- To Little To Late -
Chapter 2
Fem Naruto x Sasuke
Rated : M
©Masashi Kishimoto
Hurt, Drama, Romance
.
.
Mungkin abal, mungkin Gaje, Typo bertebaran dimana mana, gkk sesuai EYD, bahasa absurd, nyeleneh, seenaknya, alur kecepetan.
.
Dont Like, Dont Read!
.
.
Drrrt..drrrt
Naruto merogoh saku seragamnya untuk mengambil handponenya. Terlihat sebuah pesan masuk.
"Dari siapa Naru?", tanya Ino.
"Entahlah, no baru"
"Coba kau lihat", sahut Ino.
"Ya, sebentar ya?"
08xxxxxxxxxx
Hai Naru, ini aku Shikamaru. Kau dimana?
"Siapa?", tanya Ino.
"Ooh, ini Shikamaru."
"Aku tak mengenalnya", sahut Ino.
"Terang saja kau tak mengenalnya, aku saja baru kemarin berkenalan dengannya. Itupun tidak sengaja!"
"Tidak sengaja bagaimana?"
"Kemarin saat aku pergi ke perpus, aku ditabrak olehnya sampai jatuh. Ya sudah aku berkenalan dengannya dan bertukar nomor ponsel dan email"
"Oooh, dia tampan tidak?"
"Heii, kau itu sudah punya pacar, untuk apa menanyakan dia tampan atau tidak? memangnya pacarmu tidak tampan ya?"
"Ck, kau ini tentu saja tampan mana mau aku pacaran sama orang jelek."
"Lalu kenapa kau bertanya tampan atau tidak pada shikamaru?"
"Siapa tahu kau menyukainya!"
"Tidak Ino, aku masih mencari pemuda yang membuatku jatuh itu"
"Kau itu baka Naruto. Kau mencari pemuda tanpa tahu nama dan wajahnya?"
"Lalu apa masalahmu?"
"Apa segitu tidak ada yang tertarik padamu sampai sampai kau terobsesi pada pemuda itu?"
"Aku rasa pencarianku ini sia sia Ino. Tapi aku ingin sekali menemuinya!"
"Sudahlah, cari saja pemuda lain untuk kau jadikan pacar. Bagaimana?"
"Haaah, baiklah!"
To: Shikamaru
Hai, Shika. Aku disekolah
Ada apa kau menghubungiku?
Lalu Naruto menekan tombol send. Tak lama ponsel Naruto bergetar lagi
From: Shikamaru
Tidak apa-apa hanya mengecek saja. Siapa tahu nomornya salah. :)
To: Shikamaru
Kau fikir aku akan menipumu? Tidak.
Aku bukan orang seperti itu :p
Naruto menunggu lagi balasan pesan dari Shikamaru.
From: Shikamaru
Benarkah? Hey aku boleh bertanya sesuatu?
To: Shikamaru
Memangnya kau mau bertanya apa?
From: Shikamaru
Apa kau mengenal Sakura?
To: Shikamaru
Sakura? Kau mengenalnya?
Apakah Sakura yang kau maksud itu Haruno Sakura?
From: Shikamaru
Ya. Aku mengenalnya.
Dia pacarku.
"Ino coba lihat pesan ini!", seru Naruto.
"Mana?"
"Ini, Shikamaru bilang Sakura itu pacarnya. Bukankah kemarin Sakura bertengkar dengan Karin dan memperebutkan Sasuke?"
"Kau benar, coba kau tanya apa benar itu Shikamaru atau mungkin Sasuke?"
"Tunggu, aku balas dulu"
To: Shikamaru
Sebenarnya kau ini siapa? Setahuku kekasih Sakura itu Sasuke.
From: Shikamaru
Sasuke. Ini nomor ponselku. Shikamaru hanya memakainya sejak kemarin.
"Ino sepertinya dugaanmu benar"
"Apa maksudmu?"
"No yang menghubungiku itu nomor Sasuke. Shikamaru hanya meminjamnya saja. Aku pusing Ino. Biarkan saja!"
"Ya sudah ayo kita pulang Naru, sudah sore!"
"Ayo."
Sesampainya dirumah Naruto bergegas mandi kemudian menghampiri Kushina a.k.a kaasan Naruto didapur untuk membantunya memasak.
"Nah Naru, bisa kau bantu kaachan membuat sup miso?"
"baiklah kaachan"
Tak lama hanya dua puluh menit kemudian sup miso yang Naruto buat telah jadi. Saatnya makan malam yang hanya ada Naruto, Kushina dan juga Minato yang baru saja pulang.
"Tadaima"
"Okaeri touchan!"
"Kau membantu kaachan memasak tidak?"
"Iya touchan, hari ini Naru memasak sup miso untuk makan malam!"
"Baiklah, ayo kita cicipi masakanmu touchan sudah lapar!"
Makan malampun berlangsung dengan sedikit senda gurau diantara Naruto dan sang tousan. Sebuah rutinitas yang terkadang dilewatkan namun bisa sangat membuat sebuah keluarga menjadi harmonis.
"Nee, touchan kaachan Naru ke kamar dulu ya, tak apa kan Naru tidak membantu kaachan beres beres meja?"
"Ya sudah, biar touchan yang membantu kaachanmu. Kau istirahatlah dan belajar yang rajin ya?"
"Roger Komandan!", dengan gaya hormat Naruto menyahuti ucapan Minato.
Naruto melangkahkan kakinya untuk naik ke kamarnya yang berada dilantai dua. Keluarga Naruto adalah keluarga sederhana yang harmonis. Meskipun tousannya hanya bekerja sebagai pekerja kantoran dan sang kaasan hanya sebagai ibu rumah tangga, namun semua kebutuhan Naruto bisa dipenuhi oleh kedua orang tuanya.
Naruto merupakan anak tunggal, dan dibulan Oktober tahun ini Naruto akan genap berusia tujuh belas tahun. Tidak seperti gadis remaja lainnya, Naruto tak pernah berfikir untuk merayakan ulang tahunnya. Hanya sekedar makan malam bersama bersama kedua orang tuanya itu sudah cukup membuat hatinya bahagia. Melihat kedua orang tuanya sangat harmonis menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri untuknya.
Sesampainya dikamar, Naruto duduk didepan balkon kamar yang pintunya terbuka. Terlihat sinar rembulan yang menyinari malam yang mulai larut. Naruto memasang earphone pada telinganya, kemudian menyalakan mp3 yang menjadi playlist favoritnya.
Sedang asyik asyiknya bersenandung, ponsel Naruto bergetar menandakan sebuah pesan masuk.
From: Shika-Suke
Kau sedang apa?
To: Shika-Suke
Sebenarnya kau itu siapa? Shikamaru atau Sasuke?
Bukannya menjawab pertanyaan sang pengirim, Naruto malah membalas pertanyaan dengan sebuah pertanyaan lagi. Ya nama kontak itu Shika-Suke karena setahu Naruto yang memberikan nomor itu adalah Shikamaru. Tapi siang tadi semuanya menjadi membingungkan setelah Sasuke mengaku jika nomor itu adalah miliknya.
From: Shika-Suke
Aku Sasuke. Shikamaru hanya meminjam ponselku dan menyimpan nomor ponselmu diponselku.
To:Shika-Suke
Oooh, jadi ada apa kau menghubungiku?
From:Shika-Suke
Apa aku mengganggumu? Aku sedang bosan. Jadi aku mencari hiburan dengan menghubungimu.
To: Shika-Suke
Jika kau ingin hiburan datang saja ke taman hiburan. Kenapa malah menghubungiku? Dasar aneh. :3
From:Shika-Suke
Kau benar. Tapi aku tidak suka keramaian. Jadi aku menghubungi nomor ini saja. Jadi siapa namamu? Disini ditulis Naruto, apa itu namamu?
To: Shika-Suke
Ya itu namaku.
"Haaah, sebaiknya aku ganti saja nama kontaknya.", Naruto mengganti nama kontak Shika-Suke menjadi Sasuke.
From: Sasuke
Jadi kau kenal dengan Sakura?
To: Sasuke
Ya aku mengenalnya, dia sahabatku. Sudah lama aku bersahabat dengannya. Memangnya ada apa kau menanyakannya?
From: Sasuke
Apa kau tahu dia memiliki kekasih?
To: Sasuke
Sejujurnya aku sudah lama tidak lagi bicara dengannya. Aku kesal karena dia sering membolos dan tak pernah bercerita apapun padaku ataupun Ino juga Hinata. Apalagi setelah aku melihatnya berciuman dengan seorang pemuda yang tak jelas dipinggir jalan tempo hari. Aku semakin tak mengenalinya
From: Sasuke
Sakura berciuman dengan seorang pemuda dipinggir jalan? Kau melihat pemuda itu?
To: Sasuke
Aku tidak melihatnya dengan jelas hanya saja pemuda itu menggunakan motor ducati dengan rambut yang diikat. Ah ya, Sasuke aku tidak pernah tahu kau sebelumnya. Apa kau sekolah di KHS juga?
From: Sasuke
Ya aku sekolah di KHS kelas 11. Kau sendiri?
To: Sasuke
Aku juga kelas 11 gedung 2b. Aku hanya tahu namamu tapi tak pernah tahu kau itu seperti apa.
From: Sasuke
Hn. Kau tidak tidur?
To: Sasuke
Huum. Aku akan pergi tidur sekarang. Oyashumi, Sasuke. ;)
From: Sasuke
Hn. Oyashumi
.
.
Haripun berganti dan Naruto kembali menjalani aktifitas seperti biasanya, sekolah. Tapi ada yang berbeda kali ini. Hari hari Naruto selalu dihantui oleh pesan pesan yang dikirimkan oleh Sasuke meskipun Naruto tak tahu seperti apa wajah Sasuke. Meskipun Naruto sering mendengar namanya, namun tak pernah sekalipun melihat orang seperti apa Sasuke itu.
"Hey Naruto, akhir akhir ini kau sering sekali berchating ria dengan ponselmu."
"I-iya Naru, kau seperti me-memiliki dunia sendiri a-akhir akhir i-ini"
"Kau ingat pesan yang kau baca tempo hari Ino?"
"Yang mana?"
"Itu yang dari Shikamaru menanyakan Sakura itu"
"Ooh, memangnya kenapa?"
"Ternyata dia itu Sasuke. Katanya sih kekasih Sakura."
"Kau sering chating dengan dia Naru?"
"Tidak begitu sering, hanya saja aku merasa aneh"
"A-aneh ke-kenapa?"
"Saat aku mengatakan Sakura berciuman dengan seorang pemuda tempo hari, sepertinya itu Sasuke. Karena dia menanyakan pemuda itu. Apakah aku melihatnya atau tidak"
"Ya ampun Naruto, kau itu terlalu polos ya!"
"Memangnya kenapa Ino?", tanya Naruto dengan memiringkan kepalanya.
"Kau akan bermasalah dengan Sakura. Kau itu jangan cerita sembarangan tahu!"
"aku tidak mengerti, maksudmu apa?"
"Be-begini Naru, kau akan me-mendapat ma-masalah jika kau berbi-bicara seperti i-itu pada Sa-sasuke."
"Bukankah itu tidak apa apa ya?"
"Dasar Naru no baka, tidak apa apa apanya? Kau menggali kuburanmu sendiri tahu!"
Pintu kelas terbuka dan masuklah Sakura dengan langkah lebar menghampirinya meja Naruto. Dilemparnya tas miliknya keatas meja kemudian menarik tangan Naruto agar mengikutinya.
"Hey Sakura sakit, kau kenapa haah?"
"Diam!", Sakura menghempaskan kasar tangan Naruto.
"Sebenarnya kau itu kenapa?"
"Kau yang kenapa?"
"Aku? Apa maksudmu?"
"Untuk apa kau bilang pada Sasuke jika aku berciuman dengan pemuda lain?"
"Aku memang melihatmu berciuman dengan seorang pemuda dipinggir jalan didepan toko persimpangan jalan didepan sana, dengan masih menggunakan seragam padahal kau tidak masuk sekolah"
"Kapan kau melihatku?"
"dua minggu yang lalu, dengan Ino aku melihatmu!"
"Hey Forehead apa yang kau lakukan pada Naruto"
"Ini bukan urusanmu Pig!"
"Ini menjadi urusanku, karena kau menyakiti Naruto!"
"Jadi kau membelanya Pig?"
"Ya aku membelanya, karena Naruto aku sadar ternyata teman yang selama ini aku khawatirkan tak pernah menghiraukan aku, Naruto juga Hinata. Teman macam apa kau?", bentak Ino.
"Kau, aku membencimu Pig dan kau Naruto kau bukan lagi temanku. Kau, aku membencimu!"
Plaaaaaakkkkk...
"Seharusnya kau sadar siapa kau Sakura. Kau bahkan berubah, tidak pernah lagi kau berkumpul bersama kami. Kau sering membolos. Kau tak pernah menganggap kami sebagai temanmu lagi. Jadi siapa yang salah, Haaah?", teriak Hinata.
Semua orang terkesiap melihat kemarahan Hinata pada Sakura yang seenaknya membenci Ino dan Naruto. Sedangkan Sakura sendiri tidak pernah bercerita ataupun berkumpul bersama dengan Naruto, Ino dan Hinata.
"Hi-hinata!", seru Sakura terbata.
"Sakura, pernahkah kau memikirkan kami saat kita sudah sekolah di KHS? pernahkah kau berkumpul bersama kami seperti saat dulu kita sekolah di Junior High School? Kapan terakhir kali kau bercerita pada kami, jawab?"
"Itu...", Sakura tertunduk.
"Apa kau bisa menjawabnya, heh Sakura?", tanya Ino.
"Sudahlah, sebaiknya kita masuk kelas saja Ino. Ayo Hinata jangan pikirkan dia. Jika dia teman kita dia tak akan bertingkah seperti itu!", seru Naruto.
"Ba-baik Naru"
Bukan hanya Naruto yang merasa perubahan Sakura begitu drastis. Dulu Sakura begitu aktif, rajin dan juga sangat terbuka. Tapi sekarang berbanding terbalik semuanya berubah menjadi kebalikannya. Bukan hanya menjadi kasar dan sering membolos tapi Sakura juga gampang tersulut emosi entah apa yang sebenarnya terjadi padanya. Naruto, Ino, maupun Hinata tak lagi membahas tentang Sakura semenjak kejadian tadi pagi. Tanpa terucapun mereka mengerti sebaiknya melupakan sejenak masalah Sakura agar semuanya menjadi lebih baik.
.
.
Skip Time...
.
.
Naruto menghabiskan waktu istirahat dengan berdiam diri diatap sekolah. Hari kian terik dan cuaca semakin panas. Tapi angin yang berhembus memberikan hawa sejuk ditengah teriknya sinar matahari.
Naruto memejamkan mata seraya merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya. Naruto tidak menyadari jika ada seseorang yang memperhatikanya sedari tadi.
"Damai, aku suka angin dan langit cerah seperti hari ini", tutur Naruto dengan mata yang masih tertutup.
"Tuhan, jika kau mengijinkan aku menemukan pemuda itu. Maka aku akan menjaganya", lanjut Naruto.
"Memangnya siapa yang kau cari?", tanya seorang pemuda.
"Kau, siapa kau?"
"Hn."
"Kau datang tiba tiba dan bertanya, tapi aku tidak mengenalmu. Jadi untuk apa aku menjawab pertanyaanmu?"
"Kau suka langit cerah?", bukannya menjawab pertanyaan sebelumnya. Sang pemuda malah kembali bertanya.
"Ya, aku sangat menyukainya", jawab Naruto tanpa memperhatikan siapa yang sedang mengajaknya bicara.
"Kenapa?!", tanya pemuda itu lagi.
"Karena langit cerah selalu membawa keceriaan untuk semua orang"
"Begitu."
Naruto membalikkan badannya, dan menatap pemuda yang tengah mengajaknya berbicara. 'Tuhan kau mendengar doaku!', batinnya. Dihadapanya tengah berdiri seorang pemuda emo bersurai raven yang sebagian rambutnya diikat, menyisakan anak rambut yang membingkai wajahnya. Memberikan kesan santai namun cool.
Pemuda itu menghampiri Naruto dan berdiri disampingnya. Dengan seulas senyum yang ditunjukkan, pemuda itu berhasil membuat mata Naruto tidak berkedip.
"Hn. Apa kau Naruto?"
"Ya, dari mana kau tahu namaku dan siapa kau?"
"Aku Sasuke, Uchiha Sasuke!"
"Jadi kau..."
"Ya, aku yang selalu mengirimimu pesan."
"salam kenal ya, Sasuke?", dengan senyum tulusnya Naruto mengulurkan tangan pada Sasuke.
"Hn", Sasuke menjabat tangan Naruto sebagai tanda perkenalan.
"Jadi, apa kau benar sahabat Sakura?"
"Eh, memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Sebenarnya, aku dan Sakura baru saja putus. Dia membohongiku. Entahlah, aku rasa dia hanya mempermainkanku"
"Mengapa seperti itu?"
"Karena dia telah berselingkuh, dia selalu membohongiku dan sebenarnya aku tidak pernah berpacaran dengannya."
"Eh, apa maksudmu sebenarnya?"
"Begini, temanku Shikamaru menyukai Sakura. Tapi Sakura menyukaiku, dan akhirnya Shikamaru berpura pura menjadi aku saat chating dengannya. Dan konsekeuensinya jika Shikamaru akan bertemu dengan Sakura aku yang menggantikannya!"
"Aku tidak mengerti"
"Kau tak perlu mengerti, aku hanya bercerita padamu!'
"Baiklah"
"Jadi maukah kau berteman denganku?"
"Bukankah selama ini kita sudah berteman meskipun kita tidak saling mengetahui diri masing masing?"
"Hn. Dobe!"
"Apa kau bilang Teme?"
"Dobe"
"Kau menyebalkan Teme!"
Naruto memukul pelan bahu Sasuke, sedangkan Sasuke hanya mendengus menanggapi tingkah childish Naruto. 'kawaii..', batin Sasuke.
.
.
Benang merah yang tadinya terpisah memulai untuk saling menyambung untuk memulai ikatan yang selama ini tengah direncanakan. Tanpa Naruto dan Sasuke sadari pertemuan ini akan menjadi dari awal segalanya.
.
.
Semakin Hari Naruto semakin dekat dengan Sasuke. Sedangkan Sasuke merasakan kenyamanan dan merasa diperhatikan oleh Naruto. Sasuke adalah seorang anak broken home yang tidak mengetahui siapa orang tuanya. Sasuke tinggal bersama kakaknya sejak dia kecil. Bahkan ada yang bilang, jika orang tua Sasuke adalah seorang pejabat Negara. Namun tak ada satupun yang mengetahui itu semua.
Sasuke sering sekali mengunjungi Naruto dikelasnya, meskipun ada Sakura disana. Kini Sakura sangat membenci Naruto, karena kedekatannya dengan Sasuke. Sedangkan Ino dan Hinata tidak keberatan Naruto dekat dengan siapapun karena memang seharusnya bisa berteman dengan siapa saja bukan?
Bukan hanya Sasuke saja yang kini mencoba mendekati Naruto, tapi hampir semua pemuda yang mengenal Naruto pasti akan langsung dekat karena sifat Naruto yang sangat care dan jiga welcome terhadap sesama siswa KHS.
"Naru, bisakah kau mengantarku ke rumah sakit siang nanti?", tanya Sasuke saat menghampiri Naruto dikelasnya.
"Memangnya ada apa kai ke rumah sakit teme?"
"Aku hanya cek up saja, bisa tidak?"
"Baiklah"
Naruto yang baru saja berdiri untuk pergi ke kantin bersama dengan Ino, Hinata dan juga Sasuke mendadak terjatih karena tubuhnya ditabrak oleh Sakura yang dengan sengaja menubrukkan bahunya ke bahu Naruto.
"Apa yang kau lagukan Forehead?"
"Memberi pelajaran pada nona sok polos!"
"Sudahlah Ino, biarkan saja dia", seru Sasuke.
"Tapi dia keterlaluan Sasu!"
"Dia itu hanya gadia pembohong yang mencari kesalahan orang lain untuk dimanfaatkan, sudah biarkan saja dia!", lanjut Sasuke
"Kau membela dia Sasuke?"
"Semuanya sudah jelas, jika aku harus memilih antara kau dna Naruto. Sudah pasti aku memilih Naruto, dia tidak sepertimu yang suka berbohong dan memanfaatkan orang lain!"
Sasuke membantu Naruto berdiri, dan menggandengnya keluar kelas dan langsung diikuti Ino dan Hinata dari belakangnya. Tak ada seorangpun yang menghiraukan Sakura karena sikapnya yang sudah keterlaluan. Bahkan teman sekelasnyapun hanya memandang datar perangai Sakura yang kian hari kian berubah itu.
"Sasuke, terimakasih sudah menolongku!", tutur Naruto.
"Hn."
.
.
Skip Time...
.
.
Bel pertanda berakhirnya kegiatan belajar mengajar di KHS sudah berbunyi lima menit yang lalu, namun Naruto masih berdiri didepan gerbang menunggu Sasuke yang memintanya untuk menemani cek up ke rumah sakit.
Entah kenapa rasanya ada yang aneh, Sasuke tidak memberi kabar. Bahkan Ino tadi pergi dengan terburu buru, sedangkan Hinata sudah pulang di jemput oleh Nejii sepupunya.
"Sebenarnya Sasuke dimana?", tanya Naruto entah pada siapa.
Naruto melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke halaman sekolah. Mencari keberadaan Sasuke yang tengah membuatnya menunggu hampir lima belas menit memang melelahkan. Apalagi gedung KHS yang sangat besar dan terdiri dari tiga bangunan utama. Lalu Naruto harus memulai mencari Sasuke dari mana? Kelasnya saja sudah kosong tidak ada siswa yang masih tinggal didalamnya.
"Haaah, melelahkan..!", seru Naruto.
Naruto berjalan melewati ruang praktek biologi di lantai tiga gedung C KHS. Terdengar suara rintihan dari dalam ruang laboratorium itu. Naruto mengikuti arah suara itu, dengan perlahan Naruto membuka pintu yang sedikit terbuka.
Naruto tidak membuka semua, hanya cukup untuk melihat saja. Namun Naruto menemukan Sasuke tengah mencium seorang gadis. 'Tidak mungkin...!', batin Naruto. Apa yang kini dilihatnya sungguh sangat menyakitkan. Hatinya terasa sakit, tanpa sadar Naruto meneteskan air mata.
"Kau bohong padaku Suke!", tuturnya.
Naruto menutup pintu laboratorium, membiarkan Sasuke yang sedang larut dalam kegiatan biologisnya dengan Sakura. Entah apa yang kini dirasakan Naruto. Yang jelas semua ini membuatnya merasakan kecewa, marah dan merasa dibohongi Sasuke.
Naruto merogoh saku seragamnya dan mengambil ponselnya. Dibukanya aplikasi pesan diponselnya, kemudian Naruto membuka salah satu pesan yang itu dari Sasuke.
From: Sasuke
Naru, aku menyukaimu. Apakah kau mau jadi kekasihku?
Dipandanginya lekat lekat pesan yang dikirim Sasuke sebelum jam pulang sekolah berbunyi tadi. Baru sekejap Naruto merasa senang, namun kini Naruto merasa dihempaskan kedasar bumi tergelap. Naruto sudah menyukai Sasuke sedari awal ia melihatnya dikoridor saat pertama masuk KHS. Namun Naruto sadar Sasuke adalah mantan kekasih Sakura, dan Naruto menghargai perasaan Sakura.
Belum sempat Naruto menjawab pertanyaan Sasuke, kini perasaannya hancur. Semuanya tak seperti yang tengah diharapkan. Hatinya sakit, entah apa yang harus dilakukannya kini. Naruto kecewa pada dirinya sendiri.
.
.
Di Laboratorium...
"Apa yang kau lakukan Sakura?", tanya Sasuke.
"Aku menginginkanmu, bukankah kita biasa melakukannya?"
"Itu dulu, aku tak lagi menginginkanmu. Aku menyukai orang lain. Jangan ganggu aku lagi!"
"Tidak Suke, Kau milikku. Hanya aku!"
"Aku bukan milikmu, aku pergi!"
Sakura berusaha untuk menggoda Sasuke agar kembali berhubungan dengannya. Namun Sasuke benar benar menolaknya meskipun Sakura sudah hampir melepaskan seluruh pakaian yang dikenakannya. Namun apa yang didapatkan Sakura adalah sebuah pukulan telak dan membuat Sakura tertohok hatinya. Sasuke menghempaskan tubuh Sakura keatas meja. Dan meninggalkannya.
Sedangkan Naruto yang baru saja melihat adegan panas, meskipun salah paham didepan matanya. Berjalan gontai dengan air mata membasahi kedua pipinya. Sasuke melihat siluet Naruto yang berbelok di ujung koridor.
"Sial, dia pasti melihatnya!"
Sasuke berlari mengejar Naruto yang tengah menuruni anak tangga. Sasuke langsung menahan tangan Naruto dan membalikkan badannya. Sasuke melihat kedua mata Naruto yang sembab karena menangis. Namun Naruto menepis tangan Sasuke tanpa menatap wajahnya. Kemudian berbalik dan melanjutkan langkahnya.
"Naruto tunggu"
"Lanjutkan saja apa yang sedang kau lakukan bersama Sakura dilaboratorium, tak usah perdulikan aku!", tutur Naruto.
"Kau melihatnya, itu tidak seperti yang kau fikirkan Naruto"
"Lalu apa yang kau lakukan? Kau fikir aku bisa dibodohi? Sudah jelas semuanya teme!"
"Dengarkan aku dulu, Naruto!"
"Sudahlah, aku tahu kau masih menyukai Sakura kembalilah padanya aku tak apa!"
"Naruto!", teriak Sasuke.
"Apa?"
"Dengarkan aku!"
"Dengar Sasuke, mungkin ini saatnya aku jujur padamu. Aku sudah menyukaimu di hari pertama aku masuk KHS. Saat itu aku melihatmu dari samping, kau begitu tampan dengan jaket kulit hitam yang melekat pas ditubuhmu, dengan helm yang kau bawa kau terlihat menyilaukan mataku. aku berusaha mencarimu tapi tidak menemukanmu. Dan saat aku berkenalan denganmu ternyata Tuhan mendegar doaku. Aku bertemu pertama kalinya secara langsung denganmu saat aku menghabiskan waktu diatap sekolah waktu itu. Kau tahu Suke, aku merasa senang sekali. Dan hari ini kau menyatakan perasaanmu padaku, tapi harus aja aku melihat adegan panas antara kau dan Sakura, jadi mana yang haris aku percaya Sasuke?", dengan deraian air mata Naruto bercerita.
"Benarkah kau sudah menyukaiku sejak awal kau masuk KHS?", tanya Sasuke namun Naruto tak menjawabnya.
"Naru maafkan aku. aku tidak melakukan apapun dengan Sakura dilaboratorium. Dia menggodaku. dan pergi meninggalkannya. Percayalah!"
"Siapa kau, hingga aku harus percaya padamu?", tanya Naruto.
"Aku kekasihmu, jadi percayalah padaku!"
"Kau bercanda?"
"Aku serius Naruto!"
"Tidak, aku tidak mau dibodohi"
"Tapi aku ingin kau jadi kekasihku!"
"Apa?"
"Maukah kau menjadi kekasihku, Naruto?"
"Kau bercanda?"
"Naruto, jawablah!"
"Berikan aku waktu Suke, aku tak bisa menjawabnya sekarang!"
"Tidak bisa, kau harus menjawabnya sekarang!"
"Kau tidak bisa memaksaku!"
"Jawab sekarang, atau kau tidak ku ijinkan pulang!", Sasuke menuruni tangga dan menghalangi jalan untuk Naruto lewati.
"Baiklah, baiklah aku akan menjawabnya!"
"Jadi apa jawabanmu?"
"Jawabanku adalah..."
"Hn?"
"Aku akan menjawabnya besok!"
Tanpa Naruto duga, Sasuke memeluk tubuh Naruto dan menghimpitnya pada tembok samping tangga tempat mereka berdiri. Sasuke melumat bibir ranum Naruto, namun Naruto tidak melawan. Naruto membiarkannya dan perlahan membalas ciuman Sasuke. Kalian bisa bayangkan, rasa yang lama terpendam dan kini terbalas meskipun kau dibohongi bukankah kau akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Naruto? Memberikan kesempatan meskipun tengah dibohongi?
"Kau membalas ciumanku, dan kau kekasihku sekarang Naruto!", bisik Sasuke.
Naruto yang hanya terdiam hanya menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Sasuke yang tengah memeluknya. Yah, Naruto tahu mungkin dia akan disebut sebagai penghianat oleh Sakura. Tapi bukankah Sasuke sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Sakura? Bahkan Inopun tidak peduli padanya lagi. Sedangkan Hinata selalu mendukung apapun yang dilakukan Naruto dan Ino.
"Kau jahat Sasuke!"
"Aku tak akan menyakitimu Naruto, kau terlalu berharga untuk tersakiti!"
Namun tak ada yang tahu jika sikap asli Sasuke yang sangat tempramental belum terlihat. Semuanya menunggu untuk segera diketahui oleh Naruto. Naruto yang sangat polos, lugu, dan juga baik hati akan menghadapi seorang Uchiha Sasuke yang sangat tempramen, egois, dan juga tak meneriman sebuah penolakan.
Mampukah Naruto menghadapi semua konsekuensi dari apa yang telah diinginkannya? Melawan dan berusaha untuk merubah sedikit demi sedikit sifat Sasuke, bersabar dan terus tabah menghadapi orang yang sangat dicintainya? Mendapatkan balasan dari apa yang telah diperjuangkannya? Semuanya berawal dari satu langkah, menerima Sasuke menjadi kekasihnya. Dan membiarkan Sasuke hidup dan menguasai hatinya. Membutakan akal sehatnya dan membuatnya menjadi sosok gadis yang kuat dalam menghadapi semua permasalahan yang ditimbulkan Sasuke.
.
.
.
TBC
.
.
.
Chapter 2 update... gimana gimana? masih belum ngerti ya? Gomen, tapi dari mulai chapter depan masalah Naruto akan kian rumit namun semuanya akan bermuara pada Sasuke. Siapa yang setuju Naruto dinistakan kembali? hahaha
Saya gkk nyangka responnya bakal sebanyak ini, arigatou ya minna buat yg udc ngefollow, ngfav, sama yang udc ngluangin waktunya buat ngriview Fic abal punya saya ini.. khe...khe...khe
Sebenarnya saya udc ngtik sampe chap 6, chap 7 nya mandeg krena saya lembir kerja trus, giliran plang ngantuk fitambah lgii bulan ramadhan jadii gkk bisa berfantasi liar buat nostain s Naru-chan... mohon pengertiannya ya minna...
Tak apa ya, Naru-chan aku nistakan kembali di Fic ini. baiklah, mohon riviewnya ya minna...
salam,
Yoona Ramdanii
