya yang biasanya galak sekali itu sedang berusaha menenangkan mama. Dan yang paling Sehun tidak percaya adalah... gegenya ikut menangis.
MENANGIS?
GEGENYA MENANGIS?
ADUH... APA ADA SESUATU YANG TERJADI?
"Ma... gege..."Sehun mendekat kearah dua dua orang itu. Bibirnya mulai bergetar, sebandel-bandelnya Sehun dia masih menyayangi mama dan gegenya juga.
"Kalian kenapa?"kini setetes air mata berhasil menerobos matanya. Sehun duduk dipinggiran bed tepat di samping Yixing. Yixing dan mamanya menatap Sehun pilu. Apa mereka harus memberitahukannya kepada Sehun? Apa anak sepolos dan sebodoh Sehun bisa mengerti situasinya.
"Sehun-ah..."mamanya menegakkan badannya, dan memeluk Sehun. Sehun terisak sekarang, tidak tau kenapa dia jadi ingin menangis dengan situasi sekarang.
"Ma... kalau ini karena aku. Aku minta maaf ya... hiks... hiks... hiks... selama ini aku belum jadi anak yang baik!"Sehun berucap lirih di tengah isakannya. Joon Myung mengelus rambutnya dan kini Yixing ikut memeluk keduanya.
"Sehun... hiks... hiks... Sehun... papa..."Yixing mulai berkata. Dan saat itu jantung Sehun hampir berhenti berdetak, papa? Papanya kenapa? Jangan-jangan...
"Papa... hiks... hiks..."
"Papa..."
"Papa... hiks..."
"PAPA KENAPA GE?"Sehun melepaskan pelukan mamanya dengan paksa dan menatap pada Yixing seius. Papanya kenapa?
"Papamu berselingkuh..."ucap mamanya lirih hampir tidak terdengar.
"APAH?"dasar sialan! Papa macam apa yang mengkhianati keluarganya sendiri? Saat mamanya setiap hari bekerja keras di rumah, berusaha mendidik gegenya yang buas seperti aligator dan sehun yang bertingkah layaknya monyet liar. Papanya malah berselingkuh? WHAT THE F!
"HUWE... IYA, PAPAMU BERSELINGKUH!"Joon Myun kembali memeluk kedua anaknya dan kini . tangis ketiganya terdengar begitu keras dan memilukan.
"Tapi... tapi... mana mungkin papa berselingkuh!"kali ini Yixing memberi pendapat.
"Tapi mama menemukan buktinya sendiri!"jawab Joon Myun tegas. Dan saat itu Sehun berpikir bahwa, sosok papa yang selama ini dimatanya sudah menyebalkan,
SEKARANG TAMBAH MENYEBALKAN! UGH!
...
...
...
"Kau sedang ada masalah ya?"Jongin bertanya saat itu. Sekarang dia sedang duduk berdua dengan Sehun di salah satu kursi kantin sekolah, jika seharusnya Kyungsoo menempati salah satu bangku di meja mereka, kali ini namja imut itu tidak terlacak keberadaannya. Sehun menghela nafasnya kasar. Memangnya terlihat sekali ya kalau dia sedang ada masalah?
"Kenapa kau bisa tahu?"tanya Sehun singkat, dia tidak menegakan kepalanya yang sedari tadi ditumpukkannya di atas meja, dia hanya menatap Jongin dalam.
"Orang yang mempunyai masalah akan menampakan sikap tubuh yang berbeda. Dan dalam kasusmu ini sangat-amat jelas,"jelas Jongin logis. Sehun mengangguk-anggukan kepalanya.
"Tapi semua orang punya masalah,"jawab Sehun lirih. Jongin meliriknya sebentar.
"Tapi masalahmu yang satu ini pasti masalah yang serius kan? Kau bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan masalahmu dengan baik."
"Begitu ya..."
"Eum..."hening. keadaan menjadi hening seketika, Jongin meneruskan makan siangnya sedangkan Sehun hanya menatap namja itu dalam diam. Lama-lama bibir Sehun gatal juga kalau tidak digunakan.
"Jongin..."Jongin menatap Sehun.
"Orang yang saling mencintai seharusnya harus setia kan?"Sehun mengajukkan pertanyaan yang serius dan Jongin nampak sedikit kaget. Ugh... masalah namja itu pasti benar-benar berat.
"Aku rasa begitu. Tapi hanya dalam kasus tertentu. Spekulasimu mungkin tidak terjadi dalam kasus... seseorang yang saling mencintai tapi salah satu diantara mereka meninggal. Apa yang satunya harus ikut meninggal juga untuk membuktikan kesetiaanya?"dan Sehun berpikir... 'Kapan Jongin akan menggunakan hatinya untuk menjawab?'
"Itu berbeda..."bisik Sehun pelan. Jongin mengernyitkan alisnya bingung.
"Aku tidak tau apa permasalahanmu yang sebenarnya, tapi mungkin kau bisa menceritakannya padaku. Em... meskipun kita baru kenal selama beberapa hari... tapi... kita sudah..."
"...dekat kan?"
"Benar... gomawo."
...
...
...
Jadi... berdasarkan spekulasi dari Jongin yang ternyata sudah mengikuti olimpiade chemistry tingkat nasional itu,
PAPANYA MUNGKIN TIDAK BERSELINGKUH!
JONGIN MENGATAKAN PERBANDINGAN PAPANYA BERSELINGKUH DAN TIDAK ITU SEMBILAN BANDING SATU!
Spekulasi pertama, PAPANYA BERSELINGKUH ITU BENAR!
Kedua, papanya tidak akan bisa selingkuh karena pekerjaan papanya itu tidak mungkin memberinya ruang gerak. Ugh... papanya seorang polisi dan dia juga workaholic!
Ketiga, berdasarkan cerita Sehun, Jongin dapat menganalogikan bahwa papanya terlalu mencintai mamanya untuk dapat berselingkuh dengan orang lain. Dan ke... dan ke... dan ke-ke yang lainnya yang terlalu logis, sehingga Sehun memutuskan untuk menanyakan masalah ini langsung ke sumbernya!
Saat ini, jam telah menunjukan pukul empat P.M, sekolah belum menerapkan full time sampai minggu berikutnya. Sehun sudah pulang semenjak satu jam yang lalu. Dia sedang duduk di atas kursi makan dengan tenang. Pura-pura membaca majalah kuliner tapi sebenarnya sesekali matanya mencuri pandang kepada mamanya. Dia khawatir, benar-benar khawatir. Mamanya menjadi diam semenjak kemarin sore. Saat papanya pulang malam harinya, meskipun mamanya tetap melakukan hal-hal seperti hari-hari sebelumnya, tapi suasananya benar-benar berbeda. Sehun membenci keadaan ini. Rumahnya yang selalu ramai dan hangat kini terasa sangat dingin dan sunyi. Perlahan dia meletakkan majalah ditangannya di atas meja, dia berdiri dan menghampiri mamanya yang kini tengah membuat kimchi.
"Ma... mama yakin papa selingkuh?"tanya Sehun pelan. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlalu keras pada situasi ini. Mamanya tidak segera menjawab, membiarkan keheningan mengisi dapur untuk beberapa saat sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya. Menghela nafas kasar lalu menumpukan kedua tangannya di bahu Sehun.
"Mama yakin, mama menemukan SMS mencurigakan di handphone papamu,"jawab mamanya. Sehun terperanjat. Duh... ada buktinya? Bagimana lagi?
"Si... si... siapa orangnya?"tanya Sehun gugup.
"Himchan... rekan kerja papamu di bidang forensik,"jawab Joon Myun pelan. Sehun rasanya ingin menangis saat itu. Papanya berselingkuh saat ini, lalu apa? Apa nantinya orangtuanya akan bercerai? Lalu dia harus ikut dengan papanya karena dia lebih mirip papanya, lalu papanya menikah dengan selingkuhannya itu dan ternyata dia adalah mama tiri yang jahat seperti di dalam kisah Cinderella? Oh sungguh... semenjak kecil Sehun selalu berharap suatu saat nanti dia bisa menjadi Cinderella. Tapi bukan seperti ini...
"La... lu... bagaimana? Apa mama dan papa akan bercerai?"Sehun mulai menangis, dia adalah seorang remaja awal, dan dia masih labil sedangkan sifat aslinya memang labil, dan sekarang kelabilannya menjadi quadrat.
"Tidak... mama akan membiarkan papa berpoligami,"jawab Joon Myun tenang. Sehun ternganga. Apah? Poligami? Ya ampuuuun... mimpi saja tidak pernah!
"Beneran mah?"Sehun meyakinkan dan Joon Myun mengangguk yakin.
"Dengan beberapa syarat tentunya,"Joon Myun membalikan badannya dan kembali memegang pisau yang dipakainya untuk memotong sayuran semenjak tadi. "Pertama, papamu harus adil terhadap kedua istrinya..."
'Chooop...'dan suara pisau yang beradu dengan kayu keras terdegar sangat mengerikan bagi Sehun. Mamanya mungkin membayangkan sayuran itu adalah papanya. "Kedua... papamu harus tetap bertanggungjawab terhadap kau dan gegemu!"
'Chooop...'
"Ketiga... istri baru papa tidak boleh tinggal di rumah ini,"
'Chooop...'
"Dan yang terakhir..."mamanya berhenti dan memandang Sehun tajam.
"LANGKAHI DULU MAYAT MAMA!"
'CHOOOP...'
...
...
...
Sehun bingung saat ini. Sekarang keluarganya sedang makan malam bersama seperti biasa. Dan keadaannya tentu saja sangat tegang. Yixing yang biasanya selalu mengeluh ini itu tentang masakan mamanya, kini lebih memilih diam. Mamanya yang biasanya akan selalu bertanya macam-macam tentang pekerjaan papanya, kini hanya fokus pada makanan di piringnya. Papanya yang tidak peka itu bertingkah normal seperti biasanya, dia masih tetap saja menanyakan hal-hal tidak penting pada Sehun seputar soalnya atau, kau sudah punya kekasih atau belum.
"...Begitu ya kalau begitu seharusnya kau mengikuti ex-scho..."
"Pa,"semuanya menatap Sehun dengan heran saat dia memotong pembicaraan papanya begitu saja.
"Pp... pa... papa... "bibirnya mulai melengkung kebawah, sumpitnya sudah diletakkan di atas mangkok.
"Pa... pp... papa... hiks..."air mata mulai keluar dengan deras di pelupuk matanya.
"Pa... pa... papa,"Wufan menatap Sehun heran, sedangkan Yixing dan Joonmyun sedang menahan diri mereka untuk tidak menangis karena melihat Sehun.
"Pa... pa... PAPA SELINGKUH YA? HUWEEE..."Sehun menangkupkan kedua tangannya di depan matanya. Rasanya tidak siap jika harus mendengar jawaban dari papanya saat itu. Yixing kini terisak, dan Joonyun akhirnya menangis juga. Dan untuk lima menit selanujutnya hanya terdengar isak tangis di ruangan itu.
"..."
"..."
"..."
"HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH? PAPA SELINGKUH? SELINGKUH DENGAN SIAPA?"bantah Wufan tidak terima. Hell, dia selingkuh dengan mayat penjahat? Atau koruptor berkauskaki busuk?
"IYA PAPAH SELINGKUH, SUDAH MENGAKU SAJA!"jiwa aligator Yixing mulai menyeruak membuat Wufan kaget karenanya. Kini Yixing memeluk Sehun posessive berusaha menenangkan adik kecilnya yang sebenarnya sangat disayanginya itu.
"Papa mengaku saja..."ucap Joonmyun lirih. Kepala Wufan hampir pecah rasanya. Berselingkuh? Ugh... andai saja dia mempunyai waktu untuk melakukan hal itu, dia lebih memilih membawa keluarganya pergi libiran di luar kota.
"Kenapa kalian bisa mengatakan hal itu?"ucap Wufan kesal.
"Mama melihat SMS yang ada di handphone papa. Papa mengirimkannya untuk salah satu rekan papa di forensik kan?"tanya Joonmyun pilu.
"Forensik? Maksudmu HIM CHAN? YA AMPUN DIA ITU ISTRI YONGGUK, REKAN KERJA PAPA DI DISTRIK GANGNAM. TEMPO HARI DIA MEMANG MEMINJAM HANDPHONE PAPA UNTUK MENGIRIM PESAN PADA ISTRINYA IT, KENAPA JUGA MAMA TIDAK MEMBACA PESANNYA SECARA LENGKAP... aduhh... mama pasti sudah salah sangka, kenapa juga tidak bertanya langsung pada papa."
"Eh?"
"Ja... jadi, papa tidak selingkuh?"tanya Joon Myun meyakinkan. Wu fan menggeleng pelan kemudian tersenyum.
"Mana mungkin papa berselingkuh, untuk apa papa melakukannya jika setiap hari papa selalu tidak sabar untuk malaikat-malaikat papa yang selalu menunggu papa dengan setia di rumah?"Wufan menangis saat itu. Entah mengapa suasananya sangat mendukung untuk membuat setitik jiwa melankolisnya menyeruak.
"PAPA... MAAFKAN KAMI!"Yixing dan Sehun berhampuran memeluk papanya dengan erat, mereka sampai sesenggukan dengan hebat saat itu, sementara Joonmyun masih menangis tersedu-sedu.
"Kemarilah... papa sangat mencintai mama..."ucap Wufan setelah Sehun dan Yixing puas memeluknya. Kini gilian dirinya yang menarik tubuh mungil istri cantiknya itu kedalam pelukannya.
"Papa..."
...
...
...
"Jadi begitu so..."Sehun dan Kyungsoo sedang duduk di salah satu meja kantin saat ini. Jam makan siang dan Sehun masih kuat untuk menahan jajan rupanya. Dia membawa bekal dari rumah, banyaaak sekali. Mamanya sedang dalam mood yang baik sehingga mamanya memasak banyak makanan yang enak.
"Wah, ternyata salah paham yah? Memang seharusnya ditanyakan dari awal kan?"Kyungsoo melanjutkan makan siangnya yang berupa jamur shitake kukus dan daun mustard serta asparagus. Entah makanan dari planet mana itu.
"Eumm... aku rasa juga begitu. Lalu kenapa kau kemarin tidak ikut makan siang?"tanya Sehun tiba-tiba.
"Ukhuk... ukhukk..."
"Heh? Kau tidak papa?"Sehun menyodorkan botol air pada Kyungsoo, dan Kyungsoo meminumnya dengan cepat.
"Ti... tidak papa kok, hanya saja kemarin itu..."
Flashback...
"Aduh... kenapa Jongdae hyung sampai lupa mencatat referensinya di dalam buku pelajaranku?"Kyungsoo, namja bermata bulat, berpipi tembem, dan berwajah imut itu kini berlari dengan tergesa menuju gerbang sekolah. Disana seseorang sudah menunggunya untuk mengambil catatan referensi yang tidak sengaja Jongdae tulis dibukunya.
"Hosh... hosh... hosh..."
"Kyungsoo?"
"Prince Eric!"
"Eh?"
"Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeh! Ups~"
"Akhahaha... tapi kau benar Kyungsoo kan?"tanya seorang namja bak pangeran Eric di disney princess Little Mermaid.
"Ne, anyeonghaseo,"Kyungsoo menyapanya, kemudian tersenyum singkat.
"Ini catatannya, maafkan hyung saya sudah merepotkan,"Kyungsoo membungkuk sembilan puluh derajat dan pemuda di depannya justru tertawa.
"Tidak papa, ini tidak merepotkan kok. Malah sekarang jadi sangat menguntungkan,"namja itu tersenyum lagi. Dan jantung Kyungsoo jadi berdetak tak karuan saat ini.
"Mm... memangnya kenapa?"tanya Kyungsoo gugup.
"Karena aku bisa melihat seorang Princess Ariel sekarang..."
"Eh? Nuguya? Sss... saya?"tanya Kyungsoo tidak karuan sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Tentu saja,"jawab namja itu sebelum akhirnya dia masuk ke dalam vechilenya. Kyungsoo bersemu hebat saat itu. Aduh... apa kini dia sudah memulai lembar pertama kisah cintanya?
End of Flashback...
"Jj... jadi begitu Sehunnie,"jawab Kyungsoo gugup. Sehun dibuat melongo karenanya. Beneran nih? Jujur? Kyungsoo? Mengatakan ada seme setampan pangeran Eric?
WHAT?
W. O. W!
Kyungsoo itu freak kalau kalian mau tau!
Kyungsoo terlalu naif dan jujur!
"Kau! KAU PASTI SEDANG JATUH CINTA YA?"dan teriakkan Sehun barusan berhasil membuat Kyungsoo menjadi tersipu dan semua mata di kantin menatapnya dengan jengah.
"Mungkin,"Tuh kan! Pasti benar! Kyungsoo biasanya akan berpidato panjang lebar tentang suatu hal, dan kini temannya itu hanya menjawab satu kata. Mungkin! Hella... ya ampun, Kyungsoo sudah tahu cinta-cintaan(?) dan Kyungsoo mengatakan bahwa semenya itu mirip Prince Eric bukan? Dan Sehun? Sehun itu Cinderella dan Jongin Prince Charmingnya jadi... MEREKA SAINGAN! Siapa yang bisa mencapai happily ever after terlebih dahulu!
"Kyungsoo... kita benar-benar harus saingan! Aku bertaruh sepuluh ribu won!"ugh... kita mungkin harus mengingatkan Sehun tentang kondisi keuangannya. Hell, dia tidak akan mendapatkan uang jajan sampai bulan depan, dan dia masih mempunyai dua puluh ribu won hutan kepada Yixing dan sekarang dia mau bertaruh dengan Kyungsoo?
"Se... Sehunnie, apa kau serius?"tanya Kyungsoo. Sehun menganggukan kepalanya mantap, dan saat itu Jongin datang entah dari mana.
"Jongin ah... kita harus berjuang!"ucap Sehun padanya, "Random..."pikir Jongin.
"Berjuang? Tentang?"Jongin bertanya.
"Pacar!"Sehun berseru histeris. Jongin mulai memperkerjakan otak jeniusnya dan sedetik kemudian dia memperoleh terjemahan dari kamus otak nya.
"Pacar itu hanya mitos."
TBC.
Akhahaa... aduh, aduh muupin saya kalau misalnya ChanSoo nya cuman seuprit, dan juga KaiHun mommentnya juga kurang. Kalau boleh jujur sebenarnya saya memang lebih suka menekankan pada kehidupan keluarganya sih, soalnya saya suka drama family, ah... tapi tenang saja... kehidupan cinta mereka sudah dimulai dan saatnya untuk mengorek lebih dalam!
Terimakasih buat, chenma, Krisho shipper, marvinaoct, aegyosehunnie, milky, GLux99, alcici349,
bbuingbbuingaegyo ,ChoYeongie, nin nina,askasufa, RanHwa19, berlindia, , FanMyun, Baby Magnae, sehunaaa, Jjongie Chaca Yixing, Myunnie,Ichizuki Takumi, evilfish1503, Oh Dhan Mi, Sweet Venus.
Temakasih... sekaaaaaali! Special thanks buat nin nina saeng saya yang kawaii, kamu review terus... srooot*elap ingus... eon jadi terharu. Arigatou ne...
