Disclaimer: Shin Megami Tensei: Persona 4 dan series lainnya tepat punya ATLUS.

Genre: Adventure, Suspense

Warning(s): Multichapter, drabble, mungkin saja tidak -ganti POV, Chara death.


'Seta Souji'

Nama itu terukir dengan huruf yang jelas dalam buku tebal yang dipegang wanita berambut putih itu. Ia masih berada di Shopping District, terpaku ditengah hujan dan tidak bergeming. Kedua matanya yang berwarna kuning terang itu terus melihat ke arah bawah—entah ia sedang memikirkan sesuatu atau sedang bingung tanpa alasan.

Sejak tadi ia memperhatikan gadis berbando merah itu bertarung demi hidupnya tanpa berusaha bergerak menghentikannya atau membantu. Tangannya makin mencengkeram buku tersebut ketika ia melihat sosok Persona milik orang itu muncul secara tiba-tiba bagai sudah ditentukan sejak awal.

Salah satu tangan pucatnya masih memegangi payungnya. Sebanyak orang pun yang melewatinya tidak ada yang memperdulikan sosok anehnya yang berdiri di tengah jalan.

"..." ia mendesah pelan. "Apa ini bisa disebut dengan 'dosa'...?"

Ia melihat ke arah gadis berbando merah yang sudah terkulai tak berdaya. Ia menghampirinya dan memberikan sebuah kunci yang entah kapan berada dalam bukunya tepat di tangan Yukiko.

"Apa aku harus mempercayai manusia ini untuk membawa dia kembali?" gumamnya. "Karena kematian dia adalah bukan hal yang sudah ditentukan..."

Ia terdiam lagi, ia melirik ke arah pintu biru yang berada lumayan jauh disebelahnya. Ekspresi wajahnya mendatar, tetapi seketika saja senyum menghiasinya.

"Selamat tinggal, master," ucapnya pada pintu tersebut. "Aku akan mencari jawabanku sendiri."

.


A Lone Prayer

2011 (c) Kuroi-Oneesan


Contract

"Selamat datang di Velvet Room,"

Yukiko membuka matanya, ia langsung melihat sosok pria tua berhidung bengkok di depannya yang menaruh kedua tangannya di depan dagunya. Yukiko merasa ia duduk di sebuah kursi dalam sebuah mobil limusin yang berwarna biru—ya, semuanya biru, mulai dari dinding mobil, kursi sampai warna meja—limusin itu sendiri terasa berjalan mundur, walaupun dari kaca mobil hanya terlihat pemandangan putih.

Hanya ada pria tua itu disana bersamanya.

"A...apa yang terjadi?" suaranya bergetar. "Di...dimana ini? Si, siapa kau?"

"Ah, maafkan ketidaksopananku, saya lupa memperkenalkan diri..." pria tua itu tersenyum. "Namaku Igor—maaf sekali sepertinya asistenku sudah tidak ada disini,"

Yukiko hanya diam.

"Tempat ini terletak diantara sadar dan nirsadar, bagi mereka yang sudah menandatangani kontrak." Pria itu memberikan jeda, "Ya, untuk membangkitkan kekuatan Wild Card, kau terikat dengan kontrak. Mulai saat ini dan seterusnya, kau adalah tamuku di Velvet Room,"

"Wild...Card?"

"Hm, seharusnya kau tahu apa yang kumaksud," ia terkekeh. "Kemampuan untuk menyimpan banyak Persona dan menggunakan kekuatannya...sampai saat ini ada seorang pemuda dengan kemampuan tersebut berada disini,"

Yukiko bangkit dari kursinya. "Ka, kau tahu tentang Souji-kun...?"

"Tentu saja," senyumnya makin meruncing. "Ia mendapatkan apa yang ia cari, jawaban dan 'kebenaran' dari 'kenyataan' pada hidupnya.

"Jawaban dan...kebenaran...?"

Perlahan terlintas kasus-kasus pembunuhan berantai Inaba di dalam pikiran Yukiko—dimana mereka berhasil menemukan bahwa Tohru Adachi-lah pelakunya dengan Izanami sebagai dalang dibalik layar. Ia mengartikan penjelasan Igor bahwa ia harus mencari jawaban atas keanehan yang terjadi pada kematian Souji dan ingatan teman-temannya.

"Kekuatan yang kau punya adalah tangga untuk mencapai jawabanmu sendiri," jelas Igor.

"Jawaban ini..." Yukiko terhenti sejenak. "Apakah ketika aku mendapatkannya...aku akan mati seperti Souji-kun?"

Igor melanjutkan, "Semua orang hidup dalam perjalanan untuk mencari jawaban, dan mereka mencapainya dalam akhir perjalanan mereka. Ingatlah jika kau mempunyai hubungan dekat dengan orang-orang yang kau anggap sebagai 'teman' bahwa 'Kekuatan hati, ketika tergabung, tidak akan pernah tertutup'. Sama dengan pemuda itu, dan itulah semua yang bisa kukatakan padamu."

Yukiko hanya bisa melihat ke bawah. Tiba-tiba kepalan tangannya bersinar, kunci yang ia pegang sedari tadi itu langsung memikat perhatian Igor.

"Dan...sepertinya tadi kau menemui asistenku..." ucap Igor melihat kunci tersebut. "Kunci itu asistenku temukan di Persona Compendium milik pemuda itu,"

"Apa fungsi kunci ini?" tanya Yukiko.

"Aku tidak bisa menjawabnya," jelas Igor. "Yang kutahu, sebuah kunci ada untuk sebuah pintu, bukan?"

Yukiko melihat kunci tersebut, warnanya keemasan dan bentuknya agak unik. Berbeda dengan kunci rumah ataupun kunci mobil. Igor merentangkan tangannya dan menyerahkan sebuah kunci berwarna biru pada Yukiko.

"Nah, seharusnya aku tidak menahanmu disini. Awal dari pertarunganmu menunggumu, nona," Igor kembali terkekeh. "Datanglah kembali kemari atas kemauanmu nanti, selebihnya, sampai jumpa."

.

Aku merasa itu adalah mimpi—bukan—aku merasa semua kejadian itu hanyalah mimpi. Tetapi, aku...aku masih memikirkan apa yang orang itu sampaikan padaku.

Jawaban...hidupku? Kenyataan? Kebenaran?

Semenjak Souji-kun bicara padaku, aku menemukan arti hidupku yang sebenarnya, yaitu untuk 'menolong' dan 'menjadi yang terbaik untuk orang lain' bukan 'melarikan diri' ataupun 'menjadi tanggungan orang lain tanpa berusaha'.

Ya, aku menemukan jawaban hidupku saat itu.

Tetapi...kekuatan ini, kekuatan yang Souji-kun pernah—dan mungkin seumur hidup—miliki...

Apa ketika kupakai aku akan menemukan jawaban yang sama seperti dirinya, 'kematian'?

.

To be continued


Nah kalo kayak gini baru berasa The Answer *plak* tapi yah, inti yang dibicarain Igor beda sama yang di The Answer P3FES, kalau Souji kan berarti dia 'seekers of the truth' bukan kayak Minato yang menjadi seal untuk menyelamatkan semua orang yang ia cintai. Yukiko jadi pemegang Wild Card...hehe, seru juga kan? Saya udah lama pengen buat cerita yang Yukiko-centric.

Oh ya, saya sengaja Yukiko POV ga di italic, tapi ditandai titik pemutus baris, laluuu~ udah jelas kan siapa yang ngasih kuncinya ke Yukiko? XD

Terimakasih untuk para pembaca, review-er setia atau yang cuma numpang lewat. Akhir kata untuk chapter ini, R&R / C&C?

See you next chapter on Malebolge~