Cast
Jeon Wonwoo
Hong Jisoo
Wen Junhui
Kim Mingyu
.
.
.
Hari ini Jisoo berencana akan membawa Wonwoo pergi kesebuah pulau pribadi yang di berikan daddynya padanya dia berencana akan melakuakn kencan romantis disana bersama Wonwoo hanya berdua dan itu sangat menyenangkan kerena dua hari mulai dari ini sekolahnya libur dan ini adalah jatannya.
"Ah… aku memang tampan" Jisoo melihat dirinya di kaca kamar mandi yang berembun karena uap air hangat yang membasahi tubuhnya.
Mansion megah tempat Jisoo tinggal terlihat sangat sepi sampai saat dia berjalan terdengar suara sepatunya, dimana yang lain? Jisoo melihat hanya ada beberapa orang berjas yang di suruh sang daddy untuk menjaga mansion yang di tempatinya dan keluarganya.
Jisoo berjalan keluar rumah menghampiri mobil Lincoln Continental 1961 yang dia beli di pelelangan dengan harga $60.000 yang berarti kalau di Won-kan bisa mencapai ₩72.000.000Bukankah terlihat seperti membuang uang? Tapi Jisoo merasa menikmati mobilnya, di bandingkan seluruh keluarganya yang lebih menyukai mobil sport atau mobil bermuatan banyak dia lebih menyukai mobil classic seperti salah satu mobil yang dia kendarai sekarag.
Terlihat banyak sekali yeoja dan namja yang melihat ke arahnya bagai mana tidak, mobilnya yang hitam licin dengan atap terbuka dan memperlihatkan Jisoo yang mengenakan Celana pendek berwarna earth tone di padukan dengan Kaos putih print full dengan kemeja yang tanpa di kancing degan lengannya di gulung sampai siku juga sepatu hitam. santai tapi terlihat keren oh ya jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya yang menambah ketampanannya.
Jisoo terlihat ke sebuah banguna yang tidak begitu besar tapi cukup untuk menampung beberapa kepala tak lama Jisoo memarkirkan mobilnya dia terlihat wonwoo keluar dari dalamnya dengan tampilan santainya dia terlihat sangat manis, Wonwoo menghampiri mobil jisoo yang terpakir di depan gerbangnya dan membuka pintu mobil di sebelah Jisoo dan duduk di jok putih di sebelah Jisoo.
"Sudah siap untuk pergi?" Jisoo menatap Wonwoo sambil tersenyum manis dia menatap Wonwoo, sedangkan Wonwoo yang di Tanya hanya mengangguk meng iyakan pertanyaan Jisoo
"Ayo kita pergi!" Jisoo menyalakan mesin mobilnya dan berlalu dengan deru mesin yang semakin menjauh dari tempat Wonwoo datang tadi, dalam perjalan kea rah pelabuhan ada saja tingkah Wonwoo yang membuatnya gemas entah itu membuat lelucon atau memasang muka yang cemberut hingga membuat pipinya mengembung lucu, kalau saja dia tidak menyetir akan di makan Wonwoo saat ini juga.
Jisoo dan Wonwoo sampai di pelabuhan di sana sudah terdapat speed boat yang di tunggui oleh beberapa oang berjas hitam, Jisoo keluar dari mobilnya dan beralih pada pintu mobil Wonwoo, Jisoo membukakan pintunya untuk Wonwoo dan Wonwoo yang melihat itu hanya tersenyum kecil dia tau Jisoo itu seorang gentleman tapi hello! Wonwoo itu seorang namja okey.
"Kenapa hyung harus bukakan pintuny?a aku kan bisa sendiri hyung" Wonwoo mengembungkan pipinya lucu yang membuat Jisoo tidak tahan mencium bibir merah muda Wonwoo dia menangkupa pipi Wonwoo dan menciumnya dalam tanpa memperdulikan ada beberapa orang yang memperhatikan mereka, Wonwoo yang kehabisan napas pun memmukul dada Jisoo pelan member tanda bahwa dia butuh udara
"Yak! Kenapa hyung malah menciumku?" Jisoo yang mendengar omelan Wonwoo mengangap angin laud an menarik Wonwoo untuk naik ke speed boat yang sudah di sediakna di ujung pelabuhan itu, Jisoo naik ke speed boat dan membantu Wonwoo untuk menaikinya dengan memegang tangan Wonwoo persis seperti yeoja dengan sepatu haknya.
"Kalian semua pulanglah dan bawa mobilku" Jisoo melemparkan kunci mobilnya pada orang orang yang menunggu itu dengan nada datar memerintah dengan suaranya yang berat
"Ya, Tuan muda kami mengerti" Jawab orang berjas hitam yang berdiri seperti patung tadi membungku pada Jisoo sesaat dan pergi meninggalkan Jisoo dan Wonwoo di speed boat yang cukup besar tersebut.
"Ayo Wonie kita kedalam aku akan mengendarai speed boatnya dan kau harus jadi anak baik mengerti" Jisoo mengusap kepala Wonwoo sayang dan menarik tangan Wonwoo untuk masuk kedalam ruang kendali. Jisoo mulai menjalankan Mesinnya dan meninggalkan ujung pelabuhan
"Hyung kita akan kemana hyung?" Wonwoo menatap jisoo yang masih mengemudikan speed boatnya dengan tenang dia menyeringai dan beralih menatap Wonwoo dan kembali ke kaca depan dengan pemandangan laut lepas berwarna biru tua
"Kau akan tau nanti Wonnie" Jisoo menjalankan speed boatnya tenang hening melanda keduanya dan kadang kala guncangan speed boat yang melawan ombak menjadi teman keduannya sampai Jisoo menghentikan speed boatnya, Wonwoo menatap Heran Jisoo
"hyung kenmphhhh hyunghhhh" Jisoo berjalan ke arah wonwoo dan mencium bibirnya dalam Jisoo memasukan lidahnya ke dalam mulut Wonwoo bertarung lidah saling menggigit dan menarik satu sama lain sampai saliva kelura disisi bibir mereka entah itu punya Wonwoo mau pun Jisoo. Hampir satu menit mereka berciuman satu sama lain, karena sama-sama kehabisan nafas mereka berduapun melepaskan kaitan di bibir mereka, terlihat wajah Wonwoo yang kemerahan mata sayu dan nafas yang memeburu menatap Jisoo heran
"Aku tau kau pernah bermain dengan mingyu di mobil dan itu hal yang baru bagimu aku juga ingin mencoba hal yang sama ayo kita bermain di atas laut wonnie" Jisoo mengatakannya sangat dekat dengan telinga Wonwoo yang sensitive dengan nada berat
"Bagaimana?" Jisoo menatap wajah Wonwoo yang memerah karena malu, Jisoo menyeringai yang membuat ketampanannya bertamah dua kali lipat dia mencium Wonwoo dan mengangkatnya bagai anak panda melewati jalan samping dan sampai di bagian depan speed boat
"Apa yang tidak pernah aku tau dari seorang Jeon Wonwoo hem? Jisoo menurunkan badan Wonwoo di dekat kaca pengemudi dan menciumnya lagi dengan dalam, Jisoo mulai menurunkan ciumannnya keleher putih Wonwoo menyesapnya sampai meninggalkan warna merak keunguan di lehernya
"eungggg hyunghhhh stophhhhh..ahhhhh" Jisoo menyeringai senang wwalau Wonwoo terkesan melarangnya tapi beda dengan apa yang terjadi sekarang Wonwoo menahan kepalanya dengan meremas rambut hitam Jisoo
"Eunggggg jisoohh hyunggggg jehhhbalahhhhh"
Jisoo yang melihat itu hanya menarik bibirnya seksi melihat karyanya pada leher Wonwoo, Jisoo mulai menurunkan ciuman ke bahu mulus Wonwoo sambil membuka kancing Baju kemeja pantai Wonwoo yang longar seketika matanya beralih pada nipel keras berwarna pink coklat Wonwoo
"Oh.. lihat ini Wonwoo ya dia sangat keras dan menggoda" Jisoo memainkan nippel Wonwoo dengan lidahnya kadang dia menggitnya gemas yang membuat Wonwoo mengerang sambil menjenggut rambut hitam lurus Jisoo yang memainkian dadanya
"Eunggghhhhhh Jiahhhhhh jahhngannhhhmmm" Wonwoo terus mengerang membuat Jisoo bertamabah horny dan malah semakin menjadi, Jisoo kembali mengecupi seluruh jengkal tubuh Wonwoo yang sedang mengeliat seperti cacing kepanasan
Jisoo berhenti saat dia sudah mencapai celana pendek Wonwoo dia melihat sekilas Wonwoo dengan seringaiannya, sejenak lalu kembali pada objek yang menabjukan menurutnya yaitu daerah selatan Wonwoo yang sudah menegang dia meniup sekilas junior Wonwoo dari luar celana yang di kenakan Wonwoo
"Eunghhhhhh hyungghhhhmmp bukka hyunggghhhh" Wonwoo mengerang Frusatasi saat Jisoo meniup junior dari luar celana yang dia kenakan karena celananya terlalu tipis juga ini adalah pemberian Jun
"Apa yang harus ku buka Wonnie?" Jisoo melihat Wonwoo dengan tatapan 'ayo-menggoda-wonwoo' yang membuat Wonwoo frustasi menatap Jisoo yang malah mempermainkannnya saaat sedang horny seperti ini
"Hyunghhhhhh jehbalhhhhahmp ahhhhh"
Wonwoo menatap Jisoo dengan frustasi yang menurut Jisoo sangat sangat menggoda bagai mana tidak Wonwoo menatapnya dengan Tatapan Seperti bitch sekarang dengan wajah merrah dan tatapan sayu juga lidahnya yang dikeluarkan menyapu bibir atasnya dan beralih mengigit bibir bengkak berwarna merahnya
"Oh? Apa kau sedang menggodaku Wonnie?" Jisoo menaikan sebelah alisnya dan tersenyum menggoda pada Wownoo
"Akuhhh? Apa akuh terlihat seperti menggoda mu hyunggg" Wonwoo menatap Jisoo nyalang Jisoo hanya terdiam dengan tatapn datarnya dia langsung menarik Wonwoo dan mencium bibirnya dengan sesekali menggitnya yang membuat luka di bibir Wonwoo tapi itu tidak membuat ciuman itu berhenti malah membuat keduannya memperdalam ciumannya
"Emphhhh emhhhhh hnnnnn" Wonwoo menekan kkepala Jisoo untuk memeperdalam ciumannnya seperti tidak ingin berpisah dari bibir itu, sejenak di leppas tautan keduannya dan saling menatap dengan tatapan gairah yang membara
"Jisoo hyungggg" Wonwoo menatap Jisoo dalam dia mendekatkan bibirnya pada telingga Jisoo dan menyeringai kecil
"Fuck me Jisoo-ya, buat aku pingsan oleh juniormu, jangan pernah berhenti walau aku memintannya Jisoo-ya" Wonwoo mengucapkannya tanpa segan seakan menyuruh Jisoo untuk menghabisinya tanpa ampun, Jisoo yang mendengar iru langsung mengukung Wonwoo di bawahnya dan langsung membuka kaosnya melepaskan celana Wonwoo dan menurunkan dalamannnya
"Kau sudah sangat keras bitch? Liat junior pink mu baby dia terlihat sangat manis bukan?" Jisoo menyentil junior tegang Wonwoo dengan senyuman dia turunkan kepalanya dan mencium ujung junior Wonwoo memainkan lidahnya di lubang kecil di ujung kepala junior berwarna pink tersebut
"eungggghhhhhh lebihhhh dalhhlam ahhhhkkk" Wonwoo mengerang dengan menekan kepala Jisoo yang tengah mengulum juniornya kadang Jisoo menggigitnya membuat Wonwoo mengerang kenikatan
"Eunghhhhh hyughnnnnn"
"Ahhh fu*khhh ahhhhh inihhhh nikahhhmathhhh"
Jisoo yangb melihat Wonwoo mengerang frustasi meenatapnya senang karena dia suka Wonwoo yang seperti ini
"Ahhhhhh Jihhhahhh cumm cumhhhhhh"
CROT
CROT
CROT
Wonwoo melengkungkan badannya sambil menjenggut rambut hitam Jisoo, sedangkan Jisoo dia menelan sperma Wonwoo karena apa yang ada di Wonwoo semuanya manis
"Hah hyunggg ini sangat menyenagkan" Wonwoo tersenyum pada Jisoo yang menaiki badannya dengan senyuman yang berbeda ini adalah senyum menggoda yang bercampur gairah membara
"Aku tau tapi aku belum selesai baby!" Jisoo membuaka kancing celananya di ikuti suara resleting yang terdengar itu membuat Wonwoo sedikikt merinding, Jisoo membuka dalamnnya dan terlihatlah junior berurat berwarna merah kepunyaan Jisoo
Wonwoo menelan ludahnya susah walau berapa kalipun dia di suguhi pemandangan seperti ini tetap saja membuat Wonwoo menelan ludahnya susah Jisoo mulai menggocok junior beruratnya dan mengaraknannya pada muka Wonwoo
"Suck it baby!" Perintah Jisoo pada Wonwoo yang dilakukan Wonwoo dia mulai memegang juniornya Jisoo dengan dua tangan dan mengocoknya pelan melihat Jisoo yang berdiri dengan tangannya pada kepala Wonwoo.
"Uhhhh baby masukan kemulut slutmu" Jisoo menarik keapala Wonwoo dan menusukkan junior beruratnya pada bibir bengkak Wonwoo yang di buka dengan senang hati oleh Wonwoo
"Shhhh, ahhhh ini sangat shhhh"
Jisoo memaju mundurkan Juniornya dia terus melakukan itu tanpa melihat Wonwoo yang kesusahan nafas
"Ahhhh lebih cepat lagi Wonnie baby" Jisoo melakukan deep throatblowjob tanpa dia sadari dan membuat Wonwoo tersedak dalam blowjonya menatap Jisoo yang menyeringai
"Apa kau suka baby?" Jisoo menatap Wonwoo dengan tangannya yang memaju-mundurkan kepala Wownoo junior Jisoo terlihat lebih mengembung dari awal dan terlihat Jisoo dengan urat di lehernya yang dia dongakkan ke atas dan mata terpejam.
Wownoo tau bahwa Jisoo akan cum sebentar lagi
"Shhhh aghhhhhhh ahhhhh cum cum"
Jisoo menekan kepala Wonwoo yang pasrah karena dia sudah lemas sedari tadi juga sedikit susah untuk bernafas jadi dia pasrah saja
CROT
CROT
CROT
Wonwoo merasakan seperma hangat Jisoo mengalir dikerongkongannya seperti Ice Cream tapi kalau Ice Cream dingin ini lebih ke hangat dan Wonwoo suka sensasinya, Jisoo melepaskn kepala Wonwoo dan mengelurkan Juniornya dari mulut hangat Wonwoo
Jisoo mengusap kepala Wonwoo dan tersenyum manis, pada Wonwoo yang kelelahan
"Pakai kembali bajumu Wonnie aku tidak ingin menyerangmu disini karena tempat ini tidak terlalu enak untuk membuatmu minta ampun padaku" Jisoo kembali menggunakan dalamannya dan celananya juga kaosnya di ikuti Wonwoo yang mengenakan bajunya
.
.
.
.
Jisoo dan Wonwoo sekarang sudah ada di pulau pribadi Jisoo terlihat dari bibir pantai sebuah rumah yang sebahagian terbuat dari kaca yang menapilkan keadaan di dalamnya, Jisoo menarik tanggan Wonwoo untuk mendekati lebih dalam isi dari rumah tersebut.
"Pulau ini terlihat sanagat sepi" Wonwoo menatap Jisoo yang mengangeng tanggannya, Jisoo yang mendengar pertannyaan Wonwoo berbalik menatap Wonwoo dan menyeringai menggoda
"Aku menyuruh seluruh penjaga pulau ini pergi karena aku ingin kita hanya berdua" Jisoo mendekati Wonwoo dengan tanggan yang memegang pipinya menyatukan Jidat mereka berdua
"Hyung kau sunguh romantic" Wonwoo tersenyum dengan Jidat mereka yang masih menyatu Jisoo yang mendengar itu mencium sekilas pipi lembut Wonwoo dan meariki Wonwoo lebih dekat dengan rumah kaca tersebut
Jisoo dan Wonwoo sudah ada di depan pintu coklat tempat masuk kedalam rumah Jisoo menghentikan langkanya dia membalikan badannya dan mencium Wonwoo panas juga dia mengangkat Wonwoo bagai mengendong koala dengan tetap masih mencium Wonwoo yang di balas tidak kalah panas oleh Wonwoo
"Eummmphhhhh ahhh emphhhhemhnnnn"
Jisoo membuka pintu kayu berwana coklat tersebut dan menutupnya dengan kaki dia menabrakan punggung Wonwoo di dindiing putih di samping pintu samba membuka baju Wonwoo
"Emghhhhhhmphhhhh hyuhgnhhhhhhh stophhhh" Jisoo menghirau kan Wonwoo dan terus menciumnya sesekali melepaskan kuluman bibirnya karena dia juga Wonwoo butuh udara
"eunghhhhh hyunghhhh" Jisoo mulai menjilati bahu Wonwoo dan menyesapnya sampai tanda kebiruan muncul Wonwoo di bahu Wonwoo
"Ahhh hyunghhhhh ahhhhggghh" Jisoo menggendong Wonwoo dengan mulit yang masih menyesap bahu Wonwoo yang tidak mulus lagi, Jisoo terus berjalan sampai tiba di depan pintu kayu berwarna coklat muda Jisoo membukannya dan kambali menendang pintu dengan keras
"hyunghhhhh jehbal berhentihhh duluhhh" Wonwoo mendorong kepala Jisoo dia merasa kurangnyaman dengan gaya bercita seperti ini, Jisoo menjatuhkan Wonwoo di ranjang putih yang ada disana Jisoo diam sebentar menatap Wonwoo heran
"Ada apa baby?" Jisoo menatap Wonwoo yang terlihat rakus mengambil nafasnya Wonwoo menatap Jisoo dengat mata Puppynya
"Hyung aku lelah, bisa kita tunda dulu sampai sore" Wonwoo menatap memohon pada Jisoo sedangkan Jisoo yang di tatap hanya bisa tersenyum manis dan mengusap kepal Wonwoo sayang
"Oke kita tunda sampai kau siap" Jisoo tersenyum pengertian walau pun juniornya di bawah sana sakit tapi dia tidak sejahat itu memaksa patnernya untuk melakukan apa yang dia inginkan
"Terimakasih hyunggg" Wonwoo merangkak ke kepala ranjang dan menidurkan dirinya Jisoo yang melihat itu tersenyum kecut saat dia kembali melihat bagian selangkangannnya ughhh, nyeri
"sebaiknya aku berjalan jalan di pantai aku rasa itu bisa mengalihkan nyerinya" Jisoo berjalan keluar meninggalkan Wonwoo yang tertidur di kamar bernuansa putih tersebut.
.
.
.
.
Jisoo sudah kembali dari jalan jalannya saat dia membuka pintu kamar hanya ada suara air yang menggema di ruangan itu, dan dia tau pasti kalau Wonwoo sedang mandi dia mencoba membuka pintu dan rupanya tidak terkunci apa Wonwoo sengaja? Oh otak Jisoo sudah berfikir yang tidak tidak sekarang saat masuk Jisoo bisa melihat bisa melihat bayangan Wonwoo dengan tubuh rampingnya sedang mandi menghadap ke shower di serai embun yang ada di dalamnya
"Wah sangat indah" Gumam Jisoo menatap kaca blur yang sedang di pakai, Jisoo mulai membuka bajunya dan celananya dia berjalan mendekati kaca tersebut dan membukanya perlahan agar Wonwoo tidak sadar dia masuk dan memeluk Wonwoo dari belakang
"Hyung? Kenpa hyung bisa masuk?" Jisoo hanya tersenyum dan terus memeluk Wonwoo hanya diam dan menikmati, lama lama Jiso mulai menggusap perut datar Wonwoo dan turun kebagah dan sampai di junior ping wonwoo yang masih lemas
"Kenapa ini sangat imut?" Jisoo bertanya sambil menggurut-urut junior pink Wonwoo
"Eunghhhh hyunghhhh" Wonwoo mengerang dengan tangannya yang menopang tubuhnya di depan tembok shower dia mendongakan kepalanya menikmati apa yang Jisoo lakukan padanya sekarang
"Apa kau menikmatinya Wonnie baby?" Jisoo terus menggurut dan kadang menggocok junior mini Wonwoo juga dia kadang memainkan lubang kecil yang ada di ujung Junior Wonwoo
"Emhhhhhh shhhhhh ahhhh hyunggggg lebihhh cephhhathhhhhhh"
Wonwoo yang merasa kelimaksanya makin dekat mendonggakan kepalnanya dan memejamkan matannya sunggu menurut Jisoo ini pemandangan yang paling indah dan sempurna
"cu-cummmmmmhhh ahhhhhkkkkkkkk" Wonwoo mengerang Jisoo bisa merasakan bahwa tangannya terkena lendir sperma Wonwoo yang terbawa oleh air hangat yang membasahi junior Wonwoo
"Baby hyung sudah tidak tahan, cepat menungging" Jisoo mendorong bahu wonwoo untuk membungkuk dan Jisoo urut kepala juniornya ynag memerah sedikit mengeluarkan sperma putuh kentalnya, dia arahkan Juniornya pada hole slut Wonwoo yang mengembang mengempis
Jisoo mulai memasukan kepala juniornya yang di sambut ernagan Wonwoo
"AHHKKKK, APPO HYUNG" Jisoo yang mendengar Erangan Wonwoo hanya mendiamka jiniornya dia merasakan kenikmatan luar biasa padahal ini hanya kepala juniornya dan belu batang junior beruratnya yang masuk ahhh dia sudah tidak sabar untuk membobol hole tight wonnie babynya
Jisoo mulai memasukan perlahan junior besarnya dan sangat tersa bagaimana hole wonwoo yang memijat mijat juniornya
"ashhhhhh baby your hole so tight, fu*k" Jisoo tidak tahan saaat merasakan juniornya seperti di remas saat semakin dalam dia masuk
"AHHHHKKKKHHHHH HYHHHUNGHHHH JEHHHBAL" Wonwoo tidak tahan dengan rasa sakitnya hanya mengerang sambil kedua tanggannya menopang pada tembok agar tidak jaruh
"Ughhhh sabar babyhhh ini sangat nikmat" Jisoo terus mendorongnya sampai selurunya masuk, Jisoo bisa merasakan nikmatnya ughhhh ini sangat nikmat, tapi Jisoo yang melihat Wonwoo dian menatapnnya sambil mengusap punggung ringkihnya, harusnya dia lebih lembut
"wonni-,"
Belum selesai Jisoo bicara Wonwoo sudah memotongnya dengan kata kata yang ingin dia dengar
"Move hyunggghhhh" Bagai lampu hijau bagi Jisoo, dia sudah tidak ragu lagi untuk menggerakan juniornya yang sedari tadi di pijat oleh hole Wonwoo
"Aghhhhhhhh jihhhhhsohhh hyunggghhh" Jisoo terus menggerakan pinggulnya di ikuti desaha Wonwoo yang semakin menjadi, sesekali jisoo meremas bokong indah Wonwoo di ikuti pukulan yang menambah panas suasana
"Aghhhh jihhhshhhhh ahhhh" Jisoo yang melihat itu menagngkat Wonwoo dan kuluar dari tempat shower dia mendudukan dirinya di Kloset lalu membiarkan Wonwoo yang menatapnya heran
"hyunggghhh kenapa berhentihhh?" Jisoo yang melihat rengekan Wonwoo tersenyu nakal dan, dia mendekatkan bibirnya pada bahu Wonwoo menciumnnya menyesapnya dan menjilatnya sebelum, dia membuat Wonwoo mematung diam
"apa yang wonnie mau? Ambil yang kau mau wonniehh" Jisoo seketika duduk dengan santai dan menatap reaksi Wonwoo yang menatapnya nakal
"Kalau begitu siapkan Junior beruratmu hyung bia aku yang membawamu ke surge kenikmatan" Wonwoo mulai menggerakan punggulnya naik trun dengan menampilkan wajah sayu menggodanya
"Ahgghhhhhhh hyungghhhhh…. Hahhhh… fasthhhhhherrr hyunghhhh" Wonwoo memejamka matanya dan terus menaik turunkan pinggulnya, Wonwoo meatap Jisoo dan mencium bibirnya gana
"Amphhhh hyuhnhhhg ahhhhh" Jisoo hanay menatap Wonwoo yang terus menggerakan pinggulnya dan memejamkan matanya pertanda dia merasa menikmati
"Oghhhhhh, fu*k, Kenapahhhh juhhniormuhh sangat memuahs-ahhhh" Jisoo menatap Wonwoo yang sekarang sudah terlihat sangat lelah, Jisoo membalikan posisi dia mlepaskan juniornya dan mendudukan Wonwoo di kloset dengan kaki yang di buka lebar dan di tahan oleh tangan Jisoo, Jisoo mulai memasukan juniornya yang masih hard
(Maksudnya satu kloset itu buat berdua Wonwoo di hepit jisoo)
"Aghhhmmmmm… Move hyunghhh" Jisoo mulai menggerakan pinggulnya cepat dia tau Wonwoo mulai kelahan
"aghhhhhhh chummmm" Wonwoo merasakan akan ada yang meledak pada junior kecilnya jisoo yang merasakan Wonwoo akan keluar, menggerakan pinggulnya lebih cepat
"bersamahhh babyhhh"
Wonwoo dan Jisoo sudah tidak tahan lagi pun langsung mengeluarkan cairan putih kentalnya masing masing
"Eunghhhhh..eummmm"
"Ahhhh ssshhhhhh hahhhh"
Jisoo dan Wonwoo terdiam cukup lama menikmati friksi ejakulasi yang mereka capai bersama.
"Wonnie ayo kita lakukan di tempat lain dengan gaya yang baru" Jisoo berkata memecah keheningan, terlihat Wonwoo yang hanya bisa pasrah, di antara ke tiga pangeran tersebut bukan Mingyu atau jun yang paling tahan saat melakukan hal seperti ini melainkan Jisoo yang sangat kuat dalam hal stamina melakukan olahraga mari-membuat-desahan, okey sebaiknya kita tinggalkan pasangan JiWon yang akan melakukan hal gila yang menagihkan karena author sudah tidak saggup (lap darah).
.
.
.
TBC
Demi apa oca gak sangup lagi (lambai tangan) hahhhh ini buat bang Wonu yang selalu menghantui oca kalau soal ini ff makasih banyak sudah berkenan meninggalkan jejak kalian aku sangat sangat menghargai dan buat yang gak tinggalin jejak aku sedih loh maaf baru update sekarang habis sakit akunya heheheh, penasaran siapa aku? (Emang ada apa ya?) Aku oca (Rosalia.S) saya ini perempuan/Wanita Zodiak Aries dan buat yang penasaran sama siapa itu Wonwoo dan tiga pangeran sabar yaaa kalian ikutin aja dulu alurnya kalian bakal dapet jawabannya kok heheheh makasih yaaa aku terharu liat review kalian (Bow) Oke kalau gitu jangan lupa buat review oke aku sayang kalian (Tebar Cinta)
