Chapter 9 selesai nyan XD
Selamat membaca ^^
.
.
.
.
Tak ada tanda-tanda dari kemunculan gerbang menuju negeri Ururu. Mungkinkah yang lain belum berhasil mengalahkan lawan-lawannya?
"S-sakit…" kata ku
"Hee! Tahan sedikit! Onii-chan payah ah!"
"Eh.." aku langsung menatap Rin
"Hup…" Rin langsung menutup mulut nya
"Rin…jawab aku dengan jujur…siapa nama lengkap mu?" tanya ku sambil menggenggam kedua tangannya
"Aku…ng..nama ku…Rin…K-kagamine…" jawab nya perlahan
Betapa terkejutnya aku setelah mendengar jawaban dari Rin. Ternyata dia memang adik ku. Jadi selama ini adik ku tidak mati…tapi terlempar ke dunia ini…
"Rin…" aku langsung memeluknya dengan erat
"Hiks…onii-chan…"
"Kenapa kau tidak bilang sejak awal kita bertemu kalau kau adalah Rin adik ku?!" kata ku sambil mengusap air mata yang jatuh ke pipi nya
"Aku tidak sanggup…" kata nya
"Kenapa?"
"Aku terlalu terkejut ketika pertama kali aku melihat mu ada di rumah Meiko…aku kira aku tak akan bisa bertemu dengan mu lagi…hiks" Rin langsung memeluk ku lagi
"Sejak insiden di pantai itu meski ayah dan ibu berkata kau sudah mati tapi aku yakin kau masih hidup…dan ternyata itu benar…kau disini dan masih hidup…" aku membelai rambut nya
"Onii-chan…"
"Setelah semua ini berakhir, mari pulang bersama-sama" kata ku, Rin menganggukan kepalanya
Tuhan…terimakasih telah menjaga adik ku yang berharga selama ini. Dengan begini aku tidak akan pernah merasa kesepian lagi.
"Onii-chan…lihat itu" Rin menunjuk ke arah kanan
Kami melihat sebuah gerbang yang terbuka menandakan jika semua pengawal yang bertugas di luar istana telah habis.
"Ayo pergi!" Rin menarik tangan ku
Dan kami pun masuk ke dalam gerbang itu. Jujur saja…cahaya dari gerbang itu membuat ku silau. Aku dan Rin sudah berlari ke dalam sana tapi kami tidak menemukan jalan keluar.
Setelah berlari cukup lama akhirnya kami berhasil menemukan jalan keluar. Kami berdua tiba di pusat kota negeri Ururu. Tempatnya cukup indah tapi suasananya cukup mengerikan.
"Jadi ini tempat lahir Miku?" gumam ku
"Heeey! Len! Rin!" teriak seseorang sambil melambaikan tangan
"Gumi!" Rin menarik tangan ku dan berlari ke arah Gumi
"Bagaimana pertarungan kalian?" tanya Lily
"Ya..begitulah.." jawab ku
"Hmm..aku mengerti" kata Lily
"Mana yang lain?" tanya Rin
"Hey! Syukurlah kalian selamat!" Kaito dan yang lainnya menghampiri kami
"T-tunggu…mana SeeU?" tanya ku, semua terdiam
"SeeU…dia…maaf aku tidak bisa mengatakannya…hiks" Miku menutup wajah nya
Lalu Luka menceritakan apa yang terjadi pada SeeU. Setelah dia membunuh USee, dia langsung bunuh diri. SeeU bilang mulai sekarang tidak mau berpisah dengan USee, kemana pun USee pergi SeeU akan mengikutinya. Bahkan ke neraka pun SeeU akan tetap mengikutinya. Mungkin itu lah bukti sayangnya SeeU pada USee. Padahal aku belum sempat berterimakasih padanya. Padahal aku belum lama mengenalnya…tapi…
Selamat jalan SeeU
"Lalu dimana Meiko dan CUL?" tanya Rin
"CUL kelihatan kurang sehat jadi dia beristirahat di penginapan" jawab Lily
"Sedangkan Meiko sedang menenangkan diri nya" jawab Gakupo
"Menenangkan dirinya?" aku tidak mengerti
"Kau tau kan aku dan Meiko saat itu berlari ke arah peluru itu berasal? Dan orang yang menembakkan peluru itu adalah Dell, orang yang di sukai Meiko" jelas Gakupo
'Aku tidak bisa tidur jika tau suatu saat aku harus melawan orang yang ku sukai' jadi orang yang di maksud dari kata-kata Meiko itu adalah Dell.
"Lalu siapa yang membunuh Dell?" tanya Rin
"Meiko…dialah yang membunuh nya" jawab Gakupo
Suasana sempat hening sebentar namun setelah itu suasana pun kembali normal. Kaito mengajak kami semua untuk kembali ke penginapan. Kami harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Ratu.
"Aku senang kau sudah sampai disini"
Aku mendengar suara yang rasanya sudah tidak asing lagi bagiku..
"Neru!" aku langsung membalikan badan tapi Neru tidak ada di sana
"Ada apa?" Rin bertanya pada ku
"Tidak ada apa-apa.." kata ku
Kami pun sampai di penginapan dan langsung beristirahat.
"Istana itu di sana ya?" tanya ku sambil menunjuk ke luar jendela
"Iya.." jawab Kaito
"Aku lelaaaah" aku pergi ke kamar
Ketika aku akan pergi tidur tiba-tiba seseorang dari luar melempari jendela kamar ku dengan batu kerikil. Aku pun langsung membuka jendela nya.
"S-siapa kau?" tanya ku, dia langsung melompat dan masuk ke kamar ku
"Ini aku, Yowane Haku" jawab nya
"Gaaaah! Apa yang kau lakukan disini?!" aku terkejut
"Len-nii ada ap— Gaaaaaah! Haku-nee!" Rei ikut terkejut
"Len-nii, Onii-chan kenapa kalian berisik seka— Gaaaaah! Haku-neesan!" Rui ikut terkejut juga
"Kalian bertiga ken— Gaaaaah! Apa yang kau lakukan disini?!" Gakupo histeris
"Tenangkan diri kalian, aku datang ke sini bukan untuk bertarung" katanya tanpa ekspresi
"Ada hal yang ingin aku sampaikan pada mu, Len Kagamine" lanjut nya
"Hal penting?"
"Ya, sebelum itu tolong tinggalkan aku berdua dengan Len" kata nya, Rei, Rui, dan Gakupo pun keluar dari kamar ku
Aku sedikit ketakutan ketika di tinggal berdua dengan Haku. Aku takut jika dia tiba-tiba menyerang ku.
"Aku ada satu permohonan pada mu" katanya dengan serius
"Permohonan? Permohonan apa?" tanya ku
"Bunuh Ratu.." jawab nya
Aku langsung terkejut ketika mendengar permohonan dari Ratu. Ada apa ini? Bukan kah Haku adalah pengawal setia yang selalu ada di sisi nya? Kenapa dia tiba-tiba meminta ku untuk membunuh Ratu?
"Kenapa kau…" aku masih terkejut
"Ceritanya panjang…" katanya
"Tapi.."
"Aku datang hanya untuk mengatakan itu, sampai nanti" Haku menghilang
Sebenarnya ada apa dengan semua ini?
"Len! Ada apa!" Rin masuk ke kamar ku
Aku mendekati Rin dan menceritakan semuanya . Dan dia pun terlihat sangat terkejut dengan itu semua.
"Aku yakin dia punya alasan…" kata Rin
"Maksud mu bisa jadi Haku itu sebenarnya baik?" tanya ku
"Ntah lah…aku belum bisa memastikannya, yang jelas kita tetap perlu waspada" kata Rin
Kau meminta ku untuk membunuh Ratu. Yowane Haku…sebenarnya apa tujuan mu…
Minna XD
jangan lupa nanti baca lanjutannya yaa ~
