Chapter 6 selesai ^^
selamat membaca nyan ~
.
.
.
.
.
"Aku beri kau waktu 3 detik" kata Neru dengan senyum licik nya
"Gawat! Bagaimana ini!"
"Satu…"
"Tuhan…tolong aku…"
"Dua…"
"Tuhan…Lindungi aku…"
"Ti—"
"Baiklah!" jawab ku pada nya, Neru tersenyum
Neru melangkah ke arah ku dengan perlahan. Dia tersenyum licik dan berkata ayo mulai bersenang-senang. Aku hanya diam.
"Bersenang-senang seperti apa yang kau inginkan?" tanya ku
"Seperti ini…menghabiskan waktu berdua bersama mu" jawab nya sambil mendekatkan wajah nya pada ku
"Cih! Apa yang kau lakukan!" aku mundur 4 langkah
"Turuti semua keinginan ku atau ku bunuh orang yang paling berharga bagi mu" ucap nya dengan ekspresi yang cukup membuat ku takut
"Orang yang paling berharga bagi ku sudah tidak ada! dasar bodoh!" kata ku dalam hati
"Ayo pergi!" ekspresinya berubah lagi, aku pun menurut
Neru menepuk tangannya dan waktu pun kembali normal. Sepertinya dia adalah seorang penyihir yang dapat mengendalikan waktu. Aku harus berhati-hati padanya.
"Hey…" Neru memegang kedua pipi ku dengan tangannya yang terasa halus
"Hanya untuk hari ini…bisa kah kau membuang rasa waspada mu pada ku? Aku berjanji tidak akan melakukan apapun" ekspresi wajah Neru berubah lagi
". . ." aku hanya diam
"Bodoh nya aku! Mana mungkin kau mau percaya pada musuh" ucap nya sambil membelakangi ku
Kali ini…mungkin aku bisa mempercayainya. Bisa jadi Neru akan bergabung bersama kami sama hal nya seperti Rei dan Rui. Tapi itu mustahil…dia adalah pengawal yang selalu berada di sisi Ratu, dia tidak mungkin menghianati Ratu.
"Baiklah…kali ini aku percaya pada mu" kata ku, Neru tersenyum manis
Kemudian Neru mengajak ku ke sebuah tempat makan. Dia bilang lebih enak mengobrol di sana dari pada di sini.
"Apa aku boleh mulai bertanya?" kata ku
"Hm? Silahkan"
"Satu, Siapa orang yang menggantikan posisi Rei dan Rui?" aku memasang wajah serius
"Mereka adalah Teto dan Ted Kasane" jawab nya dengan santai
"Dua, Kemampuan apa yang di miliki oleh 5 pengawal yang selalu di sisi Ratu?
"Luo, kemampuannya dapat mengurung lawannya dalam sebuah cermin dan jika cerminnya hancur maka lawan yang terkurung akan mati. Haku, kemampuannya dapat mengubah lawannya menjadi batu, jika retak sedikit saja maka lawan akan mati. Yukari, kemampuannya dapat mengendalikan semua makhluk yang bernyawa maupun tidak bernyawa. Aku sendiri, kemampuan ku adalah mengendalikan waktu. Akaito, kemampuannya adalah membahagiakan Ratu"
"Membahagiakan Ratu? Apa maksudnya?" aku semakin penasaran
"Itu karena dia adalah orang yang spesial bagi Ratu…untuk kemampuan dalam bertarungnya tak ada satu pun yang tau. Yang jelas dia adalah seorang Wizard" jelas Neru
"Baiklah. Tiga, kemampuan pengawal sisanya?" tanya ku lagi
"Mayu, dia dapat membunuh musuh dengan nyanyiannya. Dell, dia dapat menembak musuh nya dalam jarak kurang lebih 1 km. Lui, dia dapat membunuh musuh nya dengan gambar-gambar yang dia buat, contohnya jika dia menggambarkan mu dengan kepala terpisah dengan badan maka tanpa kau sadari kepala mu sudah tidak pada tempatnya tapi setelah kau sadar maka kau akan mati seketika. USee, kemampuannya hanya dapat meramalkan apa yang akan terjadi. Teto dan Ted Kasane, kemampuannya hampir sama dengan Rei dan Rui" jawab nya dengan jelas
Aku cukup terkejut dengan jawabannya sampai-sampai keringat dingin keluar dari tubuh ku.
"Selanjutnya.. empat, cara nya untuk masuk ke negeri Ururu?" tanya ku lagi
"Dengan cara mengalahkan ke-enam pengawal yang bertugas di luar istana, setelah kalian mengalahkannya maka kalian akan melihat sebuah gerbang menuju negeri Ururu"
" Ratu mengetahui apa yang kau lakukan sekarang?"
"Tidak. Seorang pengawal juga butuh liburan. Ratu tidak akan bisa mengawasi kami selama kami tidak bertugas. Setiap pengawal hanya di beri satu hari untuk terbebas dari tugasnya, setelah waktu habis maka Ratu dapat kembali mengawasi kami"
"Yang terakhir. lima, kau sengaja menemui ku?"
Neru terdiam dan tiba-tiba waktu sudah menunjukan jam 11.59 malam. Cih! Aku yakin ini perbuatan Neru!
"Waktu liburan ku sudah hampir habis. Aku harus segera kembali sebelum Ratu mengetahui semuanya. Sampai jumpa…" Neru menghilang
"Tunggu!"
Kenapa dia tidak mau menjawab pertanyaan ku yang terakhir? Apa semua ini jebakan? Untuk memastikan kebenaran dari kata-katanya sebaiknya aku segera kembali ke rumah SeeU dan menanyakannya pada si kembar.
Tok..tok…tok.. Aku mengetuk pintu rumah SeeU. Lalu seorang gadi kecil yang waktu itu pun membuka kan pintunya. Astaga! Kenapa anak ini moe sekali!
"Ano…siapa nama mu?" tanya ku sambil mengelus kepala nya
"Tsukuyomi..Ai…" jawab nya dengan suara yang amat sangat imut
"Kawaiiiiiiiiii" kata ku
"Menjauh kau dari Ai! Dasar Lolicon!" teriak seorang perempuan yang tidak lain adalah Meiko
Dengan seketika aku pun menjaga jarak dengan Ai.
"Yawn.." Ai masuk ke dalam dan kembali tidur di samping SeeU
"K-kenapa kau belum tidur?" tanya ku pada Meiko
"Aku tidak bisa tidur jika tau suatu saat aku harus melawan orang yang ku sukai" jawab nya
"Orang yang kau sukai?" aku penasaran
"Gaaaah! Lupakan! Tidur sana!" Meiko menendang ku masuk dan menutup pintu nya
Sebenarnya siapa orang yang Meiko maksud? Yang pasti aku yakin dia adalah salah satu pengawal Ratu.
Pagi hari nya aku langsung meminta semuanya untuk berkumpul. Lalu aku menceritakan semua kejadian yang kemarin aku alami. Semuanya terlihat terkejut. Lalu aku menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada Rei dan Rui. Mereka bilang jika itu semua benar. Dan salah satu alasan mengapa posisi mereka langsung ada penggantinya pun karena Ratu tidak mau benteng pertahanannya retak.
"Apa Len menanyakan apa kekuatan Ratu pada Neru?" tanya Luka
"ASTAGA! Aku lupa untuk menanyakannya!" aku menepuk jidat ku sendiri
"Payah.." cetus Rin
"Umm…tapi kenapa rasanya kemampuan 6 pengawal terdengar lebih kuat dari pada yang 5 pengawal?" tanya Gumi
"Walaupun terdengar kuat tetap saja kemampuan mereka tidak ada yang mempan pada ke-5 orang itu" kata Rui
"Kalau begitu siapkan diri kalian! Besok lagi kita akan mencari dan mengalahkan ke-6 pengawal itu! Dan kita rebut kembali tanah kelahiran kita!" kata CUL dengan semangat yang membara
"Besok! Apa itu tidak terlalu cepat?" tanya Miku
"Lebih cepat lebih baik..shishishi" kata CUL
"Yosh! Ayo semangat!" teriak Gumi
Ku rasa hari ini akan di sibukkan dengan berbagai macam persiapan. Jujur saja…aku ingin ini semua cepat berakhir dengan begitu mungkin aku bisa kembali ke dunia asal ku. Dunia dimana tak ada sihir, monster, dan sebagainya. Aku rindu teman-teman sekolah ku. Aku benar-benar…ingin pulang…
Makasih banyak buat kalian yang udah mau baca sampai ke sini ^^
Lanjutannya menyusul ya ~
