Ini lanjutan dari chapter sebelumnya ^^
selamat membaca ~
.
.
.
.
Ternyata Rin mendengar suara itu juga.
"Di sana rupanya!" Rin melemparkan sebuah pedang yang ntah darimana asalnya
Aku pun melihat ke arah pedang yang di lemparkan Rin.
"Tap tip tup tap tip tup tap tip tup"
"Trick or Treat" ucap suara itu
Suara itu kian lama kian mendekat. Aku dan Rin semakin waspada. Kami memperhatikan sekitar dan bersiap menyerang siapapun yang akan muncul.
"Ayo main.." ucap seorang perempuan di atas air mancur
"Ha? Anak kecil?" kata ku dengan tidak percaya
"Aaaaaaaa! Aku bukan anak kecil! Kau yang kecil! Kau yang kecil!" kata anak itu sambil menangis
"Pulang saja yuk…" kata Rin yang kehilangan semangat bertarungnya
Aku dan Rin pun berjalan pulang. Tapi tiba-tiba…
"Salamander!"
Seekor naga api pun muncul di sana dan itu sempat membuat kami terkejut. Tapi keterkejutan kami pun sirna ketika melihat yang muncul adalah err…naga api yang teramat kecil. Kalau kalian pernah melihat seekor anak kucing kira-kira besar naganya segitu.
"Apa itu?" tanya ku dengan wajah cengo
"Kadal?" Rin juga memasang wajah cengo
"Bukan! Itu naga! Itu naga!" katanya dengan merengek
"Ini naga?" tanya Rin sambil menusuk-nusuk nya dengan ranting pohon
"Iya! Itu naga!" jawab anak itu dengan bangga nya
"Holy Explosion" Rin mengeluarkan kekuatannya
Baru kali ini aku melihat kekuatan Rin.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya Rin dengan dingin
"T-tidak…" aku mengalihkan pandangan ku
"Kyaaaaa! Kau membunuh salamander ku! Kau nakal! Nakal sekali!" dia kembali menangis
"Dengar ya! Aku tidak punya waktu untuk bermain dengan anak kecil seperti mu!" tegas Rin
"Tidaaaak! Kau lah yang kecil! Kau yang kecil! Hueeee!" dia menangis semakin keras
"Jangan jahili adik ku!" ucap suara akal laki-laki
"Leviathan"
"Rei!" ucap anak perempuan itu
Aku dan Rin melihat ke arah lengit. Kami melihat naga yang cukup besar dan yang ini cukup membuat ku takut.
"Itu baru naga!" kata ku sambil menunjuk ke arah naga itu
"Punya ku juga naga!" sahut anak perempuan itu
"Leviathan! Serang!" ucap anak laki-laki itu
Naga itu pun segera menyerang kami. Aku yang belum tau soal kekuatan ku hanya dapat menghindar.
"Len! Alihkan perhatian naga itu!" kata Rin
"H-hey kau mau kemana?" tanya ku, Rin tidak menjawab
"A-ayo kemari naga manis…pus…pus…" kata ku yang mencoba mengalihkan perhatian naga itu
Naga itu pun dengan cepat bergerak ke arah ku sambil membuka mulutnya lebar-lebar seakan-akan ingin memakan ku.
"Hahaha, jadilah santapan Leviathan tersayang ku" ucap Rei dengan puas
"Statis Sword" ucap Rin
Lalu dari langit turun es berukuran amat besar yang menimpa naga itu. Dan lagi-lagi aku merasa kagum pada Rin.
"Leviathan!" Rei histeris
Melihat partnernya histeris, Rui pun mengambil posisi untuk memanggil makhluk aneh lagi tapi Rin segera menyadarinya dan dengan cepat dia pun pergi kearah Rui dan bersiap menebasnya.
"Rui!" Rei segera berlari ke arahnya
". . ." Rin menebasnya tanpa kata-kata
Namun sayang, yang Rin tebas bukanlah Rui melainkan Rei. Rei pun jatuh ke tanah dan Rui pun segera menghampiri Rei dengan cepat. Melihat Rui yang menghampiri Rei, Rin bersiap kembali untuk menebas Rui.
". . ." Rin melayangkan pedangnya pada Rui
"Onii-chan!"
"Ngh…" Rin menghentikan pedangnya
"Onii-chan! Onii-chaaaaaan!" Rui histeris, Rin terdiam
"Ayo pulang Len…" kata Rin beranjak pergi dari sana
Namun tiba-tiba Rui memegang kaki Rin. Rin menatap Rui dengan Dingin.
"Tolong kakak ku…hiks…kalau dia pergi…hiks…maka aku tidak akan punya siapa-siapa lagi…" kata Rui
". . ." Rin terdiam
"Aku mohon…hiks…aku akan melakukan apa saja asalkan kakak ku terto-"
Dengan segera aku pun menggendong tubuh Rei dan berlari menuju penginapan dimana Luka dan yang lainnya berada.
"L-len…" Rin masih terdiam
"Apa yang kau lakukan?! Ayo cepat Rin!" kata ku
Rin pun menurut dan menarik lengan Rui dan berlari di belakang ku.
Kemudian aku dan juga Rin sampai di penginapan Luka sangat terkejut ketika aku membawa Rei dan Rui.
"S-siapa mereka?" tanya Luka
"Akan ku jelaskan nanti, sekarang ku mohon selamatkan anak ini" kata ku pada Luka
"Mereka adalah Summoner" kata Rin
"Apa?!" Luka semakin terkejut
Rui mendekati Luka dan menarik-narik baju Luka.
"Selamatkan kakak ku…hiks…" katanya
"B-baiklah…" kata Luka
Aku, Rin, Rui, dan Kaito menunggu di luar kamar dimana Rei sedang di tangani oleh Luka. Rui terlihat gelisah mungkin dia takut Rei akan meninggalkan dirinya untuk selamanya. Aku mengerti perasaan Rui saat ini.
"Onii-chan…" gumam Rin
"Rin?" aku menatap wajahnya
"H-heee!" Rin yang terkejut refleks menendang wajah ku
"Sakit Rin!" kata ku sambil mengusap wajah ku
"M-maaf!" kata Rin
Suasana sempat hening sesaat.
"Ano, apa kau tidak kepikiran untuk kembali ke dunia asal mu?" tanya Rin
"Eh?"
"Maaf aku bertanya seperti itu. Lupakan saja pertanyaan ku yang tadi ya" ucap Rin
"Tentu saja kepikiran. Aku ingin kembali ke sana tapi aku pikir itu tak semudah yang ku pikirkan. Makanya aku akan mencari beberapa cara agar aku bisa kembali ke sana" jawab ku
"Bagaimana kalau kau coba dekati setiap closet yang kau temui?" kata Rin
"Aaaaa…jangan closet lagiiiiiiiii!" aku merinding
"Semuanya selesai" ucap Luka dengan riang
"R-Rui…" Rei berjalan keluar sambil memegangi perutnya
"Onii-chan!" Rui langsung memeluk kakak kesayangannya
"Terimakasih banyak…" kata Rui pada Luka
"Rui.." panggil Rin
"I-iya?"
"kau bilang akan melakukan apa pun asalkan kakak mu selamat kan? Nah sekarang kakak mu sudah selamat. Dan sekarang aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku.." kata Rin
"Apa itu?" tanya Rui
"Itu adalah…." Rin mendekati telinga Rui
Rin membisikan sesuatu pada Rui. Ntah apa yang di bisikan oleh Rin sampai-sampai Rui terlihat sangat kaget. Tapi aku yakin jika Rin tidak akan meminta yang aneh-aneh pada Rui.
Arigatou gozaimasu buat yg udah baca sampai sini ^^
kelanjutannya menyusul nyan ~
sekedar ngasih tau aja, nama-nama kyak Leviathan, Salamander, Statis Sword, Holy Explosion ku ambil dari game Final Fantasy Tactics nyan ~
