Halo :3

Akhirnya bisa selesaiin Chapter 4 ~

fufu

Selamat membaca ~

.

.

.

.


Perjalanan masih jauh jadi kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di pinggir danau. Aku terkesan dengan pemandangannya! Sial! ini benar-benar indah! Mungkin di aku tak bisa menemukan tempat seperti ini di dunia tempat ku berasal.

"Ngomong-ngomong kekuatan seperti apa yang kalian miliki?" tanya ku pada Kaito dan yang lainnya

"Kekuatan ku adalah memanggil monster dari dunia lain hahaha" ucap Rui sambil berlari-lari mengejar kupu-kupu

"Aku tidak tanya kau bocah.." kata ku

"Umm…aku adalah seorang Cleric, kemampuan ku menyembuhkan orang yang sakit…umm ya kurang lebih seperti itu lah" jawab Luka

"Aku adalah seorang Lancer, biasanya aku menusuk musuh ku berkali-kali dengan tombak kesayangan ku yang ku beri nama Sake" kata Meiko dengan bangganya

"Seram…" Rei merinding

"Ah kalau aku adalah Samurai, aku selalu menebas musuh-musuh ku demi melindungu luk—ehem… demi melindungi teman-teman ku yang berharga" ucap Gakupo

"Aku yakin tadi kau mau bilang 'Luka-nee'" cetus Rei

"Berisik kau bocah!" Gakupo mengarahkan pedang nya pada Rei

"Ehem…kalau aku adalah seorang Temple Knight, jika aku kehilangan banyak darah maka aku bisa mengambil darah lawan ku tanpa harus melukainya" jawab Kaito

"Dasar Vampire" cetus Rin

"Tapi aku tidak meminumnya secara langsung kan…itu langsung masuk kedalam tubuh ku" kata Kaito lagi

"Kalau Rin bagaimana?" tanya ku, Rin diam.

"Kalau Rin, Dia adalah seorang Divine Knight. Ya aku rasa kau pernah melihat kemampuannya kan?" ucap Miku

"Kekuatannya seperti Dewa!" sahut Rei dengan wajah penuh kekaguman

Rei benar! Kalau di ingat-ingat kemampuan Rin memang luar biasa. Cahaya yang turun dari langit yang mampu membunuh Mini Salamander milik Rui dan hujan es raksasa yang mampu mengalahkan Leviathan milik Rei itu semua memang mengagumkan.

"Hey Rei, Rui apa kalian bisa memanggil monster yang lain selain Mini Salamander dan Leviathan?" tanya ku pada si kembar

"Tentu saja! Kami ini kan Summoner!" jawab Rui dengan bangganya

"Apa saja?" Gakupo penasaran

"Bahamut, Odin, Golem, Centaur, Tiamat, Triton, Pegasus, Titan, Fairy, Ramuh, Moogle, dan lain-lain" jawab Rei

"TITAN?" aku terkejut setengah mati

"I-iya…kenapa?" Rei bingung

"TITAN YANG TINGGI NYA BISA MENCAPAI 60 METER ITU? YANG GEMAR MEMAKAN MANUSIA ITU?" tanya ku lagi

"Heee? Kau ini bicara apa?" Rui tidak mengerti

"Apa kalian tidak pernah lihat anime Shingeki no Kyojin?" tanya ku

"Heee? Apa itu?" Rei dan Rui semakin kebingungan

Bodoh nya aku! Jelas saja mereka tida tau! Mereka kan berasal dari dunia yang berbeda dengan ku…astaga aku jadi malu pada diri ku sendiri.

"Len-nii kenapa?" Rui menepuk-nepuk pundak ku

"Lupakan saja perkataan ku tadi.." kata ku sambil menutup wajah dengan kedua tangan

"Yosh! Istirahat selesai! Mari lanjutkan perjalanan!" Gakupo bersemangat

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kota DeLusia. Yaaa Luka bilang sih jarak nya sudah tidak jauh lagi.


Dan akhirnya kami pun sampai di kota yang dinamakan DeLusia itu. Kami terus berjalan menuju rumah seseorang yang bernama SeeU. Kemudian kami melihat sebuah rumah unik yang berbentuk kepala kucing dan Luka bilang itu lah rumah SeeU.

Luka mengetuk pintu rumah itu dan terbuka lah pintu itu dengan sendirinya! Benar-benar ajaib.

"Kalian siapa?" tanya seseorang

"S-siapa yang bertanya?" Miku kebingungan

"Pintu nya bicara ya?" Aku ikut bingung

"A-ano…di bawah sini"

Semua melihat ke bawah dan ternyata yang bicara bukanlah pintu nya, melainkan seorang anak kecil yang sangat manis. Kyaaaa Moeeee!

"Kami ingin bertemu dengan SeeU, kami ini teman-temannya" kata Luka

"Sebentar…" gadis kecil itu menutup lagi pintu nya

Blaamm! Gadis kecil itu menutup nya dengan cukup keras. Kami kebingungan, kenapa sudah di buka malah di tutup kembali.

"Ahh…aku sampai kaget! Ku kira anak kecil yang tadi adalah orang yang bernama SeeU" kata Rui

"Kau ini, SeeU itu sudah hidup selama 400 tahun!" kata Meiko

"Sungguh?" ucap Rei dan Rui

"Tentu saja…." Meiko mengangguk, Rei dan Rui semakin kagum

"Aku bohong hahaha" lanjut Meiko

"Huh dasar tante-tante.." cetus Rei

"Apa katamu ha?" Meiko menarik pipi Rei keras-keras

"Mwaaap"

Sudah kurang lebih 3 jam kami menunggu dan orang yang bernama SeeU pun tidak kunjung keluar.

"Lama sekali…" kata ku

"Segini itu masih sebentar, dulu aku menunggunya hampir 4 hari!" ucap Rin

"APA?! 4 HARI?" aku terkejut

Sebenarnya apa yang di lakukan orang yang bernama SeeU itu? Jahat sekali membiarkan teman-temannya menunggu selama ini.

Tak lama kemudian pintu rumah itu pun terbuka kembali.

"Silahkan masuk" ucap gadis kecil yang tadi

"Kali ini cepat ya?" kata Kaito

Kami pun masuk ke dalam dan di sana sudah ada seorang perempuan dengan telinga menyerupai kucing. Mungkinkah dia SeeU?

"Ara…Luka sudah lama kau tidak datang berkunjung!" katanya

"SeeU! Aku membutuhkan bantuan mu" kata Luka sambil menarik tangan ku

"Hm? Bantuan apa?" tanya nya

"Tolong lakukan hal yang kau lakukan pada Rin dulu pada anak ini" kata Luka

"Hm? Jadi?" SeeU mendekati ku

"A-aku ingin tau kekuatan apa yang aku miliki" kata ku pada SeeU

"Boleh saja, tapi apa kau siap untuk menerima konsekuensinya?" tanya SeeU, aku menganggukan kepala ku

"Baiklah…" SeeU membawa ku ke sebuah ruangan

Miku dan yang lainnya menunggu di ruang tamu.

"Pejamkan mata mu" kata SeeU, aku pun menuruti nya

"Apa yang kau lihat?" tanya nya

"Sebuah…cahaya…" jawab ku

"Cukup, kau boleh membuka mata mu" kata nya

Kemudian SeeU keluar dan memanggil Luka dan yang lainnya.

"Jadi kemampuan apa yang Len miliki?" tanya Miku

"Dia termasuk orang yang spesial seperti Rin" jawab nya

"Sama seperti Rin?"

"Jika Rin adalah Divine Knight maka Len adalah Holy Knight" ucap SeeU sambil melirik ke arah ku

"Apa ada perbedaan di antara mereka?" tanya Meiko

"Dalam segi kekuatan sih Holy Knight lebih unggul karena dia mampu menguasai Holy Word, keren bukan?" jawab SeeU

"Dan juga tak ada satu pun sihir yang mampu melukainya" lanjut SeeU

Benarkah kemampuan ku sehebat itu? Aaaah sulit di percaya!

"Yaaa mungkin kau bisa menggunakan ini" SeeU memberi ku sebuah pedang

"Namanya Excalibur, berbaik hati lah padanya ya?" kata SeeU sambil tersenyum

"Kalau punya Rin-nee namanya apa?" tanya Rui

"Kalau punya Rin namanya Defender" jawab SeeU

Ketika kami sedang mengobrol dengan SeeU, tiba-tiba kami mendengar jeritan banyak orang di luar sana. Kami pun segera pergi keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.

"A-ada apa ini?" Miku terkejut melihat banyak orang yang menjadi batu

"Haku-neesan…" ucap Rei dan Rui

". . ." orang itu melihat ke arah Rei dan Rui

"Siapa dia?" tanya ku

"D-dia adalah…salah satu pengawal setia Ratu…Yowane Haku…" jawab Rui yang ketakutan

". . ." Haku mengarahkan tangannya pada si kembar

"Gawat! Dia akan menyerang Rei dan Rui!" Gakupo berlari ke arah Rei dan Rui

"Mau pulang ke Istana atau mau pulang selamanya?" tanya Haku, Rei dan Rui diam

"Len! Ini saat nya kau tunjukan kekuatan mu" kata SeeU

"B-bagaimana caranya?" aku masih bingung

"Perhatikan Rin!" teriak Kaito dari jauh

Aku pun segera melirik ke arah Rin yang kelihatannya sedang bersiap untuk menyerang gadis itu.

"Defender…" Rin memanggil pedangnya yang agung

"Holy Explosion…" Rin menebaskan pedangnya dari jauh

Namun sayang, serangan Rin tidak mengenai Haku. Ternyata gerakan Haku lebih cepat dari yang kami duga.

"Nah! Sekarang giliran ku!" kata ku dengan bersemangat

"T-tapi mana pedang ku?" aku panik

"Panggil dia seperti Rin memanggil Defender!" kata Miku

"Excalibur…"

Kemudian Excalibur pun muncul di samping ku. Aku pun meraihnya dan mengarahkannya pada Haku.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" teriak ku pada yang lainnya

"Katakan Crush Punch!" balas teriak SeeU

"Baiklah…Crush Punch!"

Kamudian dari tanah muncul Kristal berwarna oranye yang hampir mengenai Haku. Cih! Andai gerakan tubuhnya tidak secepat itu dia pasti sudah kena serangan ku yang tadi.

"Solid" Haku mencoba mengubah ku menjadi batu

"Carbunkle" Rui menggunakan kemampuan sihir nya

Seekor makhluk menyerupai kucing pun muncul dan mengeluarkan cahaya berwarna merah lalu menghilang begitu saja. Ada apa ini? Mungkinkah sihir Rui gagal?

". . ." Haku terdiam

"Dengan ini sihir mu tidak akan mempan pada kami" ucap Rui

Jadi sihir Rui tidak gagal? Tapi aku tidak merasakan apa-apa. Tapi aku rasa kedua bocah Summoner itu tidak bisa di remehkan juga.

"Kalau serangan sihir tidak mempan, bagaimana kalau serangan langsung seperti ini?" Haku bergerak cepat dan menedang Rui

"Rui!" Rei menahan tubuh Rui yang terlempar

"Perlu bantuan Haku?" ucap seseorang yang tidak di ketahui keberadaannya

"Tidak perlu…" jawab Haku

Tiba-tiba muncul sesosok gadis di atas pohon.

"Hmmm…" gadis itu tersenyum pada kami

"Ratu memanggil, cepatlah kembali" gadis itu pun menghilang

". . ." Haku ikut menghilang

"Rui! Kau tidak apa-apa?" tanya ku, Rui menganggukan kepala

"Aku akan berkeliling kota untuk menyembuhkan warga yang berubah menjadi batu" kata Luka

Kami pun membawa Rui kembali masuk ke dalam sedangkan Luka berkeliling kota di temani oleh Gakupo dan Meiko. Dan aku rasa kekuatan orang yang bernama Haku itu tidak bisa di anggap enteng, tapi jika kami tidak bisa mengalahkannya maka kami tidak akan bisa mengalahkan Ratu.

"Rei…" panggil Kaito

"Ya?" jawabnya

"Sebenarnya ada berapa pengawal Ratu?" tanya Kaito, Rei terdiam dan menundukan kepalanya.

"Semuanya ada 11…tapi hanya ada 5 orang yang selalu di sisi Ratu " jawab Rei

"Dan 11 itu pun sudah termasuk aku dan Rui" lanjutnya

"Jadi sisanya tinggal 9?" tanya ku, Rei menggelengkan kepala

"Mereka pasti sudah mempunyai pengganti ku dan Rui" jawab nya

Aku sudah menduga jika kehadiran Rei dan Rui akan menjadi keuntungan yang sangat besar bagi kami. Dengan begini kami bisa lebih waspada. Akita Neru, Yowane Haku, dan gadis misterius yang tadi, pasti di antara mereka adalah salah satu pengawal yang selalu berada di sisi Ratu. Aku harus menjadi lebih kuat agar dapat mengalahkan mereka semua.


Yosh! :3

Arigatou buat yang udah mau baca sampai sini ~

Jangan lupa baca lanjutannya yaaaaaaa :'3