.

.

.

Dragoste Eterna

.

.

.

.

Author : Gelda Lee

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort

ON-GOING

cast:

- Min Yoongi (BTS SUGA)

- Park Jimin (BTS JIMIN)

- Other BTS Members

- Other Kpop idol

Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story

"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?

Chapter 7- Problem

Jimin benar-benar panic sekarang. Dua orang dari Consociato Nationum datang dan memintanya untuk ikut dengan mereka, kalau dia menurut sama saja dia menggali kuburannya sendiri. "bisakah kalian minggir?" Tanya Jimin, sebisa mungkin menekan nada getir di suaranya. Salah satu dari orang bertudung itu tersenyum, "maaf tapi anda harus ikut dengan kami sekarang" ujarnya tenang. "bagaiman jika aku tida mau?" sahut Jimin. "kalau begitu akan kami bawa dengan paksa" ujar mereka sambil mencoba menarik tangan Jimin.

Untung Jimin bisa bereaksi dengan cepat, dia langsung menghindar dan lari kearah jendela. Dengan secepat kilat dia menendang jendela sampai hancur dan berlari kearah hutan."sebenarnya apa yang terjadi disini.. Yoongi hyung, dimana kau.." gumam Jimin sambil berusaha mencari Yoongi sekaligus menghindari kejaran Consociato Nationum.

Sementara itu, Yoongi dan Jungkook masih berkutat dengan pelarian mereka. "kau yakin ini jalan yang benar?" Tanya Jungkook. Yoongi mengangguk, "aku masih ingat jalannya. Memang lumayan panjang" ujarnya. Setelah beberapa lama, Yoongi dan Jungkook berhasil keluar. Sayangnya, Namjoon sudah berada didepan mereka dan tersenyum. "wah wah, lihat siapa yang muncul. Mencoba membantu musuh hyung?" Tanya Namjoon. "oh shit.." umpat Yoongi.

"hahh… hahh.." Jimin terengah saking lamanya dia berlari. Consociato Nationum masih mengejarnya, tapi bukan itu yang dikhawatirkannya. Dia mencemaskan Yoongi yang masih belum ditemukannya. Tiba-tiba, sebuah peluru mengenai kakinya dan berhasil membuatnya jatuh. Jimin meringis, peluru ini pasti berisi air suci yang memang menjadi kelemahan Duisternis.

Dua orang bertudung itu membuka tudung mereka dan mendekati Jimin. tentu saja Jimin mengenali mereka, Park Jung Soo dan Kim Jong Hoon yang merupakan salah satu petinggi Consociato Nationum. "kalau begini kau mau ikut dengan kami kan?" Tanya Jungsoo disertai dengan senyum angelic. Jimin menghela nafasnya pasrah, 'Yoongi hyung.. semoga kau selamat' pikir Jimin.

"apa yang kau inginkan Namjoon?" geram Yoongi. Namjoon tersenyum, "keinginanku? Aku ingin memisahkanmu dengan si keparat Jimin itu. Aku tidak bisa membiarkan The Curse terulang kembali" ujarnya pelan. "aku tahu kau bukan orang yang seperti itu Namjoon.. kau berubah, semuanya karena Jin hyung kan?" Tanya Yoongi. Namjoon menggertakkan giginya,"tahu apa kau… TAHU APA KAU TENTANG ITU KEPARAT!" teriak Namjoon.

"MEMANG BENAR, SEMUA KARENA JIN HYUNG! AKU KEHILANGAN DIA! DAN DISAAT AKU SEDANG BERKABUNG, KAU MALAH MENGHILANG DENGAN MUSUH! INIKAH BALASANMU ATAS SEMUANYA HYUNG?!" teriak Namjoon frustasi. Yoongi terdiam, dia memang bersalah karena tidak bisa menemani Namjoon disaat seperti ini.

Tiba-tiba, Namjoon menendang perut Yoongi sampai dia jatuh tersungkur. Kemudian Namjoon mengeluarkan sebuah belati, bukan belati biasa tetapi belati yang menggunakan bahan kelemahan Vypnout. "kenapa kau bisa memiliki itu.." gumam Yoongi. "persetan dari mana aku mendapatkannya, yang jelas kau akan mati. The Curse tidak akan terjadi dan aku akan dianggap pahlawan. Selamat tinggal hyung" gumam Namjoon sambil mengarahkan belati itu ke jantung Yoongi. "Jimin.. maaf.." gumam Yoongi sambil menutup matanya, menunggu ajal menjemputnya.

Terdengar suara sesuatu yang menancap, tetapi Yoongi tidak merasakan apapun. Apa mungkin dia sudah mati? Yoongi memberanikan diri untuk membuka mata dan melihat Namjoon yang tertancap panah di punggungnya. Panah itu menembus sampai ke dadanya dan nyaris mengenai jantungnya. "apa yang-" gumam Yoongi shock, dan dia langsung melihat Jungkook yang memegang busur. Jungkook langsung menghampiri Yoongi dan memapahnya, "kita harus kabur dari tempat ini" ujar Jungkook sambil mengangkat badan Yoongi dan melesat pergi kearah hutan sementara Namjoon masih meringis memegangi lukanya. "Jeon Jungkook, Min Yoongi.. awas kalian.." geramnya.

Setelah beberapa jam, Jungkook menurunkan Yoongi. Yoongi menatapnya dengan tatapan bingung. "kau.. kenapa kau menolongku?" Tanya Yoongi. Jungkook tersenyum, " karena kau menolongku.. dan kudengar dari keparat itu tadi kau bersama Jimin hyung? Karena itulah menurutku kau bisa dipercaya" ujarnya. "kau tidak takut aku dan Jimin bisa saja mengulang kembali The Curse?" Tanya Yoongi.

"tidak. Sejujurnya Jimin hyung sudah memberitahu segalanya padaku, termasuk soal kau" ujar Jungkook santai. "semuanya?" Yoongi melongo. "ya, dan Jimin hyung itu orang yang lumayan dingin bahkan dengan orang yang sudah dekat dengannya. Kalau kau berhasil menarik sisi hangatnya, dia pasti benar-benar mencintaimu. Karena itulah aku percaya pada kalian" sahut Jungkook. Yoongi bisa merasakan wajahnya kembali memerah. 'sialan anak itu..' pikir Yoongi.

"Jungkook?" Tanya seseorang dibalik semak-semak. Dia keluar dari semak-semak dan mendekati Jungkook. "Tae? Kenapa kau ada disini?" Tanya Jungkook. Taehyung langsung memeluk Jungkook, "syukurlah kau selamat.." gumamnya. Jungkook tersenyum, "maaf sudah membuatmu khawatir" ujarnya. "err, maaf mengganggu moment kalian.. tapi lebih baik kita kembali ke tempat Jimin, aku mencemaskannya.." ujar Yoongi.

Jungkook mengangguk, "baiklah tapi aku tidak tahu tempatnya" ujarnya. "aku tahu, lebih baik kita cepat pergi sebelum Jimin ditangkap. Ngomong-ngomong, maaf sudah membuatmu terluka hyung" ujar Taehyung. "hm, yang jelas kau berhutang padaku Tae" ujarnya sementara Jungkook tertawa melihat mereka. Jungkook langsung mengangkat Yoongi dan melesat mengikuti Taehyung.

"sialan, lepaskan aku!" teriak Jimin. "cih, sudah tertangkap masih saja memberontak. Atau harus kau kutembak lagi?" geram Jungsoo. Jimin mendecih,"coba saja.." gumamnya. "percuma saja mengancamnya, lebih baik kita berikan hukuman yang sebenarnya" ujar Jonghoon. "apa yang akan kalian lakukan padaku? Kalian mau membawaku kemana?" Tanya Jimin.

"menurutmu kemana semua criminal terburuk dibuang?" ujar Jungsoo santai. Jimin menelan ludahnya, tentu saja dia tahu. "Rechtszaal.." gumamnya. "tepat sekali" ujar Jonghoon. Mereka terus menyeret Jimin sampai mendekati sebuah gerbang. Gerbang itu dijaga oleh anjing berkepala tiga yang sedang tertidur. Anjing itu terbangun saat mendengar suara langkah kaki Jungsoo dan Jonghoon.

"criminal baru lagi?" Tanya anjing itu. Jungsoo mengangguk, "ya. Bisa tolong kau buka pintunya Cerberus?" ujarnya. Cerberus mengangguk, kemudian membuka pintu Rechtszaal. Jonghoon langsung menghempaskan Jimin kedalam Rechtszaal dan menutup pintunya. "sialan, lepaskan aku!" teriak Jimin sambil berusaha membuka pintunya, tapi percuma saja. Pintu itu tidak bisa dibuka dari dalam. "sial, apa ini akhir hidupku?" gumam Jimin sambil menatap sekeliling.

Tempat itu benar-benar gelap, banyak suara tangisan dan ratapan yang terdengar. Perlahan-lahan, Jimin mulai merasakan keputus asaan yang berat. Dia mulai mengingat kembali saat dimana orang tuanya meninggal dalam perang, sahabat-sahabatnya yang berkorban untuknya, bahkan dia bisa melihat Yoongi yang tergeletak berlumuran darah didepannya. "h-hyung? Yoongi hyung?" panggil Jimin. bayangan Yoongi tetap tidak bergerak. "tidak.. ini tidak mungkin" gumam Jimin.

Tiba-tiba, ada seberkas cahaya yang berasal dari dadanya, lebih tepatnya di bagian jantungnya. Cahaya itu memudarkan bayangan Yoongi dan membuat Jimin bisa berfikir jernih. "apa yang terjadi?" gumam Jimin sambil memegang dadanya. "Dragoste eterna.." gumam seseorang. Jimin menyipitkan mata dan melihat seorang namja menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

"siapa kau?" Tanya Jimin. namja itu tersenyum lemah. "kau bisa memanggilku Hoseok, Jung Hoseok" ujarnya.

To Be Continued


YO, GELDA LEE HERE! update lagii ^^ btw ,maaf klo rada loncat ceritanya. soalnya gue pengen gambarin situasi baik dari sisi Jimin maupun sisi Yoongi, maaf klo malah jadi berbelit :v Lastly, Mind To Review?

Regards,

Gelda Lee