Ini lanjutannya ^^

Selamat membaca ^^

.

.

.

.


Esok hari nya kami pun langsung pergi menuju istana Ratu. Dan demi keselamatan Miku akhirnya kami memutuskan untuk menutupi wajahnya dengan kain agar tak ada satu pun yang mengenalinya.

"Dada ku berdebar-debar" ucap Luka

"Mungkin karena ada aku di samping mu" kata Gakupo

Dugh..Lily memukul kepala Gakupo dengan buku nya.

"M-maaf.." Gakupo mengusap kepalanya sendiri, Luka hanya tertawa

Setelah berjalan cukup lama akhirnya kami pun sampai di depan gerbang istana yang amat tinggi. Istana ini di tutupi dengan salju padahal Miku bilang sekarang bukanlah musim dingin. Ya aku rasa juga begitu karena di kota sama sekali tidak ada salju. Mungkin Ratu sengaja menutupinya dengan salju.

Tiba-tiba gerbang itu terbuka dengan sendirinya. Sepertinya mereka sengaja membukanya agar kami semua masuk ke dalam. Dan benar saja, ketika kami masuk ke sana gerbang itu pun langsung tertutup. Kaito dan Gakupo sudah mencoba membuka nya tapi tetap tidak bisa. Apa boleh buat, kami sudah pergi sejauh ini dan tidak mungkin untuk mundur. Kami pun memasuki dalam istana dan melihat banyak mawar hitam di sana. Lalu kami juga melihat tulisan yang bertuliskan "Yowane Haku" Rei bilang itu tandanya tempat ini di jaga oleh Haku. Tapi kami tidak melihat Haku di sana, lalu kami berpencar untuk mencarinya.

"Teman-teman…lihat ini" kata Gumi

"Apa itu?" tanya Rin

Lalu Gumi memperlihatkan selembar foto. Dan yang ada di foto itu adalah Haku dan Neru yang masih kecil.

"Aoki Lapis…" Gakupo terkejut

"Ada apa Gaku— Aoki-chan!" Luka ikut terkejut

Lalu Miku mendekati sebuah patung benbentu anak perempuan.

"Teman ku…" Miku menyentuhnya

"Jangan-jangan itu bukan patung…tapi teman Miku yang di ubah menjadi batu oleh Haku" kata ku dalam hati

"Kita harus menemukan Haku!" Gakupo kesal

Kemudian muncul sebuah tangga yang terbuat dari batu. Lalu kami pun menaikinya sampai akhirnya sebuah pintung yang amat besar terbuka. Ketika kami memasukinya pintu itu pun langsung tertutup. Lalu kami membaca tulisan di lantai yang bertuliskan "Akita Neru" itu artinya Neru berjaga di tempat ini.

"Sejak tadi aku tidak merasakan kehadiran Haku-nee dan Neru-nee" ucap Rui

"Tidak merasakan keberadaan Neru? Itu artinya Neru tidak ada di sini?" tanya ku

"Sepertinya begitu.." jawab Rui

"Mungkinkah mereka melarikan diri!" Meiko kesal

Kami pun berpencar kembali mencari sosok Neru di tempat itu tapi hasilnya nol. Tak lama kemudian muncul sebuah tangga yang setiap anak tangganya memiliki tulisan angka romawi yang berbeda. Semuanya ada 12 anak tangga. Kami pun menaikinya dengan perlahan. Dan sebuah pintu yang besar pun terbuka dan kami langsung memasukinya.

"Uh.." Rui terlihat gelisah

Kemudian kami membaca tulisan yang bertuliskan "Yukari Yuzuki" di atas dinding.

Prok prok prok… kami mendengar tepuk tangan.

"Yukari-nee…" Rui semakin gelisah

"Selamat datang di lantai 3 dimana aku lah yang menjadi lawan kalian" ucap nya dengan senyum iblisnya

"Dimana Haku dan Neru?" tanya CUL

"Mmm…ntahlah" jawab nya

"Sial! Mati kau! Ib— apa ini! Aku tidak bisa menggerakkan tubuh ku!" CUL kesal

"Kau lupa kemampuan ku ya?" Yukari tersenyum

'Yukari Yuzuki, kemampuannya dapat mengendalikan semua makhluk yang bernyawa maupun tidak bernyawa.' Benar! Dia dapat mengendalikan tubuh siapapun sesuka hatinya! Gawat! Bagaimana ini!

"Aku mau bermain dengan salah satu dari kalian" Yukari menggerakkan jari-jarinya

"Apa-apaan kau! Ugh.." Kaito tidak dapat menggerakkan tubuh nya

"Hehehe…" Yukari tertawa

Ketika semuanya tidak bisa bergerak, hanya aku lah yang bisa bergerak.

"Eh? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuh mu?" tanya Yukari, aku tidak menjawab

"Aha..ahahahaha…ahahahaha" Yukari tertawa terbahak-bahak

"Astaga…aku lupa…kau adalah Holy Knight…ahahahaha" ucapnya

"Darimana dia tau itu!"

"Kalau begitu aku akan bermain dengan mu…" ucap Yukari dengan penuh nafsu ingin membunuh

Kemudian dia pun menggerakkan tubuh Rin dengan kemampuannya.

"Serang dia boneka ku yang cantik.." Yukari menggila

"Onii-chan! Menghindarlah!" Rin mengarahkan defender pada ku

"Cih!" aku pun menghindar

Kalau dia bertarung dengan mengendalikan tubuh teman-teman ku maka aku hanya bisa menghindar. Aku tidak mungkin melukai teman-teman ku sendiri.

"Len! Awas!" Meiko hendak menusuk ku, aku berhasil menghindar

"Kau tau tidak? Aku tidak hanya bisa mengendalikan satu orang saja, aku bisa mengendalikan langsung semua teman-teman mu secara bersamaan dengan begitu mereka akan saling membunuh satu sama lain..hahahaha…ahahaha" Yukari kembali tertawa

"Len! Katakan Haste" teriak Luka, aku pun menurut

"Excalibur….Haste" aku mengangkat pedang ku dan tubuh ku terasa ringan

"Sekarang kau bisa bergerak dengan cepat Len!" teriak Miku

Aku pun mencoba berlari ke arah Yukari dan benar saja aku bisa menendang punggungnya sebelum dia menyadarinya.

"Sial! Ternyata kau bisa menggunakan sihir waktu seperti Neru ya? Ugh…itu cukup menyusahkan…kalau begitu aku akan menggunakan boneka kesayangan ku" ucap Yukari yang langsung menjaga jarak dengan ku

Yukari menjauhkan Rin dan yang lainnya dari ku.

"Kemarilah boneka ku tersayang.." kata Yukari

Lalu muncul lah seorang gadis dengan rambut panjang terurai yang juga di kendalikan oleh Yukari.

"NERU!" aku terkejut

"Kalian sudah mengenalnya ya?" tanya nya

"Keji! Kau mengendalikan teman mu sendiri!" ucap Meiko

"Teman? Apa makhluk seperti ini pantas menjadi teman ku?" Yukari menjambak rambut Neru

Ada yang berbeda pada Neru. Matanya terlihat kosong tak seperti ketika aku bertemu dengannya di kota DeLusia. 'kemampuannya dapat mengendalikan semua makhluk yang bernyawa maupun tidak bernyawa.' Tidak bernyawa…jangan-jangan Neru…

"Apa yang kau lakukan pada Neru?!" tanya ku

"Apa ya…aku lupa…ahahaha" jawab nya

"Mati kau!" aku mencoba menyerang Yukari lagi tapi Yukari menjadikan Neru sebagai perisai nya

'Bersenang-senang seperti apa yang kau inginkan?'

'Seperti ini…menghabiskan waktu berdua bersama mu'

Tiba-tiba aku teringat dengan kata-kata dari Neru sehingga aku menghentikan ayunan pedang ku. Karena jika aku menebas Yukari maka Neru pun akan tertebas…bagaimana ini…

'Hanya untuk hari ini…bisa kah kau membuang rasa waspada mu pada ku? Aku berjanji tidak akan melakukan apapun'

Aku tidak mau melukainya! Aku tidak mau melukai Neru!

'Bodoh nya aku! Mana mungkin kau mau percaya pada musuh'

Aku percaya…sejak saat itu aku percaya pada mu…dan sampai sekarang pun aku masih mempercayai mu…

"Neruuuuuu!" teriak ku

"Onii-chaaaaan!" Rin khawatir

"Len! Kendalikan diri mu!" teriak Kaito, Miku meneteskan air mata

"YUKARIIIIIII!" tak di sangka-sangka Haku pun muncul dan langsung menyerang Yukari

"Cih! Bagaimana kau bisa bebas!" ucap Yukari yang lagi-lagi menjaga jarak

"Haku!" kata ku

"Neru belum mati! Dia belum mati!" kata Haku dengan nada kesal

"Neru! Gunakan sihir Meteor mu! Ahahahaha" Yukari terlihat ketakutan

"Meteor.." mengangkat tangan kanannya

"Tidak! Neru!" aku mencoba menghentikannya

Dengan cepatnya Haku pun bergerak menuju Neru dan langsung memeluknya.

"Cukup…kau tidak perlu bertarung lagi…ini sudah cukup…Neru…" ucap Haku sambil meneteskan air mata

Lalu Neru pun menurunkan tangannya.

"Ada apa ini?!" Yukari terkejut

"Bloody Ice" tanpa Yukari sadari sebuah sihir es berwarna merah darah pun langsung menusuknya dari segala arah

"Aku…tidak terima…di kalahkan…sehina ini…" ucap Yukari

Kamudian Miku dan yang lainnya pun dapat kembali menggerakan tubuh mereka dengan bebas.

"Sihir siapa itu?" tanya Rei

"Mikuuuu!" teriak seorang anak perempuan dari pintu yang tadi kami lewati

"Aoki-chan!" Miku berlari dan langsung memeluk temannya yang menjadi batu tadi

Lalu aku pun menghampiri Neru yang tergeletak tidak berdaya di lantai.

"Haku-nee…" panggil Neru

"Iya…aku di sini" jawab Haku sambil menggenggam tangannya

"Neru…" panggil ku

"L..Len…"

Haku pun langsung berdiri lalu menyuruh ku untuk diam di samping Neru.

"K..kau dimana?" tanya Neru

"Di sini…di sebelah kanan mu.." jawab ku

Neru pun menggerakkan kepalanya ke sebelah kanan dengan perlahan.

"Len…dimana?" Neru mencoba menggerakkan tangannya untuk menyentuh ku

"Di sini…" aku meraih tangan Neru

"Aku tidak bisa melihat…mu…" ucapnya sambil menangis

"Aku tau itu…Neru.." aku menggenggam tangannya dengan erat

"Aku juga…tidak bisa merasakan apapun…" ucapnya lagi, aku terkejut

"Len…apa yang sedang kau lakukan?" tanya nya

"Menggenggam…tangan mu…" aku menggenggamnya semakin erat, Neru tersenyum dengan air mata yang terus berjatuhan

"Neru…kau ingat kan dengan apa yang kau katakana saat bertemu dengan ku di kota DeLusia? Kau bilang kau mau menjawab 5 pertanyaan dari ku. Tapi saat aku bertanya jawaban pertanyaan yang ke lima kau langsung pergi. Bolehkah aku menanyakan jawabannya sekarang? Apa kau sengaja menemui ku?" tanya ku

"I..ya.." jawabnya dengan lirih

"Kenapa?"

"Karena…Len…mengenal kakak ku…" jawab nya

"Kakak mu?"

"Nero…dia tinggal di dunia… yang sama seperti mu…Len…" lanjut Neru

"Len…" panggilnya

"Ya?"

"Tolong…sampaikan….pada…nya jika aku…ugh…aku…merindukannya…" ucap Neru

"Pasti! Aku pasti akan menyampaikannya! Aku berjanji!" kata ku

"Terimaka…sih…" Neru tersenyum

"Nah sekarang ayo pulihkan kondisi mu dulu.." kata ku, Neru tidak menjawab

"Neru? Neru?" aku mengguncang tubuh nya

"NERU!" Haku panik

Kemudian Luka berlari mendekati Neru dan segera menggunakan kemampuannya.

"Len…gomen ne…" Luka menangis

". . ." aku terdiam

"Haku…gomen…" Luka mengusap air matanya

"Neru…sudah pergi…" lanjut Luka

"Bohong! Jangan katakan hal semacam itu…ku mohon…" Haku menutup kedua telinga nya

"Sihir ku tidak berfungsi pada orang yang sudah meninggal…dan sihir ku tidak berfungsi pada Neru…maafkan aku…" kata Luka

Aku terkejut mendengar pernyataan Luka dan Haku pun terlihat amat terpukul atas kepergian Neru. Kemudian aku pun memeluk tubuh Neru. Lalu tubuh Neru pun menghilang.

"Kenapa Neru bisa seperti ini?" tanya Miku

"Dia berhianat pada Ratu dan bertarung melawan Luo dan Yukari…dia berpikir jika bisa mengalahkan mereka berdua maka dia akan mempermudah jalan kalian untuk menghadapi Ratu. Namun sayang dia kalah di tangan Luo. Dan akhirnya Yukari mengendalikan tubuhnya." Jelas Haku

"Haku…" Miku memeluk Haku

Sekarang perlu ku akui bahwa kau bukanlah seorang Iblis, melainkan seorang Malaikat. Aku bersumpah tidak akan melupakan mu…Neru…


Lanjutannya menyusul yaaa ^^

arigatou gozaimasu buat yg udah baca sampai sini ^^