Ini lanjutannya ^^

Met Baca Minna-sama ~

.

.

.

.


Setelah kejadian itu kami memutuskan untuk menenangkan diri sejenak di ruangan Yukari Yuzuki. Haku masih terlihat terpukul atas kepergian Neru. Ntah kenapa hati ku rasanya sakit mengingat detik-detik kematiannya. Ternyata orang yang selama ini ku anggap jahat adalah orang yang sangat baik. Yang aku sesali adalah kenapa aku tidak sadar sedari awal jika dia adalah adik perempuan Nero. Sahabat ku yang sudah ku anggap seperti keluarga ku sendiri.

"Neru…" aku kembali meneteskan air mata

"Oniichan…" Rin memeluk ku

Kemudian Haku berdiri dan menghampiri ku.

"Len…aku mohon…bunuh Ratu…aku mohon…" Haku berlutut di depan ku

"Haku! Apa yang ka—"

"Aku lelah di perintah membunuh orang tidak bersalah…aku lelah membunuh…aku lelah…" Haku masih berlutut

"Jangan seperti ini Haku.." Gakupo membantu Haku berdiri

"Haku-nee hiks" Rei dan Rui memeluk Haku

Aku mencoba menenangkan Haku, karena dia lah orang yang paling merasa kehilangan Neru. Di lihat dari foto yang di temukan Gumi di ruangannya, Haku dan Neru sudah berteman sejak mereka masih kecil. Aku tidak berani bertanya yang macam-macam dulu padanya dengan keadaan seperti ini.

Tak lama kemudian muncul tangga yang terbentuk dari bermacam-macam boneka.

"Siapa yang akan kita hadapi selanjutnya?" tanya Miku

"Luo Tianyi.." jawab Haku, semua terkejut

"Tapi jika kalian berhasil mengalahkannya maka kalian akan langsung menuju ke tempat Ratu" lanjut Haku

"Lalu bagaimana dengan Akaito?" tanya ku

"Akaito selalu berada di samping Ratu" jawab nya

Lalu kami semua berkumpul dan berdo'a bersama-sama agar kami dapat mengalahkan Ratu dan mendapatkan kembali sebuah kedamaian.

"Ayo maju!" seru Kaito

Kami pun berjalan menaiki satu persatu anak tangga itu sampai akhirnya kami sampai pada sebuah pintu raksasa yang terbuat dari kaca. Setelah kami memasukinya kami di sambut oleh Luo yang kelihatannya sudah menunggu kami sejak tadi.

"Selamat datang…" ucapnya dengan ramah

"Cih!" Gakupo kesal

"Kalian pasti lelah setelah melawan Yukari" ucapnya lagi

"Diam kau! Tempat ini akan menjadi kuburan mu!" bentak Meiko

"Mau langsung bertarung?" tanya Luo sambil tersenyum

"Holy Explosion" tiba-tiba Rin menyerang

"Hampir saja.." Luo berhasil menghindar

Tiba-tiba Luo mengangkat jari telunjuknya ke atas. Lalu muncul 12 cermin dan Rin tertarik kedalam salah satu cermin itu kemudian Luo pun ikut masuk kedalam salah satu cermin.

"Gawat!" Haku khawatir

"Apa yang akan terjadi?!" tanya Miku, Haku tidak menjawab

Kemudian ke-12 cermin itu pun menunjukan Rin yang terkurung di dalamnya.

"Len Kagamine, di antara 12 cermin ini ada Rin yang asli dan ada aku yang berwujud Rin. Untuk menyelamatkan adik tersayang mu kau harus menyisakan satu cermin dan menghancurkan 11 lainnya. Tapi ingat jika kau salah menghancurkan maka adik tersayang mu akan mati hehehe" ucap Luo

"B..bagaimana ini…"

"Kita tidak boleh gegabah Len!" ucap Meiko

"Oniichan! Oniichan! Oniichan" semua cermin mengeluarkan suara yang sama

"Aku tidak bisa membedakannya!" aku mulai panik

"Jangan takut Len…percayalah pada dirimu sendiri" bisik CUL

"Luo! Bagaimana jika seandainya aku menghancurkan salah satu cermin dimana kau ada di dalamnya?" tanya ku

"Aku hanya akan terluka tapi tidak mati" jawabnya

Tanpa pikir panjang aku pun langsung menebas satu cermin dan beruntung itu bukan lah Rin yang asli. Kemudian aku menebas cermin kedua, ketiga sampai akhirnya tinggal tersisa dua. Ini cukup suit karena jika aku salah menebas maka aku akan benar-benar kehilangan Rin tapi jika aku tidak salah menebas maka aku dapat melukai Luo.

"Ikuti kata hati mu Len!" teriak Miku

Aku mengikuti kata hati ku dan langsung menebas cermin yang berada di sbelah kanan. Dan ternyata yang aku tebas adalah Luo! Aku lega karena aku dapat menyelamatkan Rin. Lalu Rin berlari kearah ku.

"Ish…hebat juga! Bagaimana bisa kau menebaknya?" tanya Luo sambil memegangi tubuhnya yang terluka

"Aku menggunakan naluri ku sebagai seorang kakak" jawab ku, dia hanya tersenyum

"Bagaimana kalau begini?" Luo mengangkat kedua tangannya

"Kita harus menghindar!" ucap Kaito

"Kalian tidak bisa menghindar dari ku" ucap Luo

Dengan cepat semua teman-teman ku terkurung dalam cermin itu.

"Aku sudah tau jika aku tidak akan bisa mengurung mu" kata Luo

"Apa lagi yang mau kau lakukan?" tanya ku

"Ayo kita persulit lagi. Aku akan menukar-nukar bayangan mereka. Kau lihat? Aku mengeluarkan 100 cermin. Permainannya sama seperti tadi tapi kali ini jika kau menebas bayangan nona Miku bisa saja yang tertebas adalah pria berambut ungu itu. Dan kau pasti tau hanya ada satu yang asli, iya kan?" ucapnya sambil tersenyum

"Ini sulit…"

"Aku memberimu 30 menit, jika kau masih tidak bisa menyelamatkan teman-teman mu maka aku akan menghancurkan semua cermin-cermin itu. Dan kau tau apa yang akan terjadi pada mereka semua? Ng? mereka akan mati" ucapnya lagi

"Kau…" aku mulai kesal

"Tidak ada waktu untuk marah. Lebih baik kau segera menyelamatkan mereka karena waktu mu tinggal 28 menit lagi" katanya dengan santai

"Sial!" aku pun segera berlari melihat semua cermin-cermin itu

"Teman-teman mana kalian yang asli?" tanya ku dalam hati

Aku sempat akan menebas salah satu cermin tapi aku ragu dan akhirnya tidak jadi menebasnya.

"Waktu mu tinggal 23 menit lagi" kata Luo

"Pusing ya?" tanya Luo, aku menghiraukannya

"Mau menyerah?" tanya nya lagi

"Cih! Diam kau!" kata ku

Aku terus berkeliling melihat satu persatu cermin itu.

"Waktu mu 7 menit lagi.." teriak Luo

Waktu semakin sedikit dan aku belum menghancurkan satu pun dari cermin-cermin ini. Aku harus bagaimana…

"Bingung ya?" Luo tersenyum

"Rin, Miku, Meiko, Luka, Kaito, Gakupo, Rei, Rui, Gumi, Lily, Aoki, CUL, Haku…gomen…gomennasai…" aku sudah putus asa

"LUO!"

Tiba-tiba aku mendengar suara wanita yang sangat ku kenali. Yaitu suara CUL. Aku langsung membalikkan badan ku dan melihat ke arahnya yang bergerak menuju Luo. Dan aku baru tersadar jika CUL tidak ikut terkurung kedalam cermin-cermin ini. Tapi…bagaimana bisa?

"Mau apa kau!" Luo terkejut dan langsung mengeluarkan pedang yang sepertinya terbuat dari cermin

Lalu CUL berjalan perlahan ke arah Luo.

"Jangan dekati aku! Pergi! Pergi kau!" Luo nampak ketakutan

CUL tetap berjalan.

"Pergi! Atau ku tebas kau!" Luo semakin ketakutan

CUL berdiri tepat di hadapan Luo.

"Tebaslah.." ucap CUL

"Aaaaaaaaa…" tiba-tiba Luo berteriak dan menjatuhkan pedangnya dan semua cermin yang mengurung Rin dan yang lainnya pun menghilang dan mereka pun bebas.

"Ini saat yang tepat untuk membunuh nya!" ucap Gakupo yang bersiap menyerang

Dan ketika Gakupo, Rei, Rui, Meiko, dan Kaito hendak menyerang Luo, tiba-tiba Gumi dan Lily menghalangi mereka.

"Apa yang kalian lakukan! Capat menyingkir!" bentak Gakupo

"Kami mohon tenangkan diri kalian…" ucap Lily

"Aaaaaa….tidaaaaak….menjauhlaaaaah….aaaaaa" Luo terlihat kesakitan

Kemudian CUL mendekat dan memeluk Luo dengan sangat erat.

"Ada apa ini…" ucap Luka

Kami pun melihat apa yang di lakukan CUL dari jauh. Berharap CUL tidak akan apa-apa.

"Kau sudah terlalu banyak membunuh…Luo…" CUL mengelus kepala Luo

". . ." Luo terdiam

"Otanjoubi omedetou gozaimasu…Luo-chan…" ucap CUL

"Okaa-san…" Luo menangis

Semua terkejut ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut Luo.

"Kau lelah kan?" tanya CUL, Luo menganggukan kepalanya

"Aku berterimakasih pada kalian semua…perjuangan ku cukup sampai di sini" ucap CUL

"Apa maksud mu CUL?" Miku tidak mengerti

"Aku telah menemukan apa yang selama ini aku cari…kebahagiaan ku…anak perempuan ku…" CUL tersenyum pada kami semua

"CUL!" panggil Kaito

"Len! Berjanjilah kau akan selalu menjaga Rin" kata CUL

"Iya…aku berjanji CUL" kata ku sambil meggenggam tangan Rin

"Nah…waktunya pergi…" ucap CUL, Luo memeluk CUL dengan erat

"Body Explosion" CUL meledakkan tubuhnya sendiri beserta tubuh Luo

"CUUUUUUUL!" teriak Rin

Semua terkejut melihat apa yang telah CUL lakukan. Mungkin itulah mengapa CUL meminta kami semua untuk menyerang istana Ratu hari ini. Karena ini hari ulang tahun anaknya jadi dia ingin bertemu dengannya.

"Syukurlah…CUL…" ucap Gumi di sela-sela tangisannya

"Jadi Luo adalah anak wanita bernama CUL itu?" Haku masih tidak percaya

"CUL…" Rin terjatuh ke lantai

"Rin…" aku memeluknya

"Jangan pergi…CUL…" Rin terlihat belum terima

"Gumi, Lily…jadi kalian sudah tau tujuan CUL?" tanya Luka

"Tentu saja…sejak pertama kali kami bertemu, dia sudah mengatakan tujuannya pada kami" jawab Lily

"Meskipun penampilannya terlihat masih muda, sebenarnya dia sudah hidup sejak 300 tahun yang lalu" kata Gumi

"300 tahun?!" Kaito semakin terkejut

"Iya dan sudah lebih dari 200 tahun dia mencari anaknya yang menghilang sampai akhirnya dia menemukannya di sini…dia pasti sangat senang" lanjut Gumi

"Terimakasih untuk segala bantuan mu, CUL" ucap Miku

Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika CUL tidak ada bersama kami. Mungkin kami semua akan mati di tangan Luo. Aku belum sempat membalas kebaikan hati mu yang sudah merawat Rin. Aku tidak akan melupakan seluruh kebaikan mu…

Selamat Tinggal CUL


Makasih buat yang udah mau baca ^^

maaf kalau ada bagian yang salah ketik T^T

kelanjutannya nyusul yaaa ^^