Call Me Daddy
.
Story by, PaoLu42090
.
Original story link:
www . asianfanfics story/view/906636/call-me-daddy-luhan-sehun-hunhan-selu
.
Translate by me, Candy Sugar / DeathSugar
.
****WARNING***
Chapter ini mengandung rape, kekerasaan pada anak. Luhan dicerita ini bukan lagi anak kecil. Dia tumbuh menjadi laki-laki dewasa di umur 22. However, masa lalunya diceritakan lewat flashback. Kalian telah diperingatkan!
Luhan's Story
"kumohon, jangan membuatku menceritakan itu." Luhan merengek di kursinya.
"Maafkan aku Luhan, tapi aku tidak dapat menolongmu kecuali kau menceritakan apa yang terjadi padamu." Kata Sehun sambil duduk di kursinya.
"Aku tidak ingin ditolong. Kumohon, tinggalkan aku sendiri." Luhan memohon.
"Kau tidak akan diizinkan pergi kecuali aku mendapat sesuatu yang berguna darimu." Kata Sehun tegas. Luhan mendesah, dia tahu tidak ada cara untuk dia lari, hingga ia menghela nafas dan mengangguk.
"Bisakah kau.. setidaknya lepaskan ikatanku. Ini benar-benar menyakiti pergelangan tanganku. Ini mengingatkanku banyak hal tentang mereka. Kumohon.." tanya Luhan dengan air mata di matanya. Sehun menghela nafas dan mengangguk.
"Jika aku melepaskanmu, apa kau berjanji untuk menceritakan kisahmu?" Tanya Sehun. Dia tahu anak ini tidak perlu banyak ancaman dan hanya dengan dia tersentak ketika Sehun berjalan mendekat dia tahu Luhan tidak akan melakukan sesuatu padanya.
"Ya." Luhan mendesah. Sehun mengangguk dan berjalan ke kursinya dan membuka ikatan itu. Luhan dengan cepat merangkul tangannya ke dalam pelukannya sendiri ketika ia memijat pergelangan tangannya.
"Nah, aku sudah melakukan bagianku. Sekarang saatnya bagimu untuk melakukan giliranmu." Kata Sehun dan Luhan mengangguk.
"Aku masih balita. Aku bahkan nyaris tidak tahu apa yang terjadi padaku. Mereka tidak pernah mencintaiku, mereka semua membenciku, semua yang mereka lakukan membuat Luhan terluka." Luhan mulai terbawa menjadi orang ketiga dan Sehun hampir tidak bisa mengerti itu.
"Kau menyakiti Luhan?"
"Kris menyakitiku. Kris kejam, dia benci Luhan. Luhan tidak pernah melakukan apapun tapi mencintainya." Luhan terisak.
"Siapa itu Kris?" tanya Sehun.
"Kakakku. Dia menyakitiku, dia membenciku."
"Apa yang dia lakukan padamu, Luhan?"
"Kapanpun Luhan melakukan sesuatu yang buruk, dia akan membawaku ke ruangan khususnya. Kadang-kadang dia akan mengunciku didalam, dan itu benar-benar gelap dan aku takut. Jadi Aku gedor pintu untuk dia mengeluarkanku, dan dia akan datang dan berteriak. Dia akan menyuruhku untuk diam karena Mama dan Baba akan menemukanku. Kemudian dia akan mendudukanku di kursi besar dan mengikat tangan dan kakiku hingga aku tidak bisa bergerak. Dan dia meninggalkanku lagi. Tapi, kadang-kadang aku akan menangis begitu keras dan dia memasukkan benda asing kedalam mulutku." Ucap Luhan dengan kesedihan yang membanjiri matanya.
"Benda apa Luhan? Dia akan mengikatmu dengan apa?" tanya Sehun.
"Banyak. Apapun yang dia temukan. Sering kali dia akan mengunakan lakban untuk membuatku tetap diam dan tetap di kursi. Tergantung keburukan yang aku lakukan. Jika Aku membuatnya benar-benar marah dia akan mengunakan kabel yang menyakitkan atau tali yang membuat Luhan berdarah. Dan dia akan mendorong apapun yang dia temukan kedalam mulutku. Kadang-kadang itu plester atau syal, kadang-kadang itu bola menjijikan yang akan dia ikat dikepalaku, dia akan menempatkan celana dalamnya di mulutku agar aku bisa berhenti menangis,"
"Itu terjadi selama aku bisa mengingat. Suatu kali dia menunjukkanku photo ketika aku masih bayi dan dia meletakkan plester di dot-ku jadi aku akan berhenti menangis dan aku tidak bisa meludahkannya.
"Luhan, berapa umur Kris saat itu? kenapa kau tidak pernah memberi tahu orang tuamu?"
"Kris berumur sepuluh tahun ketika aku lahir, dia lebih tua sepuluh tahun dariku. Kris membuatku berjanji untuk tidak memberitahu mereka. Dia bilang jika aku bilang pada mereka dia akan membunuh mereka dan menyalahkan itu padaku,"
"Jadi apa yang orangtua-mu katakan ketika mereka melihat bekas memarmu? Atau ketika mereka bertanya dimana kau berada selama kau dikunci didalam ruangan?"
"Mama dan Baba tidak pernah bertanya banyak. Mereka terlalu sibuk bekerja jadi Kris yang mengurusku. Ketika mereka bertanya Kris akan bilang jika aku jatuh atau aku bermain dengan benda tajam, tapi mereka tidak perlu khawatir karena Kris dapat menjagaku. Mama dan Baba tidak pernah tahu."
"Apa Kris melakukan hal lain padamu, Luhan?" tanya Sehun tahu jika disana masih banyak cerita.
"Dia akan menyayatku, kadang-kadang. Dia bilang aku layak untuk mendapatkan itu, dan selalu bilang jika aku beruntung punya saudara sepertinya. Dia bilang aku menjengkelkan dan cenggeng, dan jika itu orang lain mereka pasti akan membunuhku. Kris tidak pernah membiarkanku tidur dikamarku sendiri. Ketika aku tidur selalu dikunci di ruang khusus, aku kira.. kadang-kadang Kris lupa aku ada disana dan dia tidak datang untuk beberapa jam. Pernah sekali aku berada disana sepanjang hari tanpa makanan."
"Bagaimana dengan sekolah, adakah seseorang disekolah yang tahu?"
"Tidak. Aku tidak terlihat. Guru-guru tidak tahu Luhan, aku tersembunyi di belakang dan hanya bicara jika diperlukan. Tak seorangpun yang peduli dengan Luhan."
"Okay Luhan… Aku pikir aku sudah cukup, tapi aku ingin bertanya. Adakah hal lain yang yang terjadi diruangan itu?" tanya Sehun. Luhan melihat kearahnya dan mengangguk halus.
"Apa yang terjadi?" Sehun bertanya dan Luhan terisak.
"Kadang-kadang saat aku dan Kris di rumah sendiri, dia akan memintaku menyentuh penisku. Dia akan membuatku menariknya dengan sangat keras. Dan dia akan memaksa tanganku di belakang dan mendorong jari-jariku di lubang kecilku. Itu sangat menyakitkan tapi Kris bilang itu akan membuatnya senang dan jika aku melakuklannya dengan benar dia akan berhenti menyakitiku. Rasanya nikmat hingga aku melakukannya. Tapi itu tidak membuatnya berhenti, dia akan selalu menyakiti Luhan, dan Jika luhan benar-benar buruk dan membutuhkan hukuman, Kris akan mengikatnya ke tempat tidur di kamar. Dia akan mengikatku dengan kencang jadi aku tidak akan berteriak. Kadang-kdang dia menempatkan penisnya didalam mulutku. Dia membuatku menjilatnya dan mendorong masuk ke tenggorokanku sampai aku tidak bisa bernafas. Dan kadang-kadang dia akan membuatku minum 'susu' yang keluar dari sana atau dia akan menyemburkan itu diwajahku. Dan kadang-kadang tanpa alasan yang jelas, dia akan membekap mulutku dan melepas semua bajuku. Dan dia akan melepas bajunya juga dan memasukkan miliknya kedalam lubang kecil Luhan dibawah. Luhan akan menangis dan menjerit. Itu sakit sekali. Seperti terbakar dan terbelah menjadi dua. Dia akan berhenti ketika menyemburkan susunya disana. Kemudian, dia akan menyentuh milikku dan membuat itu terasa sakit. Dia akan membuat menjadi merah dan keras dan tetap menyentuhnya sampai susunya keluar. Itu terasa begitu nikmat, tapi bagian bawahku terasa sangat sakit jadi aku tidak bisa menikmati itu." Luhan terisak.
Sehun berdiri dan kemudian berjalan meemijat tengkuknya. Dia merasa menjadi orang yang kejam karena membuat Luhan mengingat sesuatu yang menyedihkan. Tapi Luhan begitu sempurna, apapun yang ada padanya terlihat seperti apa yang dia inginkan.
"Okay Luhan. Dia tidak akan melukai lebih dari ini. Hari ini cukup untukmu. Kita bisa melanjutkan untuk besok. Ok?" kata Sehun. Luhan terlalu kaget dengan sentuhan dokter itu, Sehun menyadari itu dan dia menghentikan tindakannya.
"terimakasih sudah mendengarkan Luhan." Bisiknya. Sehun menangguk dan mengambil tangannya, menuntunnya kearah pintu. Penjaga sudah menunggu disana dan Luhan dikawal ke kamarnya. Sampainya Luhan dikamarnya, dia ambil tisu dan mengusap air mata kebohongannya yang dia atur. Dia yakin dia benar-benar aktor yang hebat. Mereka semua terenyuh dengan cerita sedihnya. Laki-laki kecil yang malang yang tidak disangka telah dilecehkan oleh kakaknya sendiri. Luhan tidak bodoh, tapi dia yakin semua orang berpikir demikian. Mereka semua bodoh. Luhan menyeringai dan duduk di kasurnya seperti "anak baik" yang membaca buku dongeng. Dia tahu para penjaga sedang melihatnya dari jendela.
Sehun menyeringai ketika Luhan pergi. Dia menemukan apa yang dia cari. Yang polos, anak kecil malang yang butuh diurus. Itu mungkin butuh sedikit waktu. Tapi Sehun tahu, apa yang dia lakukan. Dia akan mendapatkan kepuasaan yang dia inginkan setelahnya.
Continue Tomorrow
Karena hari ini hari pertama Sehun bekerja, Dr. Kim berfikir jika akan lebih berguna jika Sehun mendapat beberapa pembahasan dengan pasien yang sangat ingin ia tangani. Sehun setuju dan duduk di kursinya, satu per satu orang gila yang berbeda masuk dan bicara padanya. Sehun disana untuk menangani, tapi tidak ada dari mereka yang menarik perhatiannya seperti si mata rusa yang manis—Luhan. Sehun terkejut dengan alasan para kriminal disini. Sebagian bilang jika mereka dikuasai oleh setan, dan yang lainnya menjadi terdakwa licik karena sesuatu, kebanyakan pasien adalah para perampok dan pembunuh.
Tapi yang sebenarnya membuatnya geram adalalah beberapa pasien anak-anak. Pertama, satu anak perempuan ada disana karena mencekik saudara perempuannya saat dia tidur, lainnya ada disana karena dia punya Nymphomaniac—nafsu sex yang tidak normal, anak perempuan itu baru tiga belas tahun. Itu begitu mengejutkannya hari ini. Dan sehun sehun baru menyadari dia tidak pernah bertanya pada Luhan kenapa dia ada disini, Luhan hanya menceritakan masalahnya. Dia membuat catatan mental untuk pokok persoalan mereka selanjutanya.
Setelah hari-hari membosankan Sehun berada rumah sakit jiwa ini dan dia membuat sesuatu yang menyenangkan untuk dirinya sendirinya. Dia punya sesuatu yang benar-benar butuh diurus. Dia berkendara cukup lama dalam sunyi menuju rumahnya dan kemudian dia parkir di parkiran. Dia masuk kedalam rumah yang sunyi dan gelap itu dan membuat langkahnya lebih kedalam ruangan paling belakang. Dia buka pintu dan pergi ketempat tidur bayi di tengah ruangan. Dia memperhatikan dengan seksama dan melepas dot itu.
"Kumohon.. biarkan aku pergi." Perempuan itu merengek dan Sehun tersenyum kearahnya walau Sehun tahu dia tidak dapat melihat karena penutup mata itu.
"Oh.. baby kau ingin meninggalkan daddy? Aku baru mendapatkanmu. Tapi, hari ini adalah hari keberuntunganmu. Aku tidak ingin baby girl, aku ingin baby boy dan aku mendapatkan satu yang sempurna. Jadi aku akan membiarkanmu pergi. Tapi jika seseorang mencurigaiku karenamu, aku janji aku akan menemukanmu dan akan membunuhmu. Mengerti?" ujar Sehun menakuti perempuan itu dan dia menangguk gelisah.
"Bagus. Aku akan mengantarmu pulang." Ujar Sehun. Sehun angkat perempuan itu dan melepas ikatan yang terikat di tempat tidur bayi dan memastikannya menuju ke mobil. Dia tidak pernah melepas penutup mata selama dia berkendara, dan selanjutnya Sehun sampai ke tempat tujuannya.
"Disini kau sekarang. Di halaman rumahmu. Aku akan meninggalkanmu duduk di bangku. Tidak ada siapapun disana. Hitung sampai lima puluh dan lepas penutup matamu kemudian pulang." Perintah Sehun.
"Baik Tuan.." ucap perempuan itu dan Sehun menuntunnya kearah bangku dan mendudukannya disana.
"Mulai berhitung!" bisiknya dan berlari kearah mobil. Sehun dapat mendengar ketika perempuan itu mulai berhitung dan tersenyum selama ia berkendara.
Sampainya dia kembali ke rumah, dia memastikan semuanya diruangan itu baik sesuai yang dia inginkan, kemudian dia kunci dan tidak ingin seorangpun masuk kedalam. Dia tahu ini kurang lebih beberapa hari sebelum akan digunakan kembali.
.
Pagi selanjutnya Sehun kembali ke rumah sakit jiwa dan masuk bekerja, dia benar-benar ingin untuk bertemu dengan Luhan lagi. Sekretaris mengizinkannya masuk dan dengan cepat pergi ke ruangan Dr. Kim.
"Datang diwaktu yang tepat! Siapa yang ingin kau temaui pertama kali hari ini?" dia bertanya kearah Sehun.
"Luhan." Sehun mengatakan dengan sungguh-sungguh.
"Benarkah? Aku tidak melihat kau membuat kemajuan dengannya." Ujar Dr. Kim.
"Kita membuat kemajuan walaupun itu kecil, dan itu kenapa aku memohon untuknya sehingga aku punya banyak waktu untuk meneruskan dengannya." Sehun menjelaskan. Dr. Kim mengangguk dan memerintahkan penjaga untuk membawa Luhan. Sehun berjalan kembali ke ruangannya dan duduk di kursinya. Dia menunggu untuk anak laki-laki itu untuk dibawa masuk. Dan sama seperti kemarin, dia menendang dan menjerit karena disentuh.
"Tidak! Tidak! Kumohon jangan ikat aku. Itu menyakitkan dan aku tidak melukai siapapun. Aku tidak berbahaya, kumohon jangan ikat aku." Luhan menjerit, "Oh.. Dr. Oh bilang pada mereka jika aku tidak menyakitimu.." Luhan menatapnya dengan penuh permohonan.
Sehun menangguk.
"kalian tidak perlu menahannya, dia tidak membahayakanku." Katanya. Penjaga itu mengangguk dan melepaskan Luhan kemudian keluar dari ruangan.
"Terima kasih Dr. Oh." Katanya. Sehun mengangguk.
"Kau dapat memanggilku Sehun, aku tidak keberatan. Kita 'kan teman, ingat?" kata Sehun mencoba mendapatkan kepercayaan dari laki-laki itu. Luhan menatap kearahnya ragu-ragu tapi mengangguk kemudian.
"Baiklah Luhan, mari kita mulai. Kemarin kita bicara tentang masa lalumu, tapi sekarang aku ingin tahu, kenapa kau berada disini?" Sehun bertanya. Dia menatap kearah Luhan dan bibirnya menyembik dan matanya mulai berair.
"Aku begitu marah. Mereka tidak pernah menolongku. Tidak seorangpun. Bagaimana bisa mereka percaya apapun yang Kris katakan? Aku tidak mengerti. Dan menyadari mungkin mereka tidak mencintaiku. Jadi satu malam aku kira aku dikunci. Aku tidak dapat mengontrol tubuhku, tapi Kris membiarkan pintunya dikunci. Jadi aku ambil pisau yang Kris gunakan untuk menghukumku yang dia tinggalkan di kamar dan keluar kamar. Aku melukai mereka, mereka semua. Aku melukai mereka seperti mereka melukaiku. Aku tidak ingin melukai Mama dan Baba tapi aku lepas kendali. Aku ingat aku memegang pisau ditanganku dan berjalan ke kamar Kris pertama kali. Dan disana aku melihat tempat kosong disampingnya tempat biasanya aku tidur dan bahagia di hidupku. Tapi Kris mengambil itu semua dariku, aku begitu marah dan mengangkat pisau itu dan menikamnya. Tapi tidak hanya sekali melakukannya kukira, polisi bilang aku melakukannya sebanyak dua puluh empat kali." Luhan mulai menceritakan selama itu ketakutan tertera dimatanya.
"Apa yang terjadi dengan orang tuamu Luhan?" tanya Sehun.
"Aku begitu marah mereka tidak pernah menolongku, jadi aku lakukan hal yang sama. Jadi mereka dapat merasakan kesakitanku. Aku tidak tahu aku akan membunuh mereka. Aku bersumpah aku hanya berpikir ini satu kali.." Dia merengek.
"Lalu, bagaimana polisi menemukanmu?"
"Aku pikir setelah aku selesai melakukannya dan aku butuh bantuan, jadi aku pergi ke tetangga samping rumah dan mengetuk pintu. Dia melihatku bersimbah darah jadi dia membantuku dan menghubungi 911. Dia begitu baik padaku, dan tidak seorangpun pernah baik padaku jadi aku tidak bilang padanya aku melakukan itu. Tapi ketika polisi datang aku mengatakan pada mereka jika itu aku. Pengacaraku bilang padaku untuk membelaku jika aku gila dan aku masih enam belas tahun saat aku melakukan itu, mereka membawaku dengan mudah. Jadi aku dikira orang gila. Tapi aku bukan orang gila. Sehun, kau harus percaya padaku. Aku tidak gila. Aku tahu apa yang aku lakukan. Aku benar-benar menyesal dengan apa yang aku lakukan, tapi aku tidak dapat menerima lebih dari ini. tidak seorangpun yang membantuku, jadi aku melakukan itu untuk melindungi diriku sendiri. Aku mungkin benar-benar gila untuk beberapa kesempatan, tapi sekarang tidak setelah lima tahun berada di rumah yang penuh dengan orang gila ini, aku tidak percaya siapapun. Semua orang ingin menyakitiku, tapi mereka tidak mengerti itu." Luhan mulai terisak.
"Shh.. Luhan, it's okay. Aku tahu kau tidak gila." Kata Sehun padanya. Luhan menatapnya dengan mata bengkak.
"Kau tidak berpikir aku gila?" tanya Luhan. Dan Sehun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kau tidak gila. Kau tidak seharusnya ada di tempat seperti ini. Kau hanya laki-laki yang mengalami trauma emosinal, itu hanya pertahanan diri. Aku kira lima tahun sudah lebih dari cukup untuk hukuman." Ujar Sehun padanya. Luhan menatap kearahnya dengan tatapan penuh harap.
"Apa menurutmu aku bisa keluar dari sini?" tanya Luhan. Sehun tersenyum dan mengangguk.
"Aku tahu kau bisa, aku sendiri yang akan menulis di laporan. Dan mungkin besoknya mereka akan membiarkanmu keluar. Selama kau tidak punya tempat untuk tinggal kau bisa tinggal dirumahku." Kata Sehun. Luhan menatap kearahnya dengan penuh harap.
"Kau benar-benar dapat melakukan itu untukku?" tanyanya. Sehun menangguk.
"Ya. Aku percaya para pasien perlu dibantu dijalan yang benar. Dan jalan membantumu hanya dengan membiarkanmu mengalami dunia luar. Tidak dengan mengurungmu disini." Kata Sehun. Dan Luhan mengangguk sepaham.
"Oh.. terima kasih Dr. Oh, maksudku Sehun. Terima kasih." Luhan berteriak senang. Sehun tersenyum, hanya jika pemuda itu tahu apa yang ia simpan untuknya.
"Kemari, aku akan mengantarmu keluar." Kata Sehun. Luhan mengangguk dan mengikutinya dibelakang menuju kearah pintu dan para penjaga mengantar Luhan ke kamarnya.
Sehun duduk dikursinya dan tidak memanggil pasien selama dia mengerjakan kertas kerjanya untuk mendiagnosis Luhan sebagai bukan orang yang gila dan mengizinkannya untuk keluar. Dia sudah satu langkah lebih dekat dengan apa yang ia inginkan.
Luhan tersenyum saat dia sampai di kamarnya. Rencananya berkerja dengan sempurna. Sehun benar-benar gampang untung di bohongi seperti mereka dulu. Kecuali, sisanya cukup profesional untuk membantu Luhan pergi, tapi dia melihat sesuatu di mata Sehun jika dia berbeda. Dia akhirnya keluar dari tempat sialan ini. Dia benar-benar puas dan mengingat bagaimana cerita ini berakhir.
Luhan itu anak yang manja dan nakal. Tapi keluarganya mencintainya, kakaknya mengagumi adiknya, dia tidak pernah salah dimata Kris. Dan orang tua Luhan, lupakan itu.. orang tuanya mati untuk Luhan. Dia menguasasi mereka semua dengan tangannya. Apapun yang Luhan mau dia akan mendapatkan tanpa komplain. Apapun itu.
Luhan cinta kakaknya, sangat. Bahkan sejak Luhan menginjak empat belas tahun dia mulai menemukan bahagaimana bersenang-senang yang sesungguhnya dengan kakaknya. Jadi dia membohonginya dan mendapatkan Kris untuk menciumnya di bibir sedikit kasar, atau kadang-kadang dia akan duduk di pangkuan kakaknya dan banyak bergerak. Ini semua adalah bagian dari rencananya. Tapi ketika dia mulai memasukkannya, Kris menolak. Kris berkata padanya jika mereka adalah saudara dan itu tidak seharusnya mereka lakukan itu sebesar apapun mereka mencintai satu sama lain. Ini salah dan terlarang.
Jadi, Luhan menemukan cara lain untuk memanfaatkan kakaknya.
Dia mengambil beberapa obat tidur yang dia 'butuhkan' untuk insomnia yang dia derita (yang sebenarnya tidak dia miliki) dan tanpa sepengetahuan Kris, Luhan memberikan itu untuknya. Itu menyebabkan Kris seperti orang mati. Jadi selama kakaknya tidur Luhan bermain dengan Kris, mengulum dan mengunakan tubuhnya sesuai keinginannya. Kadang-kadang dia menggulumnya atau memberikan blow job, kadang-kadang Luhan juga menunggangi penis besar milik kakaknya. Obat itu benar-benar magic, Kris tidak pernah tahu apa yang terjadi, dia tidak pernah bangun selama Luhan memakainya. Satu kali Luhan penasaran dan memasuki lubang milik kakaknya. Itu terasa berbeda, tapi Luhan tidak tahu jika itu sepertinya lebih baik. Kris akan memberikan banyak reaksi di tidurnya. Kapanpun Luhan memasukkan tangannya kedalam mulutnya dia akan mengulumnya. Luhan akan mendapatkan kakaknya klimak saat tidurnya. Itu benar-benar menakjubkan. Kakaknya tidak pernah tahu, dia berpikir jika dia memiliki masalah di bagian belakang tubuhnya.
Itu berlangsung dengan baik untuk Luhan, hingga orang tuanya bicara padanya, mereka akan pindah ke China. Hanya mereka bertiga. Kris sudah dua puluh enam tahun dan dia sudah memiliki pekerjaan, dia akan pergi untuk menjadi mandiri dan Luhan dapat berkunjung kapanpun dia mau. Luhan mengatakan jika dia akan tinggal bersama dengan Kris, tapi Kris terlalu sibuk untuk mengurus anak remaja dan orang tuanya tidak ingin meninggalkan Luhan. Jadi Luhan berpikir apa yang dia pikirkan. Dia membunuh orang tuanya saat mereka tidur. Jika mereka mati mereka tidak akan pindah dan memisahkan Luhan dengan Kris. Tapi rencananya tidak berlangsung sesuai yang dia inginkan, dan Kris menggagalkannya. Dia marah dan mengatakan jika Luhan sakit. Dia tidak menyukai apa yang Luhan lakukan. Kris bilang dia akan melaporkannya. Jadi dalam pikiran yang marah, Luhan membunuh Kris. Dia mengurus mayat itu keatas tempat tidur dan seolah Kris mati disana.
Luhan tahu dia akan masuk ke penjara, tapi dia masih enam belas dan itu terlihat seperti dia tengah melakukan pertahanan diri. Jadi Luhan ambil mainannya dan benda-benda yang dia beli untuk Kris dan menempatkannya di loteng. Disana ada sebuah tempat tidur lama mereka dan orang tua mereka menggunakan itu untuk kamar tamu karena itu cukup lebar. Luhan membuatnya terlihat seperti ruang siksaan. Kemudian dia menemukan cara untuk membuat lebam ditubuhnya dan memborgol tanganya sendiri sedikit lama hingga membuat bekas di pergelangan tangannya dan dia memaksa dirinya sendiri menangis selama dia menuju ke rumah tetangga samping rumah dan terlihat seperti anak yang mengalami siksaan berat. Luhan benar-benar aktor yang baik, dia punya ingatan yang bagus membuat setiap detail kebohongannya terlihat baik dan mendorong dirinya sendiri untuk mempercayai kebohongan itu dan tidak pernah melupakannya. Setiap hal berlangsung baik untuk Luhan, dia 'menciptakan' anak laki-laki kecil yang manis yang disiksa dan lari dari semua kegilaan yang dia buat.
Dia benar-benar bisa dipercaya, bahkan caranya meringis saat seseorang menyentuhnya. Dia membuat semua orang percaya padanya jika dia takut pada orang-orang.
Dan berujung dia disini.
Itu adalah pilihan yang lebih baik daripada penjara, dan dia tahu dia akan menemukan jalan untuk keluar, dia hanya perlu menunggu dokter yang tepat, perawat atau bahkan petugas kebersihan. Dan ketika Sehun datang, Luhan merencanakan semuanya.
.
TBC
.
T/N :
2 chapter sudah jadi 1. Dan translatenya rada bingungin ga sih ? x''DD
Jika ada bagian yang ga dimengerti (karena translateku rada kacau) silakan ketik di kolom review, ntar aku jawab.
Terima kasih sudah membaca.. :''
