Chapter 10
Selamat membaca nyaaan ^^
.
.
.
.
Kami sudah berada di wilayah negeri Ururu. Tapi kami merasa jika kami tidak dapat merebut kembali negeri ini dengan mudah mengingat kekuatan para pengawal yang bertugas di luar istana saja sudah sekuat itu apalagi yang selalu di sisi Ratu.
"Cih! Bagaimana ini…" aku khawatir
"Len? Ada apa?" Miku menghampiri ku
"Ngh..aku hanya sedang memikirkan sesuatu" kata ku sambil tersenyum
"Kau ingin pulang ya?" tanya nya, aku langsung terdiam
"Maaf membuat mu terlibat dalam hal ini…" ucap Miku dengan nada bersalah
"Eh? Tidak, mungkin aku ada di sini pun karena suatu alasan hehehe" kata ku sambil tertawa bodoh
"Miku-sama! Ayo kemari!" panggil Meiko, Miku pun segera menghampiri nya
Sebenarnya yang di katakana oleh Miku itu benar. Aku ingin pulang…pulang bersama adik perempuan ku, Rin. Aku benar-benar ingin mengakhiri semua ini. Aku ingin kembali ke kehidupan normal ku di Tokyo.
"Leeen!" panggil Miku
"Ada apa?"
"Mau temani aku belanja tidak?" kata nya
"Uh? Baik akan ku temani" aku segera berlari kearah Miku
"Cuit cuit ahahaha" Rei berlari sambil menepuk perut ku
"H-hei!"
"Yeay! Cuit cuit.." Rui pun berlari mengikuti Rei
Aku tidak memperdulikan si kembar itu dan langsung pergi menemani Miku berbelanja.
Ketika kami berbelanja, ntah mengapa seluruh mata tertuju pada Miku. Ntah karena mereka menyadari jika Miku adalah Putri dari negeri mereka atau karena sesuatu yang lain.
"Kenapa mereka melihat ku seperti itu…" Miku gelisah
Ada apa ini…kenapa semua orang melihat Miku dengan tatapan setajam itu? Apa mereka marah karena dulu Miku pergi meninggalkan mereka di sini?
"Miku…lebih baik kita kembali" kata ku yang langsung menarik tangannya
Aku sengaja membawa nya kembali karena aku merasakan hawa membunuh di sana. Aku takut terjadi hal yang buruk pada Miku. Tapi tanpa sengaja aku bertemu dengan Lily dan Gumi.
"Gumi! Lily!" panggil ku
"Hey! Len! Miku! Kalian sedang apa?" Gumi langsung menghampiri ku dan Miku
"Tolong bawa Miku kembali ke penginapan sekarang juga.." kata ku
"Eh? Kenapa?" Lily bingung
"Biar Miku saja nanti yang jelaskan. Sekarang tolong bawa dia pergi" kata ku lagi
Aku pun langsung meninggalkan mereka bertiga dan mulai berkeliling mencari informasi.
"Ano..permisi" kata ku pada seorang pedagang
"Ada yang bisa aku ban— Pergi kau! Pergi!" pedagang itu histeris ketika melihat ku
"Maaf! Aku hanya ingin ber—"
"Ku bilang pergi kau! Pembunuh! Pergi!" pedagang itu melemparkan dagangannya ke arah ku
"Pembunuh?" aku sedikit bingung
Melihat keadaan di sana yang cukup kacau aku pun langsung pergi. Aku kembali berjalan demi mendapatkan informasi. Aku berjalan cukup jauh dan tiba-tiba mendengar pecahan kaca dari sebuah jalan sempit. Tanpa pikir panjang aku pun langsung berlari ke sana. Lalu aku melihat tumpukan kaca yang sudah pecah.
"Kau Len ya?" tanya seorang gadis yang duduk di tumpukan kaca
"Dia pasti salah satu pengawal Ratu" kata ku dalam hati
"Jangan emosi dulu, aku hanya ingin melihat wajah orang-orang yang akan berusaha menghancurkan Ratu" ucapnya dengan lembut
"Cih! Tebakan ku benar!"
"Sebutkan nama mu!" kata ku
"Luo Tianyi, jangan lupakan itu ya?" kata nya yang langsung menghilang
'Luo Tianyi, kemampuannya dapat mengurung lawannya dalam sebuah cermin dan jika cerminnya hancur maka lawan yang terkurung akan mati.' Kata-kata Neru seperti nya benar. Kemampuan perempuan itu memang dari cermin atau apapun yang terbuat dari kaca. Aku harus berhati-hati pada nya. Jika aku terkurung dalam cerminnya maka tamat lah kehidupan ku.
Setelah bertemu dengan perempuan itu aku langsung kembali ke penginapan.
"Len!" Rin langsung berlari dan memeluk ku
"Ada apa?" tanya ku
Rin langsung menarik ku ke kamar Miku.
"Len! Kau tidak apa-apa?" Kaito terlihat khawatir
"Etto…sebenarnya ini ada apa?" aku tidak mengerti
"Tadi Rei dan Rui bilang jika mereka merasakan kehadiran seorang pengawal Ratu yang bernama Luo di dekat Len" kata Luka
"Aku memang bertemu dengan perempuan bernama Luo itu" kata ku, semua terkejut
"Ada apa?" aku semakin bingung
"Len-nii! Kau harus berhati-hati! Luo-nee hanya menemui mu! Itu artinya dia mengincar mu!" kata Rui
"Mengincar ku?"
"Iya!"
"Tapi kenapa?" tanya ku
"Karena bagi nya kekuatan mu sangat merepotkan" jawab Rei
Lalu tidak lama kemudian Gakupo dan Meiko masuk ke kamar Miku.
"Len kau tidak apa-apa?!" Meiko langsung memeluk ku, aku hanya mengangguk
"Len! Kau benar-benar harus berhati-hati!" ucap Meiko dengan serius
"Itu benar Len.." Gakupo menatap ku dengan serius
"K-kenapa kalian sekhawatir itu?" tanya ku
"Itu karena Luo adalah pengawal Ratu yang paling kuat" jawab Gakupo
Ketika mendengar kata 'Yang Paling Kuat' aku hanya bisa menelan ludah ku. Aku terkejut karena aku pikir Haku atau Neru lah yang paling kuat. Ternyata dugaan ku salah. Luo Tianyi lah yang paling kuat di antara yang lainnya. Tapi wajah dan suaranya tidak menunjukan jika dia itu kuat! Sial! Ternyata benar! Penampilan itu bisa menipu.
Aku rasa aku perlu menenangkan pikiran ku. Oleh karena itu aku pun kembali ke kamar ku.
"Onii-chan…" Rin masuk ke kamar ku
"Ada apa Rin?" tanya ku
"Jangan khawatir! Aku akan melindungi mu! Selalu!" ucap nya sambil memainkan sapu
"Ahahaha, seharusnya aku yang bilang begitu pada mu" kata ku sambil menarik kedua pipi nya
"CUL bilang besok kita akan pergi ke tempat Ratu apapun resiko nya" Rin memeluk ku
"Apa?!"
"Dan semuanya setuju. Aku kemari untuk memberi tau mu soal itu" kata Rin yang langsung pergi keluar kamar ku
Jadi semua ini benar-benar akan segera selesai ya…
Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kamar ku dan ketika aku membuka nya ternyata itu ada CUL.
"Kau mau memberi tau ku soal besok kan?" tanya ku
"Bukan.." jawab nya
"Jadi?"
"Kau sudah tau kalau Rin adalah adik mu kan?" tanya nya
"Iya.."
Aku pun langsung meminta CUL untuk masuk. Lalu CUL duduk di kursi dekat jendela.
"Sepuluh tahun yang lalu aku menemukan seorang gadis kecil yang ntah dari mana asalnya. Gadis kecil itu adalah Rin. Aku merawat dan membesarkannya seperti anak ku sendiri dan sekarang aku tidak menyangka jika kau adalah kakak kandung dari gadis kecil yang ku rawat" CUL tersenyum
"CUL…"
"Sekarang aku serahkan Rin pada mu. Tolong jaga dia karena aku sudah menganggapnya seperti anak ku sendiri" ucap CUL
"Terimakasih sudah menjaganya selama ini.." kata ku sambil membungkukkan badan, CUL hanya tersenyum
"Sekarang beristirahat lah! Besok kita akan mengalami pertempuran hebat dalam sejarah! Hahaha" CUL meninggalkan kamar ku
Aku berhutang budi pada mu…CUL…
Makasih yang udah mau baca ^^
maaf baru bisa update sekarang T^T
