A/n: Kali ini... Mungkin bisa lebih gak nyambung. Karena Garnet, Dash sama Frey masuk ke dunia baru. Alias, dunia karangan author sendiri... Kali ini juga genre ceritanya kabur! Jadi harus ditangkepnya di chapter selanjutnya! XD
Chapter 4: Another Network
(Dash's POV)
"Whoa... Dunia apaan ini?!" Tanya Garnet sesudah masuk portal tadi.
"Ini kayaknya tempat asalnya Mirai..." Jawabku. Karena aku pinter! (Cherry: Halah... Bohong!)
"Jadi... Maksud kita ke sini, apaan?" Tanya Frey. Tapi, kenapa nanyanya ke aku?!
"Mana aku tau..." Jawabku singkat! (-_- kadang author lupa watak dia itu gimana...)
"Gak heran nama dia Mirai. Tempat tinggal, cara dia ngomong, appearances dia itu semua modern-styled..." Kata Garnet. Aku liat sekitar tempat itu. Memang sangat... Berbeda...
"Hmmm... Coba aku test..." Kata Frey. Tiba-tiba dia ngeluarin pedangnya terus nancepin pedangnya ke pohon yang lumayan deket kita semua. Terus pohonnya menghilang seolah-olah itu pohon cuma cahaya proyektor... (Tau dari mana kamu tentang proyektor?!)
"Yap... Ini memang berbeda..." Lanjut Frey sambil mengambil pedangnya lagi.
Gak lama sesudah itu, ada garis-garis bercahaya yang membentuk segitiga, kotak dan lingkaran yang berwarna warni disekitar kita. (Harus digambar ini mah nih... -_-").
"Ada apa lagi nih?!" Tanyaku. Sambil kaget lah...
"Ini... Panggilan dari Mirai..." Jawab Garnet. Tau dari mana sih ini anak?!
"Iya! Ini mungkin dari Mirai!" Lanjut Garnet memperjelas.
"Gak mungkin... Mirai udah kayak program di uninstall..." Jawabku. (Kayak yang ngerti aja! Kau itu dari dunia fantasy yang belom sampe teknologi, sobat...)
"Dia bukan Vocaloid, bro..." Kata Frey. (H-hey! CUT! Salah dialog tuh! Jangan kejauhan gitu dong! Lihat naskahnya! NASKAHNYA! *sutradara*)
"Jadi, ini apa? Tapi rasanya ada suara Mirai disekitar kita..." Kata Garnet.
"Memang suara Mirai kayak gimana?" Tanyaku. :P
"Kayak program Vocaloid!" Jawab Frey semangat. (Hey! Jangan kayak gitu dong! Atau saya pecat kamu! | Frey: Masa bodo... | Pokoknya jangan kejauhan! Pengetahuan kamu belum sampe segitu!)
Tiba-tiba ada lelaki berambut hitam, bermata biru, memakai headset juga, dan... Pokoknya mampir mirip kayak Mirai! Karena rambut dan matanya itu!
"Hey! Kalian ngapain disini?!" Tanyanya. Suaranya kayak yang mencerminkan personality-nya yang dingin...
"Kyyaaa!" Teriak Frey kaget. Serem aja nggak... :P
"K-kita... Cuma ada misi!" Jawabku.
"Misi apa, huh?!" Tanyanya lagi. Waduh... Mukanya serius amet...
"K-kita cari orang namanya Mirai..." Jawabku lagi. Diapun kayak yang pasrah akhirnya...
"Uhh... Mirai? Aku juga mencarinya..." Katanya.
"Huh?! Kamu juga?!" Kata Garnet.
"Iya... Dia kembaranku..." Jawabnya.
"Namamu? Siapa?" Tanya Frey sok formal.
"Panggil saja, Nekusuto..." Jawabnya.
"Nama asli?" Tanya Frey kepo...
"Nekusuto Dimenshon..." Jawabnya udah mulai males.
"Oh... Jadi 'Next Dimension' gitu?" Tanya Frey lagi makin kepo.
"Iya..."
"Jadi kalo Mirai, Mirai Dimenshon. Yang artinya 'Future Dimension'?" Tanya Frey lagi... -_-
"IYA!"
"Hey! Hey! Udah jangan berkepo-kepoan! (Kata macam apa ini?!) Kita disini buat nyari Mirai!" Seru Garnet.
"Betul, betul!" Jawabku.
"Kita mulai daarrriiiiii... SITU!" Seru Frey sambil menunjuk ke suatu gua yang letaknya tidak jauh dari kota.
"Tau dari mana kamu, kalo kita harus ke sini?" Tanya Garnet.
"Karena aku tau!" Jawabnya. Jawaban itu sama sekali gak masuk akal... -_-"
"Memangnya apa yang terjadi kalo seseorang yang kayak Mirai gitu ilang? Mereka pergi kemana?" Tanya Frey.
"Kayaknya sebuah aplikasi di uninstall, mereka terhapus. Yang artinya, mereka hilang dari kota yang pernah mereka datangi..." Jawab Nekusuto pake bahasa gak jelasnya...
"Tapi... Ada kemungkinan... Dia itu diculik..." Tambahnya lagi.
"APA?!" Aku teriak karena kaget. Tiba-tiba ada suara kaca pecah dari arah kota. Ouch... Suara aku bisa mecahin kaca, ya?
"Whoa... Itu kaca sampe pecah..." Kata Garnet.
"Berarti kalo diculik ada sebabnya dong! Males deh ngelawannya juga..." Kataku.
"YES! PETUALANGAN BARU!" Seru Frey. Lucunya, tiba-tiba bunga-bunga yang jaraknya lumayan jauh dari Frey, mekar semua. Dunia ini jahat... (T~T) Masa suara aku mecahin kaca...
Karena ini, aku jadi penasaran sama suara Garnet disini efeknya bakal kayak apa...
"Garnet! Teriak coba!" Mintaku.
"Gak mau... Males tau!" Jawabnya. -_-" Yah... Padahal pengen tau...
"Ok! Sekarang kita mulai petualangannya!" Seru Frey. Kita semua pergi ke gua yang tadi ditunjuk sama Frey itu. Neko juga... (Nekusuto: Woy! Enak aja manggil aku, Neko! | Dash: Biar pendek... | Nekusuto: Pokoknya gak boleh! | Dash: Bodo ah...).
Sesampai disana, wow! Isi dari gua itu portal semuah! (Wew... Lebay :v).
"Sekarang... Apa yang buat kamu yakin kita harus ke sini?" Tanyaku lagi ke Frey. Lagian dia yang nunjuk!
"Karena gak mungkin dia ada di kota? Iya, kan?" Jawab Frey dengan gaya sok bener. :P
"Iya... Tapi percuma aja, Frey..." Kata Garnet lemas.
"Tapi ada benernya!" Kata Nekusuto tiba-tiba.
"Yes! Aku bener!" Seru Frey. -_-"
"Gak bener sepenuhnya... Tapi kamu bener kalo Mirai ada disalah satu portal ini..." Jawab Neko-eh... Nekusuto! (Nekusuto: Ngajak ribut nih... | Dash: Ih... Siapa lagi yang ngajak ribut...)
"Tapi yang mana?" Tanya Frey. (Kaz: My kawaii Princess! | *mata tajam* Hmm... | Kaz: Apa?!)
"Yang ini!" Kata Garnet. Oh iya! Dia gak ikut ngobrol tadi...
"Kenapa yang ini?" Tanya Frey lagi. (Kepo... -_-" | Kaz: Teganya kamu bilang dia itu kepo! | Oh... :v)
"Karena yang ini nyetrum..." Jawab Garnet.
"Apa hubungannya?" Tanya Frey lagi... -_-
"Iya! Bener! Ini portalnya!" Kata Neko-ih... Salah lagi... Next ^_^ biar pendek... (Nekusuto: tetep! | Dash: Oh, atuh!)
"Terus... Kalo memang ini portal yang bener... Gimana kita masuknya? Ini kan nyetrum..." Tanya Garnet. Yes! Frey berhenti berkepo-kepo!
"Nyetrum?! Tidak untukku..." Jawab Nekusuto atau apalah... -_-"
"Hah?! Tapi kenapa?!" Tanya... Frey... -_- mulai lagi... (Kaz: sesudah fanfic ini beres, gue gebukin loe! | Dash: Ini fanfic gak akan beres-beres, kok...)
"Gak tau... Mungkin karena kalian itu Earthmate..." Jawab Nekusuto atau Neko itu.. ;) (Nekusuto: DASH! GUE HAJAR LUH NANTI! | Dash: Nanti? Kenapa gak sekarang aja? Kabur! *kabur* | Woy! Serius woy!)
"Pokoknya yang keturunan Earthmate kayaknya gak akan bisa masuk ke portal ini..." Tambah Neko! (Nekusuto: LUH BERANI MACEM-MACEM SAMA NAME GUE?! | Dash: Iya! Berani! | Nekusuto: Ya udah! Gue hajar luh sekarang juga! | Mirai: Hey! Hey! Jangan ribut woy! Nanti aja ributnya! | Nekusuto: Ok! NANTI!)
"Hmm... Tapi... Umm... Sebentar! Aku coba dulu..." Kata Garnet. Dia masukin tangan ke portal itu lalu masuk aja...
"Whoa... Ternyata dia bisa..." Kagum Frey.
"Kenapa dia bisa masuk?" Tanya... (Kaz: Siapa nih?! Siapa nih?! | Dash: sabar atuh!) Tanya... Saya yang keren ini! (Kaz: Ish... Ge'er luh! | Dash: Saya memang anak terkece di sini! *dilempar peralatan ternak*)
"Kalau dia bisa masuk, berarti aku bisa!" Seru Frey.
"Tapi... Gimana caranya?" Tanya Frey.
"Hmm... Coba kamu simpan semangat waktu kamu masuk ke portal ini!" Usul Neko! (Nekusuto: Hhh.. Hhhh... Hhh... *kesel* | Mirai: Tenang, tenang!)
"Ok!" Jawab Frey sambil winking
Gak taunya bener! Dia bisa masuk ke portal itu. Ya udah, aku masuk juga...
Sesudah masuk ke portal itu...
"Kyaa! Tempat apa ini?!" Tanya Frey kaget sewaktu masuk ke tempat ini.
"Mirai pasti disini!" Kata Garnet.
"Ini tempat apaan?! Kok kayak tong sampah?" Tanyaku. Ya, ya, ya.. Gak lucu banget!
"Sekarang, kita harus cari dia ditempat ini!" Seru Nekusuto.
~ to be continued ~
Author: Udah... Aku potong aja chapter ini disini. Minasan Gomen!
Garnet: Huh? Maaf apaan?
Author: Aku takut gak bisa nerusin fanfic ini lagi!
Dash: Eh?! Tapi kenapa?
Author: Developer Rune Factory bankrut!
All OCs: APA?!
Author: Liat beritanya woy!
All OCs: *liat twitter, google, dll.*
Garnet: GAK MUNGKIN!
Cherry: Ahhh... Nanti gak seru lagi dong! Masa kita mau stuck di RF4... -_-
Raguna: Setidaknya Rune Factory 4 punya ending yang memang pantas untuk sebuah ending... /halah
Aden: Dasar!
Lest: Tapi ada benernya! Rune Factory 4 itu udah ngungkapin 4 Elder Dragon, udah ngalahin Ethelbert, dan... Begitu lah...
Frey: Masa kita jadi yang terakhir sih? Aku gak mau!
Kyle: Gak kebayang udah sampai sini Rune Factory tuh...
Mist: Udah bertahun-tahun Rune Factory tetap berjalan. Mudah-mudahan Rune Factory 4 bukan yang terakhir...
Pico: Ruu-chan!
Dolce: Hm?
Pico: Makasih udah ngeramein Rune Factory 4... Kamu itu jadi pusat perhatian banyak fans lho!
Dolce: Arigatou, Pico...
Cherry: Masih ada sambungannya, readers! Jangan dulu berhenti, ya! :')
