.

.

.

Dragoste Eterna

.

.

.

.

Author : Gelda Lee

Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort

ON-GOING

cast:

- Min Yoongi (BTS SUGA)

- Park Jimin (BTS JIMIN)

- Other BTS Members

- Other Kpop idol

Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story

"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?

Chapter 8- Hoseok's Story

Rechtszaal, Unknown- 01 Agustus 1930

"Jung Hoseok? Jung Hoseok yang Itu?" Tanya Jimin tidak percaya. Hoseok mengangguk, "ya. Jung Hoseok yang dilempar ke Rechtszaal karena gagal menyelamatkan dunia dan membawa kedamaian" ujarnya sambil tersenyum. Jimin tidak bisa mempercayai matanya. Hoseok sama sekali tidak terlihat tua, bahkan dia terlihat hanya beberapa tahun lebih tua dari Jimin. sulit dipercaya bahwa dia menciptakan tragedy The Curse berpuluh-puluh tahun yang lalu.

"jangan kaget, disini aliran waktu memang berjalan sangat lambat. Yah kau tidak akan peduli lagi soal waktu jika persaan negative merasukimu" ujar Hoseok. "bagaimana kau tetap bisa berfikir jernih?" Tanya Jimin lagi. Dia benar-benar butuh banyak penjelasan. Hoseok tersenyum dan memegang dadanya, "aku bertahan karena ini, Dragoste Eterna.. "ujarnya. Jimin mengernyitkan dahinya, "Dragoste.. Eterna?" Tanya Jimin. "ah, kurasa kau tidak tahu soal itu. Akan kujelaskan nanti, sebelumnya.. bisakah kau menceritakan tentang bagaimana kau bisa berada disini?" Tanya Hoseok. Jimin menatapnya ragu, kemudian mengangguk.

Jimin menceritakan semuanya, tentang dirinya saat bertemu Yoongi, saat dia membawa Yoongi kabur dari peperangan antara Duisternis dan Vypnout, tentang Woozi, dan saat dia dikejar oleh Consociato Natinum. Hoseok mendengarkan sambil menatap jimin. "dan sialnya mereka menembakku, dan aku diseret kesini.." gumam Jimin mengakhiri ceritanya.

Hoseok mengangguk, "ceritamu.. mirip denganku" gumamnya. Jimin membelalak, "sungguh?" Tanya Jimin. Hoseok menghela nafas. "perbedaannya, dulu kamilah yang menyebabkan peeprangan petama antara Duisternis dan Vypnout. Saat aku dan Jisoo kabur, disaat itulah kami menemukan Dragoste Eterna. Soal Woozi, kami juga mengenalnya. Dialah yang memberitahu kami soal Dragoste Eterna.. sayangnya kami gagal" gumam Hoseok. "Woozi memberitahu kalian soal ini?" Tanya Jimin. Hoseok mengaguk.

Jimin merasakan ada yang janggal soal ini, tapi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. "kalau aku boleh bertanya.. sebenarnya Dragoste Eterna itu apa?" Tanya Jimin. "ah, aku belum menjelskannya.. baiklah. Dragoste Eterna itu sebenarnya sebuah sihir misterius yang diciptakan oleh leluhur Vypnout dan Duisternis saat mereka pertama kali muncul di muka bumi. Mereka sudah memprediksi bahwa mereka akan menjadi musuh, tetapi mereka memutuskan untuk merahasiakannya. Sihir itu hanya bisa diaktifkan jika Duisternis dan Vypnout saling bermusuhan, dan saat itu telah lahir pasangan dari kedua Ra situ. Sayangnya, konsekuensinya sangat besar. Jikaa berhasil, maka kedamaian akan datang.." ujar Hoseok.

"dan jika gagal?" Tanya Jimin. "jika gagal, kau bisa lihat sendiri. The Curse.. itulah hasilnya" Ujar Hoseok. Jimin menelan ludahnya gugup, "kenapa Woozi memilihku dan Yoongi hyung? Apa mungkin karena kau dan Jisoo sudah gagal? Karena itulah dia mencari bahan percobaan baru.." gumamnya. "aku tidak tahu soal jalan pikiran Woozi, tapi aku tahu dia pasti memilih kalian bukan tanpa alasan. Terlebih lagi kalian sudah mengaktifkan sebagian dari Dragoste Eterna, aku yakin kalian pasti bisa" ujar Hoseok. "maksudmu.. ini?" ujar Jimin sambil memegang dadanya.

"yeah, hanya cinta sejati yang bisa mengaktifkan Dragoste Eterna.. alasan kenapa aku dan Jisoo gagal, karena dia tidak mencintaiku. Kami memang berfikir satu-satunya cara untuk membuat kedamaian adalah dengan Dragoste Eterna, tapi saat itu kami salah perhitungan. Hanya aku yang mencintai Jisoo, dan Jisoo ingin bersamaku hanya karena dia merasa bersalah telah membuat peperangan antara Vypout dan Duisternis. Saat kami menyadarinya, semua sudah terlambat. Kami berdua dibuang kesini, sayangnya Dragoste Eterna yang tidak sempurna hanya bekerja padaku. Sihir ini melindungiku, tapi tidak dengan Jisoo. Dia.. membunuh dirinya sendiri didepan mataku karena depresi" ujar Hoseok sambil tertunduk.

"kenapa kau berfikir kalau Yoongi hyung juga mencintaiku? Aku memang mencintainya, tetapi.. kadang aku tidak yakin tentang perasaanya.." gumam Jimin. Hoseok terseyum, " aku yakin dia mencintaimu, kau harus percaya padanya" ujar Hoseok. "bagaimana kau bisa seyakin itu?" Tanya Jimin. "kalau dia tidak mencintaimu, tidak mungkin dia sekarang ada disini kan?" gumam Hoseok sambil menunjuk kearah belakangnya. Terdengar suara geraman anjing dari pintu Rechtszaal dan teriakan "buka pintu ini atau kucincang kau!". Tentu saja Jimin mengenali suara itu, itu adalah teriakan Yoongi.

"kurasa peranku disini sudah selesai.. kalau kau memang yakin, pergilah ke HQ Consociato Nationum, disana kau akan menemukan altar untuk mengktifkan Dragoste Eterna sepenuhnya. Ingat, Dragoste Dincolo De Ura.. Dragoste Dincolo De Tot Ceea Ce.. Dragoste Eterna.. semoga berhasil.." gumam Hoseok, kemudian kabut mulai muncul dan dia menghilang.

Jimin langsung berlari menuju pintu, yang sedetik kemudian terbuka dengan ledakan yang cukup keras. Jimin terhempas ke belakang pintu dan melihat Yoongi berlari masuk. "Jimin! kau dimana?!" teriak Yoongi. Jimin tersenyum, keluar dari balik pintu dan memeluk Yoongi. "tidak perlu berteriak, aku bisa mendengarmu Sweetheart.." ujarnya santai. Yoongi terdiam, kemudian mulai kehilangan tenaganya. Jimin menahannya dan disaat itulah Jimin melihat Yoongi terluka sangat parah.

"hyung.. apa yang terjadi padamu?" gumam Jimin Shock. "ck, jangan permasalahkan aku. Aku justru mengkhawatirkanmu bodoh.." ujar Yoongi. "aku tidak apa-apa, kejadiannya panjang.. kajja, kita harus mengobatimu sekarang" ujar Jimin sambil mengangkat Yoongi Bridal Style. "Jimin.." gumam Yoongi. "hm? Waeyo hyung?" Tanya Jimin. "aku bersyukur.. kau selamat.. dan cepat turunkan aku, aku malu" gumam Yoongi sambil menyembunyikan wajahnya dengan tangan. Jimin terkekeh dan berjalan keluar. Saat itulah dia melihat Taehyung dan Jungkook.

"kalian berdua.. kenapa bisa ada disini?" Tanya Jimin. "kami disini karena Jungkook memaksaku untuk membantu Yoongi hyung" ujar Taehyung santai. "sebenarnya kami sempat kembali ke rumah kalian, tapi kau tidak ada dan Yoongi hyung langsung memaksa untuk kesini padahal dia terluka.." gumam Jungkook. "kalian bisa menjelaskannya nanti, yang jelas kalian bukan musuh. Kajja kita kembali, aku khawatir dengannya.." ujar Jimin sambil menatap Yoongi yang sudah tertidur. Taehyung mendecih, "baru kali ini aku melihatmu lembut begitu. Apa Rechtszaal telah mengubah kepribadianmu sampai kau berubah menjadi Lovey Dovey idiot?" ujar Taehyung sinis dan dihadiahi jitakan oleh Jungkook. Mereka melesat menjauhi Rechtszaal sebelum Consociato Nationum menyadari bahwa ada seseorang yang kabur dari tempat itu.

Pluckley Village, Screaming Woods, England- 02 Agustus 1930

Setelah mereka sampai di gubuk dan mengobati luka-luka mereka, Jimin menceritakan semua yang dialaminya di Rechtszaal. Jungkook dan Taehyung mendengarkan dengan penuh minat sementara Yoongi masih tertidur. "jadi menurutmu.. kau harus melakukan itu?" Tanya Taehyung. "terdengar mencurigakan bagiku.. bagaimana kalau itu Cuma perangkap?" ujar Jungkook. Jimin berjalan kearah ranjang Yoongi, kemudian duduk di ranjang dan mulai mengelus kepala Yoongi pelan.

"aku juga awalnya tidak yakin. tapi… kalau ada cara agar aku bisa hidup bersama Yoongi hyung dengan damai, apapun akan kulakukan.." gumam Jimin. "itu namanya kau cari mati bodoh.." gumam Taehyung. "yeah, dan lagi bisa saja Yoongi hyung tidak mau melakukan ini" ujar Jungkook.

"kalian pikir aku tidak mau?" sahut Yoongi dengan mata yang masih terpejam. "oh, kau sudah bangun hyung?" Tanya Jimin kaget. "dari tadi aku mendengarkanmu, dan menurutku jika itu yang terbaik.. kita harus melakukannya" ujar Yoongi. Jimin menatapnya ragu,"kau yakin hyung?" Tanya Jimin. Yoongi tersenyum, "selama aku bisa bersamamu.. kurasa aku tidak kebaratan jika harus mati.." gumamnya.

Jimin tersenyum dan menggenggam tangan Yoongi, "gomawo hyung.. saranghae" ujar Jimin. "hm.. nado saranghae" gumam Yoongi. "aish, aku merasa seperti menonton opera sabun" celetuk Taehyung. Jungkook menjitak Taehyung, "kau ini benar-benar merusak suasana!" sahut Jungkook sementara Taehyung meringis memegangi kepalanya. Jimin dan Yoongi hanya tertawa melihat mereka, tanpa mengetahui bagaimana nasib mereka selanjutnya.

TO BE CONTINUED


YO, GELDA LEE HERE! maaf klo updatenya telat banget, dan chapter ini agak bingungin. gue ngebut banget buatnya, setelah tahun ajaran baru gue ga bisa terlalu sering ngetik lagi karena yah.. derita anak kelas 3 sma T-T jadi maaf banget klo ni ff mulai update lama, ini juga udah gue ushain buat update secepat mungkin. spoiler dikit, ff ini udah mulai mendekati akhir dan gue berencana buat sequelnya. ada yang setuju? tapi kalaupun ni ff udah selesai mungkin sequelnya agak lama muncul karena gue ada kemungkinan hiatus. who knows? mungkin iya, mungkin juga nggak. lastly, mind to review?

Regards,

Gelda Lee