- To Little To Late -
Chapter 8
Fem Naruto x Sasuke
Rated : M
©Masashi Kishimoto
Hurt, Drama, Romance
.
.
Mungkin abal, mungkin Gaje, Typo bertebaran dimana mana, gkk sesuai EYD, bahasa absurd, nyeleneh, seenaknya, alur kecepetan.
.
Dont Like, Dont Read!
.
.
Naruto masih tidak sadarkan diri setelah kejadian digudang semalam. Dan disinilah Sasuke berada. Dibungalau miliknya dengan Naruto yang masih terlelap diatas ranjang king size miliknya. Dengan telaten Sasuke melepaskan kemeja miliknya yang digunakan untuk menutupi tubuh polos Naruto, kemudian membersihkan tubuh Naruto dari sisa sisa cairan sperma yang telah mengering dan meninggalkan bau tak mengenakan.
'Kau membuatku takut, Naruto!', Sasuke memandang khawatir pada wanita yang kini ada dihadapannya. Dari mulai membersihkan tubuh hingga mengobati luka yang Naruto alami, Sasuke lakukan dengan hati hati seolah takut jika Naruto akan tersakiti.
"Kau harus berada disisi ku Naru", Sasuke memandangi wajah Naruto yang terlelap dengan damai. Tanpa sadar Sasukepun terlelap dengan tangannya sebagai bantalan kepalanya.
.
.
Skip Time
.
.
Naruto tersadar dari tidutnya saat matahari sudah meninggi menyinari bumi. Tentu matanya tak bisa langsung terbuka karena cahaya yang masuj kedalam iris shappirenya menyilaukan matanya. Dengan perlahan Naruto menggerakan tubuhnya untuk bangun dan memposiaikan tubuhnya agar menjadi terduduk dengan bersandar pada kepala ranjang yang ditempatinya.
Namun apa yang dilihatnya begitu sangat menyentuh hayinya sekaligus menyakitkan. Naruto melihat Sasuke yang tertidur dengan posisi terdusuk disampingnya. Dan Naruto tahu dengan pasti apa yang menyebabkan dirinya mengalami hal ini.
Tanpa sadar likuid bening telah membasahi pipi gembil miliknya. Terisak dan tak bisa berpikiran jernih. Sasuke yang mendengar susara isakanpun terbangun dan mulai memperhatikan sekelilingnya. Dan kini Naruto menangis dihadapannya.
"Kau sudah sadar?", Sasuke mencoba untuk mendekati Naruto.
Namun reaksi yang ditunjukkan Naruti sangat mengejutkannya. Naruto seolah menolak kehadiran siapapun didekatnya. Sasuke yang mengerti dengan apa yang kini dialami Naruto tahu apa yang harus dilakukannya.
"Naru, kau aman disini bersamaku"
Dwngan perlahan Sasuke mendekati tubuh Naruto yang bergetar hebat dengan pandangan nyalang juha air mata yang membasahi pipinya.
"Tidak, aku tidak mau. Pergi.. pergi.. pergi!"
Naruto berteriak. Trauma. Entah apa yang kini ada dalam fikirannya. Sorot matanya kosong. Dan Sasuke bisa menyelami iris shappire milik wanita pujaannya itu.
"Kau ingat aku Naru?", tanya Sasuke.
Naruto yang mendapat pertanyaan seperti itu menatap lekat lkat wajah Sasuke. perlahan tubuh Naruto berhenti bergetar, matanya mulai menunjukkan cahaya kehidupan meskipun masih terlihat sendu dan kecewa.
"Maaf"
"Apa yang harus aku maafkan darimu, Naru?"
"Hiks.. maafkan aku Suke... Hiks..."
"Hey, kemarilah dan berhentilah menangis"
"Tidak. Jangan mendekat Suke""
"Ada apa Naru? Jangan membuatku takut."
"Tidak Suke, aku gagal."
"Gagal?"
"Ya."
"Kenapa? apa yang kau maksud?"
"Aku gagal menjaga diriku."
"Dari hal apa?"
"Kau benar benar bodoh teme!"
"Hn."
Sasuke terdiam tak terima jika dirinya disebut bodoh oleh sang ratu dobe-nya. Tapi jika Naruto sudah bersikap seperti itu dan mengatainya. Itu artinya Naruto sudah baik-baik saja meskipun belum bisa disebut baik-baik saja.
Setelah beberapa lama terdiam, Sasuke bangkit dari duduknya danberbalik untuk keluar dari kamar yang kini ditemaptinya. Namun saat Sasuke akan melangkahkan kakinya, tangannya digenggam seolah tak mengijinkan Sasuke untuk pergi.
"Temani aku!"
Sasuje masih terdiam mencermati apa yang baru saja didengarnya.
"Suke.. temani aku."
Dengan nada memohon, Naruto mengutarakan keinginanya. Sasukepun berbalik dan menduduki lagi kursi yang tadi didudukinya.
"Temani aku disini"
Naruto menunjuk tempat tepat disampingnya. dengan menarik lengan Sasuke.
"Kau tidak risih berdekatan denganku?", tanya Sasuke.
"Suke..."
"Hn. Baiklah"
.
.
Sasuke masih membiarkan Naruto terbaring disampingnya dengan menggunakan dadanya srbagai bantalan untuk tidur. Sudah lama sejak terakhir kali Sasuke merasakan keadaan seperti ini jauh sebelum Naruto memutuskan untuk pergi meninggalkannya. 'Kau mengingatkanku hal yang paling berharga Naru!'.
Matahari sudah mulai bergeser dan semburat senja telah menghiasi langit dipantai Ame. Begitupun dibungalau milik Sasuke yang kini telah mulai mnggelap dan hanya sebuah lampu tidur yang menerangi. Karena posisi Sasuke yang tertindih tubuh Naruto membuatnya tak bisa bergerak untuk menyalakan lampu.
Sasuke hanya bisa diam dan menikmati keadaan ini. Menelusuri lekuk wajah gadis pujaannya yang terkadang sering menolak kehadirannya, bukankah itu sebuah keajaiban dari Kami-sama? Meskipun esok Naruto akan menolak kehadirannya lagi, itu tak akan membuat Sasuke kecewa. Sudah lebih dari cukup hari ini Sasuke menghabiskan waktu untuk menungguinya tertidur disampingnya.
"Hiks... hiks..."
Sasuke bisa mendengar jelas jika Naruto kini tengah menangis dalam keadaan tertidur.
"Naru, apa yang terjadi?"
Sasuke mengelus surai blonde Naruto dengan lembut dan perlahan memindahkan kepala Naruto pada bantal dengan perlahan dan sangat hati hati. Dilihatnya jika Naruto masih tertidur dengan pulas meskipun air mata Naruto membasahi pipinya. Diusapnya dan dikecupnya kelopak mata Naruto yang tengah terlelap.
"Hiks.. Suke aku takut..", Igau Naruto.
"Kau tak perlu takut, ada aku disini", tutur Sasuke.
Naruto menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Sasuke yang kini seolah tertindih tubuh ramping Naruto yang diposisikan tertidur dipangkuan Sasuke. Didekapnya tubuh sintal itu dengan protectivenya seolah Naruto akan tersakiti jika Sasuke melepaskan dekapannya.
Dngakuran halus terdengar dari gadia blonde yang kini tengah terlelap. NamunSasuke masih terjaga menerawang jauh meikirkan nasib wanita yang kini dicintainya. Ironis. Tapi tak mungkin Sasuke memutar kembali waktu ke empat tahun lalu agar Naruto tak meninggalkannya. Atau memutar kembali waktu kembali ke pagi hari agar bisa menguntit Naruto dan bisa mencegah apa yang kini tlah terjadi. Sungguh Sasuke merutuki ketidak berdayaannya saat ini. Apa mungkin ini balasan atas apa yang telah diperbuatnya empat tahun lalu? Hingga dirinya harus melihat betapa hancurnya mental wanita yang kini berada didekapannya.
Ayolah, mungkin ini hanya sekedar roman picisan yang dialami remaja labil masa kini. Tapi tidak untuk pemuda pemilik iris mata onyxs ini. Ini adalah sebuah tamparan keras bahwa apa yang telah terjadipada Naruto hari ini,adalah sebuah bukti. Dimana Sasuke tak bisa melindunginya, bahkan mungkin selama ini sasuke telah menutup mata akan segala kesalahan fatal yang telah diperbuatnya.
"Maaf Naru,aku sungguh brengsek. Aku baru benar benar mnyadarinya hati ini. Maafkan aku. Aku mencintaimu"
Sasuke mendekap erat Naruto sesaat. Kemudian menggeserkan tubuh Naruto agar terbaring diranjang king size yang kini ditempati mereka. Dengan perlahan Sasuke memposisikan kepala Naruto pada bantal yang diambilnya dari samping. Mencium kening Naruto dalam , menempelkan keningnya dengan Naruto.
Sasuke menatap lekat wajah wanita yang benar benar mengisi hatinya. Namun Sasuke memutuskan untuk meninggalkan Naruto. Melangkahkan kakinya menuju pintu. Sebelum keluar Sasuke berbalik dan menatap kembali Naruto yang kini terlelap dengan damai.
"Mungkin aku akan membiarkanmu memilih jalanmu sendiri Naruto. Meskipun aku mencintaimu. Sangat"
Terdengar bunyi pintu tertutup. Sesaat setelah Sasuke memutuskan untuk pergi, tanpa diketahuinya Naruti terbangun dan menyadari semua ucapan Sasuke
"Daisuki yo teme."
.
.
.
Hari hari berganti, liburan di Amepun berubah haluan. Tidak seperti yang direncanakan. Ini sudah tiga hari berlalu namun Naruto tak menemukan Sasuke dibungalau miliknya bahkan setelah tiga hari kejadian itu berlalu. Ini membuat Naruto frustasi.
"Kau tak boleh meninggalkan aku lagi. Teme"
Naruto berjalan sendirian dipantai sore ini. Menyelami warna langit yang kini mulai menmpakan semburat jingga dikejauhan. Memantulkan cahaya menenangka yang membuat suasana hati Naruto sedikit tenang. Lelah rasanya kembali kehilangan sandaran hidup. Ya, Naruto menganggap Sasuke itu adalah sandaran hidupnya. Bukan hanya sekedar mencintainya. Namun karena Sasuke jugalah kini Naruto menjadi sosok wanita yang dewasa tidak pecicilan dan bisa menempatkan dirinya ketika keadaan menuntutnya untuk bersikap sesuai dengan tempat yang dikunjunginya.
Hanya saja, kini terasa hambar. Naruto sadar apa yang dulu dilakukan Sasuke buka hanya sebuah kekerasan belaka. Tapi ada maksud dibalik itu semua. Ya, Naruto tidak lagi menjadi sosokyabg plinplan akan suatu hal. bisa lebih menjadi diri sendiri, dan tentunya menjadi sosok yang tak mudah menyerah seperti saat Naruto berusaha untuk tetap bertahan menghadapi sikap Sasuke, dulu.
Tanpa sadar Naruti melewati sosok yang tiga hari ini dicarinya. Sasuke hanya mendengus melihat tingkah Naruto yang selalu mengabaikan sekitarnya. Inilah yang Sasuke sukai. Naruto tidka pernah menghiraukan hal disekelilingnya. Bahkan Naruto akan kaget jika kini Sasuke menyapanya.
"Kau melewatkanku, dobe"
"Eh?"
Dan benar saja. Naruto tak menyadari kehadiran Sasukedisampingnya. Dan sekarang dengan wajah polosnya Naruto mengerjapkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang kini adadihadapannya.
"Sasuke?"
Tanpa aba-aba Naruto menubruk Sasuke dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang pmuda yang kini ada dihadapannya. Naruto menangis entah karena apa. Namun pelukan Naruto pada tubuh Sasuke kian mengerat.
"Hiks... jangan tinggalkan aku lagi, teme"
"Hn. Kenapa,bukankah kau tak menginginkanku?"
"Aku tak bisa terus begini,Suke. Aku mencintaimu"
"Benarkah?"
"Kau tak percaya padaku?", tanya Naruti seraya melepas pelukannya.
"Tidak."
"Jadi kau sekarang membenciku?"
"Tidak."
"Apa yang kau inginkan Suke?"
"Hn"
"Ck, kau menyebalkan!"
Naruto meninggalkan Sasuke dan berjalan menjauh. Namun tanpa disadarinya, Sasuke tengah menyeringai.
"Hey Naruto", teriak Sasuke.
Naruto masih terus berjalan dengan kesal dan menghentak hentakkan kakinya pada pasir yang tak bersalah. Menimbulkan jejak yang dalam pada pasir yang dilewatinya. Naruto tak menghiraukan teriakan Sasuke yang kini tengah memanggilnya lagi.
"Hey, dobe. Aishiteru", teriak Sasuke lagi.
Naruto berhenti dari acara kabur -meninggalkan- dari Sasuke. Seolah tak percaya apa yang didengarnya Naruto menggelengkan kepalanya agar kembali ke dhnia nyata, seolah apa yang didengarnya hanya lelucon belaka.
"Aku mencintaimu Naruto, kumohon jangan tinggalkan aku lagi."
Tanpa sadar kini Sasuke sudah mendekap Naruti dari belakang dengan erat. Naruto meneteskan airmata tanda tak percaya dengan apa yang kini didengarnya dan dialaminya. Sungguh ini sebuah pelangi setelah badai.
"Aku juga mencintaimu Suke"
Naruto menikmati dekapan tangan kokoh yang melingkari tubuhnya. Naruto membiarkan Sasuke menenggelamkan wajahnya pda ceruk lebhernya, menyesapi aroma tubuh yang selama ini Sasuke rindukan.
Setelah beberapa saat, Naruto melepaskan pelukan Sasukedan berbalik menghadap pemuda beriris onyxs dan menatap mata itu tepat dengan matanya. Saphire menyelami sang langit malam.
"Ada apa Naru-"
Naruto mencium Sasuje dengan sedikit berjinjit. Sasuke tak menyangka dengan apa yang kini dilakukan Naruto padanya. iris Saphire itu menatap lekat iris onyxs miliknya sebelum tertutup kelopak kecoklatan yang menyembunyikan keindahan dari warna mata sang blonde. Naruto memperdalam ciumannya yang disambut penuh hasrat rindu dari Sasuke.
Naruto melepaskan ciumanya dan menatap wajah tmrupawan dari lelaki dihadapanya. Merasakan kecupan hangat dikeningnya dari Sasuke yang begitu dirindukannya.
"Suke..."
"Hm?",Sasuke menatap lekat wajah wanita yang kini telah kembali padanya.
"Maafkan aku."
"Untuk apa?"
"Karena aku tak bisa menjaga tubuhku hingga aku dinodai Gaara"
"Ssst... sudahlah. Itu bukan salahmu. Aku tahu. Dan aku akan menghapus semua jejaknya ditubuhmu"
"Maksudmu?"
Sasuke hanya menyeringai, sedangkan Naruto yang tahu maksud dari Sasuke hanya memandang tak percaya dengan apa yang dipikiran pemuda yang sangat dicintainya itu.
.
.
.
waktu sudah hampir menjelang pagi. Namun aktifitas kedua manusia berbeda gender ini belum selesai. Peluh dan terikan nikmat masih berpacu mengejar sebuah kenikmatan akibat dari kegiatan penyatuan mereka.
"Aaaaaaaakh gila... aaaaaakh... mmmph.. ssssshhhh.. aaaaaaaaakh"
"Kau mengimbagiku Naru..Kau masih seperti dulu.. aaaakh.. saat pertama aku menikamatimu..."
Heey, ini adegan yang memang seharusnya di skip. Namun apa daya, author satu ini lagi ketularan mesumnya Sasuke.*dichidoriSuke-teme*.
"Aku mau sampai aaaaaaaaakh..."
"Sebentar lagi Naru...ssssh kau sempit"
Sasuje masih memompakan kejantananya kedalam tubub Naruto yang kini telah berpegangan pada kepala rajang king sizenya. Dengan posisi membelakangi Sasuke yang memompa dirinya dari belakang, Naruto seolah lemas harus menahan lebih lama lagi pada kedua lututnya yang seolah bersimpuh meskipun kakinya harus membuat jarak agar Sasuke bisa leluasa memompanya.
"Aaaaaaakh... suke aku tidka tahan lagi... aaaaaaaaakh..."
Naruto berteriak dan tubuhnya bergetar hebat hingga akhirnya ambruk dengan posisi kepala telah bersentuhan dengan bantal yang tadi menjadi tumpuan lututnya. Tapi berbeda dngan Sasuke yang seolah masih menikmati posisi yang sangat menguntungkan untuknya.
Sasuke lebih memperdalam pompaan kejantanannya pada tubub Naruto,dan terus melakukan itu hingga akhirnya Sasukepun berteriak karena telah mencapai orgasme yang kesekian kalinya dimalam ini.
"Aaaaaaakh...Naru aku keluar..."
Naruto yang bermandikan peluh kini terdiam dan melihat Sasuke yang terlihat puas dengan apa yang telah mereka lakukan saat ini. Sasuke membalikan tubuh Naruto yang tadinya seperti menungging menjadi terlentang di bawah kungkungannya.
Terdengar bunyi plop kecil saat penyatuan itu akhirnya terpisah. Namun apa yang dilakukan Sasuke sepertinya masih ingin melanjutkannya.
"Kau ingin membuatku tak bisa berjalan,Suke?"
"Kau itu heroin dengan label yang terbuat hanya untukku sendiri,Naru"
"Kau menginginkanku lagi?"
"Ya selamanya"
Sasuke kembali mencium Naruto, menginvasi setiap sudut isi dari mulut Naruto.
"Nggghhhh~"
"Aku menginginkamu lagi dan lagi, Naru"
Sasuke mengecup, menjilat dna menggigit leher jenjang Naruto. Menghapus jejak kepemilikan yang kemarin menjadi hari yang sangat menyiksa untuk Naruto. Naruto tanya menikmati setiap sentuhan dan perlakuan Sasuke padanya. Dengan senang hati meskipun tubuhnya tak lagi bisa mengimbangi permainan Naruto menikmatinya. Seilah tak ada lagi hari esok untuk mereka berdua.
Ciuman Sasuke semakin turun, dan kini mulai memainkan kedua bukit kembar milik Naruto yang seolah menantang Sasuke untuk terus menjamahnya hingga puas. Sasuke meremas menjilat dan menghisap tonjolan kecil yang menjadi titik sensitive milik wanintanya.
"Aaaakh... Suke kau membuatku mabukdengan perlakuanmu malam ini.."
"Nikamatilah Naru.. karena aku milikmu"
Sasuke menjilat tubuh Naruto yang bermandikan peluh akibat kegiatan mereka malam ini tanpa rasa jijik atau canggung sedikitpun. Seperti kucing yang membersihkan tubuhnya Sasuke terus menjilat tubuh Naruto hingga sampai di liang senggama milik Naruto yang kini telah penuh dengan benih kiliknya yang sudah meleleh keluar. Pemandangan yang indah untuk Sasuke. Berharap suatu saat nanti dia akan memiliki seorang keturunan dari wanita yang kini dia sebut sebagai miliknya.
Diusapnya clitory milik Naruto yang telah ereksi, meninggalkan sensasi geli nann nikmat ditubuh Naruto yang mengeluarkan desahan erotis yng menjadi lagu pengiring kegiatan mereka. Seolah menjadi pemacu gairah hasrat Sasuje yang kian naik.
Sasuke menjilati paha dengan kulit tan eksotis itu pnuh hasrat dengan meninggalkan beberapa jejak kemerahan disana. Sebelah tangan Sasuke tidak diam, ikut bergerilnya memasukan jari jarinya kedlam senggama Naruto yang kini telah penuh dengan cairan benih Sasuke dan cairan cinta milik Narufo perlahan Sasuke menggerakan jari jarinya in-out di liang senggama Naruto. Cairan itu keluar seiring gerakan jari Sasuje yang kian cepat.
"Terus Suke... aaaakh... lebih dalam..."
"Youre wish is my command, mam"
Sasuje menuruti permintaan Naruto. Namun seolah ingin mencicipi rasa dari surga milik Naruto. Kini Sasuke mulai menjilat dan menghisap liang senggama Naruto dwngan lembut namun kian lama kian dalam dam menuntut. Tanpa jijik Sasuke memasuka lidahnya kedalam liang kenikamatan itu.
"Aaaaaaakh... Suke. aku keluar... aaaaaaaaaaakkkhhhh"
Dengan rakus Sasuke meminum cairan itu hingga tak bersisa.
"Kau manis, Dobe"
Naruto hanya menatap Sayu pada Sasuke yang kini bangkit dan mulai memposisikan kejntananya didepan liang surga milik Naruto. Sasuke mengangkat sebelah kaki Naruto dan di sampirkan pada pundaknga agar tak terjatuh.
"Kau siap Naruto?"
"Kau benar benar ingin membuatku lemas, Suke? Ini sudah yang kelima"
"Aku tak akan puas jika itu terus menikmatimu Naruto."
"Aaaaaakh..."
Naruto terpekik saat kejantanan Sasuke memenuhi dirinya. Naruto mentap Sasuke yang menyeringai kemenangan karena Naruto masih melayani hasratnya yang telah terpwndam sekian lama karena tak ada satu wanitaphun yan bisa memuaskannya. Kecuali,Naruto.
Tangan kekar itu terus meremas bukit kembar Naruto hingga berubah warna dan sedikit membengkak karena kuat dan kerasnya remasan itu. Namun Naruto menikmatinya. Membiarkan lelaki yang kini menikmati tubuhnya merasa puas hingga dia berhenti dengan sendirinya.
Ini sudah satu jam dan Sasuke belum memberikn tanda tanda akan mengakhiri kegiatannya. Sedangkan Naruto sudah merasakan setidaknya tiga orgasm beruntun selama Sasuke menyatukan tubuhnya.
"Aaaaakh... aaakh... Suke aku lemas... ssssshhh aaakh..."
"aku belum keluar Naru.. aaaaaaaakh ... sebentar lagi..."
"Cepat Suke... Aku tak tahan lagi...aaaaaaaakh akh aaaaakh... yah lebih dalam Suke"
"Kau masih menginginkannya,eh?"
"Cepat Suke.. aku gila... kau membuat aku gila... aaaaaaaaakh"
"Kau hebat Naruto...aaaaakh... ssahhhh"
"aku keluar...aaaaaaarrrggghhhhh"
"Ya aku juga... aaaaaaakh Naru... love you so much..."
"Love you to Suke"
Sasuke mencium Naruto dalamdan kemudian ambruk menindih tubuh Naruto yang kini telah basah karena mandi keringat akibat dari perbuatan yang mereka nikmati malam ini. Sasuke mendekap erat tubuh Naruto yang polos, mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Naruto yang tk terbakut sehelai benangpun. Naruto sudah kebih dahulu terlelap akibat kelelahan. Sedangkan Sasuke masih menyusuri wajah damai Naruto yang masih menunjukkan semburat merah akibat merasakan puas dan nikmat akibat pergumulannya.
"Oyasumi Naruto"
"Oyasumi Suke"
Naruti menjawab ucapan Sasuke dengan membalikan tubuhnya,kemudian mendekap tubub Sasuke yang terbaring disampingnya. Sasuke tersenyum mendengar balasan Naruto dan mengeratkan pelukannya.
Tidak butuh waktu yang lama untuk keduanya menyelami alam mimpi. Lelah, nikmat dan kepuasanlah yang kini terlihat. Pergumulan yang hebat telah mereka lalui pada malam ini.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Haaaaaaaaaah... gomen updatenya lama ya? kehilangan fell buat nulis apalagi ini adegan lemon beneran... hahahhaa... jangan pada sange yah? udc abis berapa tisu nih? xixixi... gomen kalo lemonnya kurang... saya yang gkk ahli mendeskripsikannya... jadi inilah akhirnya... makasih buat semua readers yang udc nyediain waktu buat baca and riview fic abal bin gaje milik saya yang sebenernya masih amatiran ini. mungkin ada chap tambahan buat omake d chapter depan... buat selanjutnya saya bakal bikin fic gender bender Naru sama Suke... yah semoga suka jika sudah dipublish yah... sekali lagi arigathou...
salam,
Yoona Ramdanii
