Chapter IV

Enemy? Really?

" Arghhh!...Sekarang kita harus pergi kemana? Aku rasa, kita sudah kehilangan arah sejak kita lari ditaman tadi"

" Tapi selama Juvia masih didekat Gray-sama, Juvia bahagia." Juvia menggenggam lengan Gray.

" Juvia, Apa yang kau lakukan disaat seperti ini" Gray berusaha melepaskan genggaman Juvia dari lengannya.

" Apa Gray-sama membenci Juvia." Juvia memandang Gray-sama dengan pupy-eyes nya yang sukses melumpuhkan Gray.

" Kali ini saja"

" Yey.."

" Hey Juvia, apa kau tau kita berada dimana sekarang?"

" Ya, di gang sempit diantara dua buah gedung."

" Andai ada peta..Aku hanya ingin tau, jalan mana yang harus kita lewati."

" Kita hanya perlu jalan ke arah kiri, kemudian belok kanan di sebuah perempatan, dari sana kita tinggal jalan lurus, maka kita akan sampai ke perpustakaan."

" Juvia" Gray menatap Juvia. " Bagaimana kau bisa tau hal itu?" sambung Gray.

" I..itu..Juvia.."

" JUVIA, KALAU KAU TAU HAL ITU SEJAK AWAL. KENAPA TIDAK BILANG, KITA BISA LANGSUNG SAMPAI, KAN?! Dan aku akan menang dari Natsu"

" Ta..tapi G..Gray-sama.."

" Dua pasangan lagi." Terdengar suara seorang perempuan yang familier di telinga Gray.

" Ha?" Gray berbalik. Dia hanya bisa melihat kegelapan menutupi sosok perempuan itu.

Perempuan itu melangkah maju, selangkah demi selangkah, hingga sosoknya bisa terlihat sepenuhnya.

" Yuko?.." Juvia berusaha memastikan, apakah yang ada dihadapannya benar-benar orang yang membawa Lucy dan Natsu kesini.

" Kau masih ingat aku rupanya."

" Tentu saja, kita baru bertemu beberapa jam yang lalu, bagaimana mungkin kami lupa, kenapa kau ada disini?"

" Kenapa? tentu saja untuk membunuh kalian.."

" Appaa? apa maksudmu? kenapa kau harus membunuh kami, bukankah kau dan kedua temanmu itu yang membawa kami kesini?!"

" Kami ingin menghancurkan Fairy Tail. Tapi sebelum kami menghancurkan serikat kalian, kami akan menghancurkan penyihir terkuat dari Fairy Tail dulu."

" Karena itukah kalian membuat permintaan misi kelas S, karena misi itu hanya untuk penyihir yang kuat saja, kan"

" Tepat sekali"

" Hee, kau salah mengerti tentang Fairy Tail, walaupun di sana tertulis misi kelas S, tapi kebanyakan dari mereka selalu mengabaikannya. Kau beruntung, Natsu selalu saja mencuri misi kelas S. Kalau tidak, semua usaha kalian akan percuma." Gray melancarkan senyum khasnya.

" Ha..ha..ha..Kalau tidak ada yang mengambil misi itu, tentu saja kami yang akan menyerbu kesana.."

" Apa! Kau.." Gray mengepal tangan saking kesalnya.

" Walau kau menyerang Fairy Tail, tapi Juvia yakin, Mira san, Laxus, Gajeel, dan yang lainnya pasti akan mengalahkan kalian."

" Oh benarkah? Apa kalian sudah lupa tentang Kristal Es itu?" Gray dan Juvia kembali teringat tentang keadaan Guild saat mereka pergi kesini melalui lubang hitam aneh itu.

" Ja..jangan-jangan.."


" Ya, Kristal Es itu akan hancur dengan sendirinya, kalian punya waktu 1 minggu sebelum Kristal Es itu hancur."

" Geez, KENAPA? KENAPA KALIAN MAU MENGHANCURKAN FAIRY TAIL?" Natsu melontarkan tinjunya ke wajah pria di hadapannya itu, namun berhasil ditangkisnya, kemudian pria yang dikenal sebagai Zike itu meninju Natsu tepat dibagian perutnya, Natsu terhempas ditembok, darah keluar dari mulutnya.

" Natsu!" Lucy menghampiri Natsu yang sudah tidak berdaya, tapi Zike sempat menarik lengan Lucy kemudian melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya pada Natsu. Lucy terduduk lemah.

" Cih, kalian sangat lemah, tak kusangka penyihir dari Fairy Tail akan sangat mudah dikalahkan..ha..ha..ha" Zike melangkah keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba..

" Brakk" Zike menerima hantaman keras di punggungnya.

" Apa? si..siapa kau..?" Seorang pria berambut orange dengan kacamata biru berdiri dihadapannya. siap menghajarnya lagi.

" Yang tadi karena sudah menghina Fairy Tail." Leo alias Loki keluar dengan kemampuannya sendiri, karena dia tau masternya sedang dalam bahaya. " Dan yang ini karena kau sudah menyakiti My princess" Sekali lagi Loki melayangkan tinjunya di wajah Zike yang sukses membuat tubuhnya terbentur keras di tembok...

" Sekali lagi" Loki kembali melayangkan tinjunya kearah Zike, tapi...

" Magic Power: Fire Explosion" Loki menghentikan langkahnya. " Habislah kalian penyihir Fairy Tail." Zike tersenyum sinis pada loki, sesaat kemudian gedung tempat mereka berada sekarang meledak, ledakan yang sangat besar hingga menyebabkan gadung besar itu hancur berkeping-keping.

Loki menggendong Lucy yang tak sadarkan diri, mereka sekarang berada di jalan, sementara Natsu...

" Huuuffftt" Natsu menghisap api akibat ledakan tadi, sekarang tenaganya sudah pulih lagi. Natsu mengambang diudara.

" Terima kasih untuk makanannya, sekarang aku sangat bersemangat..ha..ha.." Seru Natsu bersemangat dengan senyum yang memperlihatkan deretan giginya yang rapi.

" Ternyata benar, kau sang Dragon Slayer itu, benarkan Salamander. Kalau begitu, aku akan mengalahkanmu"

" Apapun yang katakan itu tidak penting, kau sudah menyakiti Lucy. Maka kau akan membayarnya, Fire Magic: Dragon's Roar." sebuah bola api raksasa menghantam Zike, membuatnya jatuh di reruntuhan gedung. Natsu segera turun dan mendatangi tempat Lucy dan Loki berada.

" Ha..kau pikir kau bisa mengalahkanku begitu saja Salamander? kalau begitu kau salah, Magic Power: Zombie take over."

" Apa?" Loki dan Natsu tidak bisa berkata apa-apa saat ratusan Zombie menyerbu ke arah Lucy dan Loki.

" Habislah kalian."


" Jadi kalianlah yang sebenarnya menciptakan sihir Zombie itu, kan?!" Gray tidak bisa menahan amarahnya. " Kau sudah melukai ribuan atau bahkan jutaan orang yang tak bersalah."

" Kau sudah tau terlalu banyak, akan kumulai permainan berburu Zombie ini, kau dan teman-temanmu punya waktu 1 minggu. Minggu depan, saat matahari terbenam, permainan berakhir. kalau kalian berhasil mengalahkan kami sebelum saat itu tiba, maka kami akan mengembalikan semua orang di Guild kalian dan para zombie ini kembali normal. Tapi kalau kalian tidak berhasil, kalian tau akibatnya, kan..ha..ha...ha.." Yuko menghilang dalam kabut yang tiba-tiba memenuhi seluruh kota.

" Kalau dia ingin bertarung, kenapa tidak sekarang saja?"

" Mungkin, dia ingin menyulitkan kita."

" Maksudmu?"

" Seperti permainan Hide and seek. Mereka bersembunyi, kita mencari, kalau beruntung kita akan menemukan mereka, kalau tidak kita akan berhadapan dengan para Zombie itu.

" Kau hebat Juvia, Ini akan jadi permainan yang menarik."

hebat..?! Gray-sama baru bilang Juvia hebat...

" Gray-sama.." Juvia memeluk Gray dengan wajah memerah.

" Ju..Juvia...lepaskan aku.." Gray berusaha melepaskan pelukan Juvia.

" Gray-sama I LOVE YOU." Juvia memeluk Gray semakin erat..

" Tu..tunggu..JUVIA!" teriak Gray, tapi sepertinya teriakan Gray membuat beberapa Zombie menghampiri mereka.

Mereka berlari menuju perpustakaan yang letaknya sudah tidak jauh dari tempat mereka tadi dan tentu saja, dengan gerombolan Zombie di belakang mereka..

To Be Continue...


End of this chapter, see u in the next chapter...

Thanks, reviewnya please...

kritik atau sarannya kutunggu..

by: NaGi