Chapter III
Don't worry Lucy, I'm here for u..
Siang itu, langit kota Rocvern Hill bewarna gelap dan angin berhembus sangat kencang. Seorang gadis scarlet tampak melayang diatas alun-alun kota bersama kucing biru bersayap yang terlihat terbang bersama gadis itu.
" Happy, bisakah kau bawa aku ke atap gedung itu" Tanya gadis scarlet yang dikenal sebagai Titania Erza itu.
" Aye.." Happy mengikuti kata-kata Erza, mereka sekarang berada di atap gedung tertinggi di kota itu.
" Lihat Happy, mereka tampak aneh." Erza memperhatikan tingkah Zombie dibawah sana dari atap gedung itu.
" Mereka?"
" Zombie itu."
" Apa yang salah dengan mereka Erza?" Entah bagaimana, Erza bisa melihat mereka dari tempat setinggi itu?!
" Entahlah, hanya saja mereka tampak aneh atau mungkin itu cuma perasaanku saja."
" Yup, mungkin cuma perasaanmu saja Erza." Ucap Happy lesu, dia tampak kelelahan, mungkin karena dia terbang sambil membawa Erza dan Armornya yang sudah pasti sangat berat.
" Kau bisa istirahat sebentar Happy."
" Aye...thanks Erza." Erza kembali menatap kebawah dengan tatapan menyelidik, entah apa yang sedang dipikirkan Erza.
Tetesan air sedikit demi sedikit mulai jatuh dari langit, Happy sepertinya ketiduran sementara Erza sedang memikirkan sesuatu.
Mereka berdua terlalu lama disana, sekarang langit berwarna orange kemerahan yang menandakan hari sudah sore dan air hujan mengguyur seisi kota dengan sangat deras...Lagipula apa yang dipikirkan Erza..?
" Happy, ayo kita pergi."
" Apa? Sekarang Erza."
" Ya, kita harus segera menemukan buku itu" Kucing biru itu mengeluarkan sayapnya, mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan.
" Aku pasti akan membunuhmu, Titania Erza..."
Sementara itu, di sebuah ruangan di lantai tertinggi sebuah gedung kosong di bagian barat Earthen Claw Guild.
Kalau dilihat dari luar, gedung ini memang terlihat sangat mengerikan. Tapi saat kau melihat ke dalam gedungnya, kau akan melihat ruangan yang masih sangat rapi, salah satunya seperti ruangan yang ditempati Lucy dan Natsu sekarang. Tapi ruangan ini seperti tidak pernah dimasuki Zombie, baguslah kalau begitu.
Mereka memblokir pintu dengan beberapa perabotan yang ada disana, itu untuk mencegah Zombie masuk, yah setidaknya Natsu bisa memulihkan tenaganya dulu, begitupula dengan Lucy. Cuma buat jaga-jaga..
" Huft.. lihatkan Lucy?! seperti yang kukatakan, kita pasti bisa keluar dari tempat itu..he..he." Ucap Natsu dengan senyum khasnya. Dia sedang duduk di sofa yang letaknya agak jauh dari pintu, sepertinya Natsu sangat lelah setelah menggunakan seluruh tenaganya untuk mencapai gedung tempat dia dan Lucy berada sekarang.
" ..." Lucy tidak menghiraukannya, sekarang perasaannya sedang sangat kacau.
" Tenanglah Lucy, semuanya akan kembali normal. Karena itu kita harus berusaha bersama"
" Natsu..."
" Ayolah Lucy! lagipula mereka hanya makhluk tak berotak, mereka bukan tandingan kita." Sungguh aneh melihat Natsu mengatakan hal itu dengan senyum diwajahnya, tapi entah kenapa aku selalu merasa tenang didekatnya?!.
" Natsu, kau juga mengatakan hal itu sebelumnya."
" Benarkah?! He..he.." Itulah Natsu yang kukenal.
Flashback...
"Ayo Lucy kita hancurkan mereka semua."
" Apa? Tapi Natsu, kita tidak boleh-"
" Lucy, percayalah padaku." Natsu menatap Lucy.
" Baiklah Natsu." Natsu menggenggam lengan Lucy…
" Sekarang naiklah ke pundakku!" Natsu berkata dengan nada sedikit memerintah. " Cepat Lucy" sambungnya.
" AAppaaaa? Ta..tapi Natsu..aku.." Bisa dibayangkan sekarang wajah Lucy berwarna merah.
" Time's Out." Natsu segera menggendong Lucy tanpa mendapat persetujuan darinya. " Maaf Lucy, tapi kau terlalu lambat. Sekarang berpeganganlah dengan erat karena ini akan jadi perjalanan yang sangat sulit." Seru Natsu, Lucy hanya bisa merona dibalik pundak Natsu.
" Rasakan ini makhluk jelek, Fire Magic Crimson Lotus: Exploding Flame Blade." Dengan api yang melingkar disekitar tubuhnya, Natsu berhasil membuat beberapa Zombie terpental jauh.
" Sekali lagi, Fire Magic Crimson Lotus: Exploding Flame Blade." Beberapa Zombie yang berada di hadapan Natsu ikut terpental dan membentuk sebuah jalan hingga ke luar Guild. Sekarang mereka bisa melewati jalan itu.
Kenapa tidak terpikirkan sejak awal, memang trio Earthen Claw itu bilang jangan menyakiti Zombie itu. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan hal itu, lagipula, walau berapa kalipun Zombie itu dibakar, dibekukan atau apapun yang semacamnya, mereka tetap saja tidak akan mati. Maksudku mereka memang bisa mati kalau kepala mereka ditusuk tapi tidak kalau dibakar, kau benar-benar hebat Natsu..
sayangnya api yang dibuat Natsu membuat lebih banyak Zombie mendekati tempat itu.
" Apa? kenapa mereka menjadi lebih banyak."
" Kau tau Natsu?! semakin terang api itu, maka semakin banyak pula jumlah mereka." benar, aku lupa soal itu. zombie akan datang ketempat yang bercahaya.
" Geez, kalau begitu kita akan tunjukkan siapa bosnya."
" Tu..tunggu Natsu, tidakkah kau mengerti apa yang kukatakan tadi.."
" Fire Magic:Brilliant Flame -" Sekali lagi Natsu membuat keributan disana.
Natsu terus saja menyerang para Zombie dengan sihir apinya. Tapi, bukannya berkurang, Zombie itu malah bertambah banyak.
kadang dia juga sangat bodoh, lucy menghela napas panjang.
Natsu mulai kelelahan sekarang, mungkin itu karena dia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menyerang Zombie itu, walau sebenarnya hal itu tidak berguna. Karena setiap Natsu menyerang beberapa Zombie, maka Zombie yang lain akan berdatangan.
Aku juga harus membantu Natsu, hmm Taurus, cancer, sagitarius, Aries?
" I Open thee! Gate of the Ram!" Lucy mengeluarkan kunci dengan gambar tanduk domba dibagian atasnya. " Aries!"
Sesaat kemudian, munculah seorang perempuan berambut pink dengan sepasang tanduk dikepalanya, dia mengenakan pakaian wool-style berwarna putih, itulah Aries. " I'm so sorry"
" Aries, serang makhluk itu!" Perintah Lucy, Aries segera menyerang para Zombie itu dengan Magic Wool Bombnya. Sayangnya, sihir Aries tidak berfungsi pada Zombie itu.
" I'm so sorry Mrs. Lucy"
" Tidak apa-apa Aries, kau bisa kembali"
" Baik Mrs. Lucy" Belum sempat Aries menghilang, salah satu dari Zombie yang ada didekat mereka menyerang Aries. " Aghh..Mrs. Lucy.."
" Aries!"
Suasana menjadi hening seperti waktu baru saja berhenti, para Zombie itu tidak bergerak sedikitpun dan begitupula dengan Natsu.
" Ti..tidak mungkin..Aries!" Sepertinya roh selestial juga bisa berubah menjadi Zombie, dan itulah yang terjadi pada Aries. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, mereka bukan Zombie biasa tapi mereka terkena pengaruh dari sebuah sihir dan itu berarti semuanya bisa saja berubah jadi Zombie bahkan roh selestial sekalipun.
" Fire Magic Crimson Lotus: Exploding Flame Blade" Natsu menghempaskan Zombie dihadapannya.
" Natsu..?"
" Lucy, kita pasti bisa megembalikannya seperti semula, setelah kita menemukan buku itu"
" Kau benar Natsu Tapi.." Natsu kembali menggendong Lucy.
" Sudahlah..Ayo kita pergi..!"
" Natsu, apa kau mau membantuku?"
" Ha?"
" Membantuku membuat Aries kembali normal"
" Kenapa kau bertanya Lucy?! Tentu saja aku akan membantumu, aku akan selalu ada untukmu Lucy." Lagi-lagi wajah Lucy merona, Lucy menggenggam leher Natsu dengan sangat erat.
" Hey Lucy, aku tidak bisa bernapas"
" Maaf Natsu..he..he.." Lucy hanya tersenyum melihat Natsu.
" Ada apa dengan senyum aneh itu."
" Apa kau bilang"
" He..he.." Natsu terus berlari menuju sebuah gedung di bagian barat Earthen Claw sambil terus menggunakan sihir apinya untuk menyingkirkan Zombie yang menghalangi Jalan mereka. Sementara Lucy hanya berdiam diri menatap dari balik punggung Natsu
Natsu benar, aku harus berusaha menghilangkan efek sihir itu. Aries harus kembali menjadi normal, karena ini semua salahku. Aku Tak mau hanya menjadi beban bagi orang lain, aku juga harus berusaha sekuat tenaga.
Flashback end
Ya, disinilah Lucy dan Natsu sekarang...
" Grrk..." Lucy memperhatikan Natsu yang tertidur pulas di sofa.
" Hahh..seandainya aku tau akan jadi begini, aku hanya menyusahkan Natsu saja.."
" Hmmm" tanpa sadar, Natsu memeluk Lucy yang dari tadi memperhatikannya.
" Na..Natsu.." Wajah Lucy memerah.
" Brruukkkkk" Sebuah suara keras membuat Lucy hampir melompat saking kagetnya. Mengganggu saja..
" BERISIIIIKKKK" Nampaknya Natsu telah terbangun dari tidurnya.
" Natsu?!"
" Hmm Lucy?" mereka memperhatikan pintu, seseorang mendobrak pintu itu. Tidak! Bukan satu orang, dilihat dari kekuatannya, sepertinya ada beberapa orang diluar sana.
" Apakah itu Zombie?" Kini Lucy berusaha sejauh mungkin dari pintu.
" Entahlah.. tapi siapapun atau apapun itu, dia sudah mengganggu tidur siangku" Natsu berdiri dengan siaga. Sedangkan Lucy sudah beralih dari balik sofa, dia memberanikan dirinya untuk berdiri disamping Natsu, dia tidak ingin menyusahkan Natsu lagi.
" Apa kau hanya mementingkan tidur siangmu Natsu." Ucap Lucy pelan
" Bruukk.. .." Pintu ruangan itu hancur berkeping-keping. Disaat yang bersamaan, sesosok lelaki bertubuh kekar masuk ke dalam ruangan itu bersama dengan seorang gadis yang lebih rendah darinya. Natsu dan Lucy hanya bisa berdiam diri melihat lelaki itu..
" Kau.." Seru Natsu dan Lucy secara bersamaan, angin berhembus melalui jendela, waktu seakan kembali berheni. Natsu dan Lucy seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
" Kita ketemu lagi.." Lelaki itu tersenyum sinis ke arah Natsu.
" Apa yang kau lakukan disini?"
" Tidak perlu bertanya, tentu saja untuk membunuh kalian!"
To Be Continue...
" Tap..tap..tap..." Gray dan Juvia berlari melewati taman dengan beberapa Zombie dibelakangnya...
" Gray-sama! Sampai kapan kita harus berlari seperti ini?"
" Entahlah Juvia, tapi kita harus mencari tempat yang tidak ada Zombienya."
" Tapi dimana Gray-sama?"
" Aku juga tidak tau dimana? dan sebenarnya kenapa kita bisa dikejar-kejar Zombie begini sih?!"
" Kalau mau tau apa yang terjadi pada Juvia dan Gray-sama, nantikan Chapter berikutnya"
" Hey tunggu jangan tinggalkan kami begini."
" Benar juga, jangan langsung pergi, Review dulu. OK !" ;)
" Bukan itu yang aku maksud Juvia, sudahlah See you next Time"
" Gray-sama!"
I Hope you like it..
thanks udah baca cerita NaGi and thanks juga buat reviewnya ya readers, sorry chapter III nya telat..
Oh iya, ini NaLu dulu, GrUvia akan ada di chapter berikutnya.. ^ ^
