.
.
.
Dragoste Eterna
.
.
.
.
Author : Gelda Lee
Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort
ON-GOING
cast:
- Min Yoongi (BTS SUGA)
- Park Jimin (BTS JIMIN)
- Other BTS Members
- Other Kpop idol
Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story
Little warning: semi-NC, jangan dibaca pas puasa ya ^^
"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?
Chapter 5- Our Destiny
"baiklah…" ujar Woozi sambil berdehem. Yoongi dan Jimin memperhatikan dengan wajah yang sangat tegang dan khawatir, sehingga Woozi sampai tidak bisa menahan tawanya. "santai saja hyung, kalian tidak perlu tegang begitu" kekeh Woozi. Jimin menghela nafas dan Yoongi langsung sok tenang. "siapa yang tegang, wajahku begitu akrena aku terlalu penasaran tahu..." gumam Yoongi. "tsunderemu keluar lagi hyung" goda Jimin yang dihadiahi jitakan 'sayang' dari Yoongi.
"oke, sebelumnya.. apa kalia tahu kenapa Consociato Nationum membuat peraturan bahwa Vypnout dan Duisternis tidak boleh saling jatuh cinta?" Tanya Woozi. Mereka berdua langsung menggeleng, "kukira itu hanyalah peraturan konyol yang dibuat Consociato Nationum agar kami tetap bermusuhan.." ujar Jimin tenang. Woozi menggeleng," peraturan itu dibuat karena berhubungan dengan ramalan. Kalian pasti tidak tahu jika dulu saat Vypnout dan Duisternis baru muncul di permukaan bumi, kalian sebenarnya saling hidup berdampingan dan tidak membenci seperti sekarang ini" ujar Woozi. Jimin dan Yoongi kaget, bahkan Yoongi benar-benar shock sampai wajah swagnya hilang dan berganti dengan mulut yang mengaga lebar dan mata yang melotot (silahkan dibayangkan sendiri).
"tunggu dulu, Vypnout dan Duisternis hidup berdampingan? Tidak bisa kubayangkan.." ujar Jimin. Yoongi masih tetap terdiam dengan muka shocknya itu. "kenyataannya memang begitu, aku sudah pernah melihatnya sendiri. Yoongi hyung,awas ada lalat masuk" ujar Woozi sambil terkekeh melihat Yoongi. Yoongi langsung tersadar dan kembali memasang wajah cool.
"lalu, kenapa kami bisa bermusuhan?" Tanya Yoongi. Woozi menghela nafas," semuanya karena ramalan. Aku memberitahu Consociato Nationum bahwa kalian nantinya akan mulai bermusuhan karena suatu hal. Mereka awalnya tidak percaya, tetapi setelah itu menjadi kenyataan mereka jadi percaya dan sering bertanya kepadaku apa yang akan terjadi selanjutnya" ujarnya. "maksudmu kejadian dimana Duisternis pertama kali memangsa Vypnout?" Tanya Jimin ragu. Woozi mengangguk.
"lalu apa hubungannya dengan peraturan itu?" Tanya Yoongi. "aku baru mau membahasnya. Saat itu aku memberitahu Consociato Nationum bahwa akan ada seorang Duisternis yang jatuh cinta pada seorang Vypnout. Sayangnya saat itu terjadi, mereka akan membawa kehancuran di muka bumi kecuali jika mereka dipisahkan karena itulah Consociato Nationum membuat peraturan itu. Sayangnya ramalanku menjadi kenyataan.." kata Woozi. "pasangan itu.. dari Duisternis yang bernama Jung Hoseok" gumam Jimin. "dan Vypnout yang bernama Hong Jisoo" ujar Yoongi. "yah, dua orang itu kabur dan mereka berniat menyatukan kedua ras sekali lagi, sayangnya mereka salah jalan dan justru nyaris menghancurkan dunia" ujar Woozi.
"lalu, apa hubungannya dengan kami?" Tanya Jimin. Woozi tersenyum, "tidakkah kalian berfikir situasi kalian sekarang ini mirip dengan mereka?" Tanya Woozi. Jimin terdiam. 'jadi kami akan menjadi seperti mereka?' pikir Jimin. "tenang saja, takdir kalian berbeda dengan mereka berdua.. justru kalian diramalkan akan membawa kedamaian jika disatukan" sahut Woozi.
"tunggu dulu, kenapa harus aku dengan Yoongi hyung?" Tanya Jimin. "kalian juga akan tahu nanti, sampai saat itu.. kalian harus belajar untuk bisa mempercayai dan selalu bekerja sama. Semoga kalian berhasil, aku mempercayai kalian.. eomma, appa.." ujar Woozi, kemudian dia menghilang meninggalkan secarik kertas. Jimin mengambil kertas itu dan membacanya.
Kalian bisa menggunakan gubuk ini untuk sementara waktu, banyak orang yang berfikir bahwa kalian akan mengulang kembali sejarah The Curse jadi akan ada baiknya bila kalian bersembunyi disini. Menyamarlah menjadi manusia dan berbaur, aku yakin kalian tidak akan ketahuan. Semoga berhasil dan sampai jumpa..
Woozi
Jimin menunjukkan kertas itu pada Yoongi dan menghela nafas," kita tidak ada pilihan lain hyung" ujarnya. Yoongi hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya. "hyung,gwenchana?" Tanya Jimin sambil memegang bahu Yoongi. Yoongi terlihat pucat dan shock. Jimin langsung memeluk Yoongi, secara insting dia merasa bahwa hyung kesayangannya ini butuh perlindungannya. "kau dengar apa kata Woozi, takdir kita berbeda dengan mereka.. tenang saja, aku akan melindungimu hyung" ujar Jimin sambil mengusap rambut Yoongi.
"menurutmu.. semua itu benar?" Tanya Yoongi. "entahlah, aku tidak percaya ramalan. Tapi jika kita memang ditakdiran bersama, maka aku akan percaya" ujar Jimin. Yoongi langsung mendorong pelan badan Jimin. "cih siapa juga yang mau bersamamu, anak itu mengada-ada saja.." gumam Yoongi sambil mengalihkan pandangan karena wajahnya kembali memerah.
Jimin tersenyum, lalu kembali mendekati Yoongi. Yoongi langsung mundur kerena kaget, sayangnya dia terpojok. Posisi yang sangat menguntungkan, setidaknya untuk Jimin. "kau yakin tidak mau bersamaku hm?" Tanya Jimin sambil mendekatkan wajahnya kearah Yoongi yang semakin memerah. "te-tentu saja, dasar bodoh" protes Yoongi, padahal hatinya berkata hal yang sebaliknya.
"hmm.. bagimana jika aku memaksamu?" Tanya Jimin sambil mengeluarkan smirk andalannya. Yoongi menelan ludah gugup, "coba saja kalau bisa.." gumam Yoongi. "aku tidak akan segan-segan kalau begitu.." gumam Jimin, kemudian dia mulai mencium bibir Yoongi. Dengan posisi Yoongi yang sekarang ini sedang terpojok, tentu saja namja yang lebih tua darinya itu kesulitan untuk memberontak.
Jimin awalnya hanya menempelkan bibirnya, kemudian dia mulai melumat bibir Yoongi yang menurutnya terasa lembut dan manis. Dia memasukkan lidahnya kedalam mulut Yoongi dan mulai bergulat dengan lidah Yoongi. Tangannya mulai merambat masuk ke baju Yoongi, sementara Yoongi yang awalnya memberontak mulai menikmati perlakuan Jimin padanya.
Ssetelah beberapa menit, Yoongi memukul pelan dada Jimin tanda dia kehabisan nafas. Jimin melepaskan ciumannya dengan tidak rela dan melihat pemandangan nista yang sempat dibayangkannya saat pertama kali bertemu dengan Yoongi. Namja itu terlihat menawan dimatanya, dengan wajah memerah dan saliva yang mengalir dari sudut bibirnya. Yoongi terengah karena ciuman panas tadi, kemudian mengeluarkan tenaga yang tersisa untuk menampar wajah Jimin. "itu yang kau sebut memaksa? Payah sekali.. " ujar Yoongi sinis dengan wajah yang masih memerah. Jimin tersenyum dan kembali memojokkan Yoongi.
"mau dilanjutkan Sweetheart? Sepertinya kau menikmati ini.." gumam Jimin dengan suara berat sambil mencium pipi Yoongi dan mengelus Junior Yoongi yang mulai menegang. Yoongi menelan ludahnya gugup, 'anak ini.. kenapa dia bisa sangat seduktif seperti ini" pikir Yoongi.
Tiba-tiba, Jimin mengangkat Yoongi dan menghempaskannya ke ranjang. Dia menindih Yoongi dan mulai menciumi tengkuk Yongi, "kau terlalu lama menjawab. maaf jika kau tidak bisa berjalan besok" sahut Jimin sementara Yoongi hanya bisa pasrah, toh dia juga sebenarnya menginginkan ini. Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang dan tak terlupakan bagi mereka berdua.
Sementara itu, tidak jauh dari gubuk Woozi sedang memperhatikan mereka dengan seksama sambil sesekali terkekeh. "ya ampun, tidak kusangka pertemuan mereka dulu lucu sekali. Sepertinya aku memang berbakat menjadi match maker. Semoga berhasil appa, jangan membuat eomma terlalu kesakitan ya" kekehnya, kemudian mulai merapalkan mantra dan menghilang. Sayangnya, bukan hanya Woozi yang saat itu memperhatikan Jimin dan Yoongi. "dia benar, mereka akan mengulangi sejarah itu lagi. Ck, akan kupastikan kalian berpisah.." gumam seseorang yang saat itu sedang memperhatikan Jimin dan Yoongi dengan penuh kebencian, lalu menghilang ditelan malam.
To Be Continued
YO, GELDA LEE HERE! maaf klo chapter ini pendek, ngebut banget ngerjainnya jadi yang ada di otak langsung ditulis. gue awalnya bingung hobie enakan dikopelin sama siapa.. dan gue dapet saran dari temen fb kenapa ga sama Joshua seventeen aja, gue mikir pas juga mumpung udah ada woozi di cerita ini jadi sekalian aja ditambahin satu lagi member seventeen. dan muup klo NC gagal, gue ga bakan bikin NC walaupun pernah baca wkwk. Lastly, Mind to review?
Regards,
Gelda Lee
