Nan Mollayo

Chapter 7. I Got A Boy

Author : Si k3cEh Ayane_Chan plakkk...

Cast : Sehun = suami saya?._.

Genre : YAOI, Comedy Romance, Friendship and Family.

Rating : T aka PG-15

Length : Chaptered

Warning : Typo bertebaran layaknya cinta saya pada Thehun... *Kibath poni... ˘˛˘

Talk2kan : Sorry deh yah karena ternyata Luhan tidak melabrak Sehun. Nah loh... nggak bukan gitu, nih saya jelasin yah... saya itu memang dari awal kalau bikin yang genrenya comedy romance gak bakalan ada konflik yang terlalu serius gitohhh... demi apa? Udah banyak penpik angst kan yah? Tapi yang comedy romance jarang. Dan jahatnya buat next project saya ada niat bikin genre angst kejer(?) apaan tuh? Souds strange? Buahaha...

...

...

...

"Jongin menyukaiku?"

"HEEEEEEEEEEEEEEEEEH? JONGIN MENYUKAIKU? MANAMUNGKIN! SUNBAE JANGAN BERCANDA YA! MEMANG ACTING SUNBAE SANGAT BAGUS, DAN KEMUNAFIKAN(?) SUNBAE SUDAH TINGKAT MASTER. TAPI KALAU MEMBERTITAHUKU HAL SEPERTI ITU PADAKU, ITU SUDAH KETERLALUAN!"Luhan hanya bisa mengangapkan mulutnya lebar-lebar. Ternyata hoobae di depannya ini sudah tidak layak lagi disebut bodoh, tapi...

IDIOT.

Heh... diberitahu realita malah mengata-ngatainya hal-hal buruk. Huh... dasar...

"AKU SERIUS BODOH, JONGIN BENAR-BENAR MENYUKAIMU!"kali ini Luhan sedikit berteriak. Sehun berjengit dibuatnya. Setelah menghembuskan nafasnya beberapa kali Luhan kembali siap untuk memberikan dahwah pada Sehun. Sehun bergidik dan sedikit merenggangkan jarak mereka.

"Bb... bagai mana sunbae tau?"Luhan mempoutkan bibirnya kemudian menjawab dengan setengah hati.

"Jongin selalu membicarakanmu ketika ex-school sedang berlangsung, tak jarang dia mengamatimu dengan seksama saat kau sedang mencampurkan bahan-bahan kimia. Dia juga selalu membantumu mengerjakan tugas kan? Memangnya anak itu melakukan hal yang sama pada anggota lain? TIDAK! DIA HANYA MELAKUKANNYA PADAMU!"suara Luhan mulai meninggi, dan air matanya kembali mengalir, "JONGIN ITU CINTA PERTAMAKU! AKU SUDAH MENYUKAINYA SEMENJAK DIA MENGATAKAN INGIN MASUK KIR, DD... DAN SEKARANG... hiks... hiks... dia malah menyukai orang lain,"menyembunyikan wajah manisnya di kedua telapak tangannya, Luhan kini terisak lagi. Sehun yang masih mencerna semua perkataan Luhan mendadak jadi bingung.

Kalimat "Jongin menyukaimu." Yang terus berputar dalam otaknya membuat kedua pipinya memerah. Jongin? Seorang Kim Jongin menyukainya? Ah... benarkah? Jadi dia tidak kalah dengan Kyungsoo? Jadi setelah penantian selama sepuluh tahunnya dengan ikhtiar dan tawakal(?) dia akhirnya ada kesempatan untuk mendapatkan kekasih?

"Jadi, apa sekarang sunbae membenciku?"tanya Sehun pelan, dia takut. Sungguh takut, habis... adegan ini persis sperti yang di drama When You BeautyFool sih... di drama itu alurnya yeoja yang baik akhirnya dikeluarkan dari sekolah dan keluarganya dibuat menderita oleh yeoja jahat, karena ternyata si namja keren menyukai si yeoja baik. Tuh kan... alurnya sama – harapan Sehun hanya tentang penokohannya saja.

Yeoja baik = Sehun(?) tapi Sehun bukan anak yang baik juga sih... buktinya kemarin dia menyembunyikan kembalian uang untuk membeli buku pelajaran. Tolong jangan ditiru...

Namja keren = JONGIN, TENTU SAJA... TIDAK ADA YANG LEBIH KEREN DARI KIM JONGIN DI DUNIA INI!

Kecuali... Tom Cruise, Leonardo de Caprio, Christian Ronaldho... (-..-)) ... dan yang lainnya.

Yeoja jahat = Luhan! Ugh... dia adalah manusia terkeji(?) di dunia ini bagi Sehun.

"Eum... tidak juga sih,"Sehun menghembuskan nafasnya lega. Huh... tidak kan? Kisah cintanya tidak akan berakhir dengan tragis seperti yang ada di drama favoritenya yang masih on-going? Tentu saja ini kan nyata... mana mungkin seperti dra... "Soalnya aku sudah membencimu semenjak pertama kali bertemu." -..-

"Oh..."dan dengan itu keduanya akhirnya pergi ke camp kembali untuk sarapan dengan anggota KIR yang lainnya.

...

...

...

Setelah kejadian melabrak(?) dan saling curhat itu, Luhan dan Sehun tidak saling berkomunikasi sama sekali. Lebih tepatnya, sebisa mungkin Luhan akan menghindari Sehun. Entah itu sedang berada di lingkaran api unggun, pada saat di tenda – mereka satu tenda – ataupun saat apel pagi hari ini. Sebenarnya sih Sehun merasa sangat tidak enak pada Luhan, karena si Jongin ternyata – menurut Luhan – suka padanya, well... rasa enaknya hanya sekejap saja karena saat Sehun mendengar...

"Oh Sehun sudah masuk dalam daftar alergi terbaruku,"dari mulut Luhan, dia jadi sebal kepada sunbae sok imut itu. Ugh... lebih imutan juga dirinya kan?

IYA LAH!

TENTU SAJA!

Dilihat dari teropong bulan...

Yang lensanya tertutup. :')

"Sehun-ah... kau sudah mengepak barang-barangmu? Kalau sudah segera masuk bus lah..."kata Yoon sonsaenim yang kini sudah di belakang Sehun.

Sehun tersadar dari lamunannya dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke dalam bis. Dia menghentak-hentakkan kakinya kesal, seakan memandang bahwa tanah yang pijaknya terdapat bayangan wajah bitchy Luhan yang sedang mehrong padanya sambil berkata, "Kurus seperti ikan asin!" padanya. Dia sampai tidak menyadari kehadiran pangerannya yang kini tepat berjalan di belakangnya.

'Buk...'

"Aw..."rintih Sehun saat seseorang menubruk punggungnya dari belakang. Dia menggeram kesal dan segera berbalik, bersiap mengomeli siapapun yang demi Tuhan telah menabrak figur kecilnya dengan sangat keras.

"HEEEEEEEEEEEEEEEE... eeee... ehehehehehe... Jongin,"Sehun hanya bisa terkekeh bodoh saat mendapati ternyata Jonginlah yang berdiri di belakangnya dengan senyum yang mengembang.

"Kke... kenapa berjalan di belakangku seperti tadi?"tanya Sehun gugup. Duh... semenjak tahu bahwa Jongin ternyata menyukainya(?) Sehun jadi gugup jika bertemu dengan namja tan ini.

"Tidak apa-apa. Hanya saja melihat tubuh kurusmu membawa dua buah ransel besar seperti itu membuatku sedikit khawatir,"jawab Jongin cepat. Sehun mengernyitkan alisnya bingung sedangkan Jongin mulai berjalan lagi, kali ini membawa salah satu ransel milik Sehun yang entah apa isinya itu. –isinya panci serbaguna yang dibekali oleh mamanya.

"Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?"tanya Sehun. Kaki pendeknya yang ternyata baru disadarinya memang sangat kurus itu berusaha mengikuti langkah kaki Jongin yang besar dan panjang.

"Aku takut salah satu lenganmu putus saat membawa ransel-ransel ini,"Jongin menunjuk pada Ransel merah yang kini digendongnya ala brydal style(?) itu kepada Sehun kemudian melanjutkan, "Seperti yang di kartun spongeboob,"apah?

Kuping Sehun tidak kemasukan air, atau lalat seukuran upil(?) Yixing kan?

Atau, apa yang sedang berjalan bersamanya ini bukan Kim Jongin?

Mungkin dia alien yang menyamar menjadi Jongin atau masuk ke dalam tubuh seksi Jongin?

Tapi...

"Hei, jangan melamun. Melamun itu tidak baik, jika pikiranmu kosong maka..."oh... yang tadi memang Jongin. -_-

Tapi tadi...

Jongin bercanda... Ya ampun! Meski bercandanya masih tahap teri? Tapi entah mengapa hati Sehun seakan jadi berbunga-bunga saat mendengarnya. Eum... tidak juga sih, kan memang hatinya selalu berbunga-bunga saat melihat Jongin.

...

...

...

Kini Sehun dan Jongin telah masuk ke dalam bus mereka. Bus nomor satu, dan sesuai dengan perkiraan dan garis takdir mereka(?) kursi yang tersisa memang hanya ada satu. Dan disaat-saat menyedihkan dan mengharukan dan menyenangkan - bagi Sehun, Luhan tiba-tiba menghampiri dua anak itu sehingga seluruh mata di bis itu menatap ke arah mereka bertiga dengan seksama. Mencoba menerka apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mungkin Luhan akan mengamuk dan melabrak Sehun karena Sehun telah berani mendekati Jongin?

Atau... ternyata Kim Jongin adalah playboy yang tertangkap basah oleh kedua pacarnya atau...

Luhan ingin menagih hutang kepada Sehun atau Jongin? -..-

Tidak kok. Tidak ada yang benar! Karena yang terjadi...

"Sehun-ah,"suara Luhan yang merdunya bagai alunan dawai gitar dan petikan harpa - menurut fansnya – itu tiba-tiba terdengar. Sehun dan Jongin yang sedang membenahi barang-barang mereka berhenti sejenak dan memandang ke arah Luhan yang berdiri tidak jauh dari mereka.

"Ne?"jawab keduanya kompak. Luhan mendecih, kemudian makin mendekat.

"Kau tahu kan, meski tubuhmu itu kurus, tapi tetap saja jika selama tiga jam perjalanan kau selalu duduk di pangkuan Jongin. Jongin akan terbebani,"kata Luhan. Sehun melirik ke arah Jongin dengan tatapan memelas.

"Benar Jongin?"tanya Sehun pelan. Jadi merasa bersalah. Dia memang merepotkan yah?

"Ne?"kaget Jongin refleks, yang justru diartikan sebagai jawaban oleh Sehun. Luhan tersenyum jahil kemudian kembali mendekat.

"Jadi... kau sebaiknya berdiri saja, jangan duduk. Perjalanan hanya memakan waktu selama tiga jam kan? Kau namja kan? Masa tidak bisa,"ledek Luhan kemudian menyeringai. Sehun menggigit bibir bawahnya. Jika Luhan sudah menindas seperti ini... rasanya jadi ingin pulang dan berlindung di bawah bed cover bersama mamanya. Bahkan Yoon sonsaenim yang sedari tadi sudah duduk dengan manis dikursinya tidak segera menegur Luhan untuk kembali ke kursinya dan segera memulai perjalanan. Tentu saja, memangnya siapa yang berani pada Luhan?

"I... iya,"jawab Sehun takut-takut. Jongin hendak membela Sehun, tapi Luhan lebih dulu mendahuluinya.

"Eum... begini saja, bagaimana kalau kita tukar tempat duduk? Kau bersama dengan Sungjong dan aku duduk di pangkuan Jongin? Aku lebih kecil darimu kan? Dan tentunya... Jongin pasti tidak keberatan kan?"Luhan menyeringai nakal.

Semua orang di dalam bus terhenyak. Mereka semua menatap tidak percaya pada Luhan. Ini benar Luhan? Kenapa dia tampak seram sekali? Dan apa ini? Apa dia sedang memanfaatkan posisinya untuk mengintimidasi Sehun? Well, memang banyak orang yang setuju jika Luhan dan Jongin terlihat sangat serasi. Tapi... jika ternyata Jongin dan Sehun sudah saling mencintai – mereka masih menganggapnya demikian semenjak kejadian sewaktu perjalanan berangkat – Luhan tidak boleh bersikap seperti itu kan?

"Aku..."suara Sehun mulai melemah. Dia tidak tahu lagi harus berkata apa. Luhan memang menakutkan dan Jongin sama saja, dia hanya diam semenjak tadi.

"Iya, kan Jongin?"tanya Luhan sekali lagi dan kini diselingi pout imutnya yang dapat meluluhkan hati siapa saja. Sehun jadi berpikir, bukannya tadi pagi Luhan tidak mengatakan apapun tentang Jongin dan dirinya. Bahkan dia mengatakan bahwa Jongin menyukainya, tapi sekarang? Apa tadi pagi itu hanya akal-akalan Luhan saja? Dan sekarang Luhan berniat mempermalukan Sehun?

"Aku tidak mau."

"Heeeehhh?"semua penumpang nyaris berteriak histeris saat mendengar jawaban dingin dari Jongin.

" Kenapa?"teriak Luhan kesal. Jongin menarik tubuh Sehun mendekat.

"Karena aku tidak menyukai sunbae,"jawab Jongin. Luhan tersenyum miris kemudan mendecih.

"LALU KAU MENYUKAI ANAK BODOH INI?"teriaknya sekuat tenaga. Sehun berjengit kaget kemudian menatap Jongin. Air mata ketakutan, malu, dan sakit hati yang sedari tadi ditahannya kini keluar begitu saja. Bahkan ingusnya juga keluar sedikit.

"Jongin..."rintih Sehun. Jongin menatap Sehun dalam kemudian menghembuskan nafasnya kasar.

"Aku tidak tahu tapi... AKU SELALU MERASA BAHAGIA SAAT MELIHAT SENYUMANNYA, AKU MERASA SETIAP HARI ADALAH MUSIM SEMI KETIKA MENDENGAR TAWANYA, DAN... dan jantungku selalu berdetak dengan kencang saat menyentuhnya..." Air mata Sehun mengalir semakin deras dan kini isakan-isakan kecil terdengar dari mulutnya.

...

Penantian selama sepuluh tahunnya...

...

Mimpinya untuk menjadi Princess...

...

Dan keinginannya tentang kekasih...

"Ahahahaha... sudah kukatakan padamu kan? Jongin memang menyukaimu, kau tidak percaya padaku. Akhahahahaha..."suara tawa Luhan menggema di seluruh bus, membuat beberapa orang kaget dan bahkan diantaranya mulai bergidik ngeri. Jangan-jangan Luhan gila.

"Mm... maksud sunbae?"tanya Jongin bingung. Luhan tersenyum kemudian mendekat ke arah Sehun.

"Aku sudah tahu dari awal kalau kau menyukai namja bodoh ini, tapi kau kan juga sama bodohnya sehingga tidak juga menyadari perasaanmu. Nah, Sehun... sekarang sudah percaya padaku kan?"tanya Luhan kemudian tersenyum. Sehun menyeka bulir-bulir air mata di wajahnya, kemudian mengangguk cepat. Dia balas menatap Luhan dan dengan segera memeluk Luhan dengan erat.

"Huweee... jadi sunbae merencanakan semua ini? Sunbae begitu baik hati... huweee... maaf karena sudah berpikiran buruk tentang sunbae,"Luhan membalas pelukan Sehun dan mengusap-usap punggung namja pucat itu. Jongin sendiri masih berdiri dengan bingung dan shock. Sementara para pemirsa(?) nampak begitu menikmati tontonan gratis di depannya. Yoon sonsaenim bahkan sudah menangis tersedu-sedu sambil mnggumamkan, "Jongin romantis sekali oh... andai aku masih muda, aku pasti akan mencari kekasih yang seperti Jongin..."

"Sudah jangan menangis lagi. Kau terlihat jelek kalau menangis. Nanti Jongin tidak menyukaimu lagi,"ucap Luhan masih menenangkan Sehun. Sehun melepaskan pelukannya pada Luhan kemudian tersenyum bodoh.

"Kke... kenapa Luhan sunbae sangat baik padaku?"tanya Sehun takut-takut. Luhan memutar bolanya malas, namun akhirnya dia menjawab juga.

"Well, sebenarnya karena dari awal kau sudah kuanggap seperti adik sendiri sih. Tahu kan? Orang-orang selalu mengatakan kita mirip. Dan sebenarnya, pada walanya aku tidak suka. Heh... kenapa mereka bisa menyamakanku dengan anak kelas sepuluh bodoh yang kurus seperti ikan asin,"dan bayangan Sehun tentang Luhan mengatakan hal tersebut ternyata nyata.

"Tapi, lama-lama... saat memandangimu, aku bisa melihat sisi lain dari diriku yang tidak dapat kutampilkan. Aku melihat bayangan jiwaku yang bebas pada matamu, dan aku selalu tersenyum saat mengingat hal itu... sudah puas?"tanya Luhan. Sehun mengangguk kemudian tersenyum.

"Eum... khamsahamnida."

"Jadi... sekarang, kenapa tidak kau peluk puteri kecilmu ini pangeran Kim Jongin?"goda Luhan pada Jongin yang sedari tadi hanya bisa menjadi penonton bersama dengan empat puluh tujuh penumpang bis lainnya. Jongin tersenyum kemudian menarik tangan Sehun.

"Jj... jangan peluk aku, aku menjijikan,"ucap Sehun sambil berusaha menyingkirkan ingusnya yang sudah bertebaran dimana-mana. Jongin terkekeh begitu mendengar pernyataan polos Sehun.

"Ya sudah, sini aku bersihkan,"Jongin mengambil sapu tangan higenis? Yang selalu dibawanya kemanapun juga dan mengarahkannya kepada hidung mancung Sehun. Dengan perlahan di angkatnya ingus-ingus menjijikan itu dari sana. Kemudian kedua ibu jari tangannya bergerak sejajar menghapus sisa-sisa air mata di pipi cekung Sehun.

"Aku... mungkin menyukaimu,"gumam Jongin pelan. Sehun menurunkan kepalanya ke arah kiri kemudian memanyunkan bibirnya.

"Mungkin?"

"Tidak. Aku menyukai Wu Sehun,"jawab Jongin kemudian tersenyum. Namja tampan itu kemudian membawa tubuh kecil Sehun kedalam dekapannya. Memeluknya erat sekali. Dan saat itu jantungnya berdetak seperti gila. Ini... adalah jawabannya kan?

...

...

...

"Ya ampuuun... kau tahu tidak apa yang terjadi di dalam bus ku?"bisik seorang yeoja pada yeoja lainnya begitu rombongan anggota KIR keluar dari bus masing-masing.

"Memangnya ada apa?"tanya yeoja satunya.

"Kim Jongin! Ya ampun... dia menyatakan pernyataan cinta pada Oh Sehun di depan kami semua!"katanya histeris.

"Heeeeeeeeeeeeeh? Ya ampun! Ya ampun... kau tidak bohong kan? Dan bagaimana dengan Luhan sunbae? Lalu, kau pasti tidak merekamnya kan?"tanya yeoja itu.

"Eh, kok tahu?"

"Soalnya ponselmu terbawa olehku bodoh,"

"Oh." -..-

"Aduh... Kim Jongin romantis sekali yah?"

"Sehun Cinderella? Atau Belle? Tapi kan... Jongin bukan beast yang buruk rupa. Berarti ini Cinderella, hahahaha... Luhan kakak tirinya atau perinya?"

Dan semua bisik-bisik itu yang kelewat sangat keras berhasil membuat pipi Sehun merah merona. Memang semenjak kejadian di bus tadi. Luhan menarik Sehun dan membawanya untuk duduk di kursi tepat di belakang kursi Luhan dan dengan teganya Luhan menyuruh namja gendut yang duduk disana untuk duduk di pangkuan Jongin. Dengan begitu, saat di bus tadi Sehun jadi tidak telalu malu. Tapi sekarang? Ya ampun... rasanya dia sudah lebih terkenal daripada Yoona SNSD!

Dengan susah payah, Sehun menyeret dua buah ranselnya keluar dari bus. Ugh... sekarang baru menyesal. Kenapa dia tidak mengikuti saran gegenya untuk membawa koper? Sekarang dia jadi susah sendirikan? Semua anak sudah hampir keluar dari dalam bus. Tinggal Sehun seorang yang berusaha mengeluarkah ranselnya dari bagasi atas. Namun usahanya nampaknya sia-sia karena... bahkan ransel itu tidak berkutik sama sekali.

"Butuh bantuan?"Sehun terlonjak kaget saat mendapati sosok Jongin yang tiba-tiba sudah berdiri disampingnya bak superman yang melacak Lois Lane yang terperangkap dalam bahaya.

"Eum... bisakah membantuku mengeluarkan ini. Tapi... tidak membantu juga sih. Kan kau yang memasukannya, kau juga yang harus mengeluarkannya!"kata Sehun sangat cerdas. Jongin tersenyum begitu mendengar pernyataan Sehun kemudian menurunkan ransel merah maroon itu.

"Gomawo..."ucap Sehun manis. Jongin hanya mengangguk.

"Sekarang... mau kubantu mengangkat ini sampai ke halaman?"tanya Jongin lagi. Dan Sehun sudah tidak bisa tersenyum lebih lebar dari saat ini. Ini adalah sosok Jongin untuknya. Yang selalu baik dan pengertian. Ah... indahnya jatuh cinta!

"Eum..."jawab Sehun malu-malu.

...

...

...

Sehun sudah berdiri di depan gerbang sekolah selama sepuluh menit. Menunggu pacar gegenya yang dulu... ekhmmm sempat ditaksirnya untuk menjemputnya. Kakinya sudah mulai kesemutan dan nampaknya semut yang asli juga sudah mulai menggerumut kakinya. Salahkan saja kebodohannya yang tidak menyadari bahwa dia berdiri di atas serpihan permen loli yang cukup banyak, yang mengundang para kawanan semut untuk segera melahapnya.

"Aish... lama sekali!"gerutunya kesal. Semenjak lima menit lalu dia sudah kesal sendiri. Ada apa dengan Jongdae sebenarnya? Apa ada sesuatu yang terjadi. Tidak biasanya Jongdae telat! Dia juga sudah minta jemput semenjak masih dalam perjalanan ugh... jangan-jangan lupa. Atau...

"JANGAN-JANGAN JONGDAE HYUNG KECELAKAAN!"teriak Sehun tiba-tiba. Jongin, yang ternyata semenjak tadi menemani Sehun mendadak kaget.

"Tapi..."Jongdae kan sudah lulus ujian SIM dengan sangat baik. Tidak... dia tidak menyuap untuk mendapatkan SIM seperti yang akan Sehun rencanakan untuk dirinya sendiri tahun besok. -..- jadi pasti skill menyetirnya sangat bagus.

Tapi kan... musibah tidak ada yang tahu.

"Huweee... Jongin, Jongdae hyung!"keluh Sehun tiba-tiba.

"Kenapa?"tanya Jongin bingung. Sehun hampir saja menceritakan imajinasi bodohnya kepada Jongi, namun niatannya terhenti saat mendapat sebuah pesan di ponselnya.

'Sehun maaf hyung tidak bisa menjemputmu. Mendadak gegemu meminta hyung mengantarkannya ke tempat latihan. Maaf ya, kau bisa pulang sendiri kan? Naik taksi saja yah? Nanti uangnya gege ganti dan... gege akan mentraktirmu bubble tea selama seminggu.' Eh... huh... syukurlah. Ternyata memang tidak...

"Jadi? Kenapa kau gelisah seperti itu?"tanya Jongin lagi. Sehun hanya bisa menatap Jongin dengan polos kemudian tersenyum bodoh.

"Hehehe... maaf, tidak apa-apa."

"Kau pulang kapan?"

"Tidak ada yang bisa menjemput,"keluh Sehun kesal. Jongin tersenyum kemudian menggamit tangan kanan Sehun. Tangan kirinya digunakkan untuk membawa ransel Sehun yang lebih besar, kemudian membawanya ke arah parkiran sekolah.

"Eh... ini mobilmu?"tanya Sehun kaget saat Jongin sudah mengambil mobinya dari bagasi. Jongin mengangguk kemudian tersenyum.

"Bukannya tidak boleh membawa mobil ke sekolah, dan lagi... kau meninggalkannya disini?"tanya Sehun ragu-ragu. Dan lagi-lagi Jongin hanya menganggukan kepalanya. Sehun ikut mengangguk sebelum masuk ke dalam dan menggumamkan.

"Orang kaya memang seperti ini yah..."

...

...

...

"Jadi... siapa kau?"

'Glup...'

"Pappppa!"

TBC.

Hihi... saya update juga. Aduh... lega udah setengah jalan UTS nya... doakan ya untuk yang sisanya...

Oh ya... kan mau balas ripiuw... *ini bolos les jadi ada waktu luang~kibas rambut...

askasufa : aduh... Jongin juga baik sama saya loh... waksss*digampar. Iya... itu Sehun kelilipan upil Yixing yang segede gaban jadi tidak bisa melihat pandangan Jongin yang menyiratkan cinta dan...

kemesuman -..- makasih ya, sudah ripiuw! :*

Krisho shipper : iya gak muntah, paling diare... hehehe... I love U too... mmmuaccchhh... *via bibir sekseh Kyungsoo. makasih ya, sudah ripiuw! :*

byuncrackers : Ini sudah dilanjut... ripiuw lagi yah... gak papa kok emot keluar semua. Cintamu keluar semua pun tak masalah... *plaked. makasih ya, sudah ripiuw! :*

BarbieLuKai : Iya ini bukan KaiLu fanfiction... gak papa nanti Luhan juga menemukan yang lebih baik... hehehe... makasih ya, sudah ripiuw! :*

baby hunnnie : Saya senang kalau kamu tertawa. Ok ini sudah dilanjut... makasih ya, sudah ripiuw! :*

Guest : Iya jangan panggil thor ah... panggil sapaan aja okay? Saya 97-line. Oh ChenLay yah? Nanti diusaain yah... makasih ya, sudah ripiuw! :*

marvinaoct : Jongin sudah peka... *tebar kemenyan... Hooray,,, okay ini ada scene di bus lagi. Saya suka bikin scene di bus... makasih ya, sudah ripiuw! :*

nin nina : Aduhhh saengi tercinta mumumumu... :* iya Luhan gak labrak. Kan dia Luhan yang unyu dan tidak sombong. Hehehe... sekarang udah comedy lagi belum? makasih ya, sudah ripiuw! :*

milky : Ini sudah dilanjut... di bus yah? Hem... yang ini gimana? makasih ya, sudah ripiuw! :*

RanHwa19 : Paporit? Ya... mumumumu too... kamu sahabat dahsyat yah pake yeyeye segala... makasih ya, sudah ripiuw! :*

berlindia : Iya ini OOC soalnya kalau Sehun dibilang imut terus terlalu mainstream *digebukin... makasih ya, sudah ripiuw! :*

GLux99 : Iya, kan comedy romance :* nih sekarang saya kasih comedynya... makasih ya, sudah ripiuw! :*

bbuingbbuingaegyo : Gak kok. Gak gila saeng... hehehe... Iya Luhan gak tega sama muka menyedihkan? Sehun, jadi nggak nglabrak deh. Makasih yah, fighntingnya...

Wokeh... udah semua kan? Gak ada yang ketinggalan? See u next time!