.
.
.
Dragoste Eterna
.
.
.
.
Author : Gelda Lee
Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort
ON-GOING
cast:
- Min Yoongi (BTS SUGA)
- Park Jimin (BTS JIMIN)
- Other BTS Members
- Other Kpop idol
Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story
"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?
Chapter 6- Heart, Courage, Wisdom
Pluckley Village, Screaming Woods, England- 01 Agustus 1930
Sudah beberapa bulan berlalu sejak Jimin dan Yoongi bertemu dengan Woozi dan mengetahui takdir mereka. Mereka sudah bisa berbaur dengan manusia tanpa menimbulkan kecurigaan, bahkan mereka sering mendapat informasi dari ras lain yang juga tinggal di desa itu.
Mereka mengetahui bahwa semenjak mereka tinggal di desa, telah terjadi peperangan besar antara Vypnout dan Duisternis. Ketua Vypnout yaitu Namjoon telah berubah menjadi seorang dictator dan memaksa para Vypnout untuk bangkit dan melawan Duisternis. Kelompok Duisternis tentu saja kesulitan melawan karena ketua mereka, Jimin sekarang menghilang. Dan itu membuat Jimin merasa tidak enak, tetapi dia lebih memikirkan Yoongi yang sekarang ini resmi menjadi kekasihnya.
Tentu saja cara Jimin untuk menembak Yoongi sangat tidak elit, yaitu hanya bertanya 'hyung, kau mau kan jadi kekasihku?' dan hanya dibalas anggukan singkat oleh Yoongi. Mereka memang pasangan yang tidak romantis sama sekali.
"aku pulang hyung.." ujar Jimin sambil menaruh belanjaannya di meja. Jimin baru pulang dari pasar setelah diancam Yoongi tidak akan memberikan 'jatah' jika tidak mau berbelanja. "hmm.." jawab Yoongi yang masih berkutat dengan masakannya. Jimin yang melihatnya hanya tersenyum, Yoongi manis sekali jika sedang memasak.
"kekasihmu baru saja pulang dan hanya itu reaksimu?" sahut Jimin sinis, dia sebenarnya tidak marah tapi dia sengaja begitu agar bisa melihat Yoongi yang kesal akibat perbuatannya. "memangnya aku harus menyambutmu seperti di opera sabun hah?" Tanya Yoongi tak kalah sinis, sementara Jimin terkekeh.
Jimin mendekati Yoongi, lalu memeluk pinggangnya. "hyung, kenapa kau galak sekali sih? Tidak sesuai dengan wajah imutmu ini" gumam Jimin dengan nada manja sambil mencubit pipi Yoongi. "sekali lagi kau bilang begitu, pisau ini menancap di tenggorokanmu" ancam Yoongi sambil menodongkan pisau yang dipakainya kearah Jimin dan membuatnya mundur karena takut. 'kenapa aku suka dengan namja galak ini ya' pikir Jimin.
Setelah Yoongi selesai memasak, dia langsung menyambar coat yang tadi dipakai Jimin. "kau mau keluar hyung?" Tanya Jimin. Yoongi mengangguk, "aku akan kembali secepatnya" ujar Yoongi sambil tersenyum tipis, kemudian berjalan keluar. Jimin mulai menyantap makanan yang dibuat Yoongi. Rasanya enak seperti biasa, tetapi Jimin merasa ada yang tidak beres. Dia merasa akan terjadi sesuatu yang buruk pada Yoongi, tetapi Jimin tidak ingin terlalu mengkhawatirkan Yoongi karena Yoongi jauh lebih kuat dari yang dia kira.
Sementara itu, Yoongi sedang mencari jamur di tengah hutan sambil sesekali memikirkan jamur beracun apa yang harus diberikan pada Jimin. tentu saja dia hanya bercanda, mana mungkin dia ingin membunuh kekasihnya sendiri.
Tiba-tiba, ada seseorang yang menusuk punggungnya cukup dalam hingga menembus perutnya. Yoongi tahu itu Vypnout, karena senjata yang digunakannya membuat Yoongi langsung terluka cukup parah. Yoongi jatuh sambil memegangi lukanya. Orang yang menusuknya langsung berdiri didepannya dan hanya menatapnya dengan tatapan dingin penuh kebencian. Yoongi mendongak dan melihat siapa orang yang menusuknya, dia terkejut saat mengetahui bahwa dia adalah Taehyung.
"hai Yoongi hyung.." gumam Taehyung dingin. "kau.. bagaimana kau bisa menemukanku" rintih Yoongi. "tidak mudah, aku agak kesulitan melacak kalian berdua. Untungnya kalian tidak pergi terlalu jauh" ujar Taehyung santai. "apa maumu?" Tanya Yoongi sambil terus meringis. Taehyung langsung mengangkat tubuh Yoongi, "simple. Aku ingin memisahkanmu dengan Jimin, lalu aku akan menyelamatkan Jungkook" sahut Taehyung sambil membawa Yoongi menjauhi hutan.
At Vypnout Hideout..
Namjoon menunggu kedatangan Taehyung yang katanya berhasil menangkap Yoongi. Senyum kemenangan tecetak jelas diwajahnya. Tidak lama, Taehyung masuk sambil membawa Yoongi. Taehyung langsung menghempaskan badan Yoongi ke lantai kastil yang dingin, "sudah kubawa temanmu.. sekarang lepaskan Jungkook" geram Taehyung. "whoa, tenang dulu. Kubilang bawa keduanya bukan bawa salah satunya kan?" sahut Namjoon santai. Taehyung menggertakkan giginya, "soal Jimin.. aku sudah menghubungi Consociato Nationum dan memberitahukan lokasi Jimin. dia akan langsung ditangkap dan dibuang ke Rechtszaal" ujarnya.
Namjoon mengernyit, "lumayan juga idemu" gumamnya. "aku tidak peduli, cepat lepaskan Jungkook keparat!" teriak Taehyung. Namjoon tersenyum, "setelah kupikir-pikir, kurasa lebih baik dia mati membusuk dipenjara. Penjaga, bawa dia keluar" ujar Namjoon tenang. Penjaga langsung menyeret keluar Taehyung yang sudah meneriakkan sumpah serapahnya pada Namjoon.
"sialan kau Namjoon.. apa yang membuatmu berubah menjadi separah ini" gumam Yoongi. Namjoon melihat kearah Yoongi dengan tatapan dingin,"ah benar juga. Aku nyaris melupakanmu" gumam Namjoon sambil berjalan kearah Yoongi. Dia memandang Yoongi dengan tatapan menghina, kemudian menendang perut Yoongi yang terluka. Yoongi terhempas beberapa meter dengan darah yang bercucuran.
"heh, setidaknya aku bisa menghentikan The Curse sebelum terjadi.." gumam Namjoon, kemudian menjambak rambut Yoongi dan menyeretnya ke penjara. Dia membuka pintu penjara dan menghempaskan Yoongi. "jangan diambil hati hyung, aku hanya menjalankan tugas" ujar Namjoon sambil tersenyum sinis, kemudian menutup pintu penjara.
Yoongi meringis memegangi lukanya, kemudian teringat dengan Jimin. dia mendengar bahwa Jimin akan ditangkap Consociato Nationum dan dibuang ke Rechtszaal. Tentu saja dia tidak mau hal itu terjadi pada Jimin. dia ingin Jimin selamat, walaupun dirinya sendiri harus mati ditangan salah satu orang yang paling dipercaya olehnya yaitu Namjoon. "Jiminnie.." rintih Yoongi.
Tiba-tiba, terdengar pekikan tertahan dari sudut penjara. Yoongi menoleh dan melihat ada seorang namja yang sedang diikat dengan rantai yang dia kenali sebagai rantai pengikat Duisternis. "kau.. kenal Jimin hyung?" Tanya namja itu. Yoongi mengangguk, "kau.. Jungkook?" Tanya Yoongi. "ya, kau pasti tahu dari Taetae hyung.." gumam Jungkook sambil tersenyum tipis. Yoongi langsung bergerak dengan susah payah kearah Jungkook dan mencoba melepas rantainya. Memang membutuhkan tenaga, tetapi Yoongi berhasil melepas rantai Jungkook.
Jungkook langsung menatap Yoongi, "kenapa kau menolongku?" Tanya Jungkook. Yoongi tersenyum, "teman Jimin temanku juga. Dan aku yakin Taehyung pasti melakukan ini demi menyelamatkanmu, jadi setidaknya dia berhutang padaku" kekeh Yoongi. Jungkook langsung menatap luka Yoongi, "dia melukaimu? Maaf.." gumam Jungkook.
"tidak apa-apa, sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya keluar dari sini. Seingatku ada saluran dimana kita bisa langsung keluar.." gumam Yoongi sambil mulai meraba dinding dan mengabaikan lukanya. Jungkook meringis," kau serius tidak apa-apa?" Tanya Jungkook. Yoongi mengangguk.
Yoongi terus meraba-raba dinding dan akhirnya menemukan saluran yang dimaksud. Dia langsung mencopot penutup saluran dan mulai merangkak masuk. "ayo Jungkook, kita keluar dari tempat sialan ini" teriak Yoongi. Jungkook menurut dan mulai mengikuti Yoongi.
Sementara itu, Jimin masih menunggu Yoongi dengan perasaan gelisah. Ini sudah lewat tengah malam dan kekasihnya itu belum pulang. "cukup sudah, lebih baik aku mencarinya" gumam Jimin sambil berjalan keluar. Saat membuka pintu, Jimin sudah dihadang oleh dua orang bertudung. Dari lencana yang ada di tudung mereka, Jimin tahu mereka dari Consociato Nationum. "selamat malam, Jimin ssi. Bisakah anda ikut dengan kami sekarang?" Tanya salah satu dari mereka. 'shit, kenapa firasatku selalu benar disaat seperti ini..' pikir Jimin.
TO BE CONTINUED
YO, GELDA LEE HERE! hueheheh update lagi ^^ selamat idul fitri bagi yang merayakannya, btw bagi thr boleh kan? *ditabok readers* maaf klo akhir-akhir ini gue banyak typo, kadang kinerja tangan ga secepat kinerja otak jadi ga bisa nyeimbangin wkwk btw konflik udah mulai muncul ke permukaan, maaf klo penjabarannya kurang jelas :3 maaf klo chapternya pendek, berusaha dipanjangin tapi kadang mentok mau manjanginnya jadi yah cuma bisa segini ^^ Lastly, Mind To Review?
Regards,
Gelda Lee
