rating. T

genre. Adventure/Suspense

disclaimer. Shin Megami Tensei: Persona 3/4 © ATLUS.

warnings. Multichapter, drabble, chara death.

a/n. Sekali lagi terima kasih untuk para readers, reviewers dan semua orang yang telah membantu saya untuk fanfiksi ini :] sedikit intermezzo pendek lagi sebelum main dish-nya, saya rasa? Semoga pembaca bisa menikmatinya!

x x x

Amagi Yukiko memperlihatkan kunci yang berkilauan itu pada semuanya, menyaksikan benda itu berkilau semakin intens ketika ia menuju kamar Souji Seta. Seperti praduga, tempat itu benar akan menjawab semuanya, mengembalikan mereka ke awal sebelum segalanya terjadi.

.

.

.

Apakah semuanya akan berakhir?

Atau malah—segalanya akan kembali dan berulang dengan getir?

.


A Lone Prayer

2011-2013 (c) Kuroi-Oneesan


.

Final Door, Inferno

Relung Yukiko terasa kosong ketika pintu itu terbuka dengan kunci yang ia pegang. Sejenak, tangan teman-temannya yang tengah memegangi pundaknya perlahan berpendar dan hilang kehangatan, apa yang ia inderai adalah cahaya menyilaukan yang membuatnya menutup matanya.

Saat pelupuk itu terbuka, yang bisa ia lihat adalah dirinya melayang di sebuah tempat bertabur bintang-bintang tak terhitung; sementara yang membatasi ruang gerak matanya adalah sebuah pintu besar yang memiliki banyak pasang mata, sementara di tengah ruang terdapat sosok pria tengah membatu terikat dengan rantai kawat tengah menjaga pintu itu tanpa bentuk lagi nyawa.

(Itukah—Arisato Minato?)

Perlahan kakinya mampu berpijak, sementara di belakangnya teman-teman seantero Investigation Team tengah mengikutinya dengan pasang mata tertutup akibat kilau cahaya. Sejenak ia berpijak, gemuruh besar datang disertai asap-asap berkumul memenuhi pemandangan. Sosok monster berkepala dua berteriak dari kejauhan, dilanjutkan dengan suara debam keras yang menghunus, mengakhiri kabut asap tebal.

"Erebus," bisik Margaret pelan, menyita perhatian semua. "Sosok yang merupakan personifikasi manusia yang hendak membuka Great Seal."

Yosuke mengerling, "Maksudmu, Elizabeth dan Souji ada di sini?"

Yukiko tidak dapat berkutik ketika ia dapat melihat sosok di kejauhan—

Jelas, itu adalah Souji Seta, dengan setelan yang ia kenakan ketika ia pergi dari Yasoinaba pagi itu, lengkap dengan pedang dan kacamata yang biasa ia kenakan. Namun di sisinya kini berdiri sosok wanita serba biru yang memiliki warna mata, surai dan bahkan kulit yang identik dengan Margaret; senyumnya bahkan seperti cermin, lagi lebih terlihat manis dari kata elegan, kontradiktif lagi manipulatif.

"Elizabeth ..."

"Selamat datang, kalian semua." Elizabeth melantunkan nada attendant-nya. "Selamat datang di Great Seal, ada yang bisa saya bantu?"

Suaranya ringan, lagi menuai getir di telinga mereka. Sementara Souji terlihat kesal, lagi terkesiap dengan kehadiran mereka semua—teman-temannya.

Sementara jemari Yukiko telah siap bersama kartu Persona yang ia keluarkan.

"Amagi, jangan!" Souji berteriak. "Elizabeth bisa mengopi Persona-mu!"

Senyum merekah terpampang dari residen Velvet Room ketika Yukiko memecah kartunya untuk memunculkan Izanagi—


to be continued.