- To Little To Late -
Chapter 6
Fem Naruto x Sasuke
Rated : M
©Masashi Kishimoto
Hurt, Drama, Romance
.
.
Mungkin abal, mungkin Gaje, Typo bertebaran dimana mana, gkk sesuai EYD, bahasa absurd, nyeleneh, seenaknya, alur kecepetan.
.
Dont Like, Dont Read!
.
.
Naruto memarkirkan mobilnya disebelah sebuah mobil lamborgini hitam. Hinata tahu persis siapa pemilik mobil itu. 'Sepertinya kak Nejii hanya menjebakku saja', batin Hinata. Ino lebih sudah lebih dahulu masuk ke dalam klub untuk mencari meja untuk dirinya, Naruto dam Hinata. Tanpa Ino sadari jika Shikamaru telah melihatnya berjalan menuju meja bernomor 23 dipojok ruangan yang kini tengah penuh oleh pengunjung.
Naruto dan Hinata menuju ruangan Klub, begitu memasuki ruangan suara hentakan musik sangat memekakkan telinga. Itu hal yang sangat lumrah jika melihat dimana mereka berada saat ini. Asap rokok, bau alkohol dan juga para pengunjung yang larut dalam alunan musik yang menghentak menjadi pemandangan yang biasa didalam klub.
Sasuke mengamati Naruto dikejauhan. Melihatnya memakai pakaian mini membuat rahangnya mengeras. Karena setiap pria hidung belang yang melihat Naruto pasti menampakkan wajah mupeng mereka. Hei bagaimana tidak mereka memperhatikan Naruto dengan pandangan seperti itu. Jika Naruto mengenakan pakaian yang mengekspos bahu, leher hingga punggungnya yang putih mulus tanpa cacat dan noda sedikitpun.
Tanpa disadari Naruto, Sasuke memandanginya dengan pandangan cemburu dan sangat protektif. Hingga orang yang berada didekat Sasuke merasakan hawa membunuh yang menguar kuat dari pemilik surai raven itu. Malam semakin larut dan suasana di dalam klubpun semakin riuh karena teriakan dan suara musik yang semakin menghentak. Membuat setiap pengunjung yang menari semakin panas dan hanyut dalam irama musik yang diracik dengan apik oleh sang DJ. Ladies Night, adalah sebuah acara dimana akan ditampilkannya seorang penari wanita yang bisa di bilang stripties, menggunakan pakaian yang minim. Bahkan mungkin jika diminta sang penari akan melakukan gerakan sambil melucuti satu persatu pakaiannya hingga tak sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
Dan pada malam itu, penari bersurai pink menaiki podium. Ino mengenali siapa penari itu bahkan Hinata dan Naruto masih ingat siapa pemilik surai pink itu. Sakura. Ya Sakura adalah seorang penari stripties. Mengenakan pakaian yang minim seperti bra dengan penuh manik manik, dan celana jinny yang membelah dari mata kaki hingga pangkal pinggulnya. Memperlihatkan kaki jenjang nan mulus milik Sakura. Sangat minim. Dan membuat Naruto, Ino dan Hinata sebagai sahabatnya menatap miris saat melihat pekerjaan Sakura yang bisa dibilang wanita panggilan.
Dunia malam sangat identik dengan jual beli wanita, narkoba, bahkan having sex sekalipun. Terbukti disudut ruangan ini banyak pengunjung yang menuntaskan hasrat biologisnya dengan membawa sang wanita yang tengah mabuk ataupun yang masih sadar dan sedang On, berdiam dipojokan dan melakukan Short time.
Bukan hal yang aneh, disini apapun yang dikatakan tidak pantas, tidak wajar atau bertingkah murahan berubah menjadi hal yang wajar dan hanya ditanggapi dengan sebuah godaan semata.
"Benarkah itu Sakura?", tanya Hinata.
"Yah, itulah pekerjaannya. Dia menjual diri bahkan bersedia dibayar mahal jika harus melakukan Live stripties seperti sekarang."
"Dia melakukan pekerjaan seperti ini?", tanya Naruto.
"Seperti yang kau lihat, bahkan jika kita menyapapun dia akan pura pura tidak mengenal kita."
"Kau yakin Ino?", sahut Hinata.
"100% yakin"
Hinata dan Naruto hanya menatap iba dengan pekerjaan Sakura. Tapi apa dikata. Sudah terlanjur basah, kenapa tidak sekalian mandi saja? Bukankah sekarang banyak istilah baru bermunculan seperti itu?
.
.
Naruto turun kelantai dansa bersama dengan Ino sedangkan Hinata hanya duduk dan melihat lihat saja. Sudah tiga gelas Tequila lemon yang ditenggak Naruto,dan minuman itu seolah membakar tubuh Naruto dari dalam. Asap rokok yang sangat tajam membuat penciumannya penuh dengan asap. Naruto seorang perokok memang, begitu juga dengan Ino. Hinata? dia tidak pernah merokok sama sekali tapi jika meminum alkohol, dua atau toga gelas masih wajar kan?
Naruto melenggokkan tubuhnya mengimbangi Ino yang tengah membara. Gerakannya sangat sensual, bahkan disekelilingnya sudah terlihat lelaki hidung belang yang menatap tubuh Ino dengan lapar. Siapa yang tidak akan tergoda dengan rok mini chrof top yang mengekspose perut rata Ino? Apalagi kaki jenjangnya yang dibiarkan terlihat jelas. Sedangkan Naruto tengah asik menikmati alunan lagu yang menghentak dengan sebatang rokok yang terselip disela sela jari lentiknya.
Tanpa Naruto sadari sebuah tangan kekar tengah mendekap tubuh mungilnya. Sudah biasa memang jika disebuah klub malam siapa saja bisa menyentuh tubuhnya. Namun sedikitpun tak terpikirkan oleh Naruto jika orang yang memeluknya kini adalah Sasuke.
Sasuke menatap garang setiap pria yang mencoba berusaha mendekati Naruto. Setelah mereka pergi menjauh Sasuke menatap Naruto yang masih meliukkan tubuhnya dalam dekapannya. Entah sengaja atau tidak Naruto seolah menggoda Sasuke yang tengah menatap tubuhnya. Naruto menghembuskan asap rokok yang tengah dihirupnya tepat ke wajah Sasuke. Sasuke mengernyit.
"Sejak kapan kau jadi seorang perokok?"
"Sejak aku di Paris, kenapa?"
"Dulu kau tidak suka melihatku merokok"
"Waktu bisa mengubah segalanya Suke"
Sasuke mengikuti gerakan Naruto, menari dan mengimbangi Naruto yang kini tengah terbawa suasana. Sasuke mencuri pandang kearah tubuh Naruto yang mungil namun bisa memuaskannya. Apalagi potongan lehernya yang sangat rendah memudahkan siapa saja melihat ukuran payudara yang Naruto yang lumayan ehem-besar-ehem. Sasuke menuntun Naruto ke tempat dirinya mengamati Naruto. Namun sebelum sampai ditempat duduknya, Naruto menarik lengan Sasuke ke arah lorong yang menghubungkan ruang klub dengan kamar sewa yang bisa dipakai para pengunjung.
Naruto menyandarkan punggungnya pada tembok dibelakangnya. Naruto memejamkan mata dan menghembuskan asap rokok yang telah dihirupnya. Sasuke hanya mengamati setiap tingkah Naruto. Dengan perlahan Naruto mengangkat sebelah kakinya hingga tepat sejajar sembilan puluh derajat. posisi kaki Naruto tepat diantara kedua kaki Sasuke.
Tanpa Sasuke sadari lutut Naruto yang terangkat tepat menyentuh bagian paling sensitip ditubuhnya. Perlahan namun masih terdengar Sasuke mengerang merasakan sentuhan yang tiba tiba dilancarkan Naruto. Entah setan apa yang merasuki Naruto sekarang. Naruto menyeringai apa yang dilakakukannya memancing libido Sasuke.
"Kau masih sesensitif dulu, eh Suke?"
Naruto berbisik tepat dicuping telinga Sasuke dan sedikit menjilatnya. Sasuke mengejang. 'Shiit, dia tahu kelemahanku',batinnya. Dengan sedikit menggoyangkan kakinya kearea intim Sasuke. Itu berhasil membuat Sasuke tak bisa lagi menahan suara erangan yang sejak tadi ditahannya. Egonya terlalu tinggi untuk mengakui jika Naruto bisa dengan mudah menaklukannya. Sasuke tidak suka didominasi. Tentu saja.
Sasuke membalas perlakuan Naruto dengan meremas bukit kembar milik Naruto. Sedikit seringai kemenangan terlihat diwajah Sasuke. Naruto mengejang, dan mengerang karena remasan dan tekanan yang distimulasikan pada area sensitif miliknya.
"Kau menikmatinya Suke?"
"Ya, jujur aku menginginkanmu malam ini"
"Kau terlalu berharap Suke"
Naruto menghentikan kegiatannya, dan meninggalkan Sasuke mematung melihat Naruto menjauh darinya. Sasuke mengikuti Naruto dan memandang protektif kearahnya. Naruto tahu apa yang diinginkan mungkin Sasuke harus berusaha lebih keras lagi untuk menyetubuhinya.
Adegan panas yang disuguhkan pemilik klub malam ini sangat membuat para pengunjung hanyut dan seolah terhipnotis untuk ikut meramaikan malam ini. Satu persatu pengunjung wanita naik ke stage dan ikut menari dengan Sakura yang kini telah melepaskan sebagian pakaiannya. Sedangkan para gadis yang baru naik podium terlalu asik dengan teriakan para pengunjung yang lain hingga terlalu bersemangat dan akhirnya mempertontonkan tubuh polos milik mereka. Mereka yang biasa melakukannya sudah merasa wajar jika acara malam ini berubah menjadi malam sex party gangbang. Tanpa aba aba setiap pengunjung pria menerjang tubuh polos para pengunjung wanita untuk melepas hasrat biologis mereka.
Suasana semakin tak terkendali. Naruto melihat adegan itu hanya menunjukkan wajah pocker facenya. Mengacuhkannya, sedangkan Ino yang sedang asik bercumbu dengan seorang pria pucat dengan tatanan rambut yang klimis terhenti karena Ucapan Naruto.
"Kita pulang Ino, Hinata kau bersamaku!"
"Tapi, Naru Sai boleh ikut?"
"Terserah padamu"
"Kalau begitu, kenalkan ino Sai kekasihku"
"Hn, aku Namikaze Naruto"
"Shimura Sai"
Setelah membalas jabatan tangan Sai, Naruto berjalan didepan dengan Hinata disampingnya. Sedangkan Sasuke mengikuti Naruto dari belakang. Mengikuti kemanapun Naruto pergi. Hingga akhirnya mereka sampai diparkiran klub. Terlihat Shikamaru dan Sasuke keluar dari klub bersamaan dengan Ino dan Sai.
"Hei Suke, kau membuntuti kami?", tanya Ino yang melihat pandangan Sasuke terus tertuju pada Naruto.
"Hn"
"Ah aku lupa jika Nejii itu sahabatmu, pasti dia yang bertanya pada Hinata hingga kau ada di sini. Benarkan?"
"Ck mendokusei kalian itu seorang wanita seharusnya jika pergi ke klub itu ditemani seorang pria minimal. Bagaimana jika kalian mengalami hal serupa seperti gadis yang di gangbang itu?", Shikamaru menimpali.
"Bilang saja kalian membuntuti kami, lagi pula sudah ada Sai menjagaku.", sahut Ino.
"Bagaimana dengan mereka?", tunjuk Shikamaru dengan dagunya.
"Mereka sudah dewasa jika mereka ingin, mereka bisa memberikan tubuhnya pada siapapun tak terkecuali pengunjung di sini. Lalu apa masalahmu?", tanya Ino.
"Tak ada satupun yang bisa menyentuh milikku!", rahang Sasuke mengeras saat mendengar penuturan Ino.
Ino hanya menyeringai. 'Skak mat, kau mencintainya Suke!', batin Ino. Ino berjalan mendahului Sasuke dan Shikamaru lalu masuk kedalam mobil Naruto bersama dengan Sai. Namun tanpa diduga Sasuke membuka pintu pengemudi dan menarik Naruto agar keluar, Shikamaru dengan cepat menggantikan Naruto untuk mengemudikan mobilnya. Mengantarkan Ino, Hinata juga Sai ke rumah Naruto.
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku tak ingin kau satu mobil dengan pemuda itu!"
"Lalu aku pulang bagaimana?", sangar Naruto.
"Kau naik mobilku, biarku antar"
"Lebih baik aku mencari taksi saja."
Naruto menghempaskan genggaman tangan Sasuke dari tangannya. Melepas sepatu Heels yang dipakainya lalu berjalan menuju jalan utama mencari sebuah taksi. 'Haah,merepotkan saja!', batin Naruto.
Sasuke tak menerima penolakan, dan sekarang Sasuke masuk kedalam mobilnya dan menyusul Naruto yang kini telah berada diujung jalan menuju jalan utama. Beruntung disaat Sasuke menghadang Naruto jalanan sedang sepi hanya ada beberapa gadis yang menjajakan dirinya berdiri dipinggir jalan.
"Apa yang kau lakukan, kau ingin membunuhku?", teriak Naruto sambil menggebrak kap mobil Sasuke.
Sasuke keluar dari mobilnya, dan menatap langsung kedalam iris sapphire milik Naruto. Emosinya seketika memuncak, sebelumnya Naruto tak pernah menolaknya. Tapi sekarang sosok Naruto yang berada dihadapannya bukan Naruto yang dulu selalu mendengar bahkan menuruti segala ucapannya. Bahkan Naruto kini bisa mempermainkannya, seperti saat masih didalam Klub. Sungguh sesuatu hal yang baru Sasuke ketahui.
"Kau...", tangan Sasuke terangkat bersiap menghempaskan Naruto.
"Apa, kau mau menamparku lagi seperti empat tahun lalu? Saat aku masih kekasihmu? Atau kau akan memukulku lagi hingga masuk rumah sakit seperti dulu? Silahkan Suke,lakukanlah. Tapi setelah kau melakukannya. Kau tak akan pernah bisa menggapaiku lagi. Aku muak denganmu. Kau hanya lelaki yang bisanya menyakitiku. Kau fikir aku apa? mainanmu? Bukan suke, aku wanita yang mencintaimu tapi apa balasanmu, hah?", Naruto berteriak tepat didepan wajah Sasuke.
Rahang Sasuke mengeras, tak ada yang berani berteriak padanya seperti ini. Tapi apa yang kini dilakukan Sasuke sangat membuat Naruto terkejut. Bukan, bukan menampar atau memukulnya. Namun mengelus lembut pipi Naruto yang memerah akibat minuman alkohol yang ditenggaknya tadi.
"Aku tak ingin menyakitimu lagi, aku hanya ingin melindungimu"
Mengejutkan, ucapan termanis yang pernah Naruto dengar dari sosok pria bernama Sasuke. Naruto tersenyum meremehkan. Naruto memalingkan wajahnya sebentar dan kembali menatap Sasuke.
"Kau fikir aku bisa ditipu olehmu? Tidak. Sudah cukup aku termakan bualanmu. Dan pada akhirnya kau masih melakukan hal yang sama. Kau kira aku tak tahu sifatmu?"
"Waktu bisa mengubah segalanya Naruto,bukankah itu yang kau ucapkan?", tanya Sasuke menyahuti.
"Cukup Suke. aku tak mau lagi mendengar ucapan manismu jika kau hanya akan menyakitiku lagi", sekejap Naruto terisak dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Sasuke.
"aku tak akan melakukannya lagi, aku berjanji Naruto"
Sasuke mendekap tubuh mungil Naruto, Sasuke membuka sweeter yang dikenakannya dan dipakaikannya pada tubuh Naruto. Naruto masih terisak, namun tak lama kemudian Naruto melepaskan pelukan Sasuke yang berhasil menghanyutkannya.
"Tidak semudah itu kau bisa memiliki ku lagi Suke"
Tepat saat Naruto berbalik sebuah taksi melintas dihadapannya. Naruto memberhentikan taksi itu dan lalu masuk kedalam taksinya. Sasuke hanya terdiam melihat kepergian Naruto. 'Sial, kufikir dia berubah fikiran!', batinnya.
"Youre my treasure Naruto", gumam Sasuke.
.
.
.
Naruto sampai dirumah tepat pukul tiga pagi, saat turun dari taksi Sasuke sudah menunggu didepan rumah Naruto. Naruto tidak menghiraukan keberadaan Sasuke. Hanya melihat sekilas dan mengalihkan kembali pandangannya. Naruto menuju pintu dan kemudian mengetuknya.
Sesaat kemudian Hinata membuka pintu. Naruto masuk dengan sempoyongan. Efek dari minuman yang ditenggaknya baru terasa saat Naruto berada ditaksi. Sasuke mengikuti Naruto masuk kerumahnya. Diruang keluarga sudah ada Shikamaru yang sedang terduduk sambil menguap. Ino? jangan tanya dia kemana karena bisa mendengar lenguhan dan jeritan menggairahkan dari arah kamarnya. Sepertinya Ino lupa menutup pintunya, karena jika kau naik pasti terlihat lampu dan pintu terbuka dari arah kamar Ino.
"Haaah, aku tak bisa masuk ke kamarku", gerutu Ino.
"Si Ino itu teledor sekali", sahut Shikamaru.
"Hey Shika bukannya kau menyukai Sakura, kenapa kau tidak menunggu perfromnya tadi?", tanya Naruto yang mulai melantur.
"Tanpa aku tungguipun jika aku memintanya datang, dia pasti datang padaku"
"Apa maksudmu?", tanya Hinata.
"Sakura itu wanita panggilan, asalkan ada uang dia pasti akan melayani setiap orang yang memanggilnya"
"Apakah dia seorang..."
"Dia wanita panggilan yang bekerja di klub itu", potong Shikamaru.
Naruto yang merebahkan tubuhnya disofa mulai memejamkan matanya. Tanpa sadar Naruto mengangkat dan menekuk kakinya hingga area intimnya bisa terlihat. Sasuke tidak membiarkan itu terus terjadi. Dengan santai Sasuke duduk disamping Naruto kemudian membenarkan posisi kakinya agar berada dipangkuannya. Dengan sedikit memijat kakinya Naruto sudah merasa nyaman.
"Kau tahu aku merindukanmu?", Naruto bicara dengan memejamkan mata.
"Kau merindukan Sasuke?", tanya Sasuke karena tahu jika Naruto sedang tidak sadar.
Bukankah seseorang yang tengah mabuk akan menjawab semua pertanyaan dengan jujur dan tanpa pikir panjang?
"Tentu saja, siapa lagi yang berhasil melukai hatiku?"
"Hey Sasuke, biarkan dia tidur dulu.", bujuk Shikamaru.
Hinata yang melihatnya hanya tersenyum dan memberikan segelas coklat panas untuk Shikamaru. Shikamaru menerimanya dan mengangguk mengucapkan terimakasih. Sasuke terus menatap wajah Naruto yang kini berkeringat.
"Kau masih mencintainya Naruto?", tanya Sasuke.
"Sangat, andai saja dia berubah sedikit saja menghilangkan tempramennya. Aku pasti masih bersamanya sekarang", tutur Naruto tak sadar.
"Bukankah kau sudah bertemu dengannya?"
"Yah, dia sangat tampan. Hingga aku tak bisa melupakannya. Tapi aku takut...",
"Takut?"
"Ya aku takut bertemu dengannya"
"Kenapa?"
"Karena aku akan jatuh cinta lagi dan lagi padanya"
"Kau akan kembali padanya?"
"HemMmm, entahlah mungkin iya mungkin tidak"
"Maksudmu?"
"Aku tak mau kecewa kedua kalinya"
"Jika dia ingin kau kembali?"
"Hmm, biarkan saja dia mengejarku",Sasuke tersenyum mendengarnya.
"Jika sekarang Sasuke ada disampingmu, bagaimana?", tanya Shikamaru.
"Aku akan mengacuhkannya!",Shikamaru hanya mendengus mendengarnya.
"Bagaimana jika Sasuke berada dihadapanmu Sekarang?", tanya Hinata.
"Benarkah?", Naruto membuka matanya dan memandang sekeliling
Matanya terlihat merah dan bau alkohol menyeruak dari nafasnya. Naruto menatap Sasuke yang kini menatapnya. Naruto mendekatkan wajahnya pada Sasuke.
"Kau Sasuke?"
"Hn"
"Sasu, aku merindukanmu tapi sayang kau mengecewakanku"
Naruto mencium Sasuke, adegan itu disaksikan Shikamaru dan Hinata. Hinata hanya memalingkan wajahnya yang memerah. Sedangkan Naruto terus memperdalam ciumannya tanpa sadar. Sasuke? Tentu saja menikmatinya. Namun ciuman Naruto terhenti, terlihat benang saliva yang menyatukan Naruto dan Sasuke. Naruto tertidur ditengah ciuman panas yang dilakukannya dengan Sasuke tanpa sadar.
"Dua tertidur? Menggelikan", seru Shikamaru.
"Hn",jawab Sasuke.
"Padahal live kissing itu bisa membuat yang melihatnya terhibur"
"Kau lebih baik tidur saja Shika", sahut Sasuke.
"Kau ingin melakukannya?", tanya Shikamaru.
"Tidak. Aku tidak ingin membuatnya berteriak ketika bangun nanti. Lebih baik kita pulang saja"
"Baiklah, Hinata bisa kau ambilkan selimut untuk Naruto? Sepertinya Ino menghancurkan ruangan diatas. Aku tak bisa mengambilnya"
"Baiklah, tunggu sebentar"
Hinata mengambil selimut dari kamarnya dan membawanya pada Sasuke. Naruto tertidur dengan pulas, dan Sasuke telah menyelimutinya. Sebelum pulang, Sasuke mengecup kening Naruto lembut.
"Oyashumi my Princess"
Hinata tersenyum lembut melihat sikap lembut Sasuke. kemudian mengantar Sasuke dan Shikamaru hingga ke pintu.
"Sasuke?", panggil Hinata.
"Hn", Sasuke berbalik menatap Hinata.
"Jika kau mencintainya, buatlah dia nyaman. aku yakin dia akan menerimamu lagi. Dia begitu merindukanmu. Sikapnya yang berubah karena dia terlalu keras berusaha melupakanmu. Tapi kau tahu sendiri bagaimana kenyataannya,Naruto masih mencintaimu"
"Aku tahu, terimakasih atas sarannya Hinata"
"Sama sama ingin sahabatku bahagia"
"Hn. Aku pulang"
"Hati hati, selamat malam Sasuke"
.
.
.
TBC
.
.
.
Holla minna.
ketemu lagi sama saya author absurd. Hahaha. gimna chapter ini? Memuaskan? hehehe. Gakk nyangka bgt riview fic abal bin gaje ini bikin saya senang. Makasih minna atas dukungannya. Makasih juga buat para silent rider yg udc ngfav atopun follow fic milik saya. Arigathou..
Saya gkk tau ini sampe chapter berapa, dan Gomen updatenya selalu telat. Kerjaan saya di duta bikin saya cape + saat pulang ke rmah pasti tidur.. tapi saya berharap para readers mau menunggu kelanjutannya. sekali lagi arigathou..
Salam,
Yoona Ramdanii
