Disclaimer : Aoyama Gosho yang punya Detective Conan.
Chapter 2 is updated! Scroll down & Read! :)
balasan review :
M4dG4l: iya ini ff pertamaku, arigatou! :D aku juga sudah nge-stalk ff ShinShi udah lama, sekalian juga nyari inspirasi hehe :$
terimakasih sarannya, itu karena buru-buru ngerjain ffnya jadinya begitu =))
raralarhas: endingnya ShinShi kok :)
Selamat membaca!
Chapter 2 - Confession
Ran's Pov
Apa ini? Kenapa mereka terlihat sangat akrab? Walaupun bertengkar, tapi mengapa murid baru ini bisa seperti ini dengan Shinichi? Aku cemburu? Ya, mungkin saja. Tapi, tidak mungkin Shinichi suka sama murid ini, Shinichi hanya dekat sama aku, kan? Teman masa kecilnya? Shi..Shinichi menyukaiku, bukan? Ya, seperti aku menyukainya, lebih tepatnya 'mencintainya'. Tidak, aku tidak boleh cemburu. Buang jauh-jauh pikiran itu darimu, Ran!
"Tuan Detektif, apa kau tidak ada puas-puasnya mengata-ngataiku?" tanya gadis berambut pirang kemerahan itu
"Loh, tapi tadi kamu yang duluan, kan? Lagipula tadi aku sudah menjelaskan kalau aku dan Ran Cuma te—"
"Cukup!" ucapku dengan suara yang lantang
Mereka berdua melihatiku dengan tatapan bingung.
"Aaa.. maksudku itu, aku cem— eh, maksudku.. Shinichi, Miyano, ki-kita pulang saja, yuk!" kataku gagap dengan senyum yang...agak memaksa?
"Ano, maaf Ran, tapi aku dan dia—"
"Tidak usah. Lebih baik kalian pulang saja, aku juga mau pulang karena capek sekali meladeni detektif sombong," sambung Shiho
"Eh?! Tapi.." Shinichi mengelak lalu aku melihatnya memasang muka bad-moodkarena dikatai oleh Shiho
"Ada apa sih, Shinichi? Pulang, yuk! Miyano, kau mau pulang bareng?" ajakku
"Tidak usah, Mouri. Karena aku punya alasan, yang pertama aku bisa pulang memakai taxi, dan aku tidak mau menjadi obat nyamuk," (ket: obat nyamuk tuh jadi kaya dikacangin gitu hehehe XD)
"Huh! Ya sudah! Sudah diajakin juga! Ran, ayo pulang!"
"E-eh? I-iya.. Miyano, kami pulang duluan ya, jaa ne!" kataku sambil blushing karena tanganku ditarik kearah pintu oleh Shinichi
"Hn," jawab Shiho malas
Shinichi's Pov
Huh! Si Miyano tadi cuek banget, sih! Dasar! Kenapa dia bisa-bisanya bersikap seperti itu, ya? Padahal di SMU Teitan tidak ada sama sekali cewek yang bersikap seperti itu sebelum kedatangan dia kesini. Tuh kan tadi tidak jadi nganterin dia jalan-jalan ke sekolah! Pokoknya, besok harus berhasil, dan jangan sampai bikin dia marah.
Besok pokoknya rencanaku tidak boleh gagal! Nanti kalau kalah gimana? Apalagi taruhannya sama Heiji! Mau ditaruh dimana mukaku nanti? Seorang detektif terkenal dari Timur bisa menyelesaikan semua kasus, tapi cewek yang super nyebelin gitu gak bisa? Pasti nanti Heiji berpikir seperti itu! HFFTT!
"Shinichi, tadi kau ada janji apa sama Miyano?"
Terdengar suara lembut Ran sekaligus menandakan bahwa ia penasaran, tetapi aku mengacuhkannya. Aku tetap terus berjalan dengan Ran disampingku yang sedang menoleh kepadaku
"Shinichi!"
"eh? Ah ya, Ran ada apa?"
"huh, dasar, kau kok bengong saja sih? Memangnya aku harus mengulang berapa kali?"
"maaf Ran, kau tadi bilang apa?"
"Kau dan Miyano tadi ada janji apa?"
"Oh itu.. tidak penting kok"
"Tidak penting? Buatku tapi sangat penting! Karena—"
"karena?" tanyaku penasaran
Aku melihat muka Ran memerah.
"bu-bukan itu, ya aku kan teman kecilmu juga, Shin, jadi ya aku perlu tahu juga!"
"oh.. ya sebenarnya, sih, tadi aku menawarkan Miyano untuk berkeliling sekolah, karena dia kan murid baru, jadi mungkin dia belum tahu tempat-tempat di sekolah kita"
"ooh jadi begitu.. tapi, kenapa harus kau, Shinichi?"
"heh? Memangnya kenapa? Jangan-jangan, kau cemburu, ya, Ran?" aku menggodanya
Muka Ran benar-benar memerah dan ia menunudukan kepalanya
"Ng? Ran? Kenapa mukamu merah begitu? Kau kepikiran kata-kataku, ya? Bodoh, aku Cuma bercanda, kok! Haha jangan ditanggapi dengan serius begitu!"
Tiba-tiba Ran memegang tanganku di depan rumah Ran dan masih menundukan kepalanya.
"Kau.. benar.. Shinichi"
"maksudmu?"
"aa-aku memang cemburu!"
Ia masih melanjutkan kata-katanya
"aku cemburu karena bukan hanya aku perempuan yang bisa bertengkar denganmu, dekat denganmu.. dan bisa jadi akrab denganmu.. yah walaupun kalian tadi bertengkar, tapi.. kalian terlihat sangat dekat.. dan aku merasa terasingkan"
"Ra...n"
"Kenapa? Shin, kenapa kau sungguh tidak peka terhadap perasaanku padamu? Aku.. menyukaimu Shinichi!" dan sekarang mukanya benar-benar semerah tomat
"Hei, ternyata soal itu? Aku juga menyukaimu Ran" kataku sambil mengelus kepalanya
"suka.. bukan, Shin. Aku bukan hanya menyukaimu, ta-tapi aku juga mencintaimu!"
Mukaku langsung memerah karena pengakuan Ran padaku.
"Kupikir.. aku juga begitu" kataku tetapi 'ragu-ragu'
"be-benarkah, Shi, Shinichi?"
"tapi.. maaf. Ran, aku tidak bisa jadian denganmu"
"apa?! Tapi.. tapi kenapa, Shin?" dan airmatanya mulai mengucur
"maaf Ran, dan kumohon jangan menangis."
"Bodoh. Shinichi bodoh!" air matanya mengalir semakin deras dan segera berlari memasuki kantor detektif Kogoro Mouri
"Ran... Gomen.. sebenarnya aku belum tahu perasaanku padamu seperti apa, lagipula..." kataku pada diriku sendiri pelan.
Aku langsung menuju kerumahku dan merebahkan diri kesofa.
Hari yang benar-benar melelahkan, batinku.
.
.
.
.
.
Shiho's Pov
Hari ini kenapa, sih? Terjadi macam-macam hal. Lagipula, detektif itu kenapa mendekatiku? Padahal sudah ada pacarnya, kan. Dia Sampai mohon-mohon untuk jadi temanku pula, aneh.
Tapi.. kami seperti.. sudah terhubung, mungkin..?
HAH! Bodoh! Ke-kenapa aku memikirkan hal seperti itu? Apa dia menganggapku sebagai murid baru yang tak mempunyai teman karena sikapku?
Kalau dia memang benar berpikir seperti itu... awas saja!
Loh, kenapa aku marah-marah sendiri? Mikirin detektif sombong itu, lagi!
SHIHO, sadar dong!
Aku.. aku tak butuh teman. Benar..
Tapi, Akemi-neechan pernah bilang kalau aku tidak boleh terus bersikap seperti ini..
Jadi, apa harus.. aku berhubungan dengan orang lain..?
Aku..
Aku tak mau orang bersikap baik padaku.
Aku tak mau mempunyai hutang budi.
Apalagi.. detektif itu
Argh! Apa yang sebaiknya kulakukan?!
Akemi-neechan..
Sudah, deh. Tidak usah dibawa stress, Shiho.
"Bosan..." kataku sambil berguling-guling dikasur
"Eh? Sepertinya tadi ada pr? Lebih baik kukerjakan sekarang"
*TING TONG*
"Siapa, sih? Malam malam begini. Ganggu saja"
"Shiho-kun! Tolong bukakan pintu, ya!" terdengar dari luar pintu suara Hakase yang memanggilku
"Hai, hai" jawabku malas
Aku segera keluar dari pintu kamarku
"hakase.. kenapa tidak kau saja yang membukakan? Aku sedang mengerjakan PR"
"aku mau mandi dulu.. tidak lihat nih aku membawa handuk? Sudah, Shiho-kun buka pintunya ya!"
Aku membalasnya dengan anggukan
Aku langsung membukakan pintu rumah, dan saat kubuka...
Ya tuhan, ucapku dalam hati.
Finished! :D ada kesalahan kata? atau kurang nyambung? atau ada kritik lain? RnR! :DD
