DefluentibusFoliis

Story by : Me

Disclamer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Pairing : Shikamaru N X Hinata H

Genre : Romance

Warning : Typo, OOC, Cerita tidak jelas dan sebagainya,

Chap VI

My love for you is a journey,

starting at forever and ending at never

Seperti daun di musim gugur, perasaanku yang tumbuh padamu harus aku akhiri disaat rasa ini mulai tumbuh tak terkendali, seperti kilatan cahaya yang menemani hujan, aku takut dan hampa.

Sungguh aku melihat bayangan jiwaku saat memandangmu, berjuta asaku untuk mu Hinata, Kenapa sekarang, mencintaimu rasanya seperti melakukan dosa…

Sudah lewat pukul 01.00 dini hari, dan sudah lewat dari 6 jam sejak terakhir aku duduk berdua dengan Hinata tapi aroma lavendernya masih memenuhi indra penciuman ku. Hari ini manis sekali, hari terbaik sepanjang hidup ku…

Kami-sama, tolong jaga hatiku agar tidak terlalu dalam jatuh cinta pada pesonanya, Hinata hanya milik Uzumaki, dan tidak boleh ada Nara dalam hubungan mereka.

Dan Naruto, dia hanya menanyakan "apakah Hinata kau antar pulang Shikamaru ?"

"Tidak" jawabku.

Lantas dia kembali ke kamarnya, aku tidak habis pikir apa yang ada di otak nya, mengijinkan kekasihnya untuk menghabiskan waktu dengan pria lain walaupun itu sepupunya sendiri.

-DefluentibusFoliis-

Memikirkan Hinata, kepala ku rasanya pening… aku butuh beberapa obat pereda sakit kepala, dengan malas aku keluar dari kamar…

Gelap, ucap ku dalam hati…

Tapi ruangan dapur rasanya ada cahaya dari kulkas yang terbuka, mungkin Naruto, dia punya kebiasaan minum air dingin sebelum tidur.

Tap…

Langkah kaki kuhentikan seketika, ada yang aneh… raut wajah Naruto terlihat panik, dan juga obat apa itu yang di minum nya ?

"Naruto… apa yang kau minum ?" tanyaku tiba-tiba. Dan jelas sekali raut terkejut di wajah Naruto, aku tahu dia menyembunyikan sesuatu.

"Ohh.. hehehe Shikamaru, kau belum tidur ? ini… ee Vi-vitamin kok… " jawab Naruto gugup

Mataku menyipit terus menatap pada bungkusan plastik yang dia genggam.

"Oh, vitamin, vitamin apa namanya biar kulihat sini ?"

"tidak, ini vitamin khusus, euuh… namanya susah, jadi aku tidak ingat… apa yah aku lupa ttebayo, pokonya ini vitamin, sudah yah aku ngantuk.. oyasumi… " jawab Naruto sambil berlalu ke kamarnya.

Habis sudah kesabaran ku, aku tahu dia menyembunyikan sesuatu.

"AKU BILANG LIHAT NARUTO !" suaraku naik satu oktaf dan itu efektif, langkah Naruto terhenti seketika.

Srekkk

Aku rebut paksa bungkusan plastik yang ada di tangannya…

Mata ku membulat tidak percaya, apa ini…

Daunorubisin (DNR), Sitarabin (ara-c) (HDAC), Idarubicin, Thioguanine, Etopiside atau Mitoxantrone, antibiotic…

O… obat ini… ini obat dengan dosisi yang tingi…

Mulutku menganga membaca deretan jenis obat yang aku pegang, Dadaku bergemuruh, bukan seperti perasaan saat aku melihat Hinata, gemuruh di dada ini menyakitkan… obat-obatan ini artinya… selama ini Naruto…

Brugghhh !

Satu tinju ku tepat mengenai wajah Naruto… dan darah segar mengalir dari hidung nya.

"Chot- chottomatte kudasai Shika, biarkan aku jelaskan dahulu… " sahut Naruto, sambil meringis kesakitan.

"Jelaskan apa Baka ?! kau pikir aku tidak tahu obat apa ini !"

Ku tarik kerah baju Naruto, dan aku sudah siap memukulnya kembali tepat di wajahnya, sampai ketika terlintas bayangan Hinata di matanya.

"Kuso !" Umpatku

"Sudah berapa lama !?" aku bertanya sambil berteriak padanya, kaki ku benar-benar tidak kuat berdiri, badan ku ambruk tepat di sebelah Naruto yang sudah menenggelamkan wajahnya.

Aku tahu dia menangis, badannya bergetar, walau hanya isakan kecil yang aku dengar. Dia menahan tangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dan berkali-kali mengucapkan kata gomen… shika, gomen…

Kami-sama, Rasanya ada ribuan jarum yang menusuk ulu hati ku…

Obat-obatan itu, obat yang Naruto selalu bilang padaku adalah vitamin, adalah jenis obat untuk leukemia limfoblastik akut jenis penyakit sel kanker darah yang persis di derita oleh Kushina oba-san, jadi artinya… selama ini, Naruto mengidap penyakit yang sama dengan oka-sannya dan aku sama sekali tidak mengatahui nya.

Kuso ! Kuso ! Umpatku.

Aku merasa sakit hati, aku benar-benar sepupu yang buruk dan brengsek… aku kecewa pada diriku sendiri, aku kecewa pada Naruto, selama ini dia memendam rasa sakit seorang diri dan menyembunyikannya dari ku ? aku benar-benar merasa tidak di hargai.

Brakkk

Obat sialan ini aku lempar dan berserakan di lantai, aku tidak percaya dan aku tidak mau percaya.

Obat dengan dosis tinggi yang di konsumsi Naruto, ini artinya kanker yang di derita sudah masuk dalam tahap stadium akhir…

Kami-sama, apakah ini balasan karena perbuatan burukku mencintai Hinata ?

"Hinata… " ucap ku lirih…

Tubuh Naruto semakin bergetar… "gomen ne Shikamaru… gomen, a-aku… gomen."

"Apakah Hinata tahu ?" tanyaku lirih

Dan Naruto hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Selepas itu, tubuh Naruto ambruk dan tak sadarkan diri, darah segar mengalir deras melalui hidunya.

Aku panik !

"Naruto… Naruto… Hey baka… bangun Naruto… ! ini tidak lucu, bangun Naruto atau kau ku usir dari apartemen ini !"

Aku panik… jelas aku panik, aku tidak tahu harus bagaimana.


Kenapa malam ini terasa jauh lebih hitam pekat lebih dari biasanya, kenapa malam ini bahkan angin pun tak ada.

Ini hatiku Tuhan, bukan besi yang sekuat baja…

Ini hati ku Tuhan, kenapa engkau senang sekali mempermainkannya,

Jika ini adalah balasan atas dosa-dosa ku, kenapa harus Naruto yang kau uji ? kenapa bukan aku yang jelas-jelas berdosa…

Aku manusia berengsek yang mencintai kekasih sepupunya…

Konoha Hospital

Naruto tertidur begitu damai, seolah tidak ada beban sama sekali, selang infus terpasang rapih di lengannya.

Ck, si baka ini…

Bahkan dahulu, waktu masih di tingkat sekolah dasar, dia yang sama sekali takut rumah sakit dan tidak pernah mau jika diajak berkunjung ke rumah sakit, memaksakan diri dan melawan phobia nya terhadap rumah sakit hanya karena aku terserang deman berdarah dan terpaksa di rawat inap, dan Naruto yang menemaniku berhari-hari, walau dipaksa pulang dia tetap tidak mau, bahkan dia membawa semua maninan dan buku-buku yang sering aku baca ke rumah sakit supaya aku tidak bosan di rumah sakit.

Bodoh ! bangun bodoh ! umpatku dalam hati…

Sapphire itu terbuka, perlahan membiasakan cahaya yang masuk melalui retina matanya.

Naruto menatapku, dia hanya menatapku dan memohon maaf melalui tatapan matanya padaku… lalu pandangannya menatap nanar pada langit-langit kamar.

Hening beberapa saat, dan hanya tetesan air infus yang terdengar.

"Sejak kapan kau tahu ?" tanyaku

"Sudah 3 tahun yang lalu, waktu itu sehabis pertandingan bola aku jatuh pingsan dan di bawa ke rumah sakit, dokter melihat ada yang aneh pada tubuhku, makanya aku dipaksa melalukan general checkup dan hasilnya aku baru tau kalau aku mengidap penyakit sialan ini." jawabnya datar,

"Lantas, kenapa kau sembunyikan ini dari ku ?!" suaraku naik satu oktaf... Naruto benar-benar keterlaluan, dia sudah 3 tahun menyembunyikan hal seperti ini.

"Gomen Shika, aku hanya tidak tahu bagaimana cara memberitahukannya padamu." jawab Naruto lirih

"Alasan, kau hanya tidak menganggap ku sebagai sepupu mu kan !"

"huuufth, apa kau pernah merasa aku tidak menghargai mu Shikamaru ? Dalam hidup ku, hanya kau satu-satunya orang yang tidak ingin aku kecewakan, singkirkan pemikiran bodoh mu itu." ucap Naruto ketus

"Sudahlah… " suaraku melunak,

"Setelah ini aku yang akan mengurus mu, dan kau tidak bisa menolak ! kita akan melakukan kemoterapi, radioterapi, atau transpalasi sel induk, atau cara apapun itu aku yang akan mengurusnya." Ucapku tegas.

Dan Naruto hanya tersenyum miris… "Kau itu sepupu ku yang sangat jenius Shikamaru, dengan melihat dosis obat yang ku minum kau pasti sudah tahu berapa lama lagi umur ku."

"Tsk, mondokusai… aku tidak perduli, aku akan mencobanya…"

"Sudah lah, aku tidak mau ikut kemoterapi, radioterapi atau api-api yang lain -ttebayo, aku hanya ingin melakukan suatu hal sebelum umurku habis nanti."

"Satu hal ?" tanya ku penuh curiga

"Hinata Hyuga, kau mencintai nya kan N-A-R-A ?" Ucap Naruto penuh penekanan, jelas sekali luka yang terpancar dimatanya…

Deg

Tubuhku menengang seketika…

"Aku akan membantu…" sambung Naruto.

-tbc-