Cast

Jeon Wonwoo

Hong Jisoo

Wen Junhui

Kim Mingyu

.

.

.

Hari ini Jun mengantarkan Wonwooo untuk pergi ke taman bermain mereka terlihat sangat senang em, tapi author rasa Cuma Wonwoo yang bersenang senng di sini sedangkan Jun hanya menatap tajam orang-orang yang menatap Wonwoonya lapar dia menatap setiap namja yang melihat Wonwoo dengan tatapan Mematikan

"Jun-a ayo bermain itu!" Wonwoo menarik Jun yang masih menatap nyalang pada orang orang yang melihat Wonwoo, dia memang tidak suka di tatap tapi dia lebih tidak suka bila apa yang indah menurutnya di tatap orang lain juga.

Wonwoo menarik Jun pada tempat game dimana dia sangat tertarik pada boneka teddy bear berwarna coklat dengan syal berwarna menggantung di pinggir tokonya, Jun melihat Wonwoo yang melihat boneka yang mengantung itu hanya tersenyum kecil mengusap kepala Wonwoo pelan

"Kau inggin boneka itu?" Jun memeluk leher Wonwoo dan tersenyum sedangkan Wonwoo yang mendapat pertanyaan dari Jun menatap Jun heran bagaiman Jun bisa tau?, Jun tertawa kecil dan menyentuh jidat Wonwoo pelan

"Sangat jelas ada di wajahmu Wonwoo-ya" Jun memegang pipi Wonwoo, Jun langsung menghampiri sang penjaga game

"Berapa tembakan yang harus ku daparkan untuk boneka itu? Jun bertanya dengan Wonwoo di sebelahnya, Laki-laki Muda tersebut menanggapi malas Jun dengan menyeringai pada Jun yang sukses membuat Jun kesal

"Kalau kau mau mendapatkan boneka besar itu kau harus bisa menjatuhkan semua kapal" Kata sang lelaki muda tersebut menatap remeh Jun. Wonwoo menatap Jun tidak enak, dan menatap sebal pada sang penjaga, hey mereka ini mau bermain kenapa malah di perlakukan seperti ini.

Jun mulai mengeluarkan uang dari dompetnya dia menaruh uang tersebut di meja dengan kesal. Jun memilah mana pistol yang akan dia gunakan di butuh pistol yang sedikit lebih berat dan pilihannya adalah pistol ke tiga

"Jun-a apa kau yakin aku tidak mau kau menghabiskan uangmu untuk hal seperti ini" Wonwoo memegang bahu Jun untuk menenangkan dan memintanya berfikir ulang kembali

"Tidak apa apa baby kau akan dapatkan bonekannya" Jun menatap Wonwoo dengan serinagiannya permainan di mulai dan terlihat Jun yang membidik sasarannya dengan tenang

Bang

Satu kapal Jatuh

Bang

Satu lagi Jatuh

Sampai akhirnya tinggal satu kapal lagi yang tersisa Wonwoo maupun Laki-laki sang penjaga toko game tersebut hanya diam tidak percaya bagaimana bias sampai tepat sasaran? Apa dia anak dari kepolisian atau anak mafia? Ohhh tidak bisa di percaya

Bang

Kapal terakhir terjatuh dan membuat Wonwoo dan laki-laki sang penjaga toko kagum bagaimana bisa? Jun tersenyum puas melihat itu dan beralih pada sang penjaga toko dia berdeham pelan dengan alis yang diangkat juga senyum miringnya menatap sang penjaga meminta bonekannya, Jun beralih pada Wonwoo yang menatap kagum padanya.

"Ini untukmu" Jun menyerahkan bonekanya pada Wonwoo yang senyuman cerianya yang dibalas seringaian kecil dari jun

"Terimakasih Jun-a" Saat Wonwoo mau meraih bonekanya Jun langsung menariknya kembali Jun menyeringai melihat kerutan di kening Wonwoo yang kesal melihat bonekanya d iambi lagi oleh Jun.

"Kau boleh ambil boneka ini dengan menciumku" Jun menunjukan bibirnya pada Wonwoo yang di hadiahi tatapan malu Wonwoo dan tanpa fikir panjang lagi Wonwoo mulai mengecup bibir tipis Jun, dengan cepat Wonwoo langsung mengambil Boneka Yang ada di tangan Jun dengan berjalan lebih dulu karena dia malu, mereka sekarang sedang ada di tempat umum dan Jun menyuruhnya untuk menciumnya dibibir.

"Wonwoo-ya tunggu aku" Jun tersenyum terus sambil mengejar Wonwoo yang berjalan cepat di depannya. Wonwoo terus berjalan menunduk tidak mengindahkan Jun dengan teriakannya.

BRUK

Wonwoo terjatuh karena berjalan dengan menunduk tanpa melihat kedepan dengan seorang namja yang terlihat gagah di depannya tengah menunduk menatap Wonwoo khawatir, Wonwoo tidak begitu melihat jelas muka yang menabraknya karena dia mengahalangi matahari yang membuat mukanya tidak terlalu jelas.

"Maaf apa anda baik-baik saja?" Kata namja tadi dengan tangan yang terulur membatu Wonwoo berdiri yang disambut oleh Wonwoo dengan baik, sejenak Wonwoo terdiam membantu melihat Wajah orang yang ditabraknya, Itu Choi Seungcheol mantan pacarnya satu satu setengah tahun lalu. Oh apa yang harus dia lakukan, Seungcheol mengangkat tangan Wonwoo dan membantunya berdiri dari jatuhnya awalnya Seungcheol biasa saja sampai dia menatap lebih dalam pada Wonwoo dan seketika Dia tersenyum menatap Wonwoo

"Kau Wonwoo kan? Jeon Wonwoo?" Seungcheol meatap Wonwoo yang hanay terdiam sesaat dan tersenyum cangung

"Ahh, Iya kau Seungcheol bukan? Wah sudah lama sekali ya hehehe bagaimana hubunganmu dengan Yunju sekarang?" Wonwoo menarik senyum manis seperti tidaka ada apa-apa walau dalam hati Wonwoo kesal setengah mati karena yeoja yang bernama Yunju itu dia putus dengan Seungcheol teman dari dia masih sekolah Elementery school, dan bisa di bayangkan sudah berapa lama mereka kenal dan semua terputus seketika saat yeoja menyebalkan yang bernama Yunju itu datang.

"Ahh, Yunju sekarang sudah sibuk dengan dunia modelingnya dan kami sudah putus sekitar sebulan lalu" Seungcheol Tersenyum kecil menatap Wonwoo dia terlihat menyedihkan karena dia merasa Yunju lebih tepat dari pada Wonwoo dulu dan itu semua sayangnya sudah jadi masa lalu

"Oh ya kalau-," Wonwoo mengantungkan ucapannya dan menatap horror pada tangan yang melingkar di sekitar pingang ramping Wonwoo dia tau siapa pemilik tangan pucat ini kalau bukan

"Apa yang kalian bicarakan tanpa ku Wonu-a?" Jun menatap menyeringai mengerikian tapi seksi pada Wonwoo yang tengah gugup sekarang, Wonwoo binggung harus bagaimana sekarang Seungcheol yang melihat itu inisiatif untuk memperkenalkan diri

"Ah apa kau namjachingu Wonwoo?" Seungcheol menatap Jun dengan senyumannya dan mengulurkann tangannya di depan Jun yang setia masih melingkar di pinggang Wonwoo

"Aku Choi SeungCheol" Seungcheol menatap Jun dengan senyumnya yang dib alas dengan tatapan tidak suka yang Jun arahkan pada Seungcheol

"Jun-a ini adalah te -," Belum selesai Wonwoo bicara tangannya langsung di tarik Jun untuk pergi meningalkan Seungcheol yang bingung melihatnya, Wonwoo menoleh ke belekang dan membungkukkan kepalanya dan tersenyum tidak enak menatap Seungcheol yang menjauh

Jun merasa kesal menarik Wonwoo dengan tangannya, Wonwoo yang merasakan cengkraman tangan Jun pada tangannya sangat kencang hanya pasrah karena percuma saja melawan. Jun punya tenaga yang lebih kuat dibandingkan dia, walau pun Jun dan Wonwoo lahir di tahun yang sama dan bulan berbeda tetap saja Jun lebih kuat.

Jun mengeluarkan Kunci mobilnya dari sakunya dan dengan santainya memencet tombol kunci buka pada kunci mobilnya, terlihat Maybach 62S hitam yang tidak bisa dibilang murah terpakir indah di sana

Jun membukakan Pintu mobilnya dan mendorong Wonwoo masuk dan membanting pintu mobilnya asal dia masuk ke dalam mobil dan segera menjalankannya, cukup lama mereka diam tanpa ada obrolan, Wonwoo tau Jun tengah kesal hanya menatapnya takut takut Jun sangat baik tapi bila dia marah dia bisa menjadi Monster menyeramkan yang akan menghabisinya kapan saja.

"J-Jun-a tadi itu hanya-" Wonwoo Menatap Jun takut takut dengan suuara bergetar karena Junyang sekarang sangat menyeramkan menurutnya bila ada Jisoo atau Mingyu pasti sekarang Wonwoo akan berlari kearah mereka meminta perlindungan dan bersembunyi di balik punggungnya

"Tidak perlu di jelaskan kau-akan-di-hukum-Jeon" Jun menatap Wonwoo sebentar dan kembali focus pada jalan yang ada didepannya, Ughh mati Wonwoo dia pasti akan habis oleh Jun dan yang pasti luka yang akan dibuat oleh Jun tidak akan hilang dengan cepat

"Jun-a aku minta maaf jangan hukum aku oeh" Wonwoo menatap Jun dengan mata bersinar seperti Puppy yang minta di punggut, Jun menepikan Mobilnya dengan sembarang dan langsung Mencium Wonwoo dengan panas dia turunkan bangku yang diduduki Wonwoo menatap sekilas Wonwoo yang terlihat seksi Jun meneringai kecil dan kembali mencium Wonwoo yang hanya pasrah karena walau pun melawan dia akan tetap di hukum atau lebih parahnya hukumannya akan lebih parah.

Jun terus mencium Wonwoo dengan tangannya yang sibuk membuka celana Jeans Rappin yang di kenakan oleh wonwoo Jun mencoba untuk membuka gespernya, kancing celananya dan resletingnya Jun mencoba untuk menarik memang sedikit sulit apa lagi ini tempatnya sempit

Wonwoo yang tau Jun kesulitan untuk membuka celana yang dikenakannya sekarang membantu tapi dia pun kesulitan Jun yang merasa kesal karena kesenagannya terganggu oleh celana sialan yang Wonwoo kenakan mulai membuka loker yang ada di mobilnya dan menemukan gunting yang cukup besar, Jun mulai mengarahkan gunting tersebut kearah celana Wonwoo

"Jangan Jun-a jangan di robek" Wonwoo menatap horor kearah Jun yang memgang gunting yang siap memotong celananya dia tidak ingin merusak celana ini karena ini adalah hadiah dari Mingyu dia tidak ingin merusak barang hadiah dari Mingyu cukup bajunya yang di berikan Jisoo padanya yang di sobek oleh gunning milik Jun

"Kenapa?" Jun menatap Wonwoo dengan tatapan heran. Apa Wonwoo takut barang yang dia ruksak tidak akan bisa dia ganti? Oh ayolah dia ini orang yang bisa membelikan semua untuk Wonwoo, bila Wonwoo ingin celana ini Akan dia ganti dua kali lipat lebih mahal dan kalau perlu pabriknya akan dia beli untuk Wonwoo seorang

"Bukan begitu ini adalah hadiah yang Mingyu berikan padaku, jadi bisakah kita tidak usah menggunakan gunting Jun-a?" Wonwoo melihat Jun dengan tatapan Memohon yang lucu dengan rambutnya yang acak-acakan, Jun yang mendengar itu hanya menyeringai Gunting jun yang sudah masuk yang entahlah kapan masuknya ke belahan kaki Wonwoo itu langsung Mengoyak hadiah Wonwoo yang di berikan Mingyu untuknya dengan tidak berperikejeansan

"Upsss, maaf tanganku terpeleset baby, tenang akan aku belikan yang lebih baik Baby" Jun langsung merobek celana yang di kenalan oleh Wonwoo yang membuat Paha mulus Wonwoo terekspos bebas di depan Jun. Wonwoo hanya pasrah saja karena apa yang sudah di robek Jun pasti tidak akan bisa di perbaiki

"Eunghhhhh" Jun meremas junior Wonwoo dengan keras dia terus melakukan itu, sedangkan Wonwoo bisa pasrah dengan keadaannya sekarang tidak mungkin bukan dia pergi kabur dengan keadaan seperti ini dengan celana yang sudah tangal yang menyisahkan dalamannya

"Apa kau suka bitch?" Jun memukul paha Wonwoo pelan tapi terlihat memerah pada paha Wonwoo, Wonwoo yang merasakan kenikmatan hanya mengerang dengan pelan.

"Jawab aku Jeon!" Jun kembali memukul paha dalam Wonwoo yang dib alas erangan kembali oleh Wonwoo dan seringaian Jun yang senag Jun menurunkan celana dalam yang di kenakan Wonwoo dan mengambil sebuah Vibrator yang lumaya besar dan memasukannya dengan paksa kearah hole Wonwoo yang berkedut merah

"AHHHHHKKKK APPO" Wonwoo memagang mencengkram bahu Jun kencang menahan Sakit yang dia alami sekarang, Jun mencium Wonwoo dengan lembut mencoba menenagkan dan tangan kanannya yang mengusap paha dalam Wonwoo juga tangan kirinya yang mulai menyalakan Vibrator yang bersarang dalam holoe merah Wonwoo.

"Ahhh….emhhmmm" Wonwoo menarik rambut hitam Jun karena kenikmatan yang di berikan Vibrator pada holenya

Jun mulai menaikan volume getarannya menjadi Max dan menurunkannya lagi dia merasa puas melihat Wajah Wonwoo yang memerah menahan Kenikmatan yang dia rasakan

"Ahnnhhh jahganhggg" Wonwoo mencoba menahan tangan Jun denganvtangannya yang bergetar menahan kenikmatan yang di berikan Jun padanya melalui Permaiann Vibratornya

"Apa kau suka oeh? Lihat junior kecilmu ini mulai mengeluarkan percumnya baby" Jun menyentil junior merah Wonwoo yang menegang yang dibalas erangan Wonwoo yang hanya pasrah pada kenikmatan yang melandanya

"Ahhhh, janghannng di senAHHHH JUNNHHH" Jun menaikan Volumenya ke Max saat dia mencoba untuk mengegurnya, Jun sangat tidak suka di tegur oleh Slavenya dia ini Masternya Wonwoo.

"Lihat siapa yang kau perintah pelacur kecil" Jun kembali menyentil junior merah Wonwoo yang telah mengeluarkan banyak percumnya.

"Maaf Mahhsterhhhh" Wonwoo bergetar kala Juniornya kembali di sentil oleh Jun dia merasa akan cum bila Jun menyentilnya sekali lagi ohhh sungguh Wonwoo akui Mingyu adalah orang yang sangat manis saat di ranjang dan Jisoo adalah orang yang paling gantel saat melakukan sex dengannya tapi Jun adalah orang yang akan membuatnya Mati karena mainan dan sikasaannya yang membuat Wonwoo kenikmatan.

Jun Menatap Wonwoo cukup lama Dia menikmati Wajah merah Wonwoo yang manis menurutnya, Wonwoo terus mengerang karena Jun masih setia mempermainkan Volume getaran Vibrator yang bersarang dihole pinknya

"Masshhterhh haushhh" Wonwoo menatap Jun dia cukup lelah dengan terus mengerang apalagi tadi di taman mereka tidak atau lebih tepatnya belum membeli minuman Jun yang melihat itu mulai membuka celananya dan membuka dalamannya terlihat juniornya yang berwana coklat dengan merah yang di hiasi urat yang terlihat ohhh terlihat sangat menggoda bukan

"Kau hau bukan? Ayo ambil minumanmu Baby" Jun menggerakan Juniornya yang sudah tegang membelah udara di sekitarnya, Wonwoo yang melihat itu antara malu tapi dia suka, Wonwoo mulai mendekati Juniornya jun dia mulai memgang junior tengan Jun yang di bals desisan dari Jun

"Kenapa hanya dipegang oeh? Kulum dia baby dia membutuhkan tempatnya" Jun mulai menarik leher Wonwoo dan mengarahkan pada Juniornya Wonwoo hanya mengikuti arahan dari Jun, Wonwoo mulai mendekatkan kepalanya pada Junior Jun yang tengah menegang, Perlahan Wonwoo mulai mengecup ujung junior Jun yang memerah dan mengeluarkan sedikit percum di ujungnya

"Ahh… ssshhh kulum lebih dalam lagih babyh" Jun memegang telengkuk Wonwoo yang tengah mencoba mengulum Junior Jun yang tegang berurat dan besar itu, Wonwoo yang mendengar perintah itu hanya mengikuti kemauna Masternya

"Emphhhh ahpmhhhh emphhhhh" Jun yang mendengar erangan Wonwoo menyeringai senang karena dia senga mendengar Wonwoo mengerang frustasi dan juga dia senag karena erangan Wonwoo berefek pada juniornya, Jun terus melakukan itu sampai Wonwoo rasa dia akan cum

Dia sudah dekat tapi Jun yang mengetahui itu mulai mengangkat kepala Wonwoo dengan tangannya dan menatap tajam Wonwoo

"Jangan pernah keluar sampai aku bilang keluar mengerti?" Jun mulei mengambil barang yang biasa dia gunaka untum menahan jalur jalannya sperma Wonwoo untuk keluar, Jun melepaskan Vibrator yang bersarang di hole ping Wonwoo dan mendudukan Wonwoo dengan Junior yang ada di depan pintu holenya

"Aku akan masuk baby" Jun mulai menurunkan Wonwoo perlahan dengan diselingi erangan Wonwoo yang seksi jugta remasan tangan Wonwoo pada rabut hitam Jun yang berantakan

"Ahhhhhh…shmphhhh" Wonwoo terus mengerang sampai akhirnya Junior Jun yang besar dan berurat itu masuk pada holenya, dan yang pertama Wonwoo rasakan adalah penuh dan gatal holenya terasa penuh dan gatal dia butuh pergerakan dari Jun

"Mashterhhh…bole-," Jun yang merasa ingin cepat sampai pada apartementnya mulai menyalakan mesin dan Menyeringai pada Wonwoo, Jun mendekatkan bibirnya pada telinga Wonwoo

"Bergeraklah Wonwoo dan buat aku keluar sebelum kita sampai apartement bila tidak ucapkan selamat tinggal untuk holemu malam ini baby" Jun mulai memasukan gigi dan kopling pada Mobilnya Wonwoo yang meras tertantang mulau mengerakan pinggulnya, ohhh ini sungguh menabjukan bermain sambil mengendarai mobil

"Ahhh..ahhhhhh Mashhterhhh Fashhhhterhh.." Wonwoo menaik-turunkan Pinggulnya kadang dia menyempitkan Holenya menjahili Jun yang tengah membagi fokusnya untuk jalan dan kenikmatan yang kapan saja bisa mengantarkan mereka berdua pada maut

"Ohhh yahh fuckh cepat bitch" Jun menampar bokongnya Wonwoo dengan tangan kanannya yang memegang kemudi, Wonwoo hanya mengerang senag karena sangat terasa getaran yang di buat oleh ttamparan dari Jun pada bokongnya.

"ahhhkkkkk" Wonwoo berteriak nikmat kala tiba tiba jun mengerem mendadakan karena saat itu junior Jun lebihb dalam masuk ke dalam hole Wonwoo

"Oghhh kau suka bitch" Jun menyeringai senang kala Wonwoo mengerang kenikmatan akibat ulahnya yang mengerem mendadak

"ahhhh, kau sungguh nikmat mashhter" Jun menyeringai melihat itu dia mulai melajukan llagi mobilnya dan kembali mengerang kala Wonwoo menyempitkan holenya dia mersa sangat nikmat tapi dia juga merasa adrenalinnya terpaca ketika harus mengebut di jalan untuk mencapai apartemennya dan menghukum Wonwoo sampai puas

"Ahhhkkk, mashhhter your so fucking hard" Wonwoo terus mengerakan pinggulnya mencari kenikmatannya dn kenikmatan sang master yang tengah mengendarai mobilnya sekarang

"Hemm, Kiss me baby" Jun mendekatkan mukanya pada Wonwoo yang di sambut senang oleh Wonwoo dia mencium Jun dengan daolam saling mengigit, bertukar liur dan berperang lidah yang pastinyya di dominasi oleh Jun

"Ahhhhh, Mashterhh I want you cum inside me" Jun yang mendengar itu menyeringai dengan tampannya menatap Wonwoo

"Kau harus membuatku cum atau kau akan dapat hukuman tambahaj Wonwoobaby" Jun memperingati Wonwoo yang terlihat mulai lelah dia merasa senang saat Wonwoo mengerang frustasi, sebenarnya dia sudah tidak tahan saat ini tapi demi menghukum Wonwoonya dia akan menahan Cumnya toh jaraknya tinggal 20 meter lagi.

"Wonwoo kau kalah" Jun sekarang sudah ada ditempat parkir apartemennya dan Wonwoo terlihat frustasi dia harus mendapatkan hukuman tambahan

.

.

.

BRUK

"kau akan ku hukum karena kau kalah dan kau mulai nakal dengan mencari namja lain apa selama ini kami tidak cukup?" Jun menatap Wonwoo tajam yang sangat seksi Wonwoo yang sadar Jun tengah cemburu tersenyum menggoda

"Lalu bila aku bilang belum cukup apa yang akan kau lakukan Mr. Wen? Menembakku dengan senjatamu yang ada di sini?" Wonwoo tersenyum remeh menantang Jun yang menatapnya tidak percaya beberapa detik dan menyeringai penuh arti memegang kepala Wonwoo dengan tangannya dan mendekatkan mukanya dengan hidung yang saling menyentuh

"Akan aku buat memohon sampai suaramu habis Jeon" Jun mengatakannya dengan suara berat yang seksi di depan wajah Wonwoo yang sekarang tengah menyeringai

Jun mulai mengangkat Wonwoo ke sebuha ruangan yang berwarna serba Merah disana terdapa banyak barang barang yang biasanya di pasang pada Wonwoo, Jun mencium Wonwoo dalam sedangkan Wonwoo yangb mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa pasrah

Jun mulai mengikat Wonwoo di Pengikat Ranjang Slave dan mengikat tangan dan kakinya agar tidak berontak, Jun membuka bajunya yang hanya menyisakan celananya dan Wonwoo sendiri hanya bajunya saja yang tersisa karena celana hadiah Mingyu sudah rusak, Jun mulai mengambil alat yang dia inginkan untuk menyikasa Wonwoonya dengan kenikmatan.

Jun mulai menyalakan lilin dan juga mengambil nipple clamp dengan bel-bel kecil di sekelilingnya, gag ball dan penutup mata. Pertama-tama dia menutup mata Wonwoo dengan penutup mata yang sudah dia mabil lalu memasang gag ball juga pada mulut Wonwoo Jun yang merasa ssudah perfect pun memulai permaiannnya,

"Hey pet" Jun mulai mengusap rambut Wonwoo yang di tariknya kebelakang yang membuat jakun Wonwoo terlihhat seksi

"Emphhhng" Wonwoo menjawab dengan erangan dan meresapi rasa sakitnya saat Jun kembali menjengut rabutnya dengan keras

"Kau tau aku sangat ingin melihatmu seperti ini, kau sunguh terlihat seksi dengan Junior yang memerah juga nipple clamp yang menempel disana jun tarik rantai yang menghubungkan nipple satu dengan yang lainnya dengan lumayan kencang

"AHHHKKKKK" Jun menyeringai senang kala Wonwoo mengerang kesakitan karena ulahnya, Jun berjalan kerarah Lilin besar berwarna merah dia ambil korek batang dan menyalakannya, jun kembali dengan lilin di tangannya yang siap dia gunakan untuk bermain dengan Wonwoo

TES

"Ahhhhkkk" Wonwoo mengerang saat Nipplenya di tetesi oleh lilin sensasinya sungguh berbeda mereka belum pernah memakai lilin sebelumnya biasanya mereka akan bermain bersama cambuk.

TES

"Ahhhhhkkkmm" Tetesan kedua Diiarahkan Jun pada Nipple Wonwoo yang satunya lagi dan rekasi Wonwoo masih sama yaitu mengeliata antara sakit karena panas dan ngilu juga karena nikmat titik sensitifnya terkena tetesan panas lilin

"Kau menyukainya Bitch? Kau sungguh jalang lihat bahwa dengan cockring percummuh masih bisa keluar" Jun engarahkan tetesan lilin tersebut pada junior Wonwoo awalnya Jun hanya nemgarkan pada batangnya tapi entak setan apa yang memasukinya dia mempunyai ide anh dengan meneterskan tetesan lilin tersebut pada Ujung kepala junior Wonwoo yang sukses membuat Wonwoo mengerang

"Ahkkkkk, hasterhhh heh meh cuhmmmmmhhh" Wonwoo mengerang memohon saat Lubang ujung di juniornya masih di tetesi oleh cairan lilin jun yang melihat Wonwoo seperti itu hanya tersenyum senang merasa puas karena dia bisa membuuat Wonwoo mengerang frustasi seperti sekarang

"No, kau tidak boleh cum sebelum aku mengerti!" Jun berkata tegas bagai tuan dengan anjingnya dan Wonwoo yang sebagai salve hanya menuruti tuannya dia tidak mau Jun sampai melukai tubuhnya karena bila Jun sudah menggunakan pisau tandanya itu sudah sangat parah

"Ayo kita ke inti baby" Jun mulai membuka ikatan tanggan dan kaki Wonwoo serta gag ballnya dan mengarahkan juniornya pada Wonwoo, Wonwoo yang masih belum bisa melihat hnay mengandalkan indra perabanya Saat dia menemukan Junior Jun Wonwoo langsung melahapnya bagaikan permen kesukaannya yang sudah lama dia incar Wonwoo mulai menjilat dan sesekali menggigit Junior Junyang masih ada dimulut Wonwoo, Jun yang tidak tahan karena gerakan Wonwoo yang seolah hanya menggodanya pun mencengkram rambut Wonwoo dan memasukan juniornya seperti melakukan penetrasi dia melakukan itu tanpa melihat Wonwoo yang sudah kehabisan nafas

"Eumphhhh..nghhhmphhh…amphhhmm" Jun Terus melakukan itu sampai dia merasakan akan cum dalam mulut Wonwoo dia terus melakukannya dan

CROT
CROT
CROT

"ahmmmmhhh..ssshhhh" Jun mengerang dengan tetap memaju mundurkan juniornya pelan menikmati sisah sisa friksinya, sedangkan Wonwoo? Dia hanya diam menikmati rasa cum yang baru saja di berikan percuma oleh Jun pada Wonwoo terlihat lendir putih yang melewati dagu Wonwoo terlihat sanagt seksi

"Baby ayo kita langsung ke inti aku sudah tidak tahan lagi" Jun mengangkat Wonwoo dan mendudukannya di meja rias, Wonwoo hanya bisa pasrah krena rasa sakit yang dia derita di bawah sana beberapa kali di ejakulasi kering dan itu menyakitkan

"Ahhhkkkmphhhhnn" Jun mencium Wonwoo saat dia melakukan penetrasi tanpa pemanasan yang langsung digerakan tanpa menunggu persetujuan Wonwoo, Jun mulai mengerakan pinggulnya dengan cepat dia tau Wonwoo sudah tersiksa karena belum cum dari tadai mereka di taman.

"ahkkmmm, deep masterhhh fashhter…ahhh …ahhh" Wonwoo terus mengerang karena sweet spotnya yang terus di tumbuk oleh hjunior Jun tanpa ampun Wonwoo rasa dia akan pingsan jika Jun belum juga memberikannya Cum

"Ahhmmmmpp…ahhhkkaahhh…aaghhh…ahhh.."

"Yeahhh, sedikit lagih ohhh.. fuck ini sangat nikhmat babyh"

"Fashterhh masterhhhh ahhh… fuckhhh..ohhhh.. "

"Yeahhhhh babyhhh ohhh cumhh baby cumhhh"

CROT

CROT

CROT

"Ahhhkkkkk" Wonwoo mengerang debgan lega saat Jun melapaskan cock ring yang masih ada di juniornya, ohh rasanya ini sungguh nikmat dan menyenagkan, Wonwoo merasa lemas dan terjatuh di pelukan Jun yang sama lemasnya..

.

.

.

TBC

SAYA BALIK LAGI SORRY YAH KALAU TYPONYA BANYAK (Capslock jebol)

Aku mau minta 35 dan akan aku buat secepatnya foursomenya heheheh sekali sekalai jadi author jahat(?) makasih banyak loh buat yang komen aku liat komen kalian tapi maaf aku gak bisa bales heheheh otak udah beruap ini (~_~)v Makasih juga buat si popa yang bikin Fb aku rame gara gara nih FF hahahah lope lope buat kalian semua baik yang berbentuk atau pun bayang bayang hitam di luar sana rencananya aka nada project ff baru tapi mikir lagi aja lah takutnya nih laptop di bawa kabaur . oke segitni dulu ya guys maafkan author yahhh encehnya kali ini aku kurang ngefeel dan alurnya juga sedikit maksa heheheh baca aja deh maaf juga kalau Typo bertebaran belum sempet di edit udah kemalaman oke oke dadad~~~ jangan lupa komen (Asah samurai)