MY NEW NOTE: Maap sblumnya,, tp sdkit pesen dr saiia u spa sja... jgn smbrangan menJUDGE siapapun dgn blg krya mrka MIRIP dgn krya org lain! Krna prlu kalian tau,, epep itu jmlahnya bukan hnya RATUSAN...tp PULUHAN RIBU bnyaknya... Jadi jika klian ktmu dgn JUDUL, JLN CRTA, ataupun KATA2 yg sedikit tidaknya ad persamaan...pkirkan dlu dgn KEPALA DINGIN...apkh smua ksamaan itu sudah LAYAK diktakan sbgai sbuah krya yg MIRIP dgn mlik org lain... krn jika klian bilang krya mereka MIRIP dgn org lain..itu artinya yg klian mksd adlah scra kseluruhannya memg MIRIP! Dan krna kata2 tdk BERTANGGUNG JAWAB itulh..bnyak author2 yg pada FAKUM/HIATUS! Saiia buat epep, korbn WAKTU, TENAGA, PIKIRAN plus tidak DIGAJI..! tapi..saiia senang ngelakuinnya,, karena saiia hnya ingin skdar berbagi dgn kalian semua dn mnyalurkan ide saiia... JADI MARI KITA SALING MENGHARGAI...! jika ad yg tdk stju dgn ap yg saiia ucpkn dsni... silahkan INBOX saja saiia lgsg... OPEN BASH...!

Akhir kata saiia ucapkan...

HAPPY READING...

Title : Your Love Sweeter than cakes

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong & Others

Genre : Romance, Drama, Mature

Pairing: Yunjae

Rate : T for Now

Summary: Yunjae! Kim Jaejoong bekerja sebagai seorang Salesman' Marketing Distributor' di sebuah perusahaan ternama di Seoul, dibalik sikap profesionalnya, ternyata namja cantik ini diam-diam terobsesi dengan sweet cakes yang ditawarkan secara eksklusif sebagai"Special Service" oleh restoran di The Royal Fort Luxury Hotel. Ketika sebuah kesempatan muncul untuk mendekat ihotel tersebut demi mengajukan kerja sama, dengan yakin Jaejoong mengambil kesempatan tersebut. Tapi apa jenis harga yang akan anak bungsu dari pemilik Hotel mewah tersebut minta pada Kim Jaejoong sebagai imbalan atas pemberian kontrak?

Don't like, don't read.

Warning: merupakan adaptasi dari manga yang pernah Jia baca, hanya saja Jia tidak tahu judulnya karena memakai tulisan kanji...hehe.. + Miss Typo, harap dimaklum.. karena inspirasinya memang dari sana tapi ingin buat Yunjae Ver. DENGAN IDE PEMBAHASAAN SAIIA SENDIRI...!^^ buat yg tetep mau baca..silahkan..

.

.

CHAPTER 1

.

.

ONE WEEK AGO

" Jae Hyung.. aku punya kabar gembira untukmu.." seru sebuah suara dolpin di pagi hari yang cerah di sebuah kantor yang bergerak dalam bidang ditribusi.

Namja yang dipanggil Jae itupun menoleh ke asal suara. Dilihatnya teman kerjanya yang dua tahun lebih muda darinya itu sedang menghampiri dirinya dengan senyum cerah. Namja cantik yang bernama Kim Jaejoong itu memang bekerja di salah satu kantor bernama Miracle Inc. Yang mana bergerak di bidang pendistribusian segala macam produk, dan termasuk salah satu perusahaan yang mempunyai nama di bagian pendistribusian, sehingga banyak perusahaan yang merasa senang bekerja sama dengan Miracle Inc. , tempat dimana Jaejoong bekerja sebagai Salesman di bagian Marketing Distributor sekaligus Assistant Manager yang menangani bagian perencanaan dan penjualan.

Jaejoong terkenal dengan hasil kerjanya yang selalu memuaskan walaupun dirinya baru bekerja di kantor itu sekitar dua tahun yang lalu. Dan diusia 23 tahun, yang masih bisa dibilang muda, sosok seorang Kim Jaejoong adalah seorang namja pekerja keras dan memegang teguh pendirian serta kepercayaannya. Always keep the faith!. Begitulah kata yang selalu ditanamkan pada dirinya sendiri. Seperti sebuah motto hidup untuknya.

Jaejoong terkenal ramah dan humoris, sehingga banyak orang yang menyukainya. Ditunjang dengan penampilan yang membuat banyak yeoja iri. Mengapa para yeoja, bukankah Jaejoong adalah seorang namja? Itu karena Jaejoong memilki wajah yang lebih cantik daripada yeoja tapi juga sangat tampan dalam waktu bersamaan, dengan mata yang besar dan jernih, hidung mancung, bibir yang selalu merah dan basah serta kulit halus seputih kapas, pinggang ramping dan tubuh mungilnya. Bonus dari Tuhan itulah yang membuat Jaejoong menuai banyak protes dari rekan kerjanya yang mana adalah para yeoja, karena merasa kalah saing dengan Jaejoong. Hhh...Ada ada saja.

" Waeyo Junsu-ya?" jawab Jaejoong menatap namja imut bersuara dolpin yang ternyata bernama lengkap Kim Junsu - yang sedang mendekat ke meja kerja Jaejoong.

" Begini.. ada sesuatu yang ingin aku diskusikan denganmu, Hyung. Ikutlah denganku ke ruang meeting. " ujar Junsu sambil duduk di kursi di depan meja Jaejoong.

Jaejoong hanya mengernyitkan alisnya mendengar ada hal yang ingin di diskusikan junior yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri, itu.

.

.

AT MEETING ROOM

" Eh, tema produk baru... yang berhubungan dengan sesuatu yang 'manis'?" tanya Jaejoong saat Junsu selesai mengutarakan opininya.

" Yup! Sekarang ini, makanan sudah menjadi tema yang lemah untuk perusahaan, Hyung. Arus tema produk kita selama ini hanya terdiri dari, makanan kesehatan, teh herbal dan sesuatu yang seperti itu. Dan tidak satupun dari produk itu memiliki nilai jual tinggi," Junsu memulai opininya kembali.

Tidak bisa Jaejoong pungkiri jika Junsu memang sangat berbakat dalam mencari peluang produk yang sangat besar. Itulah sebabnya mengapa Junsu mendapatkan posisi sebagai Assistant Manager untuk bagian peluncuran produk dan survei langsung tentang produk baru tersebut di lapangan. Yaah...walaupun untuk hal yang lain,, Junsu kadang bisa berubah sangat lemot. Uups... Dan lagi, mereka sudah berteman sangat lama karena rumah mereka bersebelahan. Sayangnya, Jaejoong memilih tinggal sendiri di apartment setelah mendapat pekerjaan.

" Aku sudah berpikir untuk memperkenalkan produk pesanan baru seperti 'sweets cakes'... dan sebagian besar konsumen wanita terlihat lebih menyukai sesuatu yang berbau ' manis'. Bagaimana menurutmu, hyung?" tanya Junsu mengakhiri penjelasannya.

Sementara Jaejoong yang mendengar Junsu menyebut tentang ' sweets cakes' hanya bisa berbinar-binar bahagia. Sudah terbayang dibayangan namja cantik kita ini bagaimana jika ia bisa menikmati semua makanan manis itu. Tidak bisa dipungkiri jika Jaejoong selama ini diam-diam memang sangat menyukai yang namanya makanan manis. Apapun itu. Bahkan kadar kesukaan Jaejoong sudah sampai dalam tahap terobsesi.

" Wow...kedengarannya sangat bagus. Aku mendukungmu seratus persen, Su-ie!" ujar Jaejoong dengan mata berbinar-binar sambil menggenggam tangan Junsu sedikit lebay, dan sesaat Junsu bisa melihat aura penuh bunga bertebaran di sekitar Jaejoong. Sungguh, dia merasa ide Junsu kali ini amat sangat menyenangkan dan tentunya sangat menguntungkan untuknya. Kenapa? Karena itu artinya, namja cantik itu akan bisa menikmati cakes lezat itu kapan saja dia ingin. Owh.. namja cantik itu amat sangat menantikannya.

Junsu tersenyum puas mendengar Jaejoong menyetujui idenya itu. Karena bagaimanapun, sudah tugasnya untuk memajukan perusahaan,bukan? Lagipula dia tidak mau diamuk bosnya yang terkenal galak bin cerewet, sang Cinderella Kim Heenim, jika projeknya kali ini gagal. Bisa dipastikan pantat sexynya akan mnjadi korban keganasan sang Cinderella.

" Baiklah..kalau begitu..." kata Junsu sambil memegang pundak Jaejoong. " ...seperti katamu tadi, hyung. Kau tidak hanya harus menunggu itu terjadi, tapi sebenarnya hyung harus pergi ke toko Bakerie dan tempat semacam itu secepatnya, arrachi?"

" Eeeh?" Jaejoong cengo sejadi-jadinya. Mengapa malah dirinya yang harus terjun ke lapangan. Bukankah itu tugas Junsu, atau kalau tidak, anak buah Junsu mungkin.

" Eits! Hyung tidak bisa menolak. Ini perintah langsung dari si Cinderella cerewet itu. Jadi silahkan hyung protes saja dengannya. Dan lagi..ini adalah kesempatan emas untukmu, Mr. Sweet -tooth. Bukankah hyung sering berkunjung ke banyak toko untuk membeli cakes? " Potong Junsu cepat saat melihat Jaejoong akan menolak tawaran itu. Junsu tahu pasti, jika sudah menyangkut Cinderella dan juga cakes, hyung cantiknya ini pasti tidak akan bisa menolak.

Jaejoong yang sudah tidak mempunyai pilihan hanya bisa berdeham menahan malu karena Junsu membeberkan rahasianya, jika hampir setiap hari Jaejoong menyempatkan diri untuk membeli makanan favoritenya itu.

" Eum..well... itu memang benar, aku memang pernah membeli beberapa cakes di beberapa toko kue, tapi..." belum selesai Jaejoong menjelaskan, kembali Junsu memotongnya. Entahlah, hari ini sepertinya Junsu senang sekali memotong ucapannya. Ingin sekali rasanya Jaejoong mencubit pantat bebek Junsu hingga memar. Aigoo...

" Aha..diantara tempat yang sudah hyung kunjungi, apakah ada yang menarik untuk projek kita ini hyung? Aku pikir kita harus mencari toko yang populer dan menjalin kerja sama dengan mereka secara resmi untuk memasarkan cakes mereka secara National melalui order via Mail. Sebuah toko yang sudah memiliki banyak pelanggan tetap atau memiliki nama toko yang terkenal mungkin cocok...bagaimana, hyung?" lanjut Junsu heboh sendiri.

Jaejoong terlihat berpikir mencerna pendapat menggebu-gebu Junsu. ' Aku sudah mencoba menahan kebiasaanku untuk mengunjungi toko Bakerie secara sembunyi-sembunyi... tapi jika begini ceritanya...apa yang harus aku lakukan? Mau ditaruh dimana wajah seorang Kim Jaejoong yang sangat tampan hingga melegenda ini, jika ada yang memergoki aku sedang menikmati makanan yang identik dengan yeoja itu? Aiisshh...' pikir Jaejoong narsis bin alay. Baginya ini bukan persoalan gampang, karena ialah yang harus memutuskan apakah toko tersebut memenuhi standar untuk projek ini, lagipula dia juga harus pintar membujuk perusahaan itu agar mau bekerja sama dengannya, dan point itu jauh lebih riskan.

" Hmm...dari semua tempat yang menarik perhatian...coba aku ingat..." gumam Jaejoong dengan pose berpikir yang terlihat sangat imut. Berusaha menerka-nerka, kira-kira dimana tempat yang paling menarik untuknya, dari segi tempat, pelayanan, harga dan tentu saja kualitas produknya. " AHA..! The Royal Fort Hotel!" serunya tiba-tiba setelah mendadak mendapat lampu terang aladin di dalam kepalanya yang sedari tadi berpikir keras.

" Ooh..The Royal Fort? Bukankah itu salah satu hotel nomer satu di Seoul, hyung? Jika yang hyung maksud adalah cakes yang mereka jual di dalam Hotel, kita tidak bisa berharap banyak dengan itu, hyung."

" Ani..bukan sesuatu yang mereka jual di Hotel. Tepatnya di Restoran yang terletak di lantai satu di cabang mereka di Seoul. Kadang mereka menyediakan makanan yang tidak tercantum di menu regular sebagai rasa terima kasih mereka kepada pelanggan tertentu atau yang mereka anggap setia. Dan itu hanya terjadi sekali dalam satu waktu, tapi...saat pertama kali aku merasakannya, cakes itu sangat lezat, bahkan aku merasa tidak pernah menikmati cakes seenak itu sebelumnya. Itulah awal mula dari kesukaanku akan cakes, Su-ie." Jaejoong yang terlambat menyadari bagaimana hebohnya dia bercerita, mendadak menjadi salah tingkah. Namja cantik itu berdeham canggung sambil memperbaiki letak dasinya. Berusaha terlihat cool dan sok manly. Entahlah..jika sudah menyangkut gajah, hello kitty, barang bermerk dan juga makanan pedas ataupun manis, Jaejoong menjadi lupa diri. Lupa jika dirinya adalah namja. Aigooo...

Sementara Junsu yang memang sudah sangat antusias dengan idenya kali ini, sangat senang mengetahui ada tempat yang menyediakan makanan seperti yang Jaejoong katakan. Tapi dia sedikit kurang paham akan maksud Jaejoong tadi. Bagaimana tidak? Jaejoong terdengar bicara dalam satu tarikan napas saking semangatnya. Ckck...

" Eh? Apa maksudmu hyung? Tidak ada dalam menu?" tanya Junsu heran. Bagaimana bisa makanan yang tidak ada dalam menu diberikan pada konsumen?

" Eum..aku juga kurang paham. Tapi, bagaimanapun juga, jika kau meminta pendapatku, maka tujuan pertama kita haruslah mencari cakes yang tepat. Baiklah! Aku akan pergi ke The Royal Fort dan mendapatkan mereka (cakes) semua untuk segera dinikmati olehku. Jja.. Su-ie..annyeeooong..." seru Jaejoong sambil langsung berlari keluar ruangan, meninggalkan Junsu yang belum sepenuhnya mencerna maksud dari namja cantik yang sudah dianggap hyung-nya itu.

" Ah! Yaah! Jaejoong hyuung...?!" teriak dolpin menngema di ruangan itu.

' Jika kami bisa mendapatkan cakes yang amat sangat aku cintai itu untuk masuk ke dalam daftar order via Mail perusahaan ini, maka bagian terbaiknya adalah, diamana aku bisa memesan semua makanan itu kapanpun aku mau..' pikir Jaejoong girang. ' Aku harus mengerahkan semua kekuatanku untuk mendapatkan kerja sama dengan Hotel itu! Harus! Tunggu aku cakes ku sayaaang...aku akan segera menjemputmu'

Masih teringat jelas di benak Jaejoong awal mula dirinya bertemu dengan makanan manis itu. Saat itu ia baru saja masuk tahun keduanya di Kampus. Hyungnya, Kim Hyunjoong mengajaknya untuk makan malam di restoran The Royal Fort.

.

.

4 YEARS AGO

JAEJOONG POV

" Bagaimana Jongie? Makanan disini enak sekali kan?" Kudengar hyungku bertanya di sela-sela acara makan kami. Yaa..hari ini, hyungku mengajaku makan malam disini karena dirinya berhasil memenangkan kasus pertama yang ia tangani selama hampir tiga bulan lamanya. Hyungku adalah seorang pengacara dan dia lima tahun diatasku.

Seperti janjinya sebelumnya, jika kasus ini berhasil dia menangkan, maka dia akan mengajakku makan malam di tempat yang mewah. Aku tentu saja, senang. Jarang-jarang aku bisa makan makanan mewah. Bagaimanapun aku ini masih mahasiswa, walaupun kedua orang tuaku bisa memberikan apa saja yang aku minta, tapi aku mempunyai prinsip bahwa apapun yang aku inginkan, sebisa mungkin harus aku wujudkan dengan usahaku sendiri.

" Ne, hyung. Enak sekali." Pujiku tulus. Memang, makanan di tempat mewah seperti ini sangat enak.

" Permisi.. apakah anda bersedia mencicipi beberapa dessert ini, Tuan?"

Tiba-tiba kudengar suara husky yang mengiterupsi obrolan kami. Tepat disebelahku berdiri seorang namja yang mempunyai wajah casanova dan lumayan tampan, sedang menyodorkan sebuah nampan silver yang terlihat mewah. Mataku terbelalak melihat apa yang ada di atas nampan itu. Cakes! Tidak hanya satu cake dengan warna yang mencolok, tapi banyak.

Bukan.. bukan karena aku menyukai makanan manis itu. Malah aku tidak terlalu menyukainya, karena selain bisa menambah berat badan dengan cepat, kadang kadar kemanisannya seing membuatku mual. Setidaknya begitulah pikiranku saat itu.

Masih dengan gerakan yang terkesan lembut namun berkelas serta senyum lebarnya, namja yang kuyakini adalah seorang chef karena pakaian yang ia kenakan itu, mulai menjelaskan maksudnya, " Beberapa cakes ini adalah bentuk rasa hormat kami kepada tamu yang kami rasa pantas mendapatkan perlakuan istimewa. Dan semuanya gratis"

Aku sedikit tercengang. Ternyata makanan di tempat mewah selain berbeda rasa, juga berbeda pelayanan. Aku sedikit berpikir atas dasar apa kami bisa mendapatkan perlakuan khusus seprti ini? Apakah mungkin hyungku sudah sering berkunjung kemari, sehingga dia terpilih dan kebetulan dia sedang bersamaku saat ini. Haah...kau terpaksa harus mencobanya Kim Jaejoong .. Dan lihatlah kue-kue cantik itu.. tak bisakah hanya hyungku saja yang memakannya, atau kami bungkus saja dan akan aku berikan pada Jiji di rumah.

" Eh...tapi...apakah benar tidak apa-apa?" tanyaku meyakinkan. Kulirik sedikit hyungku yang sedang ikut menatapi cakes menggoda itu dengan santai. Dalam hatiku aku merutuki hyungku, kenapa dia hanya memandangi cakes itu saja tanpa niat mengambilnya? Setidaknya mata chef itu tidak harus terus mengarah padaku, berharap sekali agar aku mencobanya juga.

" Tentu saja, Tuan. Silahkan dinikmati. Cakes ini tidak untuk diperjualkan. Jadi silahkan ambil yang mana saja yang Tuan-tuan sukai." ujar chef tersebut sambil tersenyum ramah. Dan bagaimana bisa aku sempat-sempatnya memikirkan Junsu disaat berhadapan dengan chef di depanku ini? Aigoo..mungkin karena Junsu sering mencoba membuat cakes untuk ulang tahun saudara kembarnya itu, walaupun selalu gagal .

" Jongie-ah.. ini adalah kesempatan yang bagus. Jarang-jarang kan kita bisa dapat makanan gratis di restoran mewah.. hehe.. lagipula, bukannya kau selalu menyukai sesuatu yang berbau diskon maupun gratis... So..kenapa tidak kau coba saja?" ujar Hyunjoong hyung lagi tak tahu situasi. Aissh,,, hyungku itu memang kadang-kadang membuatku malu saja. Kesempatan bagus apanya? Kalau saja yang ditawarkan itu wine nomor satu, mungkin aku tidak akan berpikir dua kali untuk segera membawanya pulang. Bahkan hyungku yang kadang phabo itu pun tak akan ku bagi walau setetes.

Dengan ragu, aku pun mulai mengambil salah satunya yang terlihat seperti chesscake. Entahlah, aku juga tidak begitu yakin. Sekilas memang mirip dengan cakes favorite eomma yang biasa aku beli jika dia memintanya, hanya saja kali ini terlihat lebih..eum..sederhana? Aah..tapi setidaknya aku tidak harus membayarnya, ehem...maksudku Hyunjoong hyung, walaupun rasanya tidak sesuai bayanganku. Hei..ini khan merupakan 'Special Service'?

Aku hanya perlu mencobanya sekali. Kuarahkan sedikit kue yang sudah kucongkel dengan garpu menuju mulutku.

Hump!

Wha..?! Apa ini? Mengapa rasanya sangat...enak?!

Tidak bisa dipercaya.. aku tidak pernah tahu jika chesscake bisa terasa seenak ini. Bahkan terasa meleleh begitu saja saat menyentuh lidahku. Sangat nikmat dan lembut. Dan whipped creamnya...sungguh, cakes ini sangat sempurna!

" Bagaimana rasanya, Tuan?" samar-samar kudengar seseorang bertanya padaku. Tapi pikiranku terlalu terlena akan rasanya. Tidak pernah aku merasakan cakes seenak ini sebelumnya. Tidak bisa aku pungkiri jika aku sudah jatuh cinta pada rasa dari cakes ini.

Dan pada akhirnya aku pun tertular sindrom tidak tahu malunya hyungku, dengan menghabiskan empat cakes seorang diri. Hingga setelah hari itu, aku selalu mengunjungi restoran itu demi mencicipi cakes itu lagi. Tapi yang kudapatkan hanyalah cakes yang biasa mereka jual di list menu, dan walaupun tampilannya terlihat hampir sama ataupun lebih menggoda, tapi rasanya..tidak sama.

Ketika aku bertanya mengapa mereka tidak memasukkan cakes selezat itu dalam list menu mereka, chef yang akhirnya ku tahu bernama Park Yoochun, hanya menjawab, " Karena semua itu tergantung keputusan Patissier. Kami tidak pernah tahu kapan beliau akan membuatnya lagi."

Jawaban yang entah mengapa terkesan misterius. Hingga akhirnya aku berkeliling kesana kemari untuk mencari 'rasa' itu. 'Rasa' yang membuatku jatuh cinta... 'rasa' yang sangat kurindukan...haah...aku ingin merasakannya lagi...

END JAE POV

.

.

NORMAL POV

Saat ini Jaejoong sedang dalam perjalanan menuju The Royal Fort Restoran untuk mulai melancarkan aksinya. Pertama-tama, Jaejoong akan mencoba bicara pada Head Chef, Park Yoochun.

AT THE ROYAL FORT RESTORAN

" Ah, selamat datang, Jae hyung," sapa si namja casanova tersebut dengan ramah. Mereka sudah tidak terlalu menggunakan nama resmi lagi saat saling memanggil. Karena kedekatan mereka akibat kunjungan Jaejoong yang nyaris setiap hari itu. Lagipula Yoochun satu tahun di bawah Jaejoong. Itulah mengapa Yoochun lebih senang memanggilnya hyung. " Aku rasa tempat ini sudah mendapatkan kunjungan tanpa batas darimu, hyung." Canda Yoochun lagi.

" Aiish..Yoochun-ah..kau mau meledekku ya?" Jaejoong mengerucutkan bibirnya sebal akan ucapan Yoochun yang terdengar seperti menyindirnya. Walaupun..itu memang benar.

" Ah, iya...hari ini kau sangat beruntung, hyung. Kami punya sesuatu untukmu nanti. Kau pasti menyukainya hyung." Ujar Yoochun sambil berbisik dan mendekatkan dirinya dengan Jaejoong. Sok misterius. Sementara Jaejoong tidak mengerti apa yang Yoochun maksud.

" Ah..tapi..uum.." Jaejoong bingung bagaimana harus menjelaskan maksud kedatangannya pada Yoochun. " Sebenarnya, hari ini aku kemari bukan untuk makan malam, Yoochun-ah. Ada sesuatu yang ingin aku diskusikan denganmu. Sebenarnya..." dan mulailah Jaejoong menceritakan semua rencananya pada Yoochun. Berharap jika Yoochun akan dapat membantunya.

" Jadi hyung ingin membuat semua makanan itu agar bisa dipesan melalui online?" tanya Yoochun memastikan setelah berhasil mencerna maksud orang yang sudah dianggapnya hyung itu.

" Ne! Aku tidak bisa memikirkan hal lainnya lagi, tapi rasa dari makanan itu... aku sungguh harus meminta bantuanmu. Dan, um...aku juga berharap kau bisa memberi informasi tentang nama Patissier yang telah membuat semua cakes lezat itu. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya walupun hanya sekali, Yoochun-ah." Ujar Jaejoong mengiba.

Yoochun terlihat salah tingkah..er..atau gugup? Bagaimanapun tidaklah mudah memenuhi permintaan Jaejoong. Andai saja dirinya sendirilah yang membuat makanan itu, pasti dengan senang hati Yoochun akan membantu Jaejoong. Sayangnya...orang lainlah yang membuatnya.

" Err...aku benci harus menolak keinginanmu, hyung..tapi itu...aahh...ini sangat sulit untukku juga hyung. Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya padamu..."

Mendengar penolakan Yoochun, membuat Jaejoong lemas seketika. " Aku mohon! Tolong ijinkan aku untuk bicara dengannya." Kata Jaejoong putus asa sambil membungkukkan badannya sembilan puluh derajat. Yoochun adalah satu-satunya harapan Jaejoong saat ini.

" Apakah ada masalah, Chef Park?"

" Ah..." Yoochun menolehkan kepalanya kebelakang ke arah suara bass itu muncul. Begitu juga Jaejoong. Sontak namja cantik itu mendongakkan kepalanya yang sedari tadi masih membungkuk di depan Yoochun.

Berdirilah sosok namja yang lumayan tinggi dengan setelan jas mahal yang sukses membungkus dan sedikit banyak mencetak tubuh berbentuknya. Kulit tan-nya, rambut brunettenya yang sedikit panjang, bibir dengan bentuk yang unik serta tatapan tajamnya saat menatap Jaejoong. Membuat Jaejoong sedikit terhenyak dan membeku di tempat. Tampan. Jaejoong akui, namja di depannya ini sangat tampan. Entah mengapa Jaejoong merasa terhipnotis akan tatapan namja itu.

" Ah, hyung...eum..maksudku, Manager-nim.." Yoochun terdengar menyapa dan sedikit memberi hormat pada namja yang dipanggilnya Manager itu.

Tatapan mata Jaejoong belum beralih dari namja berkharisma di depannya itu. ' Orang ini...Manager? Sepertinya masih muda, tapi...' Jaejoong terlihat berpikir dan menerka-nerka, hingga sebuah kesadaran membawanya kembali.

' Ah! Aku ingat ... Mr. Jung ill Woo , Direktur tertinggi serta pemilik dari The Royal Fort, memiliki dua orang putra... dan namja di depanku ini pastilah salah satu dari ' Fort Brothers' yang terkenal itu!'

T B C

MUST READ: Klo ga salah kmarin di chap PROLOG...ad yg RIPIU dan blg klo epep ini prolognya MIRIP dgn epep TERTENTU... Sebenarnya saiia sedikit TERSINGGUNG... tapi saiia tetep mau blg MAKASI u kata2 di akhr ripiunya... Jadi klo boleh saiia tau..epep mana yg dimaksd mirip dgn epep saiia? Karna JUJUR, saiia terinspirasi oleh slah satu manga yg prnah saiia baca.. dan u ALUR CERITA itu MURNI dari PIKIRAN saiia sendrii... dan saiia jg BLUM PRNAH nemu epep yg mrip dgn prolog yg saiia buat... Jadi klo memg epep saiia ini MIRIP BANGET dgn epep itu... tlong kasi tau saiia JUDULNYA atau nama AUTHORnya...biar saiia bisa baca lgsg DIMANA KSAMAANNya...dan klo memang TERBUKTI sama... DENGAN SENANG HATI SaiiA AKAN MENGHAPUS EPEP INI... TERIMA KASIH...!

NEW NOTE Rabu 30 Oct 2013 at 20:13 : Saiia sudah membaca epep yg diblang mirip dengan epep saiia hanya saja pairingnya( haehyuk) ...tapi perlu saiia tgaskan dsni bahwa kmiripan HANYA PADA IDE CERITA YG MNA BERHUB DENGAN KUE DAN KONTRAK...! SETELAH SAIIA BACA...JALAN CERITA DAN GAYA BAHASA 99% BERBEDA...! JADI SAIIA PTUSKAN AKN TETAP MLANJUTKAN EPEP INI...KARENA SAIIA TIDAK MERASA EPEP KAMI MIRIP! DAN SAIIA SEKALIPUN BELUM PERNAH MEMBACA EPEP SELAIN YUNJAE DAN EXO...!JIKA ADA YG MASIH MERASA EPEP INI MIRIP...TIDAK USAH DIBACA DAN SILAHKAN KLIK BACK...! MAKASI...

Akhir kata... bolehkah Jia tahu bagaimana kesan dan pesan kalian semua untuk chap ini...? n Jeongmal GOMAWO buat yg udh nymptin baca, ripiu, follow atopun fav epep ini... #Big Hug...