Annyeoooooong...Jia is back... tebar kolor sana sini... eeits..jangan timpukin Jia dulu ya krna Jia lama update.. soalnya Jia smpet ilang feel buat lnjutin nie epep..gegara kerusuhan kemaren.. ..T_T...udh pada tau khan?

Tapi syukurnya author MEYLA RAHMA dan jg READERS smua udh buat smgat Jia balik lagi.. karena apa? Karena MEYLA RAHMA selaku author yg KATANYA (slah seorang reader) epep Jia MIRIP sama punya dia.. dan smpet bikin kpala Jia berasep... udah ngejelasin semuanya sama Jia. Ga nyangka dia orangnya baek bget... hehe ..gomawo ne saeng... Check this out..

.

COFIRMATION NOTE from MEYLA RAHMA: Anneyeong
mian kalo saia ikut nimbrung, #dibekep
kenalin, saia mey, author yg masih dlam masa hiatus tp suka seenak jidat *yochun* keliling ke ff2 org, #dgampar.
saia sempet denger desas-desus (?) ga jelas tentang ff yg 'dibilang' mirip ama ff saia yg berjudul 'From Cake to Love'.
jujur sih, saia agak marah waktu denger kabar itu. karna sebelumnya 2 ff saia sudah jadi korban plagiat dr oknum(?) pencari sensasi di ffn beberapa saat yg lalu. dan hingga kabar ini sampai terdengar ke saia, akhirnya saia putuskan buat mampir berkunjung ke ff chingu.
dan ternyata, semua yg di bilang mirip itu SALAH.
mungkin kita memiliki KESAMAAN chingu. yakni sepertinya kita sama2 terinspirasi dari salah satu manga yg judulnya 'SWEET The Sweet, Sweet taste of Him' Karyanya Minami Haruka.
tapi yg pasti, kita punya perbedaan yg SANGAT JELAS. chingu dgn YunJae dan saia dgn HaeHyuk. _
selain itu, gaya bahasa kita juga saia pikir sangat berbeda. chingu dgn gaya bahasa yg rapi dan simple. sdngkan saia dgn gaya bahasa berbelit(?) dan no beta alias berantakan. selain itu kita juga berbeda dgn status keaktifan author. karna saia tengah dalam masa hiatus. #ga_ada_yg_nanya
well, saia hanya ingin mengklarifikasi bahwa TIDAK ADA pihak yg 'MEMPLAGIAT' ato 'TERPLAGIAT' diantara ff chingu dan ff saia.
Kita hanya 2 org author yg sama2 membuat crita yg terinspirasi dari sebuah Manga yg SAMA. dan yg pasti, kita membuat cerita dgn gaya bahasa dan penalaran yg berbeda.
bukan begitu..?
dan well, saia juga adalah penggemar setia Yunjae. jadi, saia akan mendukung kelanjuttan ff chingu ini.
lastly, mian kalo review saia ini berkesan 'nyampah' ato gimana. but, yg pasti Keep Writing on. dan jgn menyerah hanya karena judge ga jelas dr reader yg ga bertanggung jawab.
oke... ;)

p/s : ijin buat fav ne
;)

Sekian dari MEYLA RAHMA...

See? ..buat yg masih mau bilang epep ini plagiat/mirip/copas epep orang lain...pleaseeee...ngomong sama tgan aje yeee... karena km cuman malu2in dri km sndri...!

Soo... buat yg ga suka epep ini...just click back, ok? I'm not made this epep for u..!

And buat kalian semua yg setiap ama epep Jia... jeongmal gomawo and...

HAPPY READING...

.

.

Title : Your Love Sweeter than cakes

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong & Others

Genre : Romance, Drama, Mature

Pairing: Yunjae

Rate : T++

Summary: Yunjae! Kim Jaejoong bekerja sebagai seorang Salesman' Marketing Distributor' di sebuah perusahaan ternama di Seoul, dibalik sikap profesionalnya, ternyata namja cantik ini diam-diam terobsesi dengan sweet cakes yang ditawarkan secara eksklusif sebagai"Special Service" oleh restoran di The Royal Fort Luxury Hotel. Ketika sebuah kesempatan muncul untuk mendekat ihotel tersebut demi mengajukan kerja sama, dengan yakin Jaejoong mengambil kesempatan tersebut. Tapi apa jenis harga yang akan anak bungsu dari pemilik Hotel mewah tersebut minta pada Kim Jaejoong sebagai imbalan atas pemberian kontrak?

Don't like, don't read.

Sebelumnya di Your Love Sweeter than Cakes chap 1...

" Apakah ada masalah, Chef Park?"

" Ah..." Yoochun menolehkan kepalanya kebelakang ke arah suara bass itu muncul. Begitu juga Jaejoong. Sontak namja cantik itu mendongakkan kepalanya yang sedari tadi masih membungkuk di depan Yoochun.

Berdirilah sosok namja yang lumayan tinggi dengan setelan jas mahal yang sukses membungkus dan sedikit banyak mencetak tubuh berbentuknya. Kulit tan-nya, rambut brunettenya yang sedikit panjang, bibir dengan bentuk yang unik serta tatapan tajamnya saat menatap Jaejoong. Membuat Jaejoong sedikit terhenyak dan membeku di tempat. Tampan. Jaejoong akui, namja di depannya ini sangat tampan. Entah mengapa Jaejoong merasa terhipnotis akan tatapan namja itu.

" Ah, hyung...eum..maksudku, Manager-nim.." Yoochun terdengar menyapa dan sedikit memberi hormat pada namja yang dipanggilnya Manager itu.

Tatapan mata Jaejoong belum beralih dari namja berkharisma di depannya itu. ' Orang ini...Manager? Sepertinya masih muda, tapi...' Jaejoong terlihat berpikir dan menerka-nerka, hingga sebuah kesadaran membawanya kembali.

' Ah! Aku ingat ... Mr. Jung ill Woo , Direktur tertinggi serta pemilik dari The Royal Fort, memiliki dua orang putra... dan namja di depanku ini pastilah salah satu dari ' Fort Brothers' yang terkenal itu!'

.

.

CHAPTER 2

.

Jaejoong masih setia menatap Yunho. Sepertinya Jaejoong ingat pernah melihat photo orang itu di sebuah majalah. 'Jika aku tidak salah, sepertinya nama namja ini adalah... Jung Yunho'

Lamunan Jaejoong buyar saat namja yang ia yakini sebagai salah satu putra dari seorang pengusaha sukses nan kaya raya itu – bergerak dengan cepat dan berdiri tepat di hadapan Jaejoong dengan jarak yang lumayan dekat.

"Kalau boleh saya tahu, sebenarnya ada urusan apa anda dengan Head Chef kami?" tanya Yunho dengan senyum memikat di wajah tampannya. "Yoochun-ssi adalah seseorang yang sangat sibuk. Tidak seharusnya kita membuatnya berpisah dengan pekerjaanya, bukan?"

Mendengar Yunho bicara begitu, seketika membuat Jaejoong tersentak. Sungguh, namja cantik itu sama sekali tidak ada maksud untuk mengganggu pekerjaan Yoochun. Ia hanya ingin meminta bantuan Yoochun untuk mempertemukannya dengan sang Petissier.

"Ah..Aku.. aku minta maap." Sesal Jaejoong sambil menatap Yoochun dan Yunho dengan perasaan tidak enak.

"Yoochun-ssi, aku yang akan ambil alih sekarang, jadi kau bisa kembali bekerja." Ujar Yunho sambil menatap Yoochun.

Yoochun hanya bisa menatap bingung pada Yunho dan juga Jaejoong. "Ah,,ne Sajangnim.. tapi..." Sejenak Yoochun ragu untuk meninggalkan Jaejoong sendiri. Bagaimanapun, bukankah Jaejoong datang kemari untuk meminta bantuaanya? Tapi melihat kilat di mata Yunho, Yoochun segera mengerti dan menampakan senyum termanisnya, yang entah kenapa malah terlihat cukup mengerikan di mata Jaejoong yang tidak tahu apa-apa.

Grab!

"Ah.."

Tanpa ingin mendengar apapun lagi dari Yoochun, Yunho segera menggenggam dan menarik tangan mungil Jaejoong untuk mengikuti langkahnya. "Ikut aku. Kita cari tempat yang lebih nyaman untuk bicara agar tidak menganggu tamu yang lain."

Jaejoong yang sedikit terkejut dengan perlakuan Yunho, tapi tidak dapat melakukan lebih. Dan sebelum Jaejoong benar-benar pergi diseret Yunho, Yoochun sempat membisikan sesuatu pada Jaejoong. "Jae hyung, Yunho sajangnim adalah orang yang memilki kuasa untuk mengatur segala bisnis yang menyangkut hotel ini. Jika kau ingin apa yang kau katakan tadi terwujud, maka kau harus bicara dengannya."

"Eh?"

"Cobalah minta persetujuannya langsung."

Jaejoong terlihat mencerna kata-kata Yoochun yang mulai menghilang seiring Yunho membawanya pergi. Jika namja tampan yang sedang menariknya ini tidak menyetujui rencananya, maka sampai kapanpun kontrak tidak akan bisa dia dapatkan. Berarti yang terpenting sekarang adalah...

.

.

"Ah..eer..Yunho-ssi..." Jaejoong mulai mengeluarkan suaranya saat mereka telah sampai di depan lift. Yunho menoleh ke arah namja cantik itu.

"Hm..ada apa?"

Blush!

Lagi. Jaejoong merasa wajahnya memerah hanya dengan memandang wajah seorang Jung Yunho yang terlihat luar biasa tampan. Memang, saat melihat figur Yunho di dalam sebuah majalah, gambar wajah Yunho tercetak dalam ukuran yang bisa dibilang tidak terlalu besar, hingga membuat Jaejoong tidak terlalu memperhatikannya, tapi...ia tidak menyangka jika Yunho setampan ini.

"Itu..tanganku..." cicit Jaejoong berusaha menghilangkan debaran halus yang sedari tadi menyertai setiap kali matanya bertatapan dengan mata musang Yunho.

"Eoh?" Yunho mengernyitkan alisnya tidak mengerti akan maksud Jaejoong.

Masih dengan wajah merah Jaejoong memberanikan dirinya. "Kau tahu, aku bukan anak kecil lagi, jadi kau tak perlu menarik tanganku seperti ini. Aku akan tetap mengikutimu." Jaejoong semakin menunduk dalam saat melihat tatapan tajam Yunho. "Bisakah kau lepaskan tanganku, Yunho-ssi?" lanjutnya berusaha kembali bersikap sopan.

Tapi bukannya melepaskan tangan namja cantik itu, Yunho malah semakin mengeratkan genggamannya, membuat Jaejoong sedikit meringis.

"Betapa tidak sopannya aku..." suara bass itu mulai mendekat dari jarak sebelumnya. Lengkap dengan sebuah seringai menakutkan seakan siap menerkam mangsanya kapan saja. "Aku melihat pemandangan seseorang yang mencurigakan sedang memojokkan kepala Chef hotel ini. Jadi aku tidak akan tenang jika membiarkan orang itu melarikan diri."

'Mwo? Orang..yang..mencurigakan?!' kesal Jaejoong dalam hati. Dengan refleks Jaejoong menarik tangannya dari Yunho. Apa maksud Yunho dengan mengatainya seperti itu? Jaejoong tidak habis pikir, darimana namja tampan itu punya pikiran konyol tentangnya? 'Lagipula mana ada orang mencurigakan setampan dan sekeren aku? Apa mata orang ini tidak buta?' sungut Jaejoong dalam hati tanpa mengurangi kenarsisannya.

"Um, aku minta maap karena tidak memperkenalkan diriku sebelumnya. Aku..er, namaku Kim Jaejoong, dari ..." Jaejoong mencoba memperkenalkan dirinya secara cepat. Tapi itu malah membuatnya tergagap tidak jelas. Perasaan jengkel, malu dan terintimidasi oleh tatapan dan gaya bahasa Yunho – menjadi satu.

Yunho hanya tersenyum simpul menanggapi kegugupan Jaejoong. Tanpa pikir panjang, kembali Yunho menggenggam dan menarik tangan Jaejoong untuk segera masuk ke dalam lift yang pintunya telah terbuka. "Perkenalkan dirimu nanti. Ruangan pribadiku ada di lantai dua. Aku akan mendengarkan apapun yang ingin kau sampaikan setelah kita sampai di sana."

Jaejoong mengikuti Yunho dengan pasrah. Sedikit heran, kenapa namja itu menggenggam tangannya dengan begitu erat? Jaejoong merasa seperti tersangka yang bisa kabur kapan saja jika Yunho lengah. Padahal kenyataannya tidaklah begitu.

.

.

MANAGER'S OFFICE

.

"...jadi, saya berharap jawaban 'iya' dari anda. Saya mohon, ijinkan kami untuk mempromosikan produk 'sweet cakes' anda memalui website. Agar konsumen dapat memesannya dengan mudah. Saya sudah menyiapkan beberapa proposal untuk anda pelajari, Yunho-ssi." Ujar Jaejoong mengakhiri penjelasannya.

Saat ini dirinya sedang duduk di atas sebuah sofa empuk yang terlihat sangat mahal dan berkelas di sebuah ruangan yang lebih mirip seperti kamar hotel daripada kantor. Mungkin karena ini masih termasuk dalam wilayah hotel, sehingga kantor Manager pun didesign seperti kamar hotel yang mewah dan nyaman.

Di depan Jaejoong, duduk sang pemiliki ruangan, yang tak lain adalah Jung Yunho. Yunho duduk dengan santai sambil menyulut sebatang rokok, mendengarkan semua penjelasan Jaejoong, yang entah dipahami olehnya atau tidak.

"Mengenai permintaanmu...sayang sekali, tapi sangat tidak mungkin bagi kami untuk memproduksi semua makanan itu dalam jumlah banyak untuk dijual lewat website. Alasan utama adalah karena semua itu hanyalah makanan biasa yang diproduksi dengan krim manis dan sebagainya. Disamping itu..nama The Royal Fort tidak untuk dijual." Ujar Yunho santai dan sedikit angkuh.

Jaejoong iritasi mendengar semua ocehan Yunho yang baginya sudah keterlaluan. "Jangan pernah berkata 'hanya'. Asal kau tahu Tuan Jung Yunho yang terhormat, aku adalah salah satu fans dari 'sweet cakes' tersebut. Keahlian sang Patissier dalam mengolah adonan sehingga menjadi sebuah kue yang lezat...kau tidak akan mengerti...bagiku dia adalah orang yang paling menganggumkan di dunia ini."

Jujur Jaejoong sangat kesal mendengar Yunho meremehkan makanan kesukaannya. Sejenak pikirannya lupa, jika yang dihadapinya saat ini adalah penentu kesuksesan rencananya.

"Oh, benarkah..?" Yunho hanya tersenyum melihat kilat keyakinan dalam doe indah Jaejoong. Baginya, Jaejoong sangat menarik. "Sayangnya aku bukanlah penyuka makanan manis, jadi aku tidak tahu, tapi...kelihatannya kau sangat menyukai semua makanan itu."

Seperti biasa, mendengar makanan kesukaannya disebut-sebut, Jaejoong kembali menjadi antusias dan melupakan begitu saja kekesalannya barusan. "Tentu saja! Saat pertama kali aku merasakan kreasi sang Patissier, aku langsung jatuh cinta pada cakes tersebut. Sejak saat itulah, aku mulai mencoba cakes yang berbeda-beda dari banyak tempat, tapi tetap saja..satu-satunya cake yang paling aku sukai itu adalah..."

Belum selesai Jaejoong bercerita tentang masa lalu indahnya (?) bersama cake-cake tersebut, kembali ucapannya harus terhenti saat tiba-tiba saja Yunho tertawa.

"Apa ada yang lucu?" tanya Jaejoong dengan wajah polosnya yang membuat Yunho semakin gemas melihatnya.

"Aniyo. Hanya saja saat aku membayangkan orang secantik dirimu datang ke banyak toko untuk membeli cakes, hanya satu yang bisa kukatakan..Aw..how cute.."

Blush!

"Mwo?" Seketika wajah Jaejoong bersemu merah mendengar perkataan Yunho yang mengatakan bahwa dirinya cantik. Meskipun dalam hati, namja yang memang cantik itu merasa sangat kesal. Dia tidak suka ada yang mengatainya cantik. Bukankah ia seorang namja? Harusnya kata tampanlah yang pantas untuknya. Ditambah lagi, Jaejoong merasa namja di depannya ini sedang mempermainkannya. Tertawa disaat dirinya sedang bahagia menceritakan kisahnya. Aah...ingin sekali rasanya Jaejoong mencakar wajah menyebalkan Yunho. Tapi berkali-kali juga ia mencoba mengontrol emosinya. Jaejoong sadar, Yunho adalah Manager di tempat ini. Jangan sampai rencananya berantakan hanya karena emosi sesaatnya.

"Ba- bagaimanapun, aku mohon pada anda Tuan Jung, adakah sesuatu yang ingin anda tanyakan agar anda yakin untuk bergabung dengan perusahaan kami?" ujar Jaejoong sambil membungkuk 90 derajat di hadapan Yunho. Mencoba bersikap profesional kembali.

"Membatasi jumlah pembuatan cakes tersebut, memang merupakan kuasa anda, tapi alangkah baiknya jika anda juga mempertimbangkan orang-orang sepertiku, yang sangat ingin membeli cakes sendiri, tapi..." tarik napas sejenak "..aku juga ingin banyak orang tahu bagaimana lezatnya cakes tersebut. Jadi..jebal..."

Yunho mengulum senyum melihat bagaimana perjuangan namja cantik itu untuk mendapatkan persetujuannya. Sebegitu pentingkah cakes itu untuknya?

"Well, melihat kau sangat antusias, sepertinya aku akan mempertimbangkannya." Ujar Yunho sambil menatap Jaejoong.

"Yunho-ssi... apa itu artinya..."

Grab!

"Ah.." Jaejoong tersentak saat ia mengangkat kepalanya untuk menatap Yunho, Yunho sudah terlebih dulu menghampirinya dan bahkan menyentuh dagu Jaejoong lembut. Mata musang yang tajam bertemu dengan doe eyes cemerlang. Dengan jarak sedekat itu, membuat pikiran Jaejoong blank seketika.

"Tapi dengan satu syarat. Jika kau mau menuruti syarat yang kuberikan, maka aku akan memberikan jawaban yang kau inginkan." Ucap Yunho tepat di depan wajah Jaejoong yang berjarak sangat dekat. Bahkan samar-samar Jaejoong bisa mencium aroma mints yang menguar dari tubuh Yunho.

Glup! Jaejoong menelan ludah dengan susah payah. "Eh? Itu.. apa sebenarnya maksudmu?" tanya Jaejoong tidak mengerti. Entah mengapa Jaejoong mendapat firasat buruk.

Dengan perlahan, Yunho mengelus pipi mulus Jaejoong. Membiarkan Jaejoong tetap dalam keterkejutannya, hingga membuat namja cantik itu tidak mampu berpaling. "Sesuatu yang cantik dan manis adalah kesukaanku. Saat aku menemukan sesuatu yang aku sukai, maka aku ingin merasakannya saat itu juga."

"Ah.." Jaejoong meringis saat Yunho tiba-tiba Yunho mencengkeram pergelangan tangan Jaejoong dengan erat.

"Apa yang ingin aku katakan adalah..." ujar Yunho menggantung.

"Yun- Yunho.." melihat tatapan tajam namun lembut dari Yunho, membuat Jaejoong gugup setengah mati. Ia merasa kekuatannya sebagai namja hilang begitu saja. Bahkan jantungnya berdetak sangat cepat, seakan ingin keluar dari tubuhnya.

Dengan cepat Yunho menarik Jaejoong semakin dekat, dengan salah satu tangan yang masih menggenggam tangan Jaejoong, dan tangan satunya menekan tengkuk Jaejoong saat Yunho membawa bibir hatinya bertemu dengan cherry lips Jaejoong.

"Ngh...nghh...haa..." desah Jaejoong saat Yunho mulai melumat bibir Jaejoong. Ingin menolak, tapi tubuhnya merasa tidak mampu.

"Stophh...hah hah.." ujar Jaejoong sambil terengah-engah saat Yunho melepaskan tautan bibir mereka. Tapi itu tidaklah berlangsung lama, karena Yunho hanya mengganti posisi ciumannya dan kembali meraih dagu Jaejoong. Kali ini lidah Yunho langsung menerobos ke dalam mulut Jaejoong, saat namja cantik itu sedang terengah-engah.

"Mmph...mmphhh...mm...ngh...?!" Yunho terus melumat bibir Jaejoong. Mengajak lidah Jaejoong bertarung. Jaejoong yang merasa harus melawan, tanpa sadar juga ikut menggerakan lidahnya untuk mengusir lidah Yunho keluar, tapi itu malah membuat Yunho tersenyum ditengah pergumulan mereka.

Bruk!

Jaejoong terjatuh di atas sofa dalam posisi masih berciuman dan Yunho yang menindihnya. Ditengah kesadarannya, Jaejoong baru menyadari jika maksud Yunho dengan ingin merasakan itu adalah..merasakan tubuhnya?!

"Nghhh...!" kembali Jaejoong mengeluarkan erangannya ditengah lumatan bibir Yunho, saat dengan sengaja Yunho menyenggol daerah privat Jaejoong dengan lututnya.

Mendengar erangan Jaejoong yang luamayan keras itu, membuat Yunho kembali tersenyum dan melepaskan ciumannya.

"Hah..haaah..." terdengar bagaimana terengah-engahnya Jaejoong berusaha mensuplai sebanyak mungkin oksigen ke dalam paru-parunya. Yunho yang masih tidak bergeser sesenti pun walaupun sudah melepaskan cherry lips Jaejoong, menatap namja cantik itu dengan pandangan lapar. Seakan akan Jaejoong adalah makanan yang sangat lezat.

"Ternyata kau bahkan lebih manis daripada yang aku kira. Bibirmu sangat manis.." ujar Yunho seduktif.

Blush!

Wajah Jaejoong sontak memerah mendengar ucapan jujur Yunho. "Kau..apa yang kau maksud dengan syarat itu adalah aku harus tidur denganmu untuk mendapatkan kontrak?" tanya Jaejoong memberanikan diri.

"Di dalam bisnis, Take n Give itu sangat penting, bukan? Jika kau hanyalah seorang salesman biasa dan datang kemari untuk memaksakan kehendakmu tanpa jaminan apapun, aku sama sekali tidak tetarik untuk bekerjasama denganmu. Tetapi jika itu adalah suatu bantuan untuk seorang kekasih cute yang sudah membuat khayalanku melambung tinggi, maka tanpa perlu berpikir lagi..aku akan langsung menyetujuinya."

Jaejoong merasa tertohok saat Yunho mengatakan dirinya hanyalah salesman biasa tanpa jaminan. Tapi, Jaejoong sadar, apa yang dikatakan Yunho itu memang benar adanya. Tidaklah mudah bagi siapapun untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan perusahaan sebesar ini. Apalagi untuk bergabung dengan perusahannya yang bisa dibilang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan semua kekuasaan keluarga Jung.

Jaejoong tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Sebelum perjalan kemari, ia sudah dapat menebak bahwa semuanya tidak akan mudah, tapi tidak pernah terbayang di benak Jaejoong jika semuanya bahkan akan berakhir seperti ini. Jaejoong benar-benar ada di jalan buntu saat ini. Dan sepertinya, ia sudah tidak bisa mundur lagi.

"Jadi.. bagaimana, eum? Itu adalah syarat yang kuajukan. Kau pasti mengerti kan, BooJae?" ujar Yunho memecah lamunan Jaejoong. Perlahan tapi pasti, tangannya mengelus dada montok Jaejoong dan memutar di sekitar nipple Jaejoong.

"Aagh..." tanpa sadar, Jaejoong kembali mengeluarkan desahannya. Membuat smirk Yunho makin menjadi.

"Oh? Sepertinya kau sudah berpengalaman denga pria, eum? Aku yakin kau pasti akan menikmati apa yang akan kita lakukan nanti." Ujar Yunho seduktif sambil menjilat telinga Jaejoong. Membuat tubuh Jaejoong bergetar menerima sensasi bertubi yang Yunho berikan.

Ingin sekali rasanya Jaejoong pergi dari tempat ini secepat mungkin. Dan kalau bisa ia tidak ingin kembali. Tapi..bagaimana dengan kontrak kerjasama yang ia bawa? Bukankah tujuannya kemari adalah untuk mendapatkan persetujuan Yunho? Apa yang harus dilakukannya? Bagaimana nasib semua cakes tercintanya itu jika ia menolak?

"Jika..jika aku bisa memuaskanmu...kau akan setuju untuk bekerjasama dengan perusahaan kami, kan?" sahut Jaejoong tanpa berpikir lagi. Meskipun ia merutuki ucapannya yang terkesan bitchy, tapi mungkin inilah cara satu-satunya. Lagipula ia hanya perlu melakukannya sekali saja, bukan? Setidaknya begitulah pikiran Jaejoong saat ini.

Yunho tersenyum puas mendengar jawaban Jaejoong. "Tentu saja. Sekarang..biarkan aku merasakan dan menilai seberapa baiknya tubuhmu ini." Lanjut Yunho sambil mencium lembut punggung tangan Jaejoong.

Masih dengan tatapan yang tidak pernah lepas menatap malaikat cantiknya, Yunho membuka satu-persatu kancing kemeja Jaejoong. "Lihatlah..bahkan belum kusentuh, tapi nipple mu sudah sangat hard, Boojae. Apakah ciumanku tadi membuatmu terangsang,eum?" lanjut Yunho sambil menyentuh nipple Jaejoong.

Jaejoong hanya memalingkan wajahnya yang sudah merah padam agar tidak menatap Yunho. Ia merasa tidak sanggup.

Tanpa pikir panjang, Yunho langsung menjilat dan bahkan menghisap nipple Jaejoong. Terlihat sekali Yunho sangat menikmatinya. "Aah..ah..ahh... ..." erang Jaejoong semakin menambah semangat Yunho.

Yunho melepaskan sejenak kulumannya dan beralih mengelus cherry lips Jaejoong dengan ibu jarinya. " Kelihatannya kau sangat menikmatinya, Boo. Seperti bayanganku... dan satu lagi..panggil aku Yunnie..arra?"

Jaejoong hanya mampu menatap Yunho sayu dengan wajah merah padam akibat malu dan juga menikmati perbuatan Yunho. "Yun-Yunnie..?" ujar Jaejoong gugup.

Yunho kembali menampilkan seringaian yang membuat sekujur tubuh Jaejoong bergetar. Sambil perlahan melepaskan dasi dan membuka jasnya. "Ah..tapi..aku ingin memberitahu sesuatu padamu, Boo. Aku adalah seseorang dengan napsu makan yang besar. Jadi, lebih baik kau persiapkan dirimu my BooJae.."

TBC...

.

.

Jeng..jeng... chap depan NC...hehe...aigoo..aku sudah menistakan emak Boojae...

Nah.. sesuai janji Jia kmaren (on Don't Go epep) ... Jia bkal sebutin atu-atu buat yg udah support epep Jia ini...Check your name bellow...

THANK'S TO ALL SUPPORTER ' Your Love Sweeter than Cakes' :

Riviewers:

Himawari Ezuki | Jung-jung | kirana | tmkazjj | gwansim84 | flow | lipminnie | yoon HyunWoon | diamond's | missjelek | EMPEROR-NUNEO | Cinta Bekasi | Elzha luv changminnie | PhantoMirotiC | Casshipper Jung | yuezz4 | GanymedeSeth | hyukkie-chan | Cherry Yunjae | YunHolic | miszshanty05 | fippo | ShinJiwoo920202 | FiAndYJ | 7D | zhe | jae sekundes | Thean | vivi | JUNG YONGKI | RyGratia | dhian930715ELF | shinkirara | naraaaeeelfsia | Minnie95 | Merry Jung | min | ayyaLaksita | | Yuki | Lady Ze | ifa. | Dennis Park | JungJaema | irengiovanny | alvida the dark knight | MEYLA RAHMA | kim anna shinotsuke | princessparkyu | Rly. | Guest…

FAV:

Himawari Ezuki | VoldeMIN vs KYUtie | fippo | missjelek | viekrungysweetpumpkin | yoon HyunWoon | BlacknightSkyeye Yue- Hime | Kim- Jung- Hyewon | jae sekundes | paradisaea Rubra | Cho Sungkyu | RyGratia | ayyaLaksita | ifa. | vherakim | Bloody Angel From Hell | anara17 | alvida the dark knight | destianidhesty | Meyla Rahma | PURPLE-KIMIee | kim anna shinotsuke | .16144 | shinkirara | Jung Asha | princessparkyu

FOLLOW:

0212echy | EMPEROR-NUNEO | YunHolic | demikyu | missjelek | miszshanty05 | yoon HyunWoon | yuezz4 | BlacknightSkyeye Yue- Hime | FiAndYJ | Kim- Jung- Hyewon | Minnie95 | jae sekundes | paradisaea Rubra | xia-phie-CJHLover | Casshipper Jung | Lady Ze | ayyaLaksita | cathsp |dhian930715ELF | ifa. | vherakim | anara17 | destianidhesty | kim anna shinotsuke | .16144 | shinkirara |

Mian klo ad yg belom kesebut... tapi sudah diusahakan kesebut semua..hehe...

Akhir kata... Mind to RIPIU chingu...? ^^