.
.
.
.
Dragoste Eterna
.
.
.
.
Author : Gelda Lee
Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort
ON-GOING
cast:
- Min Yoongi (BTS SUGA)
- Park Jimin (BTS JIMIN)
- Other BTS Members
- Other Kpop idol
Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story
"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?
Chapter 3- History Rewinds
Vypnout Hideout Castle,London- 09 Maret 1930
Yoongi menatap resah pemandangan diluar jendela kamarnya. Dia sedang memikirkan tingkah aneh Jimin barusan, dia tahu pasti ada sesuatu dibalik itu karena Jimin bukan tipe orang yang suka bercanda berlebihan seperti tadi. Yoongi melihat kearah cincin yang masih melingkar di jarinya, tiba-tiba wajahnya langsung memerah dan kembali membayangkan adegan tidak senonoh (read: ciuman) tadi. "aah, namja itu. Kenapa aku bisa jatuh cinta padanya.." gerutu Yoongi sambil mengacak rambutnya frustasi.
Tiba-tiba, terdengar ketukan dari luar kamarnya. Yoongi langsung berjalan kearah pintu dan membukanya. Seorang namja tampan langsung masuk dan merangkulnya. "Yoongi! Apa ada kejadian bagus hari ini?" Tanya namja itu. Yoongi hanya mendengus, "Jin hyung.. kalau kau mencari gossip jangan tanya padaku. bisakah kau berhenti mengunjungi kamarku tiap beberapa jam sekali? Mengganggu waktu tidurku saja" gerutu Yoongi. Tentu saja dia berbohong soal itu, mana mungkin dia memberitahu bahwa sebenarnya dia tidak tidur dan malah menemui Jimin. bisa-bisa dia kehilangan nyawanya karena pukulan maut dari panci pink kesayangan Jin.
"huu, kau payah" ejek Jin sambil mengacak rambut dongsaengnya itu, sementara yang diganggu hanya bisa pasrah. "hei Yoon, kulihat akhir-akhir ini kau sering terlihat melamun dan sering kali mukamu memerah tanpa sebab.." gumam Jin. Yoongi langsung kaget dan salah tingkah mendengar ucapan Jin. "eh? I-itu tidak mungkin hyung ahah.." ujar Yoongi.
Jin hanya tersenyum, "aku tahu kau sedang menyukai seseorang Yoon, kau tidak bisa membohongiku. Siapa orangnya?" Tanya Jin antusias. Muka Yoongi langsung memerah, "i-itu rahasiaku hyung.." gumam Yoongi sambil memalingkan wajahnya dari jin. 'tidak mungkin kan aku bilang kalau aku jatuh cinta pada musuh' pikirnya. "aah, akhirnya dongsaengku yang dingin dan galak ini bisa melunak juga" kekeh Jin.
"apa maksudmu dingin dan galak hyung? Aku itu swag" ujar Yoongi, walaupun dia sendiri tidak tahu arti kata itu. Jin hanya tertawa mendengar penuturan Yoongi. "masalahnya, aku tidak tahu apa aku bisa mempercayainya atau tidak.." gumam Yoongi. Jin mengelus rambut Yoongi pelan, "menurutku kalau kau jatuh cinta lebih baik kau belajar untuk mempercayainya. Aku tahu kau orangnya tidak gampang percaya dan tidak gampang jatuh cinta pada orang lain, tapi kalau ada orang yang berhasil membuatmu jatuh cinta sampai kau jadi gila seperti ini.. kurasa dia juga mencintaimu dengan tulus.." ujar Jin. "jadi, aku harus belajar untuk percaya padanya?" Tanya Yoongi. Jin mengangguk. Yoongi menghela nafas, "sepertinya susah, tapi akan kucoba. Gomawo hyung" sahut Yoongi.
Tiba-tiba, alarm yang berada di kastil berbunyi menandakan ada sesuatu yang tidak beres. "jangan bilang kita diserang lagi.." ujar Jin sambil menghela nafas. Yoongi mengangguk, "kajja hyung. Kita bereskan para pengacau itu" kata Yoongi yang langsung menarik tangan Jin dan berlari keluar kastil.
At Castle's gate
Satu kata yang menggambarkan situasi sekarang: DISASTER. Banyak Vypnout yang tumbang dan terluka cukup parah, padahal mereka hanya menghadapi tiga Duisternis. Jimin, Taehyung, dan Jungkook memang memiliki kemampuan yang tidak main-main. Jungkook mampu memanah dari jarak 1 km tanpa meleset, menyerang tanpa terdeteksi adalah keahlian Taehyung, sementara Jimin selalu bisa menebak dimana titik vital musuhnya. Banyak Vypnout yang sudah terbunuh akibat perbuatan mereka.
"ah, ini terlalu mudah.." gumam Jimin sambil menebas leher Vypnout yang menghadangnya, bahkan dia tidak melihat lagi gerakan musuhnya. "jangan terlalu cepat senang bocah.." ujar salah satu Vypnout yang sepertinya adalah leader disana. "ah, Namjoon hyung. Lama tidak jumpa ya" ujar Jimin sambil tersenyum. "cukup basa-basinya bocah, ayo kita selesaikan ini sekarang juga. Leader vs Leader, kau mau? Atau mungkin kau terlalu takut untuk melawanku?" Tanya Namjoon dengan nada menghina.
"cih, sejak kapan aku takut melawan Vypnout menjijikan sepertimu.." ejek Jimin. Tanpa pikir panjang, Jimin langsung mengincar titik vital Namjoon dan dia berhasil mengelak dari serangan Jimin. pertarungan sengit pun tidak dapat dihindari. Prtarungan itu sangat sengit, bahkan salah satu dari Dual Blade Jimin patah dan salah satu pistol Namjoon hancur. Sementara itu, Yoongi yang baru saja tiba langsung kaget begitu mengetahui siapa yang menyerang mereka. Terlebih lagi mengingat dia sudah mulai menaruh perasaan kepada salah satu penyerangnya.
Tanpa pikir panjang Yoongi langsung menerobos masuk dan berdiri diantara Namjoon dan Jimin, tepat saat Jimin ingin menusuk jantung Namjoon. Untung saja Jimin menghentikan gerakannya dengan cepat, tetapi dia terlihat sangat shock. "Y-yoongi hyung?" ujar Jimin. Yoongi langsung maju dan meninju wajah Jimin. saking kerasnya, Jimin sampai jatuh tersungkur. "a-apa yang terjadi?" Tanya Namjoon shock. Tanpa mempedulikan pertanyaan Namjoon, Yoongi langsung maju dan menghajar Jimin habis-habisan.
"kau. Benar-benar. Menyebalkan. Park. Jimin!" teriak Yoongi penuh penekanan. Jimin yang dihajar hanya bisa melindungi diri dari amukan Yoongi. "ow hyung, apa yang- ow!" teriak Jimin. tenaga Yoongi ternyata lebih besar dari yang dia perkirakan.
Namjoon yang sedari tadi melihat Yoongi dan Jimin hanya bisa mengernyitkan dahinya. 'apa yang terjadi disini? Kenapa mereka saling mengenal? tunggu.. jangan bilang mereka.. ' pikir Namjoon dalam hati. Dia tidak menyadari bahwa Jungkook sudah ada dibelakangnya dan membidik jantung Namjoon. Tiba-tiba, terdengar teriakan yang cukup keras.
"JANGAN KAU BUNUH DIA KEPARAT!"
Namjoon berbalik dan mendapati Jin yang tertusuk anak panah Jungkook, tepat di jantungnya. Jin berusaha menahan panah itu agar tidak mengenai Namjoon, kemudian dia jatuh tepat di pelukan Namjoon. "J-jin hyung.. apa yang.." gumam Namjoon, dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Nam..joon.. maafkan aku.." ujar Jin terbata-bata. "h-hyung.." ujar Namjoon sambil mengelus pipi Jin. Jin tersenyum, "tetaplah hidup untukku..ne.." gumam Jin dan dia menghembuskan nafas terkhirnya. Namjoon shock dan memeluk Jin.
Sementara itu Yoongi yang melihat pun ikut shock. Sebelum dia sempat menghampiri Namjoon, dia sudah ditarik duluan oleh Jimin. "yak! Kau mau membawaku kemana?!" teriak Yoongi. Jimin tidak menjawab dan tetap melesat sambil membawa Yoongi.
Namjoon yang meratapi kematian Jin langsung berdiri dan mencari keberadaan Duisternis yang memanah Jin tadi. Itu mudah baginya karena kemampuan penglihatan Namjoon lumayan tinggi. Dengan cepat dia langsung menemukan posisi Jungkook dan menangkapnya. Jungkook tidak bisa melawan karena dia kehabisan anak panah dan dia terkena beberapa luka tusuk dari pertarungan sebelumnya. Namjoon langsung membawa Jungkook ke penjara kastil. Jungkook diborgol dengan borgol khusus yang menahan agar Duisternis tidak bisa menghancurkannya.
"jangan kau pikir ini belas kasihan dariku, aku hanya menawanmu agar kau bisa mati secara perlahan disini" ujar Namjoon sinis sambil menendang wajah Jungkook. Kemudian dia menutup pintu penjara dan berjalan keluar. Tiba-tiba, dia sudah dihadang oleh Taehyung yang terlihat murka.
"hei, mencari kekasihmu?" Tanya Namjoon santai. Taehyung menggertakkan giginya, "dimana Jungkook? Dimana kau menahannya keparat!" teriak Taehyung. "whoa santai, aku akan memberitahukannya padamu. Asalkan kau mau melakukan sesuatu untukku" ujar Namjoon. "aku tidak punya waktu untuk bermain-main. Cepat beritahu aku dimana Jungkook!" teriak Taehyung. "aku tidak main-main. Kalau kau tidak mau melakukannya, aku akan membunuhnya sekarang juga.." sahut Namjoon dingin.
Taehyung menggigit bibirnya, kemudian menghela nafas. "ck, baiklah. Apa yang harus kulakukan?" Tanya Taehyung. Namjoon tersenyum licik. "temukan Yoongi dan Jimin, bawa mereka kesini.." ujar namjoon. Taehyung mengernyitkan dahinya, "untuk apa kau ingin aku membawa mereka kesini?" Tanya Taehyung.
Namjoon tersenyum, "aku yakin kau pasti tahu dengan ' The Curses' .." ujar Namjoon. Taehyung membelalakkan matanya, "tunggu dulu, maksudmu.. mereka.." gumamnya terbata-bata. "ya, kau bisa melakukannya untukku kan?" Tanya Namjoon. Taehyung mengangguk, "baiklah. Tapi kau harus berjanji untuk mengembalikan Jungkook atau aku akan memenggal kepalamu.." geram Taehyung. Dia langsung melesat meninggalkan Namjoon. "well, kurasa sejarah akan terulang lagi.." gumam Namjoon.
TO BE CONTINUED
YO, GELDA LEE HERE! akhirnya chapter 3 publish ~'3'~ maaf buat yang udah nunggu, gue berusaha ngetik dengan kecepatan kilat dan buat yang ngomong FFnya pendek ini udah dipanjangin kok.. dikit :v maaf kalau masih ada kesalahan dalam letak penulisan atau alurnya rada aneh, soaanya ini ngebut banget nyelesaiinnya :3 Lastly, mind to review?
Regards,
Gelda Lee
