Hidden Library


Rintikan air hujan mulai menyirami jalanan kota Rocvern Hill, Gray dan Juvia kewalahan mengitari kota. Beberapa kali mereka melewati jalan yang sama walaupun perpustakaan yang dituju sudah tinggal beberapa meter lagi jaraknya, namun entah kenapa mereka tidak sampai juga di perpustakaan itu.

"Sialan, jangan-jangan mereka sudah menjebak kita!." Seru Gray kesal, siraman air hujan sudah membuat sekujur tubuhnya basah.

"Tenanglah Gray sama, kita pasti akan sampai." Juvia mencoba menenangkan.

"Apa kau sadar, kita sudah berkeliling kota ini entah berapa kali dan kita tidak juga menemukan perpustakaan itu!." Gray meremas pundak Juvia wajahnya berwarna kemerahan karena amarah, Juvia tau ini adalah kesempatan terbaik untuk mendekati Gray tapi… Juvia menepis tangan Gray dari pundaknya, Juvia berusaha mundur beberapa langkah tapi kakinya tergelincir akibat pijakan yang sangat licin akibat hujan. Akhhhh….

"Juvia..!" Gray menangkap tubuh Juvia, saat ini bulan purnama berada di puncak langit, wajah Juvia yang kemerahan tampak sangat jelas dibawah sinar bulan.

"G..Gray Sama…" wajahnya masih bersemu merah.

"Aku tau Juvia, aku minta maaf. Aku hanya-."

"Tidak…tidak..Gray Sama…"

"Mungkin kamu tidak akan memaafkanku, tapi.."

"Gray Sama!." Juvia berteriak sangat kencang hingga menarik perhatian Zombie di sekitar sungai tersebut.

Sebagai penjelas, Gray membuat lantai es di tengah-tengah sungai hanya untuk beristirahat dari para zombie untuk sementara waktu.

Tapi teriakan Juvia tadi telah memancing beberapa Zombie mendekat, para Zombie itu berjalan menembus air, tidak berenang tapi tidak juga tenggelam ataupun menyelam, tapi BERJALAN!

"Cih, sejak kapan Zombie bisa berkeliaran di air?." Lantai es yang dibuat Gray bergoyang-goyang akibat ombak yang ditimbulkan dari Zombie yang menuruni daratan menuju sungai, satu persatu para Zombie masuk ke dalam air menuju kearah Juvia dan Gray. Juvia mengubah tubuhnya menjadi air kemudian dia mengunci Gray didalam tubuhnya, mereka berdua meluncur lurus hingga menukik ke bawah, kearah air terjun? Kenapa ada Air hujan di sungai, di tengah kota?.

Juvia dan Gray meluncur semakin kebawah mengikuti aliran sungai, hanya kegelapan yang menemani mereka. Hingga sebuah hempasan keras membuat keduanya kesakitan, tiba-tiba deretan lilin menyala satu persatu membuat ruangan itu tampak jelas. Gray mengerang ketika berusaha bangun..

"Juvia?"

"Ya Gray-sama?."

"Sampai kapan kau berencana untuk berada diatasku." Juvia bergerak menjauh sementara Gray segera berdiri mengamati sekeliling. Juvia memegang kedua pipinya, wajahnya memerah, padahal dia berharap bisa lebih lama berada di pelukan Gray-sama…

"Haaa~~" Juvia menghela nafas.

"Juvia ada apa?." Gray mengerutkan dahinya, menghampiri Juvia.

"Ah..eh..tidak ada apa-apa." Sahut Juvia agak linglung.

"Ah sudahlah, yang penting sekarang…Lihatlah ini! Hehe." Gray menyeringai sambil membentangkan kedua tangannya. Juvia tampak takjub melihat pemandangan luar biasa yang ada disekelilingnya, di tempat ini tidak tampak ada satu Zombie pun. Sepertinya tempat ini tersembunyi dari dunia luar.

"Heh..selamat datang di perpustakaan Rocvern Hill." Sebuah suara berat terdengar entah darimana, tapi yang pasti, dari sini semuanya tidak akan berjalan dengan mudah.


To be continue~~

Sorry for the late update..