Disclaimer: Shin Megami Tensei: Persona 4 dan series lainnya tepat punya ATLUS.

Genre: Adventure, Suspense

Warning(s): Multichapter, drabble, mungkin saja tidak -ganti POV, Chara death.


Semuanya adalah Shadows,

Pernyataan Teddie itu masih menyangkut di pikiranku, setelah menghadapi pintu aneh yang membawaku ke tempat Rise-chan, aku menemui kenyataan yang pahit.

Dunia ini dihuni oleh Shadows, bukan manusia,

'Setiap kabut datang, 'manusia-manusia' itu berubah menjadi Shadows.'—kalimat itu takkan kulupakan.

Kenapa semua ini terjadi? Apa ini takdir? Dimana Souji-kun? Sampai mana aku harus terus berjalan dalam kenyataan yang hanya membuat gila ini? Kuharap ini semua hanyalah mimpi.

—Tapi itu semua tidak akan mungkin.

Nafas ini, perasaan ini, semuanya nyata.

Ya, ini adalah kenyataan. Aku tidak bisa kabur.


A Lone Prayer

2011 (c) Kuroi-Oneesan


Heartbeat

"Aih, aih, Rise-chan, kenapa kau pulang lebih cepat?" tanya sang nenek yang menjaga toko tepat di depan pintu masuk.

Rise tidak menjawab, ia segera menuju kamarnya—dan segera berlari kembali ke arah neneknya.

"Ke-kemana Yukiko-senpai, nek?" tanya Rise gelagapan begitu menyadari jendela kamarnya terbuka begitu saja—Yukiko telah kabur.

"Dia menghilang?" nenek Rise melihat ke arah jalan. "Rasanya aku melihatnya barusan...ah! Itu dia!"

Tepat di arah nenek Rise melihat, gadis berbando merah berseragam SMU Yasogami yang tertutup oleh cardigan berwarna merah berada di depan gerbang kuil. Ia bersandar di gerbang torii merah dan terperosot hingga ke tanah, menunjukkan ekspresi kelam dan lelah.

"Yukiko-senpai!" Rise menghampiri kakak kelasnya itu, bahkan sampai memeluknya erat. "Ke-kemana saja kau, senpai! Kau hampir membuatku jantungan tadi!"

"Rise-chan..." ucap Yukiko pelan. "Bukannya ini masih jam sekolah...?"

"Aku ingat, senpai! Aku ingat!" pekiknya. "Awalnya kupikir kau orang gila tetapi entah kapan memoriku tentangmu—tidak—tentang para anggota Investigation Team kembali!"

"...Benarkah? Kau ingat?" Yukiko terhenti sejenak. "Tentang Persona, Shadows dan, dan...kematian Souji-kun...?"

"Ya, itu juga!" Rise menahan isak tangis dari perasaannya yang meluap. "Aku ingat..."

"..." Yukiko tersenyum. "Baguslah,"

"Apa yang telah terjadi padamu, senpai? Kau...terlihat kacau,"

"Ah...ya, banyak hal..."

.

Setelah sedikit berbenah diri, kini ditemani oleh dua cangkir cokelat hangat, Yukiko memulai menguraikan apa yang sudah terjadi dalam beberapa hari ini pada Rise, mulai dari shadows, Amaterasu yang berubah menjadi Izanagi, pintu aneh yang membawanya ke ingatan gadis berkuncir dua itu, hingga penjelasan Teddie.

"Eh...? Manusia adalah Shadows...?" Rise nyaris menjatuhkan cangkirnya. "Dan kunci...pintu itu...memoriku saat itu dilihat senpai?"

"Ya, masih banyak hal yang belum kumengerti." Yukiko menggeleng. "Maaf, tapi hanya itu yang kutahu,"

"Tidak apa-apa senpai, lebih baik kau istirahat lebih banyak!" Rise melihat ke arah kedua iris hitam Yukiko seraya mengambil tegukan dari cangkirnya. "Aku tidak tahu entah bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah ini tapi...aku yakin kita bisa...err...menyadarkan yang lainnya juga,"

"Ma, maksudmu apa?" sang kakak kelas agak pusing dengan deskripsi gadis itu.

"Senpai bilang tadi membuka pintu dan melihat memoriku, kan? Kurasa itu penyebab memoriku kembali di 'dunia ini'," gadis Idol itu berpose selayak detektif yang menemukan sebuah testimoni. "Hrrm, tapi aku bukan Naoto-kun! Mungkin saja aku salah, hahaha..."

"Baiklah, kita akan coba, Rise-chan." Yukiko mengiyakan. "Kita harus menunggu kabut datang,"

"Kau harus lebih siap, senpai. Jadi tidurlah sana!" Rise mendorong Yukiko. "Jangan paksakan dirimu terus,"

"Ah, ya...terima kasih, Rise-chan."

Yukiko menyelesaikan cokelatnya, membereskan cangkirnya dan mengucapkan selamat tidur kepada adik kelasnya yang tetap tersenyum bagaikan fajar di hari yang baru...

.

To be continued.


Oke, maaf kalo updetnya semakin melama (?) saya lagi masa kehabisan ide. Bagus deh Rise-nya udah balik dan ini menjadi chapter transit dari Malebolge ke Cocytus. Chapter berikutnya...kita menuju Cocytus!

Terima kasih untuk para pembaca, yang numpang lewat, dan pemberi review~ R&R dan see you next chapter!