.

.

.

.

Dragoste Eterna

.

.

.

.

Author : Gelda Lee

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort

ON-GOING

cast:

- Min Yoongi (BTS SUGA)

- Park Jimin (BTS JIMIN)

- Other BTS Members

- Other Kpop idol

Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story

"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?

Chapter 1- meeting with the destiny

London Bridge, 24 desember 1929

Malam yang sangat indah, setidaknya menurut Jimin. Dia sedang menikmati terangnya sinar rembulan sambil memandangi sungai Thames yang terlihat berkilauan. Tiba-tiba Dual Blade yang ada di pinggangnya bersinar, menandakan adanya sesuatu yang menjadi incarannya malam ini. "Vypnout eh? Bagus, kebetulan aku lapar" gumamnya sambil menyunggingkan senyum misterius.

Jimin langsung melompat dari London Bridge dan mendarat dengan mulus dibawah jembatan itu. Untung saja dia bukan manusia, kalau tidak mungkin dia sudah mati karena terjun dari ketinggian yang cukup membahayakan.

"uhh.. arrrgh.." Jimin mendengar rintihan seseorang, sepertinya orang itu sedang sekarat. Jimin berjalan kearah sumber suara dan mendapati ada seseorang yang jiwanya sedang ditarik oleh sesosok makhluk yang sangat tidak asing baginya, yaitu Vypnout.

Setelah jiwanya ditarik, jasad orang itu langsung dihanyutkan ke sungai Thames. 'mungkin polisi akan mengira dia mati karena bunuh diri..' pikir Jimin. Setelah sang Vypnout memakan jiwa orang yang menjadi korbannya, dia kembali ke wujud manusianya dan jatuh terduduk. Sepertinya dia sedikit kelelahan

Jimin mendekatinya perlahan, berusaha agar Vypnout itu tidak menyadari kehadirannya. "aku tahu kau mengincarku, Duisternis" sahut sang Vypnout. Jimin terkejut, "sepertinya aku ketahuan. Insting yang bagus" kekeh Jimin. Vypnout itu mendengus, "hawa kehadiranmu terasa jelas bodoh. Seingatku kalian para Duisternis pandai menghilangkan hawa kehadiran, kurasa kau sedikit lemah kalau begitu saja kau tidak bisa" sindir sang Vypnout.

"sialan, kau mengejekku.. apa kau bisa berdiri? mau kubantu?" Tanya Jimin. Dia sendiri kaget dengan pertanyaan barusan, biasanya saat bertemu musuh lemah dia akan langsung membantainya tanpa ampun. Entah kenapa saat bertemu dengan yang satu ini, rasanya dia agak tidak tega. "aku bisa sendiri, jangan sok baik kepadaku" geram sang Vypnout. Dia berusaha berdiri, tetapi beberapa detik kemudian badannya oleng dan nyaris saja terjatuh kalau saja Jimin tidak menahan tubuhnya.

"jangan sok kuat, aku tahu kalian para Vypnout akn kehabisan tenaga setiap kali 'makan' " kekeh Jimin. 'badannya kecil sekali' pikirnya. "yeah, terima kasih sudah menyadari kalau badanku kecil, dan kau tidak menyadari tinggimu sendiri" gumam Vypnout itu. "kau bisa membaca pikiranku?" Tanya Jimin.

"tidak, tapi itu terlihat jelas dari raut wajahmu. Sudahlah, kalau kau memang mau membantuku cepat bawa aku keluar dari sini" bentak Vypnout itu. "arra arra, kau lumayan pemarah ya" kekeh Jimin. Dia memapah sang Vypnout sampai ke tepi sungai Thames. Setelah dia membantu Vypnout itu duduk, baru dia menyadari apa yang salah darinya tadi.

Jimin tidak bisa mempercayai matanya. Didepannya adalah sesosok Vypnout bertubuh kecil dan menawan. Kulitnya putih, bahkan terlihat sedikit berkilau karena sinar bulan. Rambut Mint yang sedikit basah terlihat sangat indah, dan matanya yang berwarna Red Wine terlihat sangat serasi dengan wajahnya yang manis. Bajunya basah dan dia sedikit terengah, membuat akal sehat Jimin sempat hilang entah kemana.

Beberapa detik kemudian, Jimin sadar dari khayalan nistanya itu dan menampar pipinya sendiri. 'apa yang kau pikirkan jimin! Dia mangsamu!' protes Jimin pada dirinya sendiri. Jimin berdehem, "kau sudah merasa lebih baik?" tanyanya.

Vypnout itu menatap sinis kearah Jimin. "jauh lebih baik jika tidak ada kau" sahutnya ketus. Jimin tertawa," masih untung aku mau menolongmu sweetheart, kau bisa mati kalau aku sedang kelaparan sekarang" kekehnya. "wow, beruntungnya aku ditolong oleh musuh" sindir sang Vypnout.

"cih, begitukah caramu berterima kasih kepada penolongmu?" sindir Jimin. "memangnya aku harus melakukan apa? Bersujud dan bilang terima kasih?" kata sang Vypnout. "tidak juga. Beritahu saja namamu, dan aku akan melepaskanmu" sahut Jimin.

Sang Vypnout mengernyitkan dahinya, "untuk apa aku memberitahu namaku? Dan lagi sejak kapan kau menangkapku?" protesnya. Jimin tertawa dan mulai mendekatkan dirinya ke Vypnout itu. Menyadari adanya bahaya, sang Vypnout menjauhkan diri tetapi dia ditahan oleh Jimin. Jimin mendekatkan wajahnya kearah sang Vypnout yang sudah terlihat sedikit ketakutan.

"Dengar baik-baik. aku hanya ingin berteman, apa ada yang salah? Masih untung aku tidak langsung memangsamu, kau sadar kan posisimu ini sangat tidak menguntungkan?" ancam Jimin. Dia mengeluarkan Smirk yang biasa digunakannya tiap kali memburu Vypnout dan itu membuat sang Vypnout sedikit menciut.

Setelah beberapa menit, Vypnout itu membuka mulutnya "Min Yoongi" gumamnya. "eh? Apa tadi? Aku tidak mendengarmu" pancing Jimin. Dia senang meihat 'incaran'nya menciut seperti ini. "namaku Min Yoongi, puas?" jawabnya ketus.

Jimin tersenyum dan mengacak rambut Yoongi, "itu lebih baik. Namaku Park Jimin, panggil saja Jimin" sahutnya ceria. Jimin menjauhkan posisinya dari Yoongi dan itu membuat Yoongi bernafas lega. Setelah beberapa detik, Yoongi menyadari ada sesuatu yang janggal dari perkataan Jimin tadi.

"tunggu dulu, kau bilang ingin berteman denganku?" Tanya Yoongi. Jimin mengagguk," apa da yang salah?" tanyanya balik. "jelas saja! Kau tidak lihat kita dari ras apa?!" bentak Yoongi. "aku tahu, dan menurutku kalau teman bisa jadi musuh pasti musuh bisa jadi teman" jawabnya santai. Yoongi terdiam, 'bisa juga sih. Aku tidak pernah berfikir soal itu' pikirnya.

"jadi bagaimana? Kau mau jadi temanku?" Tanya Jimin. Yoongi menghela nafas, "baiklah.." gerutunya. "baguslah. Sampai jumpa besok!" sahut Jimin. Dia berdiri dan mulai berlari meninggalkan Yoongi. "hei, apa maksudmu sampai jumpa besok!" teriak Yoongi. Dia melihat ada secarik kertas yang ditinggalkan Jimin dan memungutnya. Dia mulai membaca tulisan yang tertera disana.

sampai jumpa besok Sweetheart! Senang berkenalan denganmu. besok kita bertemu lagi disini, dan besoknya lagi, dan seterusnya.. jangan sampai kabur oke! aku mengawasimu~

PJM

Yoongi tersenyum membaca surat dari Jimin. "anak aneh.." gumamnya. Yoongi merasakan debaran aneh dari jantungnya. 'perasaan apa ini..' pikirnya. Yoongi memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan soal itu dan mulai berjalan pulang.

Tanpa Yoongi ketahui, Jimin sebenarnya masih ada disana. Dia bersembunyi di tempat yang tidak terdeteksi oleh Yoongi dan mengawasinya. Dia tersenyum saat melihat senyum Yoongi yang menurutnya sangat manis.

"kuharap aku bisa terus melihat senyuman itu.. mungkin ini gila, tapi kurasa aku menyukaimu. Saranghae Min Yoongi" gumamnya. Setelah Yoongi pergi, Jimin keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai pergi mencari mangsa lain. Rasa laparnya sempat terlupakan karena terlalu sibuk memperhatikan Yoongi tadi.

To Be Continued


YO, GELDA LEE HERE! akhirnya update juga :3 sebenernya gue rada cepet (banget) updatenya karena lagi dapet feelnya, giliran mentok baru ngaret banget sampe berbulan-bulan jadi harap sabar ya :3 sekarang gue lagi ngebagi ras member BTS, dan mungkin bakalan disisipin beberapa idol lain karena klo cuma member BTS ga bakalan cukup *ditabok* maaf klo masih ada kesalahan dalam penulisan, gue masih belajar buat bikin FF ini :) Lastly, Mind to Review?

Regards,

Gelda Lee