.
.
.
Dragoste Eterna
.
.
.
.
Author : Gelda Lee
Genre : Fantasy, Romance, Hurt/comfort
ON-GOING
cast:
- Min Yoongi (BTS SUGA)
- Park Jimin (BTS JIMIN)
- Other BTS Members
- Other Kpop idol
Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story
"kalian tidak boleh saling jatuh cinta" bagaimana jika kami melanggarnya?
Chapter 10- Last Prophecy
Situasi sekarang ini benar-benar tidak terduga. Yoongi benar-benar tidak menyangka bahwa Cho Kyuhyun yang merupakan ketua dan termasuk kedalam Great Wizard Consociato Nationum ikut terlibat daam hal ini. Sepertinya dia dan Jimin memang buronan kelas atas jika orang sepenting Kyuhyun ikut terlibat.
"senang bertemu denganmu Min Yoongi. Atau harus kupanggil Park Yoongi sekarang?" gumam Kyuhyun disertai dengan senyum licik dan dingin. Yoongi gemetar, ternyata rumor bahwa Kyuhyun adalah orang yang sangat mengerikan itu memang benar. Dia bisa merasakan aura dingin dan kejam yang mirip dengan aura Rechtszaal.
Mencoba melawan rasa takutnya, Yoongi memberanikan diri menatap mata Kyuhyun yang dingin dan licik. "apa yang anda lakukan padanya?" Tanya Yoongi sambil masih mendekap Jimin yang sekarat. Kyuhyun tersenyum, "menurutmu apa yang aku lakukan? Tentu saja aku 'menghukum' seorang criminal. Itu tugasku" ujarnya santai. Yoongi menggertakkan giginya, "dengan cara membunuh? Anda ternyata lebih kejam dari yang saya duga.." gumam Yoongi.
"hmm, aku berubah pikiran. Karena sumber masalah ini berasal dari Vypnout dan Duisternis, lebih baik kumusnahkan saja mereka semua" ujar Kyuhyun santai. Yoongi membelalakkan matanya, "apa anda sudah gila?! Mereka sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan ini!" teriak Yoongi tanpa sadar.
Senyum di wajah Kyuhyun menghilang. Dia menjambak rambut Yoongi dan menyeretnya agak jauh dari posisi Jimin, "menurutmu aku peduli? Selama kedua ras itu masih ada, peperangan akan terus muncul.. kami para ras dari Consociato Nationum sudah muak dengan kalian. Jika kalian menghilang, maka tidak akan ada lagi kekacauan.." gertak Kyuhyun. Yoongi meringis, rasa sakit di kepalanya tidak bia mengalahkan rasa takut dan amarahnya pada Kyuhyun.
"menurut anda itu cukup? Kekacauan akan tetap ada selama orang licik dan busuk seperti anda terus memerintah" geram Yoongi. "perkataan yang bagus dari seorang criminal kelas atas.. penjaga, bawa mereka semua ke Great Courtroom" perintah Kyuhyun.
Disaat itulah Yoongi menyadari situasinya. Taehyung dan Jungkook sudah tertangkap, karena itulah mereka tidak bisa menolong Yoongi dan Jimin. Kyuhyun masih menjambak rambut Yoongi dan menariknya,sementara Jimin diborgol dengan borgol khusus yang tidak bisa dilepaskan oleh Duisternis. Yoongi mengenalinya karena dia dan Namjoon yang membuat itu. Sekarang dia menyesali tindakannya dulu, karena benda nista ciptaannya digunakan untuk menahan orang yang disayanginya.
Suasan di Great Courtroom benar-benar mencekam, semua leader dari berbagai ras berkumpul dan mereka saling berbisik membicarakan apa yang terjadi. Saat mereka melihat Yoongi dan Jimin, mereka mulai menyadari apa yang terjadi. Kyuhyun melepas jambakannya dari rambut Yoongi, kemudian berjalan ke podium dengan tulisan namanya. Pandangan Kyuhyun tidak lepas dari Yoongi dan Jimin.
Jungkook dan Taehyung berada di podium Duisternis untuk menjadi perwakilan, sementara Namjoon menjadi perwakilan Vypnout walaupun luka yang dibuat Jungkook belum sembuh sepenuhnya. Dia terus menerus menatap Jungkook dengan tatapan kebencian.
Kyuhyun berdiri di podium dan mulai berbicara dengan suara lantang, "hadirin.. semua anggota Consociato Nationum. Hari ini kita berkumpul untuk membahas masalah dua criminal yang dicurigai akan membangkitkan kembali sejarah kelam kita" ujarnya sambil menatap Yoongi yang balas menatapnya dengan penuh kebencian.
"Min Yoongi dan Park Jimin…kalian berdua dicurigai telah melakukan sesuatu yang melanggar aturan Consociato Nationum, yaitu Duisternis dan Vypnout tidak boleh saling mencintai. Kalian juga telah membobol Rechtszaal dan kabur dari tempat itu. Apakah semua statement ini benar?" Tanya Kyuhyun. Yoongi menggertakkan giginya, "ya.. tapi saya punya pendapat tersendiri untuk itu" gumam Yoongi.
"silahkan kemukakan pendapat anda, walaupun itu tidak akan terlalu banyak mempengaruhi nasib anda dan nasib Park Jimin" gumam Kyuhyun. "sebenarnya.. saya sendiri bingung dengan peraturan itu. 'Vypnout dan Duisternis tidak boleh saling mencintai' kenapa aturan sekonyol itu ditunjukkan hanya untuk kami? Kenapa hanya kami yang diperbolehkan untuk saling membenci sedangkan ras lain justru dilarang untuk saling berperang. Tidakkah anda berfikir bahwa itu benar-benar aneh?" sahut Yoongi.
"pendapat yang bagus dari mulut seorang criminal. Sayangnya, hal itu termasuk kedalam kategori Classified dan hanya anggota Great Wizard Consociato Nationum yang mengetahui hal itu" ujar Kyuhyun. "sayangnya saya dan Jimin tahu alasannya" gumam Yoongi. "kalian tahu alasannya? Apa mungkin ini teori gilamu yang lain? Silahkan kemukakan" ujar Kyuhyun mengejek, sementara anggota Consociato Nationum lain tertawa.
"kalian membuat peraturan konyol itu.. karena ramalan Woozi kan? Kalian takut jika ramalan Woozi tentang The Curse terwujud, karena itulah kalian membuatnya.." sahut Yoongi dingin. Kyuhyun terkejut, "kau.. bagaimana kau bisa tahu?!" ujar Kyuhyun, nyaris berteriak. Yoongi menyadari Kyuhyun mulai terdesak. Anggota Consociato Nationum kembali berbisik.
"anda tidak perlu mengetahui bagaimana saya bisa tahu. Dan apakah anda juga tahu bahwa ramalan itu.. hanya setengah dari ramalan aslinya?" Tanya Yoongi. "ramalan itu hanya setengah dari aslinya? Jangan mengada-ada.." gumam Kyuhyun. "kalau begitu anda juga pasti tidak tahu tentang Dragoste Eterna.." gumam Yoongi tenang. "Dra-dragoste Eterna? Omong kosong macam apa itu?!" teriak Kyuhyun, sementara Yoongi hanya tersenyum tipis.
"checkmate!"
Terdengar suara dibalik pintu Great Courtroom. Pintu Great Courtroom terbuka, Woozi berjalan masuk sambil bertepuk tangan. Dia berjalan mendekati Yoongi dan menepuk bahunya, "kerja bagus eomma. Biar aku yang tangani mulai dari sini. Tolong cek kondisi appa" ujar Woozi sambil mengedikkan bahunya kearah Jimin dan menyerahkan kunci borgol Jimin. Yoongi langsung berlari kearah Jimin dan mulai membuka borgolnya.
"kau.. apa yang kau lakukan disini?!" geram Kyuhyun. Woozi tersenyum, "Kyuhyun hyung, lama tidak bertemu. Aku hanya ingin melihat bagaimana cerita ini berakhir..sekaligus memberitahu ramalan terakhirku" ujar Woozi tenang. "ra-ramalan terakhir?!" gumam Kyuhyun. Woozi mengangguk.
Tiba-tiba, Woozi merapalkan mantra dan membuat seluruh ruangan hancur berantakan. Semua anggota Consociato Nationum berlarian, menimbulkan kekacauan yang lebih besar. Woozi langsung mengangkat tubuh Yoongi dan Jimin, "cepat aktifkan Dragoste Eterna.. tidak ada waktu lagi" ujarnya, kemudian dia menteleportasi Yoongi dan Jimin ke ruangan tempat altar Dragoste Eterna disembunyikan.
"ukh.. dimana ini.." gumam Yoongi. Dia mengerjapkan matanya, melihat sekeliling tempat yang tidak dikenalnya. "hyung.." rintih Jimin. Yoongi menoleh dan langsung melihat Jimin yang terkapar tepat di altar. Yoongi menghampiri Jimin dan mendekapnya, "kau tidak apa-apa?" Tanya Yoongi. "menurutmu aku babak belur begini bisa dibilang tidak apa-apa?" kekeh Jimin dan Yoongi langsung menjitaknya pelan.
"hyung.." gumam Jimin. "ya? Ada apa?" Tanya Yoongi. Jimin meraih pistol cadangan di saku Yoongi dan menaruhnya di telapak tangan Yoongi, "bunuh aku hyung.. toh hidupku tidak akan lama lagi. Setidaknya aku bersyukur.. disaat terakhirku, aku masih bisa bersamamu" rintih Jimin. Yoongi mulai meneteskan air matanya, lalu menggeleng. "tidak.. pasti ada jalan agar kau bisa pulih.. tolong jangan tinggalkan aku" gumam Yoongi.
Jimin tersenyum, lalu mengangkat tangannya untuk menghapus air mata Yoongi. "aku tidak apa-apa hyung, yang penting sekarang kau harus tetap hidup.." gumam Jimin. "kalau itu maumu.." Yoongi mengambil belati khusus Jimin dan mengarahkannya ke jantungnya, "aku akan ikut bersamamu" ujarnya. "hyung, kau gila?!" teriak Jimin. Yoongi tersenyum, "aku tidak ingin kehilangan orang yang kusayangis sekali lagi. Lebih baik aku ikut mati daripada harus hidup tanpamu" gumamnya. Jimin tersenyum lemah dan mengambil pistol Yoongi, lalu mengarahkannya ke pelipisnya.
"Dragoste Dincolo De Ura.." ujar Jimin. "Dragoste Dincolo De Tot Ceea Ce.." sambung Yoongi. "Dragoste Eterna!" sahut mereka berdua, kemudian Yoongi menusuk jantungnya dan Jimin menembak pelipisnya. Tiba-tiba, altar tempat mereka berpijak mulai bersinar dan tubuh mereka disinari oleh cahaya putih yang menyilaukan.
Sementara itu, Woozi dan Kyuhyun yang masih berada di Great Courtroom merasakan adanya guncangan besar. "sudah dimulai.. mereka berhasil.." gumam Woozi. "apa yang berhasil?! Apa yang kau lakukan?!" teriak Kyuhyun. "sebelumnya aku akan memberitahu identitasku yang sebenarnya. Nama asliku Park Ji Joon, dan aku adalah anak dari Min Yoongi dan Park Jimin dimasa yang akan datang. Aku sengaja datang ke masa lalu agar semua ini bisa terjadi" ujarnya tenang. "apa katamu?!" teriak Kyuhyun.
Woozi tersenyum, "kedua orang tuaku.. merekalah yang memang ditakdirkan akan membawa kedamaian di muka bumi ini. Syaratnya, mereka tidak boleh dipisahkan atau kejadian yang lebih buruk dari The Curse akan terjadi. Itulah setengah dari ramalan yang harusnya kalian dengar, tetapi kalian malah bertindak gegabah seperti ini" gumam Woozi.
"jadi.. apa yang harus kami lakukan?" Tanya Kyuhyun. "saat Dragoste Eterna aktif, mereka berdua akan terpisah sangat jauh. Kalian harus menemukan lokasi mereka dan menyatukan mereka, tapi tentu saja ini tidak mudah. Duisternis dan Vypnout harus bekerja sama, itulah kunci agar kalian bisa melakukannya" ujar Woozi. "apakah.. ada batas waktu?" Tanya Kyuhyun. "ada, dua millennium. Itulah batas waktu kalian.. semoga berhasil" ujar Woozi yang langsung menghilang diiringi dua cahaya yang melesat dari arah altar Dragoste Eterna. Du cahaya itu adalah Yoongi dan Jimin.
Kyuhyun melihat semua itu dengan tatapan tidak percaya. "dua millennium.. sepertinya ini akan sulit" gumamnya.
THE END
YO, GELDA LEE HERE! akhirnya tamat.. dengan ending gantung wkwk jadi gue udah mutusin buat bikin sequel, tapi ga tau kapan bakalan rilisnya. soalnya sekarang ini gue kemungkinan mau hiatus dulu, fokus ke real life. sebelumnya terima kasih sudah mau mengikuti ff ini sampai selesai, jujur aja tanpa support kalian mungkin ni ff bakalan terbengkalai kayak ff gue yang lain. baru kali ini gue berambisi mau namatin dan ngebuat sequel, ini semua karena kalian. THANK YOU SO MUCH!
maaf klo selama kalian ngikutin ff ini gue banyak typo, ceritanya bikin bingung, update lama, dan hal nggak mengenakkan yang lain. gue akan berusaha lebih baik di sequel ff ini nanti. Lastly, Mind To Review?
Regards,
Gelda Lee
